Kejutan Kehamilan
Saya tidak pernah tahu jika kehamilan dapat begitu menyakitkan. Selama ini yang saya tahu, kehamilan merupakan hal indah yang ditunggu setiap wanita. Saya tahu ada masa ngidam dimana makanan menjadi tidak menarik, bau-bau harum menjadi pemicu mual, sensitif yang berlebihan pada beberapa hal yang mungkin bagi kebanyakan orang biasa saja, dan mual-muntah-lemah-tidak doyan makan itu adalah sesuatu yang wajar dan akan hilang dengan sendirinya setelah trimester pertama berakhir. Itu adalah gambaran kehamilan yang saya mengerti selama ini.
Ternyata saya salah.
Sebulan setelah menikah, saya dinyatakan hamil. Kami senang sekali mengetahui berita ini, walaupun agak kaget juga kami diberi kepercayaan secepat itu. Kami masih sama-sama sibuk di kantor, masih hidup berdua di kos-kosan dan belum berencana pindah rumah. Waktu umur kandungan hampir sebulan, saya mulai mual-muntah cukup sering. Konsekuensinya, saya bolos ke kantor karena tidak kuat bangun pagi dan tidak sanggup menghirup udara di luar kamar. Bebauan yang selama ini biasa saja menjadi terasa sangat menusuk. Kadang, suami saya harus cepat-cepat menutup pintu kamar agar bau-bau di luar tidak lama tercium. Indra pembau saya menjadi sangat sensitif. Awalnya kami pikir ini adalah hal yang wajar, begitu pula pendapat saudara dan teman-teman kami. Mereka semua bilang itu adalah hal yang sangat wajar. Tidak perlu manja dan mengeluh. Semuanya akan hilang setelah kehamilan memasuki bulan ke empat.
Tampaknya sensitifitas indera perasa dan pembau saya tidak sepenuhnya wajar, saya muntah membaui apa saja. Hingga bulan kedua kehamilan, berat badan saya turun 8 kg. Saya tidak bisa makan bahkan minum karena saya tidak dapat mencium bau makanan atau minuman apa pun. Akibatnya tubuh saya menolak setiap suap makanan dan minuman yang saya coba konsumsi. Kuantitas muntah saya meningkat. Tidak lagi 3-4 kali. Bisa puluhan kali dalam sehari, saya tidak bisa tidur, setiap lima menit saya harus berlari ke wastafel karena muntah yang tidak berhenti.
Hingga suatu hari saya benar-benar tidak tahan untuk tinggal di tempat kos kami, saya benar-benar ingin pindah, tepatnya mencari udara yang lebih segar. Pada hari itu, tepat jam 12 malam, setelah berpindah-pindah hotel seharian, saya dilarikan ke rumah sakit. Sepanjang jalan ke rumah sakit merupakan perjalanan yang menyiksa. Saya tidak berhenti muntah dan saya pun tidak cukup kuat menahan sakit karena muntah itu.
Sampailah kami di sebuah rumah sakit di Jakarta pusat, dokter jaga meminta saya opname. Kondisi saya saat itu cukup memprihatinkan dan ada kemungkinan dehidrasi yang akan membahayakan janin yang saya kandung. Saya pasrah saja, saya meminum obat pengurang rasa mual, meskipun saya tahu pengobatan dari dokter tidak akan menjadikan keadaan membaik.
Dokter cuma memberikan nutrisi tambahan lewat cairan infus agar kebutuhan nutrisi saya terpenuhi. Setelah 4 hari saya menginap di rumah sakit, saya diperbolehkan pulang. Selama empat hari di rumah sakit tersebut, suami saya mencari tempat tinggal yang diharapkan lebih baik, di sebuah apartment studio di sekitar Setiabudi.
Pindah tempat yang lebih lega, dengan udara yang mungkin lebih bersih, pun kondisi saya tidak membaik. Saya benar-benar tidak bisa makan dan minum. Saya terlalu lemah untuk berlari ke wastafel untuk muntah, sehingga tong sampah selalu ada di samping tempat tidur saya. Untungnya bos saya mengizinkan saya bekerja di rumah. Sehari-hari saya hanya tiduran sambil sesekali mengecek email lewat handphone dan memforwardnya ke asisten di kantor, diselingi muntah tentunya.
Pergi ke kamar mandi pun saya sudah tidak sanggup, saya tidak bisa mandi sendiri, dan suami saya memandikan saya 3 hari sekali. Saya benar-benar seperti mayat hidup. Ketika saya akhirnya bisa minum, satu-satunya minuman yang diterima oleh badan saya hanyalah coke. Ya, coke super dingin. Sehari mungkin sekitar sebotol 1.5 liter saya habiskan sendiri, itu pun masih diselingi muntah. Kami sudah pasrah. Minimal ada sesuatu yang masuk ke tubuh saya. Kandungan gula dalam coke mungkin akan sedikit menambah energi untuk saya.
Setelah usia kandungan saya hampir 4 bulan dengan kondisi yang semakin memprihatinkan, kami akhirnya memutuskan mencari dokter lain untuk memperoleh second opinion. Dokter bilang, saya menderita Hyperemesis Gravidarum. Secara singkat, Hyperemesis Gravidarum adalah karakteristik mual yang berlebihan, muntah dan kehilangan berat badan secara signifikan. Sayangnya, ini tidak bisa disembuhkan. Jadi, yang harus saya lakukan adalah, pasrah.
Penderita Hyperemesis Gravidarum biasanya semakin merasa terpojok karena lingkungan sekitar yang tidak mendukung. Sama seperti saya. Saudara dan teman-teman saya mulai memberikan komentar negatif melihat saya yang dibilang ‘manja’ dan tidak mau berusaha untuk melawan rasa mual. Sungguh, bukannya tidak pernah berusaha tetapi apa daya jika satu suap makan atau minum diikuti oleh muntah yang parah sampai rasa sakitnya menjalar sampai ke ulu hati.
Kami sadar, tempat tinggal kami saat itu tidak lebih sehat dari sebelumnya, akhirnya kami memutuskan pindah ke daerah Tangerang Selatan yang notabene masih cukup asri, dengan udara yang bersih dan sejuk. Ternyata benar, memasuki bulan ke 5 saya mulai bisa makan lahap, dengan frekuensi muntah yang sedikit berkurang. Syukurlah berat badan saya mulai naik sedikit demi sedikit. Dengan kondisi seperti itu, berat badan saya sudah naik hampir 12 kilo. Sungguh ajaib. Kadang saya masih bingung, bagaimana mungkin nutrisi itu masih masuk ke tubuh saya dan bayi yang saya kandung jika setiap selesai makan saya kembali muntah hebat.
Setelah lebaran, saya mulai masuk kantor lagi. Merupakan pengalaman yang berat untuk saya. Perjalanan menuju kantor membutuhkan waktu 1,5 jam dari tempat tinggal kami yang baru ini. Sepanjang perjalanan ke kantor saya bisa muntah hingga 6 kali. Pulang kerja pun begitu. Rasanya perut saya seperti dikuras. Semua makanan keluar bersama muntahan.
Ketika badan saya sudah mulai kuat, masalah lain mulai muncul. Karena berat badan saya dan bayi meningkat pesat, saya mulai dihadapkan pada masalah tulang dan persendian. Pangkal paha saya terasa sakit, nyeri luar biasa, mungkin karena tidak sanggup menahan berat badan yang meningkat tajam. Saya tidak sanggup mengangkat kaki bahkan ada kalanya saya tidak sanggup berjalan. Satu-satunya solusi saat itu adalah dengan mengonsumsi painkiller. Saya pun meminumnya meski dengan penuh rasa khawatir akan akibatnya pada janin saya nanti.
Semakin hari, saya semakin minder. Minder pada teman-teman yang tampak bahagia menjalani kehamilanya. Mereka mulai mempersiapkan kehadiran sang bayi. Mengikuti pelatihan, senam hamil, jalan pagi, berenang bahkan belanja keperluan bayi. Saya? Hanya dirumah. Tiduran. Masih menangis setiap pagi sebelum berangkat ke kantor karena mual muntah dan selalu merasa tidak sehat. Kesakitan di sekujur tubuh.
Tetapi, semua penderitaan itu hilang ketika suatu pagi bayi perempuan yang sehat dan cantik hadir di pelukan saya, melalui operasi Caesar. Saya tak menyangka bayi yang selama 5 bulan hanya minum coke, ibu nya tidak pernah minum susu hamil apapun, tidak pernah megonsumsi vitamin merk apapun, tidak pernah senam hamil atau melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk kehamilan, lahir dengan sehat dan sempurna. Tuhan telah menunjukan kuasanya pada bayi ini. Saya tidak dapat menahan tangis haru. Tuhan telah mendengar doa-doa yang saya selipkan di tengah tangis kesakitan saya setiap hari. Akhirnya saya mengerti, tidak ada kehamilan yang tidak indah. Tuhan punya cara sendiri menyampaikan keindahan itu. Menjadi Ibu adalah kado terindah yang pernah saya dapatkan.
Bayi itu kami beri nama Maika Lemoni Amanda. Nama itu terinspirasi dari tokoh favorit saya di salah satu serial komedi 30Rock! Lemon, sekarang 9 bulan, tumbuh sehat, cantik dan lucu. Kadang saya tak percaya, inikah bayi yang dulu setiap hari saya beri coke? yang pernah saya sangsikan kesempurnaanya? Saya sungguh beruntung telah melewati semua ini.









Ah, saat ngebaca jadi ikutan mual, mules, pegel linu..
Fanny Hartanti / 18 Jan 2012 06:29 / Log in to ReplyNice story, nice ending.
Indeed, God is great!
Suka ama foto lemon, apalagi yg lagi bobo sambil mesem mesem.
Miss Kepiiikk, hebatnya.. T___T saya yang muntah2 4 bulan pertama aja udah sampe resign karena ditambah nge-flek segala 2 bulan pertama.. huhuhu… Semoga Lemon tumbuh sehat terus ya, Nak.. mwah! kecup dari Menik
Sazkia Ghazi / 18 Jan 2012 06:53 / Log in to Replyhuaaaa…I feel u … aku sekarang lagi hamil 17w dan selalu ‘mengeluh’setiap hari karena mual2, sakit pinggang dan keluhan2 lainnya.ke kantor setiap hari jadi ‘momok’yang terkadang menakutkan =p
terima kasih yah tulisannya, jadi diingatkan untuk mensyukuri ‘keajaiban kehamilan’ =)
dina noermadi prastyawan / 18 Jan 2012 07:52 / Log in to ReplyMiss Kepik….makasih tulisannya ya…saya termasuk yg suka ngomongin orang hamil yg sepertinya manja bgt ituuu….huhuhu jd nysel niy…maaapkeun ya…
mrs tody / 18 Jan 2012 08:20 / Log in to ReplyHuhuhuuu terharu…aku pikir mual, muntah dan mabok 4bulan belakangan adalah nightmare (pdhl gk separah dikau mbak) tp setelah baca story ini jd menyadarkanku utk bersyukur krn masa2 riweh itu udah lewat begitu kehamilanku masuk bulan ke-5 ini
Mrs Priadi / 18 Jan 2012 08:30 / Log in to ReplyMiss Kepik,
Akupun mengalami mual dan muntah, tapi gak separah dirimu. Alhamdulillah saat week 14 sudah bisa makan & minum normal. Aku gak kebayang kalau harus mengalami seperti dirimu. Huuuu… Alhamdulillah ya babynya bisa lahir sehat, selamat, lucu dan cantik
Aku inget dulu di kantor sering nangis di toilet, karena makanan dimuntahkan semua. Trus mikir, babynya dapet nutrisi darimana. Hihihihi baru bulan 5 ke 6, berat badan saya naik. Sekarang bulan 7 ke 8, naik 11kg. Alhamdulillah
eksinads / 18 Jan 2012 08:45 / Log in to ReplyEh gue pernah diceritain nih sama si Eryka, tapi ceritanya ga lengkap. Salut gue sama elo, pasti ga nyaman banget ya berbulan2 mual muntah kayak gitu. Alhamdulillah Lemon lahir sehat dan tetep sehat sampai sekarang
Pangastuti Sri Handayani / 18 Jan 2012 08:51 / Log in to Replynice story, very touching
miss kepik, kamu hebat
lemon, lucunya kamu nak
kuasa Tuhan untuk membuat kita harus selalu bersyukur yaa
yuu / 18 Jan 2012 09:00Jadi ikutan mules nih… seperti pengalaman saya wkt hamil anak pertama…
Nur Linadiyah / 18 Jan 2012 09:02 / Log in to ReplyKesabaran itu ada buah manisnya… perjuangan ibu yang luar biasa… Si cantik lemon…
Suka deh namanya… Lemon… kesannya segeerrr…
Cepat gede ya dear Lemon…
Miss Kepik,
si Lemon lucu banged! Kehamilan sy yg lalu alhamdulillah cuma muntah 3x (keluar mkn) tp rasa mual n eneg sekali2 aja di trimester 1. Sy seringnya keluar flek setiap seminggu sekali sampai kehamilan 5 bln. Stressnya minta ampun. Ganti2 DSOG ampe 5 dokter,sampai klimaksnya cocok sama DSOG yg terakhir dr.Muchlis Lubis spesialis kandungan di Rsia Buah Hati Ciputat
alhamdulillah persalinan normal spontan dan termasuk lancar pembukaan2nya (sempet didiagnosa plasenta previa krn sering keluar flek tadi jd hrs caesar). Selama kita ikhlas,yakin,terus berpositif thinking dg kehamilan kita,insyaallah janin baik2 aja di rahim kita.keilmuan,informasi ttg kehamilan penting u/ dikonsumsi.bahwa hamil dan bersalin itu adalah peristiwa yg alamiah.tubuh kita pintar kok:) jadi bagi ibu2 yg lg hamil,tenang yah mom,gk usah khawatir,dinikmati aja keluhan2 yg mungkin timbul saat hamil itu semua fase normal yg hrs dilewati jadi bergembiralah
salam semangat buat ibu2 hebat diluar sanaa:)
Ranitriningtyas / 18 Jan 2012 09:10 / Log in to ReplySelamat yaa bisa lewati 9 bln yg menakjubkan
misskepik, pertama : Lemon lucu bangeeeet itu fotonya pas baru lahir. Kayak senyum2 lucu gimanaaa gitu ekspresinya. suka banget!
imelda / 18 Jan 2012 09:36 / Log in to ReplyHeheheh i feel you untuk 4 bulan pertama (tapi gak sampe hyper emesis). Anak gue cuman dapet roti karena gue samasekali ga bisa makan nasi. Pas lahir, anak gue alhamdulilah sehat ya sama kayakmu, mikir : inikah anak yang gw kasih roti doangan selama 4 bulan pertama?
Makasih sharingnya ya. Ketjup basah untuk Lemoni
Waw terharu baca ini. Mengingat dulu perjuangan hamil hampir sama. Saya pun mual muntah sepanjang kehamilan 9 bulan. Luar biasa deh kalo inget setiap saat bw kresek di tas. Tapi anehnya koq sekarang kangen dengan ‘derita’ hamil itu hehehe
uracute / 18 Jan 2012 09:39 / Log in to Replyfeel u misskepik…
dan obat mual yang paling manjur adalah ngemut es batu.. dan entahlah ini ada hubungan sebab-akibat atau ngga.. anakku juga senengnya ngemut/nggremus esbatu *sigh*
sempet opname juga di malem taun baru karena muntah2 terus…
memang ya kalo udah gini cuma bisa pasrah.. lemon caaantik…
nna / 18 Jan 2012 09:43 / Log in to Replynice story mba. saya juga pas hamil thifa cuma bisa minum fanta dingin dari bulan ke-2 ampe bulan ke empat. Jadi merasa bersalah + khawatir juga akan kejadian apa2 dengan babynya tapi daripada ndak ada cairan y masuk,mana dulu masih koas dan suami kerja di luar kota. sempat juga merasa minder ama teman2, ampe dibilangin “kok ngaa’ sayang ama babynya sii?,….tapi Alhamdulillah thifa lahir sehat dan sekarang dah 3 tahun dan semuanya baik-baik aja… kecup sayang buat lemon u r such a lovely baby ^^
silvia pridana / 18 Jan 2012 10:06Lemon,,nama yg unik dan seger dengernya:):)
g kebayang y mom, coke selama 5bl, berasa ikutan puyeng&mual, tapi you’re very strong misskepik,,
menjadi ibu itu tidak ada sekolahnya tapi semua didapat lewat pengalaman & perjuangan yg indah
mamaqilla / 18 Jan 2012 10:29 / Log in to Replyjadi berkaca-kaca bacanya mba,,,Miss Kepik yg hebat,seneng bs baca great story kaya gini. aq jg mual muntah smp bulan ke 5, tp syukur bs makan walo ga banyak, n bs minum susu jg, malah selama 9bln aq harus kerja lembur,kadang pulang malem,sampe perut sering kejang,,Thx God, gavin lahir sehat
kiss kiss for beautiful lemon yah
elseria / 18 Jan 2012 10:30 / Log in to ReplyTFS
waa, jadi inget satu tahun yang lalu, sama dengan dirimu miss kepik, meski tidak seheboh itu
tapi skrang,pengen hamil lagi,,hamil itu ngangenin
*tapi kalo bisa jangan kayak gini lagi,hihihi
cun sayang bwt lemon ya
tifa / 18 Jan 2012 10:47 / Log in to ReplyLemon, kangen ih sama muka buletnya. Nanti ketemu di bandung ya..
Ajeng, baru tau ceritanya, hiks bacanya juga jadi ikuten mual, perjuangan menjadi seorang Ibu emang luar biasa ya. Tfs Jeng :*
Musdalifa Anas / 18 Jan 2012 10:56 / Log in to ReplyMoms,
Terimakasih ya komentar, simpati, doa, pujian seeeemuanya
Huhuhuh jadi mewek lagi kalo inget cerita ini. Sekarang lagi mulai pengen hamil tapi masih takuuut kalo kejadian begitu lagi
Mbak Otty, iya tuh Eryka yang jadi saksi gimana gue udah kayak mayat hidup, katanya hahahah
Ipeh, sampai ketemu di bandung besok yaaa, cerita-cerita lagi
Misskepik / 18 Jan 2012 11:26 / Log in to Replycerita-nya mengharu biru….
emang bawaan anak itu nyata adanya…
jadi ga perlu kuatir yaaa…
tfs Misskepik
Honey Josep / 18 Jan 2012 11:51 / Log in to ReplyAduh, terharu bangeeeeet. Hiks.
Ga kebayang rasanya gimana Misskepik dan suami berjuang pas itu. Aku mual biasa (dan ga sampe muntah) rasanya udah ga karu-karuan. Sampe nanya ke nyokap, “mama kok bisa sih punya anak sampe empat orang, padahal hamil itu perjuangannya kaya gini?” Huhu.
Aku sempet masuk angin pas awal-awal hamil, terus muntah sekali. Itu juga aku akhirnya nangis, mikir ini bayinya pasti kelaperan. Diinget-inget, ya ampun, lebay amat ya aku, heuhe.
Alhamdulillah seneng banget liat Lemon sehat dan hepi kaya gitu
Insya Allah jadi anak yang kuat, sekuat mama papanya, hihi.
kappachan / 18 Jan 2012 13:20 / Log in to ReplyYay! ketemu disini hihihihi
Hormon Ibu hamil suka aneh bin ajaib ya, bisa tiba-tiba mewek parah karena hal sepele hihih. Eh tapi dulu emang mikirnya gitu lho, aku gak pernah makan-makan sehat, pas udah bisa makan, semuaaaa aku makanin. Justru kalo gak makan malah mual trus muntah nya lebih parah. Tapi alhamdulillah, semuanya sehat
Misskepik / 18 Jan 2012 17:12 / Log in to Replytfs misskepik
Chrisye Wenas / 18 Jan 2012 13:27 / Log in to Replynever thought ada yang ngalamin ini…
Lemon would be very proud of you
sama sama mom
pengalaman yang berharga sekali!
Misskepik / 18 Jan 2012 17:12 / Log in to ReplyThank you for sharing your story, Misskepik
Membaca perjuangannya jadi bikin aku bersyukur sekali kehamilanku tidak bermasalah selain keluhan-keluhan normal bumil, itupun rasanya jadi gak ada artinya kalo dibandingin sama yg harus dilalui sama Misskepik. Tapi Tuhan memang baik dan maha kuasa, Lemon lahir dalam keadaan sehat dan kuat. Kecup sayang
meggy / 18 Jan 2012 14:09 / Log in to Replyi feel you banget, Miss Kepik!
karena gw pun mengalami pernah mengalami hiperemesis, muntah berlebihan bisa lebih dari 10 kali sehari, bahkan pernah dalam setengah jam muntah, sampai ga keluar apa2 lagi kecuali cairan pahit dan diriku berakhir di RS untuk diinfus.
Salut sama suami yang rela ga jiji’an ngebersihin ember muntahan gw. Jd inget dulu bawaannya pengen nyumpel orang yang komen gw manja pake ember muntahan gw. tapi jangankan begitu berdiri aja gw ga kuat.
Sampai sekarang, ketika gw ditanya kapan nambah adik buat anak gw Keisha. gw cuma bisa ngeringis ngejawabnya. Dont get me wrong, gw menikmati kehamilan from 2nd semester. Buat gw sakitnya melahirkan ga ada apa2nya dibanding harus mengalami lagi masa 3 bulan yang penuh dengan perasaan tak berdaya.
dessy danggraini / 18 Jan 2012 14:45Huhuhu..terharu baca ceritanyaa..salut sama perjuangannya..
duilevita / 18 Jan 2012 21:27Aku termasuk yg hamil lincah selama trimester I & II, tp begitu masuk trim III karna mulai segala kerasa bawaannya jadi malesss, ngeluuhh & marah2 muluuu..
Tp abis baca ini lgsg sadar kalo keluhan aku tu gada apa2annya..maluuuuu dehh!!
Nanti udah gede Lemon bs jd model iklan coke nih kayanyaa..hehe..
Thx for sharing, misskepik..
Hiikksss,,
Ids_Ndut / 19 Jan 2012 09:43 / Log in to Replyjadi inget pengalaman hamil yang hampir mirip sama misskepik,, mual muntah dan gak bisa maem properly selama 9 bulan, opname di bulan ketujuh, sakit disekujur tubuh sampe muka dibilang kayak dompet tanggung bulan
Tapiii herannya si kecil terlahiir besaaar sampe hampir 4 kilo…
Life is a miracle,,
Tfs yaaaa ^^
samaaaa, akupun takjub karena Lemon lahir 3,8 itupun belum masanya, trus bb ku yang naik hampir 30 kg, padahal tiap abis makan selalu muntah yang massive gitu
Misskepik / 19 Jan 2012 11:13 / Log in to ReplyTeharu banget baca ceritanya.. Aku lagi hamil 9weeks dan lagi teler-telernya.. Dulu kalo ada orang hamil ga doyan makan pasti mikirnya orang itu ga mau berusaha demi babynya,tp pas lagi hamil ternyata ga doyan makan,mual dan muntah tiap pagi juga,pernah sampe nangis gara-gara kepikiran babynya pasti laper kalo aku ga doyan makan dan muntah..
neena / 19 Jan 2012 11:14 / Log in to ReplyBegitu baca cerita misskepik jadi malu.. Mama,papa,dan baby Lemon kuat banget ya,subhanallah.. Semoga selalu sehat..
hihi duu sebelum tau pun aku juga mikirnya gitu kalo liat orang hamil gak mau makan, taunya beneran mual rasanya hahaha, semoga sehat terus ya hamilnya
Misskepik / 20 Jan 2012 16:49 / Log in to Replyikut terharu… wlw aq hamil kebo(cm muntah 3x) n g da mual samsek.salut ma perjuangan’y n amazing buat baby coke lemon ha.ha… lucu n cantik
marce febriyanto / 20 Jan 2012 01:56 / Log in to ReplyTerus terang sedikit prihatin sekaligus takjub membaca artikel ini. Mengingat bagaimana saya (dan orang2 sekitar) cenderung ‘over’ protective ketika saya hamil (anak pertama dan kedua).
, semua keluar lagi…
ernanrea / 20 Jan 2012 09:24 / Log in to ReplySaya juga merasakan sekali yang namanya mual muntah luar biasa di 4 bulan pertama kehamilan anak pertama saya, benar2 tidak ada makanan yang masuk dan tinggal
Hebat untuk misskepik bersama baby Lemon bisa kuat menghadapi semuanya dan berakhir bahagia. Kalo menurut saya ini pertanda kalian memang soulmate sejati lho…. ^^
Tetapi memang kuasa Tuhan lebih dari segala nya ya, jika sudah Dia takdirkan segala nya menjadi mungkin.
Happy for you and family….
Emang salah satu ” ujian awal” untuk menjadi seorang ibu bisa dikatakan adalah saat kehamilan, dimana mual-muntah-pusing-lemes-badmood-dll beradu jadi satu
Salut sama pasangan tangguh ini, Miss Kepik yang ga brenti berjuang melawan semua rasa ga enak itu, juga sang suami yang mau turun tangan bantuin istrinya. Semoga Lemon sehat selalu yaaah….!
ploves / 20 Jan 2012 11:15 / Log in to Replymiss kepik,, jadi inget cerita waktu hamil dulu.. yang selalu muntah tiap naik mobil. belum lagi indra penciuman meningkat tajam, kalo lagi ngobrol bisa ngerti lawan bicara abis makan apa.. hihii.. Dulu saya bukan hanya keluarga dan teman saja yg menjudge “memanjakan kehamilan”, tapi sampai level supervisor! uhh,, masih sakit hati kalo inget omongan mendiskriminasikan nya waktu itu.
tapi memang yaa,, kuasa Tuhan itu segalanya. Dengan kekuasaanNya apapun bisa terjadi. Sehat terus yaa lemon
Amel / 20 Jan 2012 13:11 / Log in to Replyhuahaua kocak banget bisa sampe tau orang abis makan apa, emang ajaib ya pengalaman hamil ini
Misskepik / 20 Jan 2012 16:50 / Log in to Replywaaahhhhh…..ini mah saya sekali!!! Senewen luar biasa sampai 4 bulan, dirawat sampai 3 hari, ga mandi2 ke kantor, nangis tiap hari karena ga berdaya nahan mual, esmosi jiwa, eeeh anak aku juga perempuan looh! hahahaha..
Karena mual yang berlebihan itu, aku hampir disfungsi segala sesuatu, dan sama sekali ga suka tampil cantik! Ga mood!! Orang sering bilang nanti anaknya ‘tantrum’ kalau mamanya stres. Belum lagi sindiran ibu2 jaman dulu yang begini ni:’Aaaaahhh dulu kita hamil anak ke 5 masih bawa2 jeruk di kepala juga kuat. Manja amat anak jaman sekarang!’ Sangking sedihnya karena jadi beban semua orang, aku pernah nangis diam2 di balik lemari,minta maaf sama jabang bayi karena mamanya ga gembira menjalani kehamilan. Tapi ga ada yang mengerti itu semua kecuali sesama pengidam Hiperemesis Gravidarum. Puji Tuhan anakku juga sehat dan cerdas. Salam kenal ya mom
queen maha / 30 Jan 2012 13:23 / Log in to ReplyThanks for sharing ya misskepik
Lemoni lucuuu bangettt.. So cute.. Smoga tumbuh jadi anak yg sehat dan kuat yaa..
Rasanya mual muntah gw selama 14 weeks ini bukan apa2 banget dibandingin sama pengalamanmu
mual muntah gw jauhhh ga separah u. Masih bisa makan walo dikit2. Kalo lagi ga bs makan memang ga bisa makan sama sekali jg sih.. Tp jauhhhh lbh mending dari u yg sehari muntah2 massive gitu..
Jadi semangat lagi
gracianagracie / 03 Mar 2012 00:01Memang perjuangan jadi ibu itu asik bgt deh ya..
Semangat yaa para mommies !
ada yang tau cara submit article nggak? aku newbie disini, nggak liat ada tombol submit article disini.. aku juga jadi mau berbagi sama “kesulitan” kehamilanku gara2 baca ini…
ahh ternyata aku ga sendirian ngehadapin bahwa kehamilan itu bnr2 banyak tantangannya..
salam buat lemon ya mom
deardiar / 16 Mar 2012 15:47 / Log in to Replyaduh, cakep banget dede-nya.. ternyata banyak yang lebih parah dari aku yaa.. jadi merasa bersalah banyak ngeluh selama hamil..
monik / 17 Mar 2012 17:52wah saya sampe mau nangis bacanya. salut utk misskepik yg udah berjuang. itulah keajaiban Tuhan yah..walopun minum coke selama 5bln, tp baby maika lahir dgn sehat dan sempurna. diingatkan utk slalu bersyukur…trima kasih misskepik.
elfrida / 24 May 2012 09:35 / Log in to Reply