Memancing Bersama Opa

Enzo dan kakak sepupunya, Dilla, senang sekali ketika diajak Opa dan beberapa teman SMA-nya pergi memancing ikan dan makan siang bersama di kolam ikan milik Kakek Momon di Ciwidey. Syukurlah pengajuan cuti saya diterima, jadi saya dapat membawa Dante dan mendampingi Enzo di sana. Pagi hari itu, kami menjemput Kakek Hadi dilanjutkan dengan membeli umpan di toko peralatan mancing di pasar. Pemandangan di Ciwidey sungguh indah, hamparan sawah, sungai yang mengalir jernih, dan pepohonan yang rindang dan rimbun menyegarkan mata dan pikiran.
Begitu sampai, Enzo dan Dilla menyalami satu persatu Kakek dan Nenek teman Opa. Kami menikmati suasana pagi yang segar di Ciwidey sambil mencicipi hasil kebun Kakek Momon; pisang kukus, jagung dan kacang rebus. Ternyata Enzo dan Dante menyukai Bandrek Abah khas Ciwidey itu, enak diminum hangat-hangat. Sambil menyiapkan alat pancing, Opa memperkenalkan alat-alat pancing pada Enzo dan Dilla: joran, penggulung, kenur, kail, pelampung, umpan dan jaring. Enzo dan Dilla tampak serius memperhatikan Opa meracik umpan, dan sesekali ikut membentuk adonan umpan menjadi bola-bola kecil. Enzo senang sekali berputar-putar mengelilingi kolam, lalu menertawakan Kakek Kosasih yang memancing kaos kaki.
Awalnya Enzo dan Dilla hanya duduk manis di sebelah Opa, menyemangati Opa dengan berseru memanggil para ikan untuk berkumpul. Dari hasil tangkapan Opa, Enzo jadi tahu beberapa jenis ikan air tawar: Ikan Mas, Gurame, dan Nila. Dan dari gaya Opa memancing, Enzo jadi tahu sedikit teknik memancing seperti cara melontar umpan, isyarat kenur, menghentak joran, menaklukkan ikan, dan melepas kail. Sesekali Enzo berlari-lari berputar mengelilingi kolam, mengejar ayam-ayam ternak milik Kakek Momon.
Rupanya Enzo penasaran ingin mencoba memancing. Enzo belajar beberapa hal lagi dari memancing selain bersenang-senang, yaitu melatih konsentrasi dan kesabaran. Saya menghiburnya dengan mengajaknya tersenyum, tapi selama pancingannya belum berhasil Enzo tetap cemberut. Senyumnya terkembang saat pancingannya berhasil, lebih mengembang saat saya, Opa dan Kakek Nenek teman Opa memberi tepuk tangan dan pujian. Saat Enzo berhasil menangkap satu ikan gurame kecil, Opa melepaskan kailnya dengan hati-hati agar tidak melukai mulut ikan, lalu Opa melepas kembali ikan kecil itu ke kolam. Enzo sepertinya mengerti ketika kami jelaskan bahwa ikan kecil itu dilepaskan agar dapat berkembang biak di dalam kolam.
Para Nenek menyiapkan makan siang: menggoreng ayam, memasak sayuran, membuat sambal dan menyiapkan lalab, membersihkan dan membakar ikan, dan mengupas pepaya. Sayuran dan buah-buahan ini diambil dari kebun Kakek Momon. Saya dan Dante ikut memetik kangkung dan mengupas pepaya, lho. Enzo ikut menggarami ikan dan mengipas ikan saat dibakar. Saya memandikan Enzo dengan air dingin Ciwidey, Enzo berteriak-teriak kedinginan, ”Waw… segaaar!”, katanya. Lalu Enzo ikut Shalat Dhuhur berjamaah sambil terkantuk-kantuk, karena angin Ciwidey yang sepoi-sepoi menyapu wajahnya. Yang paling menyenangkan adalah Enzo makan lahap sekali, dan tertawa-tawa bercanda dengan para Kakek dan Nenek.
Setelah membungkus ikan hasil pancingan untuk dibawa pulang, kami bersiap-siap untuk pulang. Enzo tampak betah sekali di sana dan tidak mau pulang. Dia sempat menangis sebentar di mobil saat perjalanan pulang, tapi berhenti menangis saat mampir di toko oleh-oleh khas Ciwidey. Saya membeli Dodol Susu, Permen Karamel, Kalua Jeruk, Kerupuk Kulit Susu, Bandrek Abah dan Bumbu Rujak Ciherang. Saya baru tahu, bahwa serangga yang menempel pada kalua jeruk itu bukan lalat hijau, tapi lebah madu. Hujan turun saat itu, Enzo dan Dante tertidur pulas di dalam mobil. Bukan hanya saya dan Opa yang menikmati liburan hari itu, tapi yang terpenting adalah having fun and spending quality time dengan memberikan pelajaran dan pengalaman berharga bagi Enzo dan Dante.









Wah seru! Mau ah minggu ini bawa anak anak mancing..tfs mbak
namila / 28 Apr 2011 08:05 / Log in to Replyseru & melelahkan
have fun ya, weekend fishingnya nanti!
eka / 28 Apr 2011 13:10 / Log in to Replyaduuuuhhh serunya enzo….
seneng banget kayanya ya pas udah dapet ikannya.
btw sambal dan lalab nya nge-daa-daah in deh….slruuupp:P
minar tiartha / 28 Apr 2011 08:47 / Log in to Replytfs ya eka..
iya nih, sambel lalab buatan para nenek memang maknyusss!
eka / 28 Apr 2011 13:15 / Log in to Replysambal, ikan hmmm bikin ngiler …
Achmad Bisri / 28 Apr 2011 09:46 / Log in to Replyyuk, bu istri kebluk musti bikin nih buat makan malamnya ntar..
eka / 28 Apr 2011 13:17 / Log in to Replyseru banget mancingnya.. abis mancing makan enak lagi
inga / 28 Apr 2011 10:37 / Log in to Replyiya inga, dingin & laper, jd makannya enaaak.. banget
eka / 28 Apr 2011 13:22 / Log in to Replyseruuuu!!! mau dong ikutan jalan2 hehehehe
nuning purwaningsih / 28 Apr 2011 10:44 / Log in to Replyboleeh… tapi bude nuning cutinya udah diapprove blum? :p
eka / 28 Apr 2011 13:24 / Log in to ReplyEnzoo.. ajarin mancing dong hehe… Seru skali Mbak Eka critanya! Ngiler sama santapan abis mancingnya!
oci / 28 Apr 2011 11:27 / Log in to Replysini tante oci, enzo ajarin.. pinter lho enzo, mancing ikan2an di play land
eka / 28 Apr 2011 13:39 / Log in to ReplyYay, seru banget ini kelihatannya, Eka… Kayaknya baik para sesepuh, orang muda (heh?) maupun krucils puaz yakh. gw ngebayanginnya kalau mancing sendirian, kayaknya ngebosenin banget deh, Ka.Soalnya seinget gw dulu pas mau ikutan sama sodara yg suka mancing, diwanti-wanti : “Tapi nanti janagn ribut ya di tempat mancing, nanti gak ketangkep ikannya” beuh…kebayang sama gw tempatnya sepi dunk.
Sondang / 28 Apr 2011 11:34 / Log in to Replyehh..gw termasuk orang tua yg muda ya? hihihi..
lg pula kolamnya udah disiapin disebar banyak ikan *hehe..curang*
gw puas krn bisa cuti, seneng liburan sama ortu & anak2
kemaren itu ga bosen koq, soalnya waktunya jg cuman bentar & yg mancingnya (para opa itu) udah pd jago2
kmrn sih enzo berisik tuh teriak2, seneng kali dia bisa lari2 n main2 di outdoor gt.
eka / 28 Apr 2011 13:53 / Log in to Replydan biasa lah kalo kakek2 n nenek2 kan sayang bgt ya sama anak kecil, jd enzo merdeka aja tuh ga dimarahin
Enzo, kamu lagi cemberut aja segitu gantengnya
Honey Josep / 28 Apr 2011 12:47 / Log in to Replyahaha.. makasih, tante honey.. *sun dong*
eka / 28 Apr 2011 13:55 / Log in to ReplyHihihi Enzo bete’ ya nungguin umpan gak dimakan2 ikan. Tapi seru banget nih kalau main di alam terbuka gitu seperti memancing. Sungguh pengalaman yang sangat berharga buat anak2 ya mam
BunDit / 28 Apr 2011 13:09 / Log in to Replyhihi..iya, bete & ngantuk..
eka / 28 Apr 2011 14:00 / Log in to Replytp bener lho, ngasih pelajaran sambil main2 gini lbh mudah diinget sama enzo.. sampe skrg msh suka cerita ttg pengalaman mancingnya ini kalo lg kangen sama opa-nya
ih keren banget deh enzo dante suka mancing
seneng banget baca artikel ini.
keren, ka!
ninit yunita / 28 Apr 2011 14:57 / Log in to Replyhihi..iya..jd suka mancing. tp pengennya tetep sama opa, krn papa ‘ga bisaeun’
eka / 30 Apr 2011 21:26 / Log in to ReplyIh, pengen banget deh mancing. Dulu pas gue masih kecil gue juga suka ikut abang & bokap mancing. Kapan2 ah mau ajak Melon. Kemana tapi ya, Ka tempat mancing di bandung yang oke dan ga terlalu jauh
Btw, kakak Enzoooo kapan2 ajak adek Rie yaaa
almaviva landjanun / 28 Apr 2011 16:45 / Log in to Replywah, kemana yaa.. sindang reret lembang kali ya… bisa naik kuda juga.
eka / 30 Apr 2011 21:31 / Log in to Replyyuuk..melon hayuk ikut yaaa..
Seneng deh bacanya, Ka. Serasa ikutan mancing sama Enzo
Trus baca “membakar ikan”, “lalap”, “sambal”, jadi pengen pulang kampung… -_-
Sitha / 28 Apr 2011 18:28 / Log in to Replyayuuuk mama sitha.. bakar ikan juga di sana, pake sambal & lalab
eka / 30 Apr 2011 21:33 / Log in to Reply