Proses Toilet Training Albert

Proses toilet training Albert sebenarnya panjang sekali, sudah dimulai sejak awal tahun 2010. Artinya baru berhasil sekitar 10 bulan kemudian. Tapi memang pada 6 bulan pertama kami tidak terlalu konsisten, dan saya akui, kami belum terlalu siap.
Proses toilet training Albert dimulai dengan baca-baca thread ini, khususnya yang ini dan memutuskan untuk memulainya setelah renovasi rumah selesai, yaitu awal 2010. Proses ini dimulai dengan tidak lagi memakaikan Albert disposable diaper sepanjang hari. Sejak bayi memang Albert saya pakaikan disposable diaper karena dulu saya belum kenal clodi. Jadi saya membelikan Albert beberapa clodi lokal dan training pants, setidaknya agar dia merasa kalau pipis atau pup di celana itu ada rasa tidak enak. Kami juga mencoba mengajari Albert untuk pup sambil duduk di toilet, dengan dudukan tambahan (toilet trainer). Selang beberapa waktu, Albert mulai bisa memberi kode kalau mau pup, satu kemajuan berarti. Tapi tampaknya tidak ada kemajuan berarti untuk urusan pipisnya.
Setelah itu, ART kami berinisiatif untuk sama sekali tidak memakaikan disposable diaper ataupun clodi di siang hari. Selain karena Albert mulai menolak, menurut ART kami, sudah saatnya Albert untuk diajak pipis ke kamar mandi selang 15 menit sekali. Biasanya jarang terjadi kecelakaan jika Albert bersama ART, tapi jika bersama kami, kok sering ya… mungkin karena kami sering lupa mengajak Albert ke kamar mandi.
Suatu waktu saya iseng membelikan Albert celana dalam bergambar Thomas, benar-benar sekadar iseng, saya pikir, nanti juga akan terpakai, sekalian mengenalkan celana dalam kepada Albert. Ternyata celana dalam bergambar ini menjadi pemicu suksesnya proses toilet training Albert. Kalau saya pulang kantor, Albert suka pamer, “Mama, celana Thomasnya masih kering!” sambil tersenyum bangga. Wow, tak menyangka efek celana yang saya beli karena iseng itu sampai sebegitu besar. Tapi tetap saja, Albert masih harus diingatkan dan diajak ke kamar mandi setiap setengah jam sekali, dan kadang-kadang terjadi kecelakaan.
Menjelang Lebaran, menjelang ART mudik, saya sudah was-was duluan, waduh, kalau tanpa ART dan Albert masih suka mengompol, pasti ribet nih… Tapi ternyata, seminggu sebelum ART mudik tiba-tiba Albert dengan fasih bilang kalau mau pipis, dan tidak pernah mengompol lagi, lega. Dan benar, sepanjang ART mudik, si Albert selalu bilang kalau mau pipis atau pup.
Walaupun kalau di rumah sudah sukses, tapi saya masih belum PD kalau mengajak Albert jalan-jalan tanpa disposable diaper. Alasannya, nanti kalau macet gimana, kalau di tempat yang dituju gak ada WC gimana, kalau ngompol gimana, dan gimana-gimana yang lain. Sampai di satu waktu saya merasa, ah sudah cukuplah investasi saya pada perusahaan disposable diaper… harus lebih serius dalam urusan toilet training Albert.
Iseng-iseng saat liburan ke Yogya awal Oktober lalu, saya tidak memakaikan disposable diaper pada Albert kalau bepergian. Mungkin saat itu saya merasa, situasinya santai, perginya hanya jarak dekat, tidak macet, jadi tampaknya tidak masalah kalau Albert tanpa disposable diaper. Ternyata tidak seheboh dan semenakutkan yang saya pikirkan. Sempat mengompol sekali di dekat Mirota, tapi selebihnya oke tuh. Sekembalinya kami ke Jakarta, Albert bebas disposable diaper kalau siang. Sempat mengompol di Gymboree, tapi habis itu Albert lebih waspada lagi kalau mau pipis, dia suka bilang, “Papa, Albert mau pipis, cepetan Papa, nanti Albert ngompol!” Waktu mau bepergian agak jauh di Jakarta sih sempat agak deg-degan, gimana kalau macet, tapi ya sudahlah, kami coba saja, kadang kalau perjalanannya sudah sekitar satu jam, kami suka sengaja mampir di pompa bensin, memberi kesempatan Albert untuk pipis.
Satu langkah lagi, tinggal kalau sedang tidur malam. Tapi sepertinya tidak sulit, karena Albert memang tidak pernah mengompol kalau tidur siang, dan dia suka terbangun, bilang mau pipis, lalu setelah pipis kembali tidur lagi. Beberapa hari sempat saya cek, diapernya tetap kering, dan Albert memang sudah menolak jika akan dipakaikan disposable diaper. Ya sudah, nekat saja, pikir saya, hari-hari pertama masih memakai training pants, sempat mengompol beberapa kali, tapi setelah seminggu, yay, kami berhasil… hore!
Rasanya senang sekali, satu lagi tahapan perkembangan telah terlalui. Tidak sesulit dan seribet yang saya bayangkan, berkat ART saya yang telaten mengajari Albert juga. Tapi memang butuh keberanian dari kami untuk mengambil risiko, maju ke tahapan selanjutnya dalam proses toilet training.





yay! albert pinter!
pada saat otot bladdernya siap, semuanya akan baik2 saja 
eka / 23 Feb 2012 03:11 / Log in to Replymemang bnr koq, santai saja
TFS, ella
albert pinteerr ih! good job albert!!
waktu proses toilet training naia, urusan pipis, semuanya cepet. naia belom 2thn semua udah beres, tinggal yang malem. ternyata yang malem ini yang lama dan malah sampe sekarang. udah dicobain beberapa kali. lulus seminggu, trus ngompol lagi akhirnya ga jadi. diulang lagi, sama juga, lulus trus ngompol lagi. masalah utamanya ada di naia yang gak bangun kalo mau pipis pas malem2, padahal kalo siang2 sih dia pasti bisa bangun. kalo malem bablas. jadi cara satu2nya hanya dibangunin.. dan menurut gue it beats the purpose kalo dibangunin terus. naia harus bisa bangun sendiri dan sampe sekarang ga bisa kalo malem. jadi ya gue bawa santai deh. ntar juga pasti bisa
walopun tetep akan dicoba terus..
shinta lestari / 23 Feb 2012 07:34 / Log in to ReplyYay! Good job Albert!
Albert itu umur berapa sekarang? 3 th?
Untuk pipis Kai masih belum berhasil nih, tapi ide beli celana dengan gambar karakter boleh dicoba juga.
Kai dari 7 bulan sejak pertama kali dicoba pakai toilet trainer langsung bisa, dan sejak itu selalu pup di toilet, kecuali kalau lagi diare. Tapi sejak ulang tahun ke-2 minggu lalu, ga tau kenapa dia marah-marah kalau disuruh pup di toilet. Akhirnya pup di diaper lagi! Duuuh kenapa ya? Akhirnya sekarang kita mulai dari 0 lagi deh
Dian Sarwono / 23 Feb 2012 09:14semangat mom, mungkin itu lagi perpisahan sama diapernya. mirip ama hafidz hehehehehehe
bubun hafidz / 23 Feb 2012 09:29Albert pinter
Gue masih berjuang untuk toilet training selama tidur malam nih, semoga bisa beres tahun ini hehehe…
Nara malah lebih duluan bisa pipis di toilet dibanding pup, dulu dia marah kalo diajak pup di toilet. Setelah melewati beberapa bulan akhirnya sekarang Nara udah diaper free kecuali pas tidur malam itu, suka bablas. Mirip Naia, padahal kalo dia tidur siang dan mau pipis pasti kebangun dan minta ke toilet, tapi kalo tidur malam ga bakal bangun samsek (kasur udah diompolin beberapa kali nih). Jadi buat tidur malam masih untung2an, kadang ngompol kadang ga. Yah gpp, at least ada progressnya dibanding dulu *membesarkan hati*
Pangastuti Sri Handayani / 23 Feb 2012 09:19 / Log in to Replypintaaaaar…..
betul2, konsisten dan sabar adalah kuncinya. dulu kalau pulang ke rumah ortu problemnya mereka gamau rumahnya berantakan sama “kecelakaan”. jadinya berkali2 kembali ke titik nol.
bubun hafidz / 23 Feb 2012 09:24kalau hafidz malah dimulai dari lepas dispo diaper malam hari. terus siang. yang lama adalah pup nya. 1th setelah mulai tt tiba2 hafidz jd sering ngompol, dan minta pake dispo diaper lagi “biar kayak adik bayi yg di gambar (kemasan dispo diapernya)” gitu katanya. duh ampe khawatir ini suatu kemunduran. tp yah gw ikutin sambil terus dibujuk. 1minggu kemudian tiba2 hafidz ngajakin duduk di toilet dan pup. selesai pup kami nari2 sambil loncat2 di kasur hahahahahaha senang sekali rasanya.
sama ni bubun hafidz, klo udah tempat nenek kalah lah program tt nya Ghani
Ika Ps / 24 Feb 2012 09:37 / Log in to ReplyMakasih… sebenarnya si albert ini masih beberapa kali suka “kecelakaan” ngompol pas malem… tapi frekuensinya jarang banget, biasanya kalo dia kondisi lebih capek dari hari-hari biasanya.
Gabriella Felicia / 23 Feb 2012 14:55 / Log in to ReplyPR sekarang nih nyuruh dia melakukan proses itu sendiri, mulai dari buka celana, pipis, bersih2, trus siram, trus cuci tangan… kadang udah bisa, kadang dia gak mau… gitu lah…
malah sempat malas minum biar gak usah sering2 pipis karena gw gak mau bantuin buka celana dsb… hadeuh…
hahahaha samaaaa, hafidz malah seringnya keburu keluar pipis nya pas lagi strugling buka celana hihihihihi.
bubun hafidz / 23 Feb 2012 15:55hehehehe..albert sekarang umur berapa si? pinter amat ya La..emang kalo toilet training itu kuncinya cuma take risk dan sabar serta konsisten
Sukma Pertiwi / 23 Feb 2012 15:08Seru baca cerita perjalanan toilet training
Sitha / 23 Feb 2012 23:35 / Log in to ReplyTfs…
Congratz Albert !!! Pinter banget sayang…
ernanrea / 24 Feb 2012 12:30 / Log in to ReplyRyu (30 bulan) alhamdulillah sudah sekitar 6 bulan terakhir lepas clodi nya dan sudah jarang sekali malah hampir tidak pernah ngompol lagi, malam ketika tidur sekalipun dia akan terbangun meminta di antar ke kamar mandi untuk pipis…. tapi ini dicapai dengan proses yang sangaaaaaattttttt melelahkan
Satu saja yang sekarang masih belum terkendali, pup nya masih belum mau duduk di toilet, kembali bersabar melalui tahapan berikutnya … hiks2
wah Albert pinter ya !
luvani / 25 Feb 2012 17:39 / Log in to Replysama kaya naia & nara , diva(3y) juga kalo malem belom bisa bangun kalo mau pipis . tapi pernah sih beberapa kali dia ga mau pake dispo . dan emang ga ngompol . tapi besoknya ngompol lagi .
Senangnyaaa…hmmm..aku menyusul nih, mudah2an bisa sukses jg
Febby / 26 Feb 2012 21:51 / Log in to Replypengen berhasil toilet training untuk Mikayla (19bln) tp kayanya untuk anak cewe lebih susah yah :p wish me luck!
Risqa Prasista / 10 Mar 2012 10:30 / Log in to ReplyJd intinya mulai mengajari toilet training umur brapa ya ibu2 baiknya?
Paramitha Nasimova / 25 Mar 2012 18:41Iya nih mom…baiknya mulai toilet training tuh di usia brp ya? soalnya sekarang ini Rama (15mo) masi belum ngerti yang begitu-begitu…tapi ada sodara yang anaknya udah mulai dikenalin toilet training di usia (18mo), berarti kalo kayak gitu udah mulai dikenalin dikit2 dari sekarang apa nunggu ntar pas 18mo aja ya?
amie kumala / 29 Mar 2012 11:25pls advise
Oh ya..Albert sendiri usia brp skarang? pinter yaaa!