My Adoption Story
Usia pernikahan kami telah mencapai 4 tahun, dengan 2 tahun terakhir kami habiskan untuk menjalani berbagai terapi/program untuk kehamilan tanpa hasil! Saat itu, kali pertama kami mempertimbangkan adopsi. Tempat pertama yang kami datangi adalah Yayasan Sayap Ibu di kawasan Barito, Jakarta-Selatan (Desember, 2007). Pengurus di Yayasan Sayap Ibu menjelaskan beberapa syarat yang membuat kami “eligible” untuk mengadopsi anak.
Dua syarat yang terpenting adalah:
- Batasan umur maksimal dari calon orangtua (50 tahun).
- Lamanya usia pernikahan (setidaknya telah 5 tahun menikah atau ada vonis “tidak bisa menghasilkan keturunan dari dokter”).
Selain syarat-syarat yang telah dijelaskan, pengurus juga menjelaskan bahwa daftar tunggu untuk adopsi anak di Yayasan itu cukup panjang. So it will take us some time before finally we can adopt the baby
. Tanpa disangka-sangka, pengurus tersebut menambahkan informasi lain, bahwa saat itu ada satu anak perempuan, berumur 14 bulan yang seagama dengan kami (oh ya salah satu peraturan Yayasan Sayap Ibu adalah anak yang diadopsi harus seagama dengan calon orangtua). “Namun pendengarannya kurang baik, yang sebelah kiri tidak dapat mendengar, walaupun yang kanan normal,” jelas si pengurus waktu itu. “Kalau nanti bapak dan ibu tertarik, boleh melihat si anak tersebut,” tambahnya lagi.
Kami pun pulang dengan berbagai pemikiran di benak kami masing-masing, sesungguhnya yang kami inginkan adalah mengadopsi bayi yang berumur dibawah 1 tahun (atau kalau bisa sih, yang baru lahir). Itu pertimbangan pertama, yang kedua faktor bahwa ada gangguan di pendengaran anak itu membuat kami jadi berpikir,” Kok susah bener ya?” Namun entah kenapa, kok rasanya tetap kepikiran dengan si anak perempuan yang belum pernah kami lihat itu ya? Singkat cerita, saya memutuskan untuk melihat si anak perempuan itu, bersama-sama dengan adik dan sahabat (suami saat itu sedang berada di Bandarlampung).
Di Yayasan Sayap Ibu, sambil menunggu pengurus panti, kami melihat bayi-bayi dari luar kamar bayi. Ada satu anak perempuan yang sangat menarik perhatian kami, “Lucu banget ya anak yang itu?” komentar saya (atau kami ya?). Guess what? Ternyata itu adalah anak perempuan yang sama, yang akan diperkenalkan kepada kami
. Tambahan lagi, mungkin sudah jalan Tuhan juga, wajah anak itu sangat mirip dengan mertua perempuan saya. I’m completely hooked!
Anak perempuan ini, walaupun sudah berumur 14 bulan, namun belum bisa jalan dan belum bisa bicara pula, plus gigi-nya baru tumbuh 2 saat itu (dan gangguan pendengaran yang sudah diinformasikan ke kami sebelumnya). Saya meminta ijin untuk memeriksakan kondisi kesehatan anak perempuan itu, sebelum mengambil keputusan akhir. Dokter anak yang kami pilih, yang pada awalnya agak enggan karena sudah 3 kali suami-istri membatalkan niat adopsi setelah melihat hasil akhir pemeriksaan, menjelaskan bahwa otak si anak belum berkembang penuh dan ada lemak di serabut otaknya yang menimbulkan keterlambatan pada perkembangannya, namun dokter anak tersebut juga menambahkan bahwa keterlambatan tersebut masih dapat dikejar.
“Kalau memang ibu dan bapak mau, secepatnya anak ini dibawa ke rumah, diberikan perhatian dan stimulasi yang tepat sebelum umur 2 tahun.”
Semua fakta ini kami pertimbangkan dan diskusikan terutama dengan ibu saya (karena saya dan suami bekerja, maka nantinya anak ini akan berada di bawah pengasuhan ibu saya) dan akhirnya kami sampai pada satu keputusan akhir, kami akan mengambil anak perempuan itu! Pada tanggal 28 Januari 2008, dengan berbekalkan surat keterangan dokter, kami mengajukan niat kami pada pengurus panti, yang syukurnya ditanggapi positif oleh panti, dan kami pun membawa pulang Ophelia Pareshia dengan perjanjian perawatan sementara (nama yang kami berikan kepada si anak perempuan itu). Kami memanggilnya Reshia.
And so the story begins.
Sama seperti ibu yang membawa pulang bayi dari rumah sakit setelah melahirkan, perjuangan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Bedanya, si bayi yang saya bawa ini, sudah berumur 15 bulan, dan punya kebiasaan dan kesukaan yang sifatnya masih misteri bagi saya. Secara umum, perilaku Reshia “lebih dewasa” dan cenderung unik dibanding anak-anak seumurnya (yang kami yakini sangat dipengaruhi oleh 15 bulan perawatan di Panti). Beberapa perilaku Reshia yang saya bicarakan, diantaranya:
- Yang menyenangkan, Reshia nggak bisa tidur kalau ada orang lain di kamar. Sehingga, setelah bersih-bersih, berdoa, dan baca cerita, kami akan meninggalkan Reshia untuk tidur di kamarnya. Kami beruntung juga karena Reshia nggak suka berdiri dan memanjat tempat tidurnya, jadi berasa aman deh
- Yang kurang menyenangkan, ternyata Reshia nggak suka dipeluk dan dicium. Sehingga pada awal-awal kebersamaan Reshia, dia malah panik kalau tiba-tiba dipeluk. Mungkin karena di Panti, Reshia tidak pernah mengalami perlakuan seperti itu. Untung kebiasaan itu sekarang sudah hilang, thanks to Barney movie dan lagu “I Love U”nya, Reshia mulai mau dipeluk dan dicium sejak nonton Barney
. - Reshia jarang menangis, untuk memanggil ataupun kalau dia merasa terganggu. Mainan jatuh, direbut ataupun poop sekalipun, Reshia ngga nangis! Namun setelah 1 bulan berada di rumah kami, kebiasaan itu segera hilang, she knows when she cries, everybody comes! So she cries to attract attention.. :)
- Reshia nggak suka dengan hal baru (apapun itu: makanan, mainan, kegiatan) dan orang banyak. Masih membekas di ingatan, pada awalnya Reshia harus selalu digendong saat berada di acara keluarga atau manakala menghadiri acara ulang tahun anak-anak teman.
Selain perilaku-perilaku unik Reshia di atas, kami juga mengalami kesulitan saat pertama kali menyesuaikan kebiasaan makan dan mandi Reshia. Bayangkan, pada awalnya setiap makan kami harus berjuang memasukkan sendok ke mulutnya selama 15 menit, tanpa hasil, kecuali tangisan keras Reshia (untung udah lapor RT, kalau nggak bisa-bisa dikira Child Abusement deh!). Sudah itu, Reshia hanya mau menelan bubur susu instan, sisanya ditolak! Ibu saya yang akhirnya menemukan solusi (bless her! She’s been a God send), dia mengambil kain jarik dan menggendong Reshia ke halaman rumah, dalam 10 menit suapan pertama berhasil masuk dilanjutkan dengan suapan-suapan berikutnya. Yay! Mengenai jenis makanan, kami membiarkan Reshia makan bubur instan kesukaannya untuk sarapan, namun tetap mengajarkan Reshia makan makanan rumahan di makan siang dan malam (tentunya tetap dengan gaya makan digendong pakai kain jarik). Untung setelah 2 minggu, Reshia mulai terbiasa dengan kebiasaan makan yang kami terapkan, dan mau duduk di kursi makannya. Bahkan, setelah Reshia mencapai usia 2 tahun, berat badannya mencapai 17 kilo (9 bulan sebelumnya, beratnya hanya 8 kg) sampai-sampai dokter anaknya menganjurkan untuk mengurangi susu karena pertambahan berat badan yang terlalu cepat.
Cerita mandi, lain lagi. Berbekal informasi tentang kebiasaan mandi Reshia selama di Panti, yang adalah: Pakai air hangat dan diguyur pakai gayung, kami pun mencoba menerapkan hal yang sama. Ternyata, Reshia malah nangis sepanjang mandi! Kami ganti dengan shower, tetap menangis. Sampai kami mendatangkan adik saya (ibu dari 2 anak), dengan pemikiran mungkin ibu saya sudah “lupa” cara memandikan anak, sama aja! Tetap menangis! Ternyata jawaban dari misteri itu terjawab, saat water heater di rumah mati, dan Reshia sudah terlanjur dibuka bajunya, sehingga mau tidak mau Reshia dimandikan dengan air dingin. Hasilnya, Reshia tertawa lebar sepanjang mandi. Ya ampun, ternyata “air hangat” yang dimaksud itu lebih ke arah dingin. Sampai selama 6 bulan, Reshia masih mandi air dingin dan setelah itu mulai mau mandi dengan air hangat.
Tantangan yang paling besar bagi saya selanjutnya, tentunya adalah mengejar ketinggalannya agar sesuai dengan usia (di usianya yang sudah setahun lebih saat kami membawa Reshia, Reshia masih belum bisa jalan dan bicara). Cara Reshia bergerak adalah dengan cara ngesot. Reshia langsung berhasil merangkak, setelah tante saya mencontohkan ke Reshia cara merangkak kesana kemari selama 5 menit, yay! Untuk mengajarkan berjalan, kami mendatangkan terapis ke rumah, sesuai dengan anjuran dokter. Dalam 4 minggu, Reshia sudah menunjukkan kemajuan yang mengagumkan, walaupun tentunya diiringi tangis (yang seperti disiksa) setiap kali terapi. Reshia mulai bisa berjalan sendiri di usianya yang ke 18 bulan. Lambat untuk kebanyakan orang, tapi meminjam istilah dokternya, “Nanti kalau sudah besar, tidak akan ditanya kok bu sama orang, mulai jalannya dulu umur berapa… yang penting dia bisa jalan.” Yang juga tidak kalah penting dalam perkembangan Reshia adalah kemampuan bicara. Kondisi telinga kiri-nya yang tidak dapat mendengar, mengharuskan Reshia menggunakan alat bantu dengar dan terapi wicara sebanyak 3 kali seminggu. Saat ini kemampuan Reshia sudah seperti anak 36 bulan, thanks to the therapist dan juga 2 keponakan saya yang sangat “talk-active”. Terapi bicara masih tetap dijalankan dengan frekuensi 2 kali seminggu dan masih ada PR untuk mengejar ketinggalan motorik halusnya (yang masih seukuran anak berumur 24 bulan).
Setelah Reshia tinggal bersama dengan kami selama 6 bulan, ibu saya menyarankan pentingnya Reshia punya teman di rumah. Kami pun kembali mempertimbangkan adopsi 1 anak lagi. Namun ternyata Tuhan berencana lain, tanpa diduga-duga saya hamil walaupun tidak menjalani terapi dari dokter. Dalam kebahagiaan kami, sempat juga sih terganggu dengan ucapan selamat yang diikuti dengan kata-kata, “Pancingannya sukses ya!” Memangnya ikan apa dipancing? Hu-uh. Sedikit banyak, saya malah merasa bersalah karena baru saja Reshia merasakan perhatian penuh… ehh, tiba-tiba harus berbagi dengan calon adikknya. Dasar anak penurut, Reshia mengerti dan bahkan puas dengan hanya dipangku karena dokter melarang saya menggendong Reshia (takut mengganggu kehamilan).
Setelah adiknya lahir, Reshia mulai menunjukkan rasa cemburunya. But the good thing is, seiring dengan bertambah besar adiknya, Reshia mulai berani melakukan hal-hal baru, asal adiknya yang mulai lebih dulu. Contohnya berenang, Reshia biasanya ketakutan sekali kalau diajak berenang, tetapi sesudah melihat adiknya tertawa masuk ke dalam kolam, Reshia pun ikut-ikutan minta masuk. Oh ya, saat saya memberikan ASI untuk adiknya, saya pun memasukkan ASIP kedalam botol susu formula Reshia atas usul ipar saya. Apa gunanya? Nggak tahu juga sih, mungkin hanya simbol kepuasan untuk saya, bahwa kedua anak saya “pernah” merasakan ASI saya :p.
Saat ini saya sedikit bernafas lega atas semua kemajuan yang dialami Reshia dalam mengejar ketinggalannya, walaupun proses itu masih tetap menjadi tantangan hingga saat ini. Saya beruntung karena dalam proses yang berkelanjutan ini, seluruh anggota keluarga sangat mendukung saya, terutama atas support ibu dan adik saya yang sangat membantu dalam membesarkan Reshia. Reshia pun sangat “attached” pada oma, opa, opung, oom dan auntie-nya.
Dan akhirnya setelah 2 tahun menunggu, semua proses administrasi Reshia pun selesai dan bulan Februari tahun 2010, Reshia resmi menjadi anak angkat kami lewat sidang di pengadilan negeri Jakarta Selatan. Suatu waktu nanti jika waktunya tepat, kami tetap berniat memberitahu Reshia, perihal adopsinya, karena keluarga kami adalah keluarga besar, dibanding dia harus mendengar hal tersebut dari orang lain. Hal ini masih menjadi PR kami nih, termasuk juga berkonsultasi ke psikolog, cara dan waktu yang paling tepat untuk memberitahu Reshia.
Tanggal 28 Oktober kemarin, Reshia berulang tahun yang ke 4. Untuk kali pertama, Reshia minta tiup lilin (selama ini dia takut pesta ulang tahun) dan minta kue ulang tahun berbentuk bulan untuk ditiup di sekolah.
Happy birthday, sweet little Reshia… the fact that you are adopted will stay there, along with the fact that I love you as much as I love your little brother..






*ngelap air mata* cerita yg sangat menyentuh
Sefa Firdaus / 22 Nov 2010 00:24 / Log in to Replyselamat ulang tahun reisha..
Terharuuu huhuhu
Kinanti / 22 Nov 2010 00:35 / Log in to ReplySend my kisses to ur lovely reisha:*
Waa.. Akhirnya ceritanya dibuat artikel. Sama kaya Sefa. Langsung elap air mata. Btw, sukaaa bgt ama signaturenya. Selamat ulang taun Reisha
almaviva landjanun / 22 Nov 2010 00:40 / Log in to ReplyLove your story…thanks for finally share the details…Dan di foto plg atas itu mukanya mirip loh ama adiknya, memang sdh jalan Tuhan ya… Happy Belated Birthday Dear Reshia…(scorpio ya? Sama dong ama tante..hi..hi..) kiss..kiss..
medy / 22 Nov 2010 00:56 / Log in to ReplyTerharu banget, gak kerasa bacanya sambil tumpah air mata. Selamat ulang tahun Reisha.
rika / 22 Nov 2010 03:08 / Log in to Replyterharu banget baca artikel ini :’)
happy belated birthday yaaa reshia.
btw jadi tau proses mengangkat anak. seneng ya akhirnya selesai dan udah resmi
btw namanya cantik banget!
ninit yunita / 22 Nov 2010 06:08 / Log in to ReplyHuhuhu, ngelap air mata pagi2 di kereta
Lilik / 22 Nov 2010 06:24 / Log in to ReplyThanks for sharingnya, salutt sekali ama keluarga besar yg sangat mendukung reshia ..
You’re so lucky reshia, happy bday cantik !
Aku juga terharu. Susah payah nahan airmata biar ga netes di bis. Met ultah Reshia..
Mila I'anawati / 22 Nov 2010 06:43 / Log in to Replyterharu bgt cerita dan perjuangannya.. reshia and her lil brother would be very proud of you
God bless you abundantly…
Chrisye Wenas / 22 Nov 2010 06:45 / Log in to Replytfs yaa dan happy belated birthday buat reshia :*
Happy bday reshia, you’re one lucky girl
Dian / 22 Nov 2010 07:10 / Log in to Replyhappy birthday juga buat reshia.
Nurchasanah / 22 Nov 2010 07:40 / Log in to Replycerita yang menyentuh hati. terima kasih sudah berbagi…
MYRESHKA, ngga hanya cantik, tapi juga berhati malaikat..
indriani budi utami / 22 Nov 2010 07:40 / Log in to ReplyGod bless you.
Salam buat Reshia dan adik
termehek mehek di pagi hari… very inspiratif story.. tfs ya.. Happy Bday Reshia..
elvaza / 22 Nov 2010 08:22 / Log in to ReplyDuh,,pagi2 jd berkaca2. A very touching story,,
Arie / 22 Nov 2010 08:23 / Log in to ReplyKisses buar Reisha dan her little brother,,u are both so blessed having a mother like yours
Mengharukan banget, kl g inget bacany d kantor udh nangis pst kl baca d rumah, sangat menyentuh bgt.
Mila Nur Millah / 22 Nov 2010 08:35 / Log in to ReplySalut bwt perjuangan mama myreshka dan keluarga
Happy belated b’day bwt Reshia, smoga sehat dan tumbuh kembangnya normal y nak
Reisha!!! We share the same birthday date!! *toss* buat sesama scorpio. Reisha cantik, smoga bisa selalu menjadi kebanggaan keuarga dan selalu sayang dan kompak sama adik yaa…
Rina Aulia / 22 Nov 2010 08:47 / Log in to ReplyTerima kasih telah membagi ceritanya mama myreshka, trully an eye opener. U and ur family really have a big heart.
What a beautiful story Mama Myreshka. Happy birthday Reisha. Semoga selalu dilindungi Tuhan, may u grow up having a big heart just like ur mom. :*
Andriana / 22 Nov 2010 08:53 / Log in to Replybrebes mili :’(…terharuuu biruuu…
angginih / 22 Nov 2010 08:56 / Log in to ReplyHappy bday reshia, you’re one lucky and blessed girl
Mbak.. Saya percaya Reisha bukan pancingan, she’s meant to be with your family, dgn penuh cinta dr hati yg besar. Sun sayang untuk Reisha, smoga tumbuh jadi pribadi yg berhati penyayang seperti mama papanya. Nangis deh aku bacanya
anggita andrian / 22 Nov 2010 09:16 / Log in to Reply*ngelap air mata haru*
Ceritanya menyentuh sekali, semoga tetap sehat & bahagia semua ya…
Pangastuti Sri Handayani / 22 Nov 2010 09:18 / Log in to ReplyPagi-pagi dikantor udah mewek
Mia Miranti / 22 Nov 2010 09:22 / Log in to Replydalem banget..terharu..
salut..
happy bday cutie reshia
hiks…. tersentuh bgt… Puji Tuhan seluruh keluarga memberi support>.. HAppy bday Reshia…
lovely_eve / 22 Nov 2010 09:26 / Log in to ReplyMyreshka, salam kenal ya..ceritanya bagus..huhu..kayak mama yang lain, aku terharu nih….
hepy bday ya reshia..btw di fotonya semua mirip!
Sukma Pertiwi / 22 Nov 2010 09:33 / Log in to Replymeskipun udah tau ceritanya, tetep aja terharu baca cerita ini…
eka / 22 Nov 2010 09:40 / Log in to ReplySelamat ulang taun ya, reshia.. Semoga selalu sehat, bahagia, dan tambah sayang sama mama, papa dan dedek..
*wetkiss*
hwaaaa meweeeek….
ria andiani / 22 Nov 2010 09:44 / Log in to Replymbak myreshka u’re a super mom!!hebaaaattt dengan segala ketulusan merawat dan membesarkan reshia seperti itu..netes niy mbak air mataku…
hepi besdey dear reshia, kisses dari ade Davina
sangat menyentuh….
aku sampai nangis padahal lagi dikantor….
selamat ulang tahu ya Reisha sayang….
Nia bundanya Ara / 22 Nov 2010 09:48 / Log in to ReplyTuhan selalu memberkati mu nak……
To all mommies…. Thank you.. thank you… sorry baru ngebales. mencoba menjawab satu2
Myreshka / 22 Nov 2010 09:50 / Log in to Reply@Sefa Firdaus makasih auntie!
@Kinanti will do… untuk adek raveen juga ya tante? *kalo kata temen, rumahku kayak komunis, yang satu dapet, semua harus dapet… :p*
@almaviva landjanun… memberanikan diri menulis.. ngga pernah nih..
@medy iya makin lama makin mirip, berharap reshia yang ketularan mancung, yang ada raveen yang jadi ikutan pesek… :p
@rika makasih tante..
@ninit yunita adhitya .. makasih ya tante, baru sekali nulis artikel nih.. maapkan kekurangannya!
@Lilik … yup.. mungkin itu salah satu syarat adopsi ya.. make sure your whole family is behind you 100%
@Mila I’anawati yaah… maap.. ini maksudnya biar yang baca senyum…
@Chrisye Wenas ..thank you.. tapi yang berjuang Reshia kok… bukan saya…
@diannyakakak … makasih auntie… and I am one lucky momma!
@Nurchasanah |makasih tante…
@indriani budi utami *blushing*… jauh dari malaikat.. banyak dosa nih…
@elvaza Makasih tante..
@Arie .. makasih tante..
@Mila Nur Millah amin…. Semoga kekejar semua milestones nya sebelon masuk SD
@Rina Aulia *toss* dari reshia.. Jalan Tuhan mommy!
@Andriana …makasih tante
@angginih … makasih tante
@anggita andrian … yah… jadi aku yang berkaca2 baca commentnya… thank you…
@Pangastuti Sri Handayani amiin
@Mia Miranti makasih
@lovely_eve makasih tante
@Sukma Pertiwi thank you….foto yang ditengah… itu pertama kali aku pangku, pertama kali ngeliat
terharu…
netta / 22 Nov 2010 09:51 / Log in to Replyreisha nantinya pasti bangga & bahagia bgt pas udah tau crt ini =D
happy bday reisha
btw mirip2 yaaa
suka banget baca ceritanya… seru (bikin ketawa2, apa lagi bagian “nangis2 tersiksa”, hihihi…) dan bikin terharu juga. happy belated birthday, reshia… GBU all.
thalia kamarga / 22 Nov 2010 09:56 / Log in to Replysaya tau kalo wanita adalah pribadi yang luar biasa sejak pertama kali ketemu dan kenal.
KuraNinja / 22 Nov 2010 09:58 / Log in to Replyand yes, she is always great
’till now …
Mewek guling-guling, Sumpah terharu banget. Semoga Reisha bisa terus berkembang dengan baik ya…kecup sayang buat reisha
dieta hadi / 22 Nov 2010 09:59 / Log in to Replykaa.. thanks yaa akhirnya submit story ttg proses adopsinya juga ke TUM! seneng baca ceritanya, krn membuka mata (dan bercucuran air mata juga). reshia is soo lucky to have you! terharuuu…
shinta lestari / 22 Nov 2010 10:00 / Log in to ReplyMyreshka: hehe pasti dong raveen juga dapet sun..mamanya juga boleh disun..sini sini Muah:* tapi enggak bapaknya ya hehe
Kinanti / 22 Nov 2010 10:15 / Log in to Replybtw sorry for the typo..harusnya *Reshia..mklum bacanya tengah malem buta:P
Myreshka: hehe pasti dong raveen juga dapet sun..mamanya juga boleh disun..sini sini Muah:* tapi enggak bapaknya ya hehe
Kinanti / 22 Nov 2010 10:17 / Log in to Replybtw sorry for the typo..harusnya *Reshia..mklum bacanya tengah malem buta:P
Huaa…mewek bacanya…
Okti Palandeng / 22 Nov 2010 10:27 / Log in to ReplyHappy belated bday Reshia, you are so lucky girl.
Bagi Reshia, mama Myreshka adalah malaikatnya.
Tuhan memberkati.
edit komen tadi :
KuraNinja / 22 Nov 2010 10:37 / Log in to Replysaya tau kalo wanita ini adalah pribadi yang luar biasa sejak pertama kali ketemu dan kenal.
and yes, she is always great
’till now …
gak ada ibu yang gak mewek baca ini…
Mitha / 22 Nov 2010 10:44 / Log in to Replyreisha, selamat ulang tahun ya nak..
God really blessed you, girl…
@ eka.. muaach tante eka.
. kiss balik untuk Davina
Myreshka / 22 Nov 2010 11:12 / Log in to Reply@ ria.. eh, ada ria.. jadi maluu! Jauh lah ri,.. dari super mom…
@Nia bundanya Ara makasih ya tante..
@netta … makasih tante.. keras kepalanya juga mirip semua… hehehe
@thalia kamarga hihihi.. beneran kayak dipukulin gitu nangisnya… thanks ya..
Agwina Dieta banguuun tante.. jangan guling2… *kiss*
@shinta ‘sLesTa’ lestari shin…. Pake minta bantuan katrin ngeedit tuh (ga pede, ga pernah nulis..;) ) thanks… thanks… I’m lucky to have her!
@Kinanti no problem tante!!
@Okti Palandeng Thank you tante… n for me, she’s my angel
@KuraNinja aiiih…. *blushing*
@Mitha maksih tante mitha!
terharuuu bgt bacanya, sambil berusaha nahan air mata
mamaarza / 22 Nov 2010 11:26 / Log in to ReplyHappy belated bday buat Reisha semoga selalu menambah kebahagiaan keluarga
mba..kamu hebat sekali…
Riri Indriani Nasution / 22 Nov 2010 11:30 / Log in to Replywoowww this is a very very good story of parenting ever!! happy birthday reisha,, dan mbak myreshka aku amat sangat kagum pada dirimu,,
Lia Rosliany / 22 Nov 2010 11:54 / Log in to Replyhiks.. sediiiih T.T
Ratih Kemala / 22 Nov 2010 11:55 / Log in to Replyhappy birthday Reshia…
Nice story! Soo touching :’)
Vania Aramita Satriadi / 22 Nov 2010 12:00 / Log in to Reply*sambil nangis terharu*
Very nice story…
trias kelly / 22 Nov 2010 12:15 / Log in to ReplyHappy birthday seet little Reisha…
TFS
sukses nganga sepanjang baca ceritanya…gak sadar mata udah berkaca-kaca, huhuhu…
they’re so lucky to have you, angelic mom!
soRella / 22 Nov 2010 12:50 / Log in to ReplyHappy birthday buat Reisha ya, sehat selalu…
Terharu sampe nangis baca ceritanya
Reisha happy birthday Nak, Tuhan memberkati selalu
Mom Myreshka thanks for sharing this story, you and your husband are trully living angels.
Martha Rainy / 22 Nov 2010 13:00 / Log in to ReplyHappy belated 4rd Birthday Reshia….. Wish U always Healthy, Happy, Funny, Smarty, Good Sister n Good Daughter…AMEN…
Judith / 22 Nov 2010 13:09 / Log in to ReplyReshka… the story is so touchy n made me cry….
Thanxs for sharing… Two Thumbs for Ur Great Mom, U + Hubby n Ur Sis….
GBU…..
Terharu banget baca artikel ini… Happy Birthday Reisha!
Gabriella Felicia / 22 Nov 2010 13:11 / Log in to ReplyGod bless you and your family! terharu bgt baca ini..kesabaran dan ketelatenan yang luar biasa. Selamat ulang tahun ya buat Reisha, smg tahun2 ke depan berisi limpahan kebahagiaan bersama keluarga. aku sungguh salut! :_)
Lady Fitriana / 22 Nov 2010 13:16 / Log in to Replybetul kata mitha, gak ada ibu yg mewek baca ceritanya…
istien sunday / 22 Nov 2010 13:35 / Log in to Reply“happy belated birthday dear reisha”
myreshka, kamu wanita dan ibu yang hebat…
GBU
terharu bgt! sebegitu besar cinta & kasih syg yg diberikan ke Reshia walau dy anak angkat..dan sebgitu telaten nya dlm mengajarkan ketertinggalanya :’( salut bgt
Dian Sigit / 22 Nov 2010 13:37 / Log in to ReplyLuv the story! sometimes family is not only about blood =) kisses buat si cantik Reisha dan adiknya yang ganteng…
Astrid Lim / 22 Nov 2010 14:22 / Log in to ReplyDuh….this story is so touching…jadi mewek di kantor pas ujan sore2 gini pula.
Ann / 22 Nov 2010 14:33 / Log in to ReplyMyreshka, thanx for sharing ya….. Reisha, happy belated birthday my dear…hidup Scorpio! samaan ama tante hehehhe
ceritanya bener2 menyentuh.. keren bgt!! salut sama mama Myreshka.. Reisha bener2 salah satu titipan Tuhan yang berharga..
sambil liatin anakku bobo nih.. udah 1,5bulan aku ‘punya’ dia.. aku harus lebih sabar lagi..
Ruliyani Nuzuly / 22 Nov 2010 14:44 / Log in to Replyaduh! aku nangis bacanya
makasih yaa mama Myreshka buat ceritanya :*
hebad banget deh mba… saluuuuut….
arum cahyani / 22 Nov 2010 15:13 / Log in to Replythanks for your sharing….
*sniff sniff, terharuuu*
Meta / 22 Nov 2010 15:34 / Log in to Replyanother proof that love conquers all…salam untuk reisha dan adeknya yaaa :*
ah satu hal yang saya lupa : saya kebagian kue ultah-nya Reshia. lengkap dengan kantongannya
)
KuraNinja / 22 Nov 2010 15:42 / Log in to Replysetuju sama mommies yg lain, so touching, so inspiring… you have a BIG heart, salut!
Liz / 22 Nov 2010 15:43 / Log in to Reply4 thumbs up bwt mom yg satu ini *maaf yg dua terakhir agk bau he3* sampe speechless bacanya
Big hug tuk Reshia n de2nya
Lidya / 22 Nov 2010 16:09 / Log in to ReplyVery inspiring, Mba..salut untuk kebesaran hati Mba, suami, dan keluarga besar..
Rury Mayasari / 22 Nov 2010 16:19 / Log in to Replypengennya bales satu2, tapi dah musti pulang.. thank you all mamas.. setuju ama Astid Lim, family is not about blood! Thank you for all the kind words, but really, she is a little angel that God give to me and my family. Doain kekejar semua milestones nya sebelum masuk SD ya mamas. Kiss2 untuk semua mamas n papas!
Myreshka / 22 Nov 2010 17:25 / Log in to ReplyBaru baca ini pas lagi meeting, dan aku langsung terharu bangett sampai menitikkan air mata (masih di tengah meeting!)
Oetari Cinthya Bramanty / 22 Nov 2010 18:06 / Log in to ReplySalut banget sama Mbak Myreshka, semangat terus ya Mbak, kisah ini pasti jadi inspirasi buat semua orang deh. Salam sayang untuk Reshia dan little brother-nya. Beruntung sekarang Reshia tinggal di lingkungan yang penuh cinta kasih..
What a lovely story. Happy belated birthday Reshia & tfs mbak Myreshka.
Puan Dinar Aifa / 22 Nov 2010 19:39 / Log in to ReplyTerharu banget bacanya *mewek* ceritanya sangat menyentuh. Menginspirasi untuk bisa lebih sabar. TFS
Mifta Novikasari / 22 Nov 2010 21:05 / Log in to Reply*terharu* :’) Reisha cantik seperti mamanya… send my tight hug to her.. happy belated birthday, anak pintar..!
meralda / 22 Nov 2010 21:27 / Log in to ReplyYou know it’s takes courage to adopt a child but it’s a an entirely different level to adopt a child with further required development. Semoga mama Reshka dan suaminya masuk surga. Amin.
Adhitya Mulya / 23 Nov 2010 01:19 / Log in to ReplyHuhu akhirnya dbkin artikel juga (telat baca pula)..TFS..very inspiring..
Ngeliat pjuangn Reshka (dan kel bsr nya) yg bjuang utk ngejar ktinggalan motoriknya Reisha,sukses bkin aq mewek!!! Salut bgt *angkat topi* bkin aq semangat utk terus ngejar motorik Ben yg tlambat..sabar bgt yaaaa
Aq yakin, Reshka bukan anak pancingan (ikan kali dipancing2) dan aq jg yakin, dia akan bs ngejar smua nya sblm SD, krn support dr mamanya (plus kel besarnya)..she’s so lucky 2 have u as her mom… *hugs*
diandra / 23 Nov 2010 01:39 / Log in to ReplySpeechless banget gue bacanya ka Eka, tambah salut untuk dikau. *peluk* kiss kiss buat Reshia and Raveen.
Siska Knoch / 23 Nov 2010 08:59 / Log in to ReplyTerharuu…aku menangis nih. aahh hatimu seperti malaikat smg Tuhan membalasnya berkali2 lipat. reshia & raveen pasti bangga & bahagia punya orgtua sperti kalian Gw juga ga percaya sama istilah “anak pancingan” intinya anak itu adalah anugerah mau datengnya darimanapun, kita adalah perantara yg ditunjuk Tuhan untuk membesarkannya. happy bday dear reshia….
Dinni Williansyah / 23 Nov 2010 09:21 / Log in to Replyhmm,,terharu baca ceritanya,,beruntung skali Reshia bisa ada di lingkungan keluarga penuh cinta dan kasih seperti sekarang ini,,
Suskia Ranjani / 23 Nov 2010 09:30 / Log in to ReplyAku yakin, dengan cinta dan kasih sayang serta kesabaran dari orang2 sekitar, Reshia bisa mencapai semua milestonenya,, smangath terus yah Mbak,,sun sayang untuk putri dan jagoan ciliknya
@reshka: kalo gitu minta ketrin nulis juga dong! *teteup* hihi… kisskiss buat reshia.
shinta lestari / 23 Nov 2010 10:02 / Log in to Replybaru sempet baca, dan TERHARU BIRU BERAATTT… :’)
bubuSABR / 23 Nov 2010 10:21 / Log in to Replybless sweet little reshia.. bless for her family also..
bahagianya reshia punya mama myreshka yang super duper juara.. hehe.. salam kenal yaa.. *berkaca2 bahagia abist baca cerita ini*
Terharu euy!
Rianasari / 23 Nov 2010 10:35 / Log in to ReplyReshia beruntung mendapat keluarga yang mencintainya. Happy belated bday ya, Reshia
Semoga semua usahanya lancar ya, Mbak.
God Bless U and your family mba…
saya juga menanti buah hati selama 4 tahun pernikahan, bedanya saya belum sempat memikirkan adopsi ketika Tuhan memberi anugerah kehamilan kepada kami tanpa usaha medis apapun.
setiap anak, dari manapun datangnya, tetaplah suatu anugerah
l4ksmi / 23 Nov 2010 10:50 / Log in to Replyhiks2…. mengalir deh air mata tanpa sadar, takdir Tuhan memang indah ya mom, mencintai ciptaannya dengan tulus tanpa syarat pasti di balas dengan hadiah yang indah dari Nya, ikut berbahagia buat keluarga nya mbak…. may God bless all of you always….
ernanrea / 23 Nov 2010 11:51 / Log in to Replyterharu… Selamat ya, mbak Myreshka, semoga ikatan batin dengan Reshia melebihi dari tali kasih antara ibu dan anak kandung sendiri…
Citra / 23 Nov 2010 13:45 / Log in to Replyterharu.. happy birthday ya reisha.. semoga kebahagian selalu bersama kalian..
riska nurmarlia / 23 Nov 2010 14:07 / Log in to Replyterharu *ngelap air mata*.. sukses bikin mewek dikantor..
risna permatasari / 23 Nov 2010 17:04 / Log in to Replyselamat ulang tahun Reisha, sehat selalu yahh.. Bahagia selalu sekeluarga..
Lovely story.. Thanks for share ya mba Myreshka..
kiss buat Reisha..
hiks… baru baca & hasilnya mata ngembeng karena terharu. selamat ulang tahun Reshia.
tia / 23 Nov 2010 23:22 / Log in to Replyterharuuuuuu bgt.. happy bday lil angel.. ^^
ratutebu / 24 Nov 2010 09:24 / Log in to Replyterharu banget.. happy b’day Reisha.. selalu sayang mama papa & adik ya
Maya Rahadian / 24 Nov 2010 13:49 / Log in to ReplyHi Reisha,
Junita / 25 Nov 2010 08:13 / Log in to Replywish you a happy Birthday. What an amazing story and you both angels to me!
hiks… terharu banget…
Kamu punya mama yang hebat! Tuhan memberkati keluargamu selalu yah!
Agnes Simamora / 25 Nov 2010 14:11 / Log in to Replymet ultah, Reisha sayang
terharu banget bacanya, may God bless u and ur family
Nandra Janniata / 25 Nov 2010 14:42 / Log in to Reply*speechless*
Fanny Hartanti / 25 Nov 2010 18:45 / Log in to Replybeneran gak tau mo ngomong apa selain happy birthday Reisha dan ngedoain yg terbaik untuk kalian sekeluarga..
Me too speechless, inspiring sekali!
May God bless you and your family
Winda Lazuardi / 27 Nov 2010 14:07 / Log in to ReplyDari awal baca, udah kebayang siap-siap terharu :’)
You are a great mom! Happy birthday Reshia
gwe ampek belabelain login biar bisa post comment hehe,, not that it matters.. but i am truly touched.. mbleber aer mataku
arisona / 28 Nov 2010 17:52 / Log in to ReplyMbak Eka..belum pernah ketemu lagi sejak pulang dari Hiroshima, malah ketemu di sini. Kapan-kapan pengen ketemuan ah, biar Nasywa bisa ketemu Reshia dan her little brother. Salam buat suami
Mama Poolic / 30 Nov 2010 15:01 / Log in to ReplyMewek terharu…..hiks..:(
God Bless You Mama Reisha
salam kenal dari Surabaya
Rozalina L Zulkarnain / 02 Dec 2010 14:49 / Log in to ReplySungguh luar biasa.. Terharu sekali dengan perjuangannya.. Sangat inspiratif.. Salam sayang buat kakak reisha dr adek mirza ya..
mirza abiyu ukail / 03 Dec 2010 19:56 / Log in to Replymeskipun telat baca artikel ini, tapi aku cuma mau bilang saluuuuuuuuuutttttttt buat mama dan papa Reisha…
, semoga Tuhan selalu melimpahkan keberkahan buat keluarga kalian.
eka felira / 28 Dec 2010 09:30 / Log in to Replyterharu baca ceritanya
salam sayang buat Reisha dan dedeknya
nemu artikel ini tanpa sengaja, dan langsung tertarik liat judulnya. bener aja, gak salah baca! great great story
Lucky reisha!
annys / 13 Jun 2011 14:35 / Log in to Replyterharu bgt bacanya..
semoga makin menjadi keluarga yang harmonis ever after Mommy Myreshka
witia / 23 Jun 2011 17:22 / Log in to Reply