Menyusuri Kota Tua Sawahlunto
Saat mudik ke Padang lebaran lalu, kami sekeluarga mengisi waktu liburan dengan jalan-jalan ke Kota Sawahlunto. Kota ini terletak sekitar 95 KM dari kota Padang dengan menempuh waktu perjalanan 2 jam. Sawahlunto terkenal sebagai kota pertambangan batu bara. Banyak sekali objek wisata bersejarah dan edukatif di Sawahlunto, antara lain :
Kereta Api Antik Mak Itam
Mak Itam adalah sebutan untuk kereta api antik lokomotif jaman Belanda berbahan bakar batu bara yang sekarang berfungsi sebagai kereta api wisata di Sawahlunto. Mak Itam beroperasi setiap hari Minggu, dengan rute Sawahlunto-Muarakalaban-Sawahlunto (waktu tempuh sekitar 1 jam pulang pergi). Tarif per orangnya adalah sebesar Rp50.000.
Naik kereta api antik ini sensasinya luar biasa dengan bunyi nyaring choo choo… dan kepulan asap hitamnya. Kereta api antik Mak Itam sempat ‘merantau’ ke museum kereta api Ambarawa dan sekitar tahun 2003 mak itam pulang kampung ke Sawahlunto. Interior Mak Itam dipertahankan seperti aslinya dengan bangku memanjang dan beberapa kursi antik. Tetapi jendela-jendela Mak Itam yang sebelumnya bisa dibuka tutup kini sudah ditutup semua oleh kaca dan dipasang AC untuk kenyamanan penumpang.
Kereta Api Wisata
Jika ingin menikmati keindahan alam Sumatera Barat dari kereta api dengan durasi yang lebih lama, maka Kereta Api Wisata ini jadi pilihan terbaik. Dengan melewati pinggiran Danau Singkarak kita disuguhi pemandangan alam yang indah selama 3 jam perjalanan. Kereta api ini berangkat dari Padang Panjang pukul 8.30, melewati Danau Singkarak dengan tujuan akhir di kota Sawahlunto. Tarifnya Rp 50.000 untuk kelas eksekutif dan Rp 25.000 untuk kelas ekonomi. Kereta api ini kembali berangkat menuju Padang Panjang dari Sawahlunto pada pukul 14.30.
Museum Kereta Api Sawahlunto
Museum kereta api ini adalah museum kereta api ke-2 di Indonesia setelah Museum Kereta Api Ambarawa. Museum ini dulunya merupakan gedung Stasiun Kereta Api Sawahlunto. Museum KA ini berisi barang-barang peninggalan sejarah perkeretaapian seperti peralatan lokomotif tua, lampu-lampu antik yang digunakan para pekerja pembangunan terowongan kereta api, serta foto-foto bersejarah.
Lubang Tambang Mbah Soero dan Gedung Info Box
Kota Sawahlunto identik dengan pertambangan, maka belum lengkap rasanya jika belum menelusuri wisata tambang nya yang bersejarah dan penuh petualangan yaitu Lubang Tambang Mbah Soero. Lubang tambang ini dibuka pada tahun 1898 oleh pemerintah kolonial Belanda dengan memberdayakan buruh paksa dari penjuru Indonesia seperti Jawa, Medan, dan Sulawesi. Mbah Soero adalah mandor pekerja tambang yang disegani oleh Pemerintah Belanda dan namanya diabadikan untuk lubang tambang bersejarah ini. Cukup banyak cerita pedih dibalik sejarah lubang tambang ini karena begitu banyak nya pribumi yang dipaksa bekerja di sini dengan lilitan rantai besi di tangan dan kakinya. Lubang tambang ini sempat diliput oleh tim Discovery Chanel, seminggu sebelum kami mengunjungi tempat ini. Untuk memasuki lubang tambang ini, pengunjung wajib memakai alat safety seperti helm dan safety boot. Tidak diperkenankan merokok dan membawa barang-barang yang bisa menyulut api. Setiap pagi diadakan pengecekan gas Metan di lubang tambang ini untuk memastikan aman dikunjungi oleh para wisatawan.
Info Box merupakan gedung pusat informasi sejarah tambang batu bara Sawahlunto yang masih satu wilayah dengan wisata Lubang Tambang Mbah Soero. Dulunya gedung ini adalah tempat stock field (penumpukan batu bara) yang digali dari Lubang Tambang Mbah Soero. Sekarang Gedung ini berisi foto-foto sejarah pertambangan batu bara yang sangat lengkap dan alat-alat pertambangan antik.

Sebelum memasuki lubang tambang, pengunjung diwajibkan memakai peralatan K3. Di lubang tambang terdapat CCTV kamera di setiap sudutnya dan dipantau dari gedung Info Box.

Sebelum memasuki lubang tambang, Pak Win sang pemandu bercerita sedikit tentang sejarah lubang tambang ini.
Museum Goedang Ransoem
Bangunan museum goedang ransoem ini dulu nya berfungsi sebagai dapur umum tempat memasak makanan bagi pekerja tambang yang jumlahnya ribuan. Di dalamnya terdapat alat-alat memasak antik. Museum ini dilengkapi dengan fasilitas audio visual di mana kita bisa menonton dokumenter sejarahnya dan mendapat pengetahuan mengenai sistem pensuplaian energi untuk kegiatan di gedung ini.

Tungku pembakaran batubara yang menyuplai energi panas ke gudang ransum untuk memenuhi kebutuhan energi masak memasak untuk ribuan orang di dalamnya. Tungku yang dibuat tahun 1894 ini dulunya ada pipa yang menghubungkannya dengan kompresor yang ada di dalam gudang ransum.
Gedung-Gedung Antik di Sawahlunto
Di Sawahlunto banyak dijumpai gedung-gedung bersejarah peninggalan Belanda yang mayoritas masih terawat dengan baik, di antaranya adalah:

Wisma Ombilin, gedung ini dibangun tahun 1918 dengan nama Hotel Ombilin. Tahun 1945-1949 gedung ini beralih fungsi menjadi asrama tentara Belanda dan di tahun 1970an sempat menjadi kantor polisi militer kota Sawahlunto. Sekarang gedung ini kembali menjadi hotel untuk wisatawan yang berkunjung ke Sawahlunto.

Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto, gedung ini dibangun tahun 1910 dengan nama "gluck auf" sebagai gedung pertemuan (societeit) atau tempat pejabat kolonial berkumpul, minum, berdansa, dan menyanyi. Bangunan ini juga pernah menjadi Rumah Bola yang dipergunakan sebagai tempat bermain Bowling.

Ini adalah Kawasan Saringan, yang didirikan tahun 1900. Di kawasan ini batubara diproses sebelum dibawa ke Teluk Bayur dengan menggunakan gerbong kereta api. Luar biasa konstruksinya, orang jaman dulu sudah memakai conveyor belt untuk memindahkan batubara ke tempat lain.

Masjid Agung Nurul Islam, bangunan ini dulunya merupakan sentral listrik PLTU yang dibangun tahun 1894. Di bawah bangunan ini terdapat bungker yang dipergunakan oleh para pejuang kemerdekaan sebagai gudang senjata. Pada tahun 1930 bangunan ini dijadikan masjid.

Gedung ini adalah kantor PT Ombilin yang dibangun tahun 1916 dengan nama "Ombilin Meinen" berfungsi sebagai kantor pertambangan sampai saat ini.
Jika berkunjung ke Padang-Sumatera Barat, jalan-jalan ke Sawahlunto sangat layak masuk dalam agenda perjalanan. Berikut ini adalah situs-situs informasi wisata Sawahlunto:


















Hasil foto-fotonya keren
Sawah lunto juga keren, salah satu kota yang pengen disamperin
udhien.net / 10 Feb 2012 05:34tengkyu mas Udhien…semoga kesampean jalan ke sini bersama keluarga yaa
Silvianty / 10 Feb 2012 08:40Waaah, lengkap banget explorasi sawah lunto nya. Keren bangett.. Nggak kalah sama daerah lain ya. Bukan hanya Maninjau, Padang, dll. Nggak nyangka, sawah lunto punya banyak tempat wisata juga. Walopun sering pulang kampung ke Bukittinggi, belum pernah nyobain kereta Mak Itam ituh.. Thanks sharingnya. Wajib masuk must see visit next time pulang kampung lagi… Insya Allah.
Susy Yulia / 10 Feb 2012 05:41Thanks ya mbak…
Terimakasih mba susy, iya saya juga ni, udah sering pulang ke Padang tapi baru kali ini ke Sawahlunto, ngga nyangka banget Sawahlunto banyak menyimpan sejarah. Sebelum ke Sawahlunto jg bisa mampir di Danau Atas Danau Bawah di solok hehehe jadi kangen wisata ke sumbar lagi.
Silvianty / 10 Feb 2012 08:44wowww keren banget yaaa sawah lunto ini…
baguuuus!
pengen banget deh ke sini. pengen naik mak itam
ninit yunita / 10 Feb 2012 06:51 / Log in to ReplyTerimakasih teh Ninit…Amiiin, semoga kesampean ke sini bareng keluarga ya teh
Silvianty / 10 Feb 2012 08:49woow..baru tau sawah lunto itu keren yaaa.. *kemana aja*

eka / 10 Feb 2012 07:08 / Log in to ReplyKereta api mak itam nya seru, tempat menanak nasinya jg jumbo..!
jd pengen jalan2 ke sana, emang bener ya, bagusan indonesia kemana2!
Tfs ya ma
Terimakasih mba, iya bener bgt..anak-anak excited banget di sini..ada wisata kereta api, petualangan di lubang tambang, wisata sejarah hehehe seruuu.
Silvianty / 10 Feb 2012 08:54wow.. jadi kangen masa lalu euy.. kapan ya bisa maen ksana lg…
reakea / 10 Feb 2012 09:03 / Log in to ReplyMak itam mengingatkan aku sama hogwart express.. Kereeeen banget
Fanny Hartanti / 11 Feb 2012 05:41 / Log in to ReplyMak itam mengingatkan aku sama hogwart express.. Kereeeen banget!!!!
Fanny Hartanti / 11 Feb 2012 05:41 / Log in to ReplyWahh… Keren banget … Aku baca ini pas abis tugas kantor ke Padang. Nunggu anakku gede dikit aahhh… Pengen ajak naik Mak Itam… TFS
ibusuri / 12 Feb 2012 13:17 / Log in to ReplyAduuuuuh jd kangen kampung! Besok2 kalo plg ke padang musti kesini nih! Keliling sawah lunto, gak cm lewat doang! Wajib naik Mak Itam
adyn / 14 Feb 2012 20:31 / Log in to Reply