Cloth Diaper-101: Pernak-Pernik Popok Kain Masa Kini
Sebelum hamil Alma (3 mos), popok kain yang saya tahu itu ya yang bentuknya segiempat superlebar, yang harus dilipat-lipat dan disemat peniti-raksasa untuk dipakaikan ke bayi. Setelah hamil, mulai belanja popok di online shop dan nimbrung ngobrol di thread clodi the urban mama. Ternyata, popok-kain-model-jadul itu sudah berevolusi menjadi banyaaak model yang lucu-lucu dan inovatif! Saking keren dan lucunya, saya (nyaris) kalap, semua jenis popok kain ingin dibeli. Udah gitu, cara pemakaiannya (terlihat) mudah pula… tambah kuat deh “racun”nya
Puas memelototi berbagai model popok yang menggemaskan itu, barulah saya pusing sendiri. Kok istilahnya banyak banget ya ? Prefolds-lah, clodi-lah, all-in-one diapers-lah, insert-lah… Apapula itu semua? Selain saya, siapa yang juga ikutan klenger membaca sejibun istilah dunia perpopokkainan ini?
Setelah baca sana-sini, akhirnya baru deh mulai mengerti arti istilah-istilah tersebut. Iseng-iseng kalau boleh coba dirangkum dan dibuat kamus-kosakata, berikut benda-benda yang namanya jadi istilah awam dalam dunia perpopokkainan :
Popok-tali
Di sebut juga popok ikat. Ini yang paling awam, semua sudah tahu pemakaiannya dengan mengikatkan kedua utas tali mengelilingi pinggang bayi (menahan agar popoknya tidak terlepas). Biasanya dibuat dari kain katun atau bahan kaus; beberapa merk ada yang menambah ekstra lapisan kain di bagian tengah popok (agak tebal di bagian yang banyak terkena pipis). Cocok dipakaikan pada bayi baru lahir yang masih sering pipis-poop dan belum banyak aktif bergerak. Tapi karena bahannya tipis, tetap rawan tembus. Bagusnya, bahan tipis ini cukup breathable dan saat bayinya pipis-poop bisa langsung ketahuan.
Flat-Diaper
Di kenal juga sebagai popok kain persegi yang lebar itu… Tahu kan, model popok jaman-dahulu-kala yang harus dilipat-lipat sebelum dipakaikan ke bayi, lalu disemat dengan peniti raksasa supaya nggak lepas dan terpasang rapi? Ukuran standar popok kain ini adalah 70×70 cm, tapi ada juga yang membuat ukuran 80×80 cm. Flat diapers ini dibuat dari bahan muslin (muslin squares), katun, atau tetra (anyaman benangnya agak jarang/semi transparent). Daya serapnya bagus, apalagi setelah dicuci-pakai berkali-kali sampai jadi mengembang dan crisp. Tapi kalau kena ompol relatif cepat merembes dan lembap-berat oleh air pipis. Kalau memilih memakai popok model ini, siapkan area jemuran yang cukup luas agar muat untuk menjemur popok-popok ini (bahannya lebar, jadi lumayan makan-tempat). Keunggulan lainnya yaitu mudah dibersihkan dan cepat kering (bahkan kalau dijemur dengan cara diangin-anginkan kipas angin).
Prefold
Popok segi empat yang dibuat dengan menumpuk/melipat terlebih dahulu beberapa lembar popok kain sekaligus, lalu dijahit-tindas dan di-neci sehingga menghasilkan selembar popok yang tebal di bagian tengahnya (sebagai lapisan-penyerap). Lapisan penyerap prefold terdiri antara 6-8 lapis kain sehingga daya serap ompolnya tinggi dan tahan dipakai agak lama (dibandingkan dengan flat diaper). Akan menyerap lebih bagus setelah beberapa kali dicuci-pakai sehingga bahannya mengembang dan fluffy. Untuk pemakaiannya tidak perlu banyak dilipat-lipat. Kalau jenuh oleh ompol, tetap akan merembes. Juga karena tebal, saat dijemur butuh waktu agak lama untuk kering (lumayan bikin panik kalau dipakai saat musim hujan).
Diaper Cover
Ada yang menyebutnya sebagai shell, atau popok plastik. Diaper cover adalah popok penutup ekstra yang dipakai diluar flat diaper/popok tali/prefolds. Dipakai untuk mencegah merembesnya ompol keluar dan kena ke seprai, kasur, baju, sofa, kain gendongan, dkk. Kalau popok kainnya basah, cukup popok kainnya yang diganti, sementara diaper cover bisa dipakai lagi (kecuali kalau terkena poop).
Bentuk diaper-cover menyerupai celana semi-popok dengan perekat velcro, kancing jepret (snaps) atau waistband karet. Umumnya dibuat dari bahan yang menolak-air seperti PUL atau kain wool. Karena bersifat menolak-air, diaper-cover cukup diganti setiap dua-tiga kali pemakaian popok kain. Meskipun begitu, kejenuhan popok kain dibalik cover ini tetap harus rajin-rajin diperiksa. Cara pemakaian diaper cover bisa dengan memakaikannya diluar popok kain yang sudah dipakaikan (didobel), atau mengisi diaper-cover dengan flat diaper/prefold seperti gambar berikut:

One-Size Pocket Diaper
Berupa popok dengan kantung (pocket) di bagian belakang/tengah untuk diisi sumpalan kain penyerap ompol. Popok jenis ini yang sering disebut CLODI (= Cloth Diaper) oleh para urban mama masa kini. Bagian dalam pocket-diaper dibuat dari bahan lembut (fleece atau microfleece) yang bisa dilalui air pipis namun permukaannya tetap kering; sementara bagian luar popok dibuat dari bahan yang bersifat menolak-air (bahan PUL biasa atau minky velour). Disebut one-size karena popok ini memiliki setting kancing dan lipatan yang bisa diatur sedemikian rupa sehingga rentang waktu pemakaian popok ini relatif lebih lama (dipakai dari baru lahir sampai saat anak lulus toilet training, atau dari berat 3,5 – 18 kg). Daya serap popok dan daya tampung ompolnya ditentukan dari jumlah dan jenis kain penyerap ompol didalam kantungnya. Sebelum dicuci, kain penyerap ompol harus dikeluarkan dari kantong-popok. Relatif cepat kering karena dicuci dan dijemur terpisah.
Durasi pemakaian pocket diaper ini bervariasi… bisa sekitar 2-3 jam, tapi ada juga yang tahan lebih lama lagi. Pastinya, ada rupa-ada harga. Untuk mencegah timbulnya ruam-popok, pocket diaper tetap harus rajin-rajin diperiksa seberapa jenuhnya sudah menyerap ompol. Kalau tidak, sama saja seperti pakai pospak, ya…
Insert
Ini dia pasangan-sejatinya one-size pocket diaper. Insert adalah lembaran kain penyerap ompol yang dimasukkan (inserted) kedalam kantong pocket-diaper. Dibuat dari bahan-bahan berdaya serap tinggi seperti katun, microfiber, terry (sejenis handuk), bamboo-fibre, atau hemp (ini yang dayaserapnya paling bagus). Biasanya kalau beli satu one-size pocket diaper sudah termasuk dikasih dua lembar inserts. Biarpun selembar insert ini tampaknya tipis, tetapi dayaserap dan daya-tampung cairannya besar. Bisa untuk pemakaian antara 3-8 jam. Untuk menambah daya tampung ompol, tinggal tambahkan jumlah insert ke dalam kantung popok. Flat diaper, prefolds maupun kain alas ompol yang dilipat-lipat bisa juga dimanfaatkan sebagai insert, tapi popok akan tampak terlalu tebal di daerah sekitar bokong.
Ada beberapa jenis penyerap ompol serupa insert yang pemakaiannya cukup diletakkan di atas diaper-cover atau shell; ini biasanya disebut sebagai soaker. Untuk menambah daya serapnya, diatas soaker tinggal ditambahkan lapisan booster. Soaker dan booster dibuat sedemikian rupa sehingga kalaupun jenuh menyerap air pipis, permukaannya akan relatif tetap kering (atau, paling-paling sedikiit lembap), sehingga aman saat bersentuhan dengan kulit bayi. Berbeda dengan insert, permukaan insert yang sudah banyak menyerap air pipis akan terasa basah-kuyup, sehingga sebaiknya tidak bersentuhan langsung dengan kulit bayi karena bisa menimbulkan ruam popok. Sedangkan pada insert yang belum banyak menyerap air pipis, saat kontak dengan kulit bayi bisa menyerap kelembapan kulit sehingga membuat kulit jadi kering.
Fitted-diaper
Popok yang sudah dibuat dengan pola, bentuk dan size yang pas (fitted) dan ukurannya dibuat berbeda untuk setiap rentang usia bayi (petite-newborn, infant, toddler). Jadi ada ukuran newborn, S, M, L, XL. Biasanya tetap harus didobel dengan diaper-cover.
All-in-One Diaper (AIO diaper)
Berupa popok kain yang lapisan luar (cover) dan lapisan-penyerap-ompol didalamnya sudah dijahit menyatu, sehingga lebih praktis saat digunakan. Tidak perlu memasukkan sumpalan inserts, origami-melipat-popok, pasang peniti disana-sini, ataupun bolak-balik memasangkan diaper-cover, tinggal gunakan saja. Kancingnya bisa berupa perekat velcro atau kancing snaps. Hanya saja karena dijahit menyatu, popok ini cukup tebal dan butuh waktu lebih lama untuk kering setelah dicuci. Beberapa produsen ada yang membuat AIO diapers dengan berbagai ukuran (S,M,L, XL), tapi sekarang ada juga AIO diapers yang dibuat one-sized (untuk dipakai dari berat badan 3-15 kg).
Nappy-liner
Selembar kertas atau kain tipis yang diletakkan di atas popok kain untuk “menangkap” ampas kotoran bayi. Nappy liner dijual dalam bentuk gulungan, kotakan seperti tissue atau lembaran kain tipis. Bahannya tidak mudah koyak oleh air, sehingga air pipis tetap mudah terserap sekaligus menahan poop supaya tidak menempel langsung ke kain popok. Poop yang tertahan di nappy liner harus tetap disiram ke toilet dan nappy liner-nya dibuang terpisah. Tetapi ada juga nappy liner yang dibuat biodegradable sehingga nappy liner+poopnya tinggal dibuang semua ke kloset. Untuk nappy-liner dari kain, bisa dicuci dan dipakai-ulang (dibuat dari bahan fleece atau voile). Nappy liner bisa dipakai pada semua jenis popok kain. Dengan nappy-liner ini, popok jadi lebih mudah dibersihkan.
Nappy-fastener
Dipakai sebagai penggantinya peniti-raksasa; untuk menyematkan flat diaper dan prefold. Nappy-fastener ini terbuat dari karet elastik yang pada ujung-ujungnya ada semacam kait bergerigi (hook) dari plastik, untuk dikaitkan pada anyaman bahan flat diaper/prefolds. Untuk pemakaiannya, cukup ditarik, dan dikaitkan pada kain popok. Untuk frekuensi pemakaian yang kerap, sebaiknya nappy fastener diganti setiap 3 bulan sekali.
Sepertinya itu saja istilah-istilah yang bisa dikumpulkan. Dari pengamatan pribadi, meskipun berbagai merk mengeluarkan berbagai jenis popok dengan nama dan istilah yang baru, ujung-ujungnya tetap merujuk kembali ke satu-dua pernak-pernik yang sudah dijelaskan di atas. Dari ulasan di atas juga, silakan deh urban Mama menentukan tipe popok kain mana yang cocok dikenakan pada anak masing-masing. Beberapa bayi ada yang jadi lebih nyaman dan less-rewel saat dipakaikan fitted diapers, beberapa urban Mama ada yang merasa sangat terbantu oleh pocket diapers untuk pemakaian overnight, ada juga urban Mama yang merasa lebih mudah memakaikan flat diapers (yang juga lebih cepat kering saat dijemur). Jujur deh, urban Mama kadang suka pusing ‘kan kalau jemuran popok dan insertnya tidak kunjung kering-kering ?
.
Tertarik untuk lebih lanjut membahas popok kain beserta segala perintilannya? Yuk, silakan gabung ngobrol di thread ini
.





Wah, baru ‘ngeh’ ama istilah2 ini. Kirain semua sama aja, Clodi.. Hehehe. Emang sih pas di OL banyak istilahnya, yang pastinya berhubungan dgn popok. Tapi suka ngga dipeduliin.. Sekarang baru jelas banget. Jadi pengen nyobain yg all in one… Thanks ya mbak, sharingnya… Yg menjembrengkan dgn jelas semua istilah yg berhubungan ama popok…
Susy Yulia / 14 Sep 2010 06:26 / Log in to ReplyAini is one of my clodi heroes!!! thank you yaaa
Meta / 14 Sep 2010 08:27 / Log in to Replywaaaah ok banget rangkumannya,, kalo ada temen yang tanya2 tentang popok kain aku suruh baca artikelnya Aini aja ah.. Lengkap dan jelas..
Poetri Arienditasari / 14 Sep 2010 08:46 / Log in to ReplyThanks yaah..
Ini dia ni yang aku cari2 abis suka bingung sama istilah2 perpopokan. Makasih ya, mbak Aini.
raisAsti / 14 Sep 2010 10:07 / Log in to Replyhahaha ujung2nya balik ke thread ‘tebel’ itu yaa
cyndewi / 14 Sep 2010 11:03 / Log in to ReplyTFS ya Aini..
Aini..TFS yaa…
SunShine / 14 Sep 2010 12:06 / Log in to Replygw masih betah tuh pake flat-diaper dari kain tetra (beli kain meteran, dipotong sendiri), malah gw jadiin insert clodi :p walau emang bulky banget…hehehe..
tapi untuk outer-nya, gw ga pake diaper cover, gw pakein popok dari plastik..emang ga breathable, tapi karna pakenya longgar dan gak menutupi seluruh flat-diaper, jadi aman2 aja sih…i think…
Waaa thanks for sharing serba serbi clodi jd gampang jelasin ke org lainnya hihi..
Lia Rosliany / 14 Sep 2010 12:40 / Log in to Replybaru aja khatam baca thread nya yg tebel itu beberapa hari lalu. Makasih rangkumannya mbak Aini. Tapi ada yang kurang nih: how about AI2 diapers? hehe meski kira2 udah tau dari baca di forum tp di rangkum gini jadi makin paham.
morningtea / 14 Sep 2010 15:49 / Log in to Replywow rangkuman yang oke banget! thank you ya!
inga / 14 Sep 2010 17:20 / Log in to ReplyAini.. walo udah tau beberapa istilah diatas, tetep aja suka baca artikelnya, seru sih pake gambar untuk tiap istilahnya! Tfs ya.
Siska Knoch / 14 Sep 2010 20:25 / Log in to ReplyBtw itu yg AIO diaper lucu ih motifnya. brand apa ya??
waaa ini juga udah aku baca di blog-mu mba Aini
Sukma Pertiwi / 15 Sep 2010 09:19 / Log in to Replykerennnnn
Aini emang juaraa ngejelasin soal clodi.. *tepoktangan*
Anggraini Karimuddin / 15 Sep 2010 09:57 / Log in to ReplyTFS mama Aini, jd tw istilah2x asing perclodian he3x
Mila Nur Millah / 15 Sep 2010 11:43 / Log in to Replysalam kenal mbak, artikelnya berguna bgt neh bwat saya yg lg pengen nyoba pake clodi, saya ‘gelap’ ttg per-clodi-an, betul istilahnya byk trus bikin pusing..rangkumannya ok sekali….*cap jempol*
Erlani Ratna Nurmala / 15 Sep 2010 11:56 / Log in to ReplyOne Size pocket diaper bagi saya memiliki kelemahan bagi kita yang ingin mengetahui tingkat kejenuhan insert karen kita harus melepas diaper dan itu akan membangunkan si kecil.
taqiya / 15 Sep 2010 16:35 / Log in to ReplySatu ide kecil dari saya bahwa seharusnya penempatan insert tidak memasukkan dari dalam akan tetapi mirip dengan diaper cover (hanya saja bagian luar dapat dibuka dan diganti tanpa membangunkan si baby.
Sudahkah anda mencoba?
Dalam waktu tidur siang babyku umur 2,5 th dia menhabiskan waktu 3 jam dan 4 insert, hanya dengan membuka bagian luarnya saja.
ide yang lumayan kan?
Just see my taqiyacollection
TFS ya, tdnya tetep mengandalkan dispo, ga percaya ma clodi, tp baca ini jd mau nyoba ahh, TFS yaa
Yenny Apriani / 20 Sep 2010 15:33 / Log in to Replyaku selama ini pake fitted diaper untuk malam (biasa babyku jam 6 sore sudah pake diaper).. berapa jam yah moms biasanya fitted diaper ini diganti? tuk info, babyku kalo bobo jam 7 malam, bangun2 jam 1 pagi tuk nyusu, lalu berikutnya jam 5 pagi baru bangun lagi.
aku ditawari clodi masih mikir-mikir, cuma baca artikel diatas kayanya mau coba juga deh hehe
liDyawaTi / 23 Sep 2010 17:38 / Log in to ReplySama2, TUMamas.. Senang bgt kalo tulisan ini bisa bermanfaat buat kita semua
morningtea : kalo AI2 diaper setahuku adalah persilangan dari pocket diaper & sistem diaper-cover. Jadi outer/cover popoknya ada kantong buat diisi insert, tapi insert ini juga bisa dipake dgn ditaro diatas kantongnya gitu (kyk 2 sistem dlm satu popok
) mungkin AI2 mirip” penjelasan di comment-nya Taqiya ya. cmiiw
Siska : makasih, Chika
Hihii, itu gambar2 popoknya gue ambil sambil beresin cucian popoknya ALma
Yg gambar AIO itu kalo gak salah ada orang jahit sendiri gitu… gue nemu gambarnya di free-tutorial pola jahitan buat bikin clodi AIO.
Anggi : ah, diriku cuma bisa ngejelasin gini doang kok, say… tapi kalo soal review clodi-clodi, tunjuk bundanya-Aghnan dooong
Lidyawati : gw belum pernah coba fitted diaper sih… biasanya jam 6 sore-12malam masih pakai popok kain (Alma bobonya malem), sisanya mpe pagi jam 6 pakai dispo (i’m no longer a fulltime clodi-mama
). Ada yg pernah coba pakai fitted-diaper, TUMamas ?
rainiw / 24 Sep 2010 12:18 / Log in to Replysalam kenal… mau tny fastener nappy beli dmn ya?makasih
ami ummu zaid / 10 Nov 2010 13:18 / Log in to Replymantabs…thx y mb aini..lam knal jg niy…^^, btw ada lg say yg perlu dtmbahin(kah?)..yg produk be nice kids itu…popok tali tp ada serapan dan bag yg kna pepeenya ada lapisan yg anti bocor kluar tp tetep basah dlm…jadi tetep ganti…
rheen / 13 Jan 2011 22:37at least..mgkn ini pilihan tuk bunda yg mau babynya tmpak “sangat” trim…hehehe…(tp kdu bwa wetbag n a lot ganti y)
Dear All mamas,
ichalovecat / 27 Oct 2011 15:43mau nanya nih, kok teman saya ada yang bilang kalau cloth diaper tuh gak bagus karena kurang higienis, please advice dong para master clodi
Mom, saya ijin copas buat note di FB ya ^___^
mama taka / 22 Dec 2011 16:28 / Log in to Replyakhirnya rada ngerti jg.mau baca thread tebel males mulainya.skrg meluncur kesana deh,kan udah baca disini.makasih ya mba…
wibiayu / 15 Apr 2012 13:28 / Log in to Reply