Melepas Babysitter
Tidak pernah terbayang bahwa melepas seorang babysitter dapat menjadi sesedih ini. Ya memang suatu saat kita akan melepas mereka karena berbagai alasan tapi gak pernah terpikir bahwa itu adalah sebuah peristiwa yang emosional.
Saya bertemu dengan si mbak saat Lael berumur 10 hari. Saya memang sudah pesan di sebuah yayasan sejak sebelum Lael lahir, tapi stoknya selalu kosong. Saat Lael berumur 10 hari, yayasan itu menelepon dan bilang kalau mau ditunggu hari itu juga sebelum jam 2 siang. Akhirnya saya menuju ke yayasan bersama oma Lael dan Lael. Pertemuan pertama, saya cukup terkesan. Penampilan si Mbak relatif bersih dan rapi. Gaya bicaranya pun menandakan dia cukup cerdas. Dia cerita dulu sudah pernah pengalaman menjadi babysitter dan sempat pulang kampung karena menikah. Dia sekarang kembali bekerja demi biaya anak-anaknya sekolah. Dari interview singkat itu, akhirnya saya membawanya pulang. Pada 2 minggu percobaan, kami tidak merasa ada permasalahan sama sekali sehingga kami memutuskan untuk mempermanenkan statusnya. Hari berlalu sampai masa cuti melahirkan saya habis. Dengan berat hati saya tinggalkan Lael hanya berdua dengan mbaknya. Agak kuatir tapi dalam hati saya yakin si mbak bisa dipercaya. Dan benar, si Mbak sangat bertanggung jawab dan benar-benar merawat Lael dengan baik. Sangat-sangat lega dan merasa bersyukur sekali waktu itu.
Hari-hari berlalu dan si Mbak memang terbukti baik, cukup andal dalam mengurus Lael, dan yang paling utama adalah sayang sekali pada Lael. Ini terbukti waktu saya ajak dia pulang kampung dan memberi kesempatan kembali ke rumahnya, dia sempat menitikkan airmata saat pamitan pada Lael. Pada intinya, kita sudah merasa cocok sama si Mbak.
Ujian pertama datang waktu Lebaran, berusaha positive thinking, si Mbak pasti balik lagi. Kami mengantar Mbak pulang kampung dengan pesan, “Begitu sampai langsung pesan bis pulang ya, agar tidak kehabisan”. Pesannya sih langsung dijalankan, tapi mundur 1 hari, alasannya karena sudah abis. Ternyata si Mbak kembali ke rumah kami tepat sesuai janjinya. Ujian 1 lulus walaupun si Mbak sempat bilang anaknya bolehin ibunya kerja lagi dengan catatan 3 bulan sekali pulang. Nanti bisa diatur lah, menurut saya dan suami.
Ujian kedua muncul waktu anaknya sakit. Sudah beberapa hari anaknya panas dan tidak turun-turun. Si Mbak sudah gak konsen kerja beberapa hari, akhirnya minta ijin pulang. Sebagai ibu, saya juga merasakan bagaimana kuatirnya kalau anak sakit, makanya dengan berat hati kami ijinkan, tentu saja dengan pesan: “Ini ada uang sedikit, yang penting anakmu sembuh, kita ga itungan. Sama ini uang untuk ongkos pulang pergi”. Ternyata itu adalah ujian terakhir dan si Mbak gak lolos. Dia sms saya dan bilang: “Bu, saya lagi bingung, ini anak saya sudah agak baikan tapi dia gak mau saya balik lagi ke Jakarta”. Wah, gimana ini? Akhirnya dengan wise-nya kita bilang: “Kamu pikirin lagi, kalo kamu gak kerja penghasilan kan otomatis berkurang, trus yang menuhi kebutuhan anakmu siapa?. Walaupun anakmu punya kemauan, tapi kan orang tua juga bertanggung jawab, ya ga bisa juga ngikutin anak terus”.
Setelah kurang lebih 3 hari berpikir, akhirnya dia jawab juga yang pada intinya dia memutuskan untuk tidak kembali lagi. “Terima kasih atas kebaikan Ibu dan keluarga dan mau menerima kekurangan saya selama ini dan salam kangen untuk Dek Lael.”
Apa mau di kata. Akhirnya saya join juga dengan grup Mama di seluruh Indonesia yang mencari ART.
Tapi deep down inside, saya merasa yang paling kehilangan adalah Lael, tidak ada lagi mbak yang memandikan, mengganti baju, menemeni main, menyuapi, membuatkan susu, dan gendong sampai tidur. Benar atau tidak, saya tidak tahu tapi yang pasti 1 minggu sesudah Mbak gak ada, Lael mulai mogok makan, ga ada nasi ataupun kentang yang masuk lebih dari 3 suap. Sampai akhirnya suami dan saya mengajak Lael ‘ngomong’ mengenai kondisi sekarang gak ada mbak, jadi Lael di rumah sama oma. Dan ajaibnya besok dia langsung mau makan.
Bagaimanapun si Mbak sudah turut andil besar dalam membesarkan Lael dan membentuk karakternya. Keceriaan dan mudahnya Lael untuk tersenyum adalah peninggalan si Mbak yang berharga. Terima kasih Mbak, semoga selalu diberkati Tuhan di manapun berada. Sun sayang dari Lael.









Duh…ko jd terharu yah…
tisa 'tisyonk' / 28 Dec 2011 01:25 / Log in to ReplyMommy Lael, beruntung sekali dirimu..
iya, bikin tulisannya aja sambil “mewek”…
mommy lael / 28 Dec 2011 08:49 / Log in to ReplyTapi saya yakin Tuhan berikan yang terbaikkk buat kita semua…
jaman sekarang nyari ART yang bertanggungjawab memang susah sekali ya?

at least anda beruntung pernah mendapatkannya.
tetap semangat Mommy Lael..
Fardani Annisa / 28 Dec 2011 05:05 / Log in to Replywow keren sekali babysitternya lael
baiiik.
ninit yunita / 28 Dec 2011 07:21 / Log in to Replysemoga dpt pengganti mbak yg lebih baik lagi yaa…
@Fardani: iya, puji Tuhan..
mommy lael / 28 Dec 2011 08:51 / Log in to Reply@teh Nit: iya, udah dapet pengganti yang lebih oke lagi.. omanya Lael hehehe..
berat ya pisah dengan babysitter yang baik, semoga diberi pengganti yg lebih baik lagi ..
lael ganteng …
Dian Arsita Kurniawati / 28 Dec 2011 08:15 / Log in to Replymakasih tante Dian
mommy lael / 28 Dec 2011 08:51 / Log in to ReplySubhanallah… Beruntung sekali mama lael dapet si mbak nya ya. Alhamdulillah si ‘mbak’ nya thifa juga dah 1,5 tahun ikut kami.. Memang terasa sangat terbantu, apalagi ketika harus kerja. Walau hanya tamatan smp tapi bisa ngemong. Babysitter tidak akan bisa menggantikan posisi ‘bunda’ tapi pastinya mereka mempunyai ruang khusus di hati anak2 kita. Kadang terbesit juga cemburu ketika thifa minta ikut ketika si mbak nya pulang kampung (sebulan sekali). Moga mama lael bisa dapat pengganti si’mbak’ yang lebih baik lagi ya… Peluk hangat buat lael ^^
silvia pridana / 28 Dec 2011 08:33*hugs* tante silvia..
mommy lael / 28 Dec 2011 08:52 / Log in to ReplyWah berutungnya dirimu Mom, bisa ketembu mbak pengasuh yg baik,, skrg juaraanggg bgt bs nemuin yg kaya bgitu,, berat ya pastinya udah dapet yg sesuai keinginan dan harapan,,eh harus pergi.. soalnya qta tau pasti klo nanti nyari lg blm tentu dapet yg kaya si mbak..
Semoga dapet pengasuh yg lebih baik lagi,,*doa ini juga buat aku, smoga ketemu pengasuh yg baik juga.. amiiinnn
Mom, itu foto mommy apa foto mbak nya Lael? (hehehe maap pertanyaan gajebo
)
bundanadiandra / 28 Dec 2011 08:37itu foto mbaknya, agak malu2 ga mau liat kamera..
mommy lael / 28 Dec 2011 08:53 / Log in to Replykalo mommynya pasti lebih narsis lah
been there too mom *hugs*
anna sholihah / 28 Dec 2011 09:18 / Log in to Replyi feel you

Sukma Pertiwi / 28 Dec 2011 09:31tapi yaaaaahhhh pilihan hidup masing2, kita ga berhak melarang juga. it happened to me, too
semoga dapat yang lebih baik. amin!
I feel youuuuuuuu…it happened to me too…aku + baby Samantha udah cocooookkk banget, eh ternyata dia bilang harus pulang karena ibunya masuk ICU…but turned out dia BOHONG loh..ibunya ngga masuk ICU, alasan sebenernya kayanya dia udah ga kuat ngurusin Sam yang makin banyak gerak then dia tau standard gaji Jakarta lebih tinggi drpd Semarang (aku ambil dia dari yayasan Semarang) padahal dia yang mengajukan gajinya…well..udahlah itu cerita lama
yang penting dia ngurus Sam dengan baik dan apapun alasannya dia keluar udah engga penting lagi..
Stephanie / 28 Dec 2011 10:26 / Log in to Replydi tengah2 maraknya cerita2 ttg babysitter yang tidak bertanggung jawab atau malah mencelakai anak majikannya sendiri, cerita seperti ini seperti penyegar. krn ternyata masih ada babysitter yang benar2 mau bekerja. tapi sayang makin kesini udah makin jarang yaa.. udah susaahh nyari orang yang bener2 mau mengabdi dan bekerja lama.
saya sendiri beruntung punya mbak yang emang dari dulu kerja ama nyokap trus akhirnya ikut bantu saya di singapore ngurusin naia. sayangnya setelah 4thn, rencananya dia akan berhenti karena mau nikah.
shinta lestari / 28 Dec 2011 10:39 / Log in to ReplyMakasi mommy lael, buat tulisannya. Membuka pikiran saya, yang kebetulan sedang mengalami masalah yang sama. Bahwa memang orang laen memiliki keinginannya sendiri, dan kita tidak bisa memaksakan keinginan kita.
Kebetulan mbaknya duo kierania yang sudah dua tahun bekerja mau keluar. Sempat berpikir2 macam2, secara alasannya agak2 jarang terjadi, mau ikutan pesantren. Kecewa tentu, kepikir gimana pusingnya nyari pengganti, tapi biar gimana juga, banyak terima kasih yang harus saya haturkan pada mbaknya duo.
Era / 28 Dec 2011 12:26 / Log in to Replymommy lael…thanks for sharing your story :’) terharu banget bacanya. Jadi kebayang…nanti kalo mbak nya Rama ninggalin kita kayaknya aku bakal mewek abis hiks.
amie kumala / 28 Dec 2011 12:36Semangat ya mommy lael
@moms: thank you.. *hugs*
mommy lael / 28 Dec 2011 12:41 / Log in to Replyquoting mom Stephanie: yang penting mereka telah merawat anak kita dengan penuh kasih sayang dan apapun alasan mereka keluar udah engga penting lagi..
just keep the good memories in mind..
Terharu bacanya mommy lael
kebetulan aku juga baru dapet pengasuh yang sayang bgt ama anakku di umur anakku 2,5th,sebelumnya ngurus sendiri karena nggak sreg ama pengasuh bayi. Bersyukur diantara cerita negatif diluar sana, masih ada pengasuh2 yg baik dan tulus. Semoga dd Lael nggak kecarian banget yaa, dan cepet dikasih pengganti mbaknya yang baik juga
irene anggraeni / 28 Dec 2011 14:52mommy Lael, I Feel you… *hugs*
Kira Kara / 28 Dec 2011 15:57 / Log in to ReplyMommy Lael..thanks for sharring, baby viola juga ditinggal berdua aja ama babysitternya. selama ini khawatir krn banyak cerita2 miring ttg babysitter yg kejam (walau selama ini mba nya kelihatan baik n sayang ama baby viola). Jadi positive thinking lagi, bahwa masih ada babysitter yg penyayang.
noni / 28 Dec 2011 16:19Semoga Lael bisa dapet babysitter baru yang lebih baik ya
thank you moms…
and the good memories continue..
mommy lael / 28 Dec 2011 17:48 / Log in to Replyupdate terakhir, mbaknya kemarin masih kirim ucapan selamat Natal
Sabar ya mom..
Cari mbak emang susah2 gampang….Tapi..Tuhan pasti kasih jalan…
Semangath….
felisitas_shinta / 29 Dec 2011 10:25 / Log in to ReplyWaah persis bgt ceritanya dengan mommy Lael, tgl 28 des kemaren Keanu juga di tinggal mbaknya setelah 1,5 tahun kerja sama kita..katanya dia mau melanjutkan sekolah, mmg si mbak cukup cerdas dan lulusan SMU, tp yang penting mbak bisa dipercaya dan bener bener sayang sama Keanu..Sampai si mbak nangis saat meluk Keanu waktu mau pulang kemaren..tapi apa mau dikata ..benar kata mom Era “Bahwa memang orang laen memiliki keinginannya sendiri, dan kita tidak bisa memaksakan keinginan kita”..Andai kata kita bisa freeze usia si mbak, biar dia ngga usah nikah, atau keluarganya ngga usah ada yang sakit, atau ngga usah ngelanjutin sekolah..tp kan ngga bisa..dia mau maju juga..
pinklovebali / 29 Dec 2011 13:02 / Log in to ReplySo, I hope kita semua bisa dapat penggantinya yang lebih baik lagi..Amien
Huwaa, bacanya jd terharu…:’(
Inggita Shintowati / 06 Jan 2012 20:54 / Log in to ReplyTetep smangat ya mommy Lael!! *hugs*
Hiks hiks hiks…. jd tambah sedih
kemarin Sus nya Darren juga pulang kampung, dan tidak balik lagi, karena mau married. Sedih banget….
sedih berat karena aku melihat Darren baru umur 10 bulan sudah bisa merasakan kehilangan sus.
Waktu sus lagi beres2 tas, anakku melihat, tp sudah tidak mau minta gendong dgn sus nya. Dia cium sus dan peluk sus…
kemudian saat aku mau pergi, pas mau naik mobil, anakku menjebi mau nangis gak jadi, lihat sus nya dadah…. sus nya sedih juga berpisah.
sus urus anakku sejak usia 50 hari, sampai anakku skrg sudah umur 10 bln.
Kemarin anakku murung, agak malas main. Tp makan mau, susu jg mau.
Semoga kita dapat pengasuh yang baik dan sayang dengan anak kita yah Sis…
Julita / 06 Feb 2012 15:14 / Log in to ReplyWaahhh…
ditinggal sm pengasuh yg udah cocok sm qt dan anak itu memang nyedihin bgt yah…..
Fira Ashri / 06 May 2012 12:05 / Log in to ReplyPagi ini aku di ksh tw sm ‘mbak’nya baby Haba…klo mau resign krn mau nikah….
Berasa mimpi buruk bgt, soalnya selama ini dy udah byk bantu bgt, ninggalun mereka brr2 aja di rumah jg udah gak waswas…. :’( tp apa mw di kata…qt gak bs ngelarang hak merrka juga…sedihhhh