Jurong Bird Park
“Bacalah!”
Begitu kata Al Qur’an. Yang konon artinya sangat dalam bukan hanya membaca dalam arti sebenarnya tapi termasuk juga membaca secara kiasan. Mencoba memahami, mencari makna. Singkatnya—belajarlah. Dan alam adalah buku yang tertua sepanjang sejarah manusia. Kalau alam liar terlalu berat untuk dipelajari secara langsung medannya, ternyata lewat alam rekayasa juga kita masih bisa belajar. Cerita perjalanan kami menjelajah Jurong Bird Park. Ada pelajaran penting yang bisa kita ambil dari kegiatan mengamati burung!
Masih ingat sinetron Losmen circa 80-an di TVRI? Dari sinetron kesukaan papa saya itu yang paling membekas dalam ingatan selain konde Mieke Wijaya yang super rapi dan kuat adalah tokoh Mang Udel bermain ukulele dan kesukaannya terhadap burung. Sejujur-jujurnya dari sekian banyak lawatan ke Jogya, terutama, saya tidak pernah mengerti di mana serunya menjadikan burung sebagai peliharaan atau tontonan. Cantik sih, tapi memang bukan minat saya.
Karena minat terhadap unggas-unggasan saya minim hanya seputar sebagai objek pangan, Jurong Bird Park, sekalipun terkenal, tidak terlalu menarik minat saya. Sampai ketika saya punya anak dan keponakan saya datang ke Singapore untuk berkunjung. Dari hasil kunjungan perdana itu, ini dia sedikit review dan tips berdasarkan pengalaman itu:

Ada banyak tempat makan salah satunya Bongo Burger ini. Cinta dengan arena makan dengan kursi-kursi binatang ini, seru buat sekeluarga! Ini subyektif sih, dulu ketika makan Bongo Burger di Night Safari sepertinya enak banget, tapi kemarin rasanya kurang nampol nih… biasa aja. Sila pilih Hawk Cafe kalau ingin selera oriental dan lokal sebangsa nasi lemak dan laksa. Nggak tahu enak apa nggak, tapi yang seru mereka punya paket sarapan pagi berhadiah nonton show gratis. Tapi untuk bisa menyaksikan ini urban Mama harus kemari sepagi mungkin sebelum jam 9.45. Bukti bahwa “early birds do get the first “worms” ”
- Untuk pergi ke Jurong Bird Park termurah dengan MRT dulu hingga stasiun Boonlay (green line), lalu di Boonlay Bus Interchange, naik bis 194 /251. Sayang tidak ada shuttle gratis ke mari. Jadi siapkan uang receh untuk bis/ kartu EZ link
- Kebanyakan orang memilih menggunakan bis dari Boonlay Bus Interchange. Kalau antrean sudah panjang sekali ketika urban Mama dan Papa sampai, hampir pasti tidak akan mendapat kursi di bis sehingga kalau memang butuh duduk dalam bis karena membawa bayi misalnya, sebaiknya sambung perjalanan dengan taksi. Memang penumpang dengan bayi serta balita berhak mendapat kursi dalam bis, tapi kalau sudah penuh sekali, turunkan harapan untuk bisa mengklaim kursi tersebut dalam bis kecuali ada sedang beruntung seorang yang baik hati menyerahkan kursinya pada urban Mama.
- Ada shuttle dengan beberapa lokasi titik penjemputan di kota, lalu dari dan ke Singapore Zoo / Night Safari seharga SGD 4 (dewasa), SGD 2 (anak). Lengkapnya tentang shuttle dan di mana saja serta jam berapa, sila klik di sini.

Fasilitas toilet dan ganti popoknya cukup menyenangkan! Urban Mama bisa menyewa stroller di sini (Maclaren Volo) atau, coba sewa Xplory ini! Superseru!!! Alternatifnya ada juga semacam sepeda/motor listrik dengan keranjang yang bisa membuat acara keliling Jurong Bird Park kurang berkeringat dan anti pegal kaki. Harga si motor listrik ini cukup mahal sewanya, SGD 35 kalau tidak salah.

Selayang pandang Jurong Bird Park. Yang gelap di tengah di World Of Darkness (burung-burung malam).
- Siapkan diri dan mental untuk: hadapi cuaca panas (bawa payung, topi, baju ganti, air minum, kipas stroller, kipas, handuk kecil, sunblock), hujan (payung, ponco/jaket dengan hood), banyak berjalan kaki (alas kaki yang nyaman), gigitan serangga (bawa lotion anti nyamuk/serangga), keseruan ekstra (baju ganti kali-kali terlalu heboh bermain)
- Panorail… to take or not to take? Panorail itu semacam monorail yang mengelilingi taman. Bedanya dengan trem di Singapore Zoo yang bisa dipakai tak terhingga selama di Zoo, panorail ini punya limit, satu keliling. Ambil kalau Anda pikir extra 5 dolar sepadan untuk naik monorail dan melihat Jurong Bird Park dari atas selama sekitar 20 menit.

Show ini cukup menghibur sampai pada bagian si burung bernyanyi lagu Rasa Sayange dan sang pemandu berkata “a song from Malaysia” Jleb! Memang masih simpang siur dari mana asal lagu ini… tapi rasanya punya kita ya?
- Tontonlah show-nya, gratis, hanya saja harus dicatat supaya tidak terlewat karena keasikan putar-putar. Lumayan seru dan… tempat bagus untuk mengistirahatkan kaki! Amati dan catat waktu pemberian makanan bagi para burung supaya bisa ikut berpartisipasi.
- Burung-burung di sini dirawat dengan baik termasuk pemberian vaksin secara rutin jadi tidak perlu khawatir flu burung. Tapi tetap utamakan kebersihan. Bawa hand sanitizer, tisu basah, anti bacterial wipes setiap habis bermain-main dengan burung.

Si merah cantik ini bernama Scarlett Ibis. Ada lagu yang cocok untuk unggas ini; “Cantik Tapi Bau”

African Waterfall Aviary
- Jangan lewatkan Lorry Loft, ini bagian paling seru menurut kami di sini, resikonya, tempat ini selalu penuh!

Lorry Loft, superberisik, superpenuh, tapi superseru! Parkit-parkit di sini sangat jinak, mau diberi makan dan bisa diajak foto bareng!
- Kami mengakhiri kunjungan kami di playground. Ada dua playground tapi kami mencoba yang kabarnya menjadi pelopor playground dengan konsep kering-basah (wet-dry play) di Singapura. Achtung!!! Urban Mama Papa, ada benarnya kalau playground ini pelopor karena kondisinya sudah cukup menyedihkan. Tua. Tidak terawat. Lantainya wet play-nya berjamur hingga licin sekali hingga bocah sangat rentan jatuh terpeleset. Positifnya, fasilitas kamar mandi anak di sebelah playground cukup menyenangkan dan pastinya sangat berguna.

Sehari sebelum ulang tahun ke-2, Rafe menguasai playground ini hanya buat dia sendiri ketika sepupunya tertidur pulas di Xplory
Kesimpulannya? Sebagai taman, tempat ini menyenangkan walau kalau sudah pernah ke Singapore Zoo, urban Mama dan Papa pastinya akan kurang terkesan. Saya rekomendasikan untuk penggemar unggas tapi kalaupun tidak, datang saja biar pernah mengunjungi taman burung yang diklaim sebagai yang terbesar di dunia. Toh, mana tahu dari perjalanan di alam rekayasa ini urban Mama Papa malah dapat ilmu

Penting untuk para pria. Tiru tingkah si Black-masked Loverbird jantan. Mereka membuat sarang, kemudian memamerkannya dengan berpose ciamik di depan sarang yang sudah jadi untuk mengundang perhatian betinanya. Kalau burung betina tertarik, dia akan menyelesaikan “interior” sarang ini sebelum mereka kawin, beranak dan hidup bahagia selama-lamanya.

Kutipan “lovebirds” datang karena burung ini terkenal setia. Untuk pasangan di manapun, berdoalah agar kisah kita seperti burung ini. Mereka sangat setia pada pasangan dan kabarnya ketika satu meninggal, yang satunya lagi segera menyusul saking sedihnya. Lebay sih bagian yang ini, tapi setidaknya mereka SELALU mesra satu sama lain, tidak perduli sudah berapa lama bersama (ini tambahan dari imajinasi saya!). Kabarnya senang saling pagut, yang terlihat seperti gerakan berciuman. Dari sini nih istilah “lovebirds” dipakai untuk pasangan yang terlihat supermesra dan umbar PDA (public display of affection).
Jurong Bird Park
2 Jurong Hill Singapore 628925Tel: (65) 6265 0022Fax: (65) 6261 1869
Tiket masuk : SGD 18 (dewasa) SGD 12 (anak 3-12 thn)
Buka setiap hari jam 8.30 pagi s.d 6 sore
E-mail: info@birdpark.com.sg
Web:http://www.birdpark.com.sg/
Kartu EZ Link yang digunakan untuk membayar bis/MRTdan bisa juga dipergunakan di beberapa tempat untuk berbelanja seperti di McD, bisa di beli di loket tiket di stasiun MRT tertentu yang cukup ramai dan besar.





tks cha reviewnya!
lorry loft emang favorit banget deh kalo ke sana. dua kali ke JBP, yg pertama lorry loftnya rameee banget sama burung. seru! yang kedua ga tau knp dikit bgt burungnya.
huhuhu yg lovebird, bener2 bikin cirambay ya pas baca :’)
ninit yunita / 25 Nov 2010 05:38 / Log in to Replynice review and very informative.
ario121 / 25 Nov 2010 07:23 / Log in to Replyi like the bird park too. untuk yg tinggal di singapura, bisa juga ikutan annual membership supya bisa pergi ke bird park, zoo dan night safari.
walopun kalah pamor sama zoo, gue selalu suka kesini, karena ga terlalu gede, jadi ga terlalu capek jalannya heheh… dan ga perlu seharian! trus burung2nya juga bagus baguuus banget! and of course, my fave is the lorry loft! jaman naia masih obsessed ama birds, dia sukaaa banget kesini, dan kalo kita males kemana2, paling ke lorry loft, trus naek panorail sekalian ngadem, trus pulang deh..
anyway, very good review cha! very detailed and informative. good job!
shinta lestari / 25 Nov 2010 08:54 / Log in to ReplyIndeed it is very informative! Thanks for sharing
oci / 25 Nov 2010 10:42 / Log in to Reply@ninit sama-sama… ga nyangka akhirnya nyampe jg ke bird park ini hahaha klo punya anak mah akhirnya sampe jg ya
@ario @Oci @shinta twenks for reading
Icha Rahmanti / 25 Nov 2010 11:11 / Log in to Replywah, gue malah blum pernah nyampe ke playground yang basah itu… di sebelah mana, cha? kemaren cari2 playground cuma nemu satu yang disebelah danau…
btw, untuk mamas yang suka naik sepeda, ada park connector langsung ke jurong bird park lho… jadi gampang dicapai (tapi ya rada jauh).
thalia kamarga / 25 Nov 2010 11:19 / Log in to Replymama icha, lengkap n informatif bgt nih reviewnya!
eka / 25 Nov 2010 23:34 / Log in to ReplyBelum pernah ke sini, tapi jadi berasa ikut jalan2 deh krn photo2nya lengkap
rafe asyik banget yak maen aer sendiri… Seru!
bikin artikel beginian emang mama rafe deh jagoannya………. yang tadinya gak pengen jadi pengen deh kesana…hehehe…
venny vernita / 29 Nov 2010 16:22 / Log in to ReplyDulu kesini jaman SD, dan rasanya ga jauh beda sama taman mini waktu itu. Waktu ke taman safari indonesia juga ada area yang bisa menikmati unggas-unggas eksotik dari jarak yang sangat dekat….
but after reading this review, dan karna sdh ngabsen ke zoo, kayaknya seru deh ajak nasha kesini…
Lom pernah ksini,,,,,kayanya males jg jalannya jauh + panas, ga cocok buat bumil
Laurina Eisenring / 28 Dec 2010 00:30 / Log in to Reply