It’s All About Mindset
Suami saya bilang:
…memang ada sebagian orang di sekeliling kita untuk membuat kita ragu akan apa yang sedang kita coba laksanakan.
Sebelumnya saya mau berterimakasih dulu pada internet dengan segala kemudahan yang saya dapat dari berselancar di dunia maya. Artikel, diskusi forum, iklan toko, jargon, jurnal hasil riset, you name it. Pada akhirnya semua yang pernah saya baca membuat tekad saya semakin kuat untuk bisa menyusui Alanna se-eksklusif mungkin sampai usianya enam bulan, tanpa terhalang apapun, termasuk puasa.
Awalnya saya ragu menyusui sambil berpuasa. Saking ragunya, bahkan saya sudah nyaris memutuskan untuk cuti puasa tahun ini, hanya demi menjaga kualitas ASI. Bisa dibilang, satu-satunya orang yang berusaha untuk membuat saya mau mencoba ikut puasa di hari pertama ramadhan ini hanyalah dia: suami saya. Ada juga seorang teman yang berbagi pengalamannya menyusui sambil tetap berpuasa (dan ternyata baik dia maupun anak-anaknya tidak menemui masalah apapun dengan hal itu), tapi saya nggak menganggap itu sebagai ‘usaha’ untuk membuat saya tetap berpuasa karena dia nggak secara khusus memotivasi saya bahwa everything is gonna be okay. Sampai detik terakhir, suami itu terus berusaha meyakinkan saya untuk mencoba berpuasa satu hari ini saja. Kalau ternyata di tengah hari saya kliyengan dan bener-bener nggak sanggup, atau ASI saya kering karena nggak ada makanan yang masuk, saya boleh batal. Yang penting saya sudah mencoba dan saya benar-benar tau apa yang terjadi jika saya tetap berpuasa.
Hingga akhirnya saya goyah dan malah berbalik mantap memutuskan untuk berpuasa. sekali lagi, mencoba berpuasa. Yang saya lakukan adalah sahur dengan makanan yang bergizi, mengonsumsi madu, habbatussauda, dan sari kacang ijo.
Balik lagi ke kalimat yang saya saya kutip di atas tadi, ternyata memang ada saja godaannya saat kita berusaha untuk melakukan sesuatu yang kita anggap benar. Orang bijak bilang, the first is the hardest. Hari pertama puasa saya rasa cukup berat lho bagi sebagian orang yang nggak rutin berpuasa sunat. Termasuk saya yang sejak ramadhan tahun kemarin belum pernah lagi berpuasa sunat.
Waktu di kampus tadi, beberapa rekan bilang bahwa kalau kita tetap berpuasa maka kualitas ASI akan menurun. Ini cukup bikin saya terhenyak. padahal saya udah niat banget mau pumping selama di kampus. Akhirnya saya mulai mencari informasi dan wow, betapa takjubnya saya saat menemukan “Apa ada laboratorium di Jakarta untuk memeriksa apakah mutu ASI baik atau tidak?” dan jawabannya adalah: “Karena mutu/kualitas ASI tidak ada yang tidak baik, jadi tidak perlu diperiksa ke laboratorium.” SEMINAR KLASI “Breastfeeding and Working Mom” dr. Utami Roesli, Spa., MBA., CIMI., IBCLC.
Menyusui sambil berpuasa bisa dijalankan tentunya didukung juga dengan kondisi kesehatan dan asupan nutrisi sang ibu. Hati saya sangat tenang. Sambil menenteng cooler bag saya masuk ke toilet dan mulai pumping sambil tersenyum, berharap hormon prolaktin dan oksitosin saya bangkit dan membuat ASI saya keluar deras. yep, I got 70 milliliters in minutes. Saya amat ternyata ASI saya tidak encer, malah sama persis dengan penampakan ASI perah saat saya tidak sedang berpuasa.
It’s all about mindset. Your own mindset. Kalau pikiran kita sudah kokoh, nggak ada yang bisa mengalahkan kekuatan pikiran itu. Soal menyusui saya memang masih sangat pemula. Baru empat bulan lamanya saya menyusui, dan saya rasa ilmu saya soal menyusui juga masih cetek banget. Tapi satu yang jadi pegangan saya, bahwa breastfeeding is about mindset. Pakar ASI bilang, saat kita yakin ASI kita cukup, insya Allah cukup. Tapi sedikit saja kita berpikir ASI akan berkurang, benar bisa terjadi ASI kita kurang.
Hari ini saya berhasil membuktikan hal itu. besok, besoknya lagi, dan besoknya lagi, akan saya buktikan bahwa kekuatan pikiran itu menakjubkan.





yup mom! i agree..
semutcantik / 26 Sep 2011 06:29Ruby 4mo, dan ramadhan kemaren jg sy jalani dengan ikut berpuasa, walopun g full, sukses d 2minngu pertama puasa tanpa bolong, setelah itu bbrp bolong, krn pusing2, tp akhirnya ditambah minum suplemen penambah darah pas sahur.. dan sukses jalani hari dengan puasa..
it’s all about our mindset..
iya mbak, saya juga pada akhirnya seih sempet bolong karena kepanasan (dehidrasi) dan anak saya demam pasca-imunisasi, jadi ikut lemes deh. tapi yang penting kan sudah dicoba sekuat mungkin ya
tyas / 26 Sep 2011 20:02 / Log in to Replybener banget..! aku anak pertama hamil trimester ketiga tetep puasa, anak kedua usia 8bln jg ttp puasa, alhamdulillah sehat2 aja’ asi tetep banyak…salam buat si cantik alanna yaa…
tie / 26 Sep 2011 15:03 / Log in to Replymakasih mbak, meskipun tidak berpuasa juga tidak berdosa, tapi kalau bisa tetap menjalankan puasa tuh rasanya gimanaaa gitu ya, hehehe…
tyas / 26 Sep 2011 20:05 / Log in to ReplySetuju banget, Mama Alanna.. Alhamdulillah Ramadhan kmrn aku full puasa krn belum haid. Padahal tahun lalu aku gak puasa full krn hamilnya nggragas bgt, ngga bisa nahan lapar. Anakku Felicia (9mo) pagi-sore mimik ASIP + MPASI tapi malam hari bisa nenen s.d 5x sama aku. Di kantor aku mompa 2-3x, tiap mompa dapat min150ml, persis sama seperti jumlah yg kudapat saat ngga puasa. Yg bikin happy, berat badanku jadi turun n jadi balik ke BB sblm hamil
Tapi ada teman yg ketika puasa produksinya cuma beberapa puluh ml saja, pdhl kejar setoran stok ASIP, akhirnya dia ngga puasa deh..
niquen / 26 Sep 2011 20:06 / Log in to ReplySetuju banget sama pernyataan “Karena mutu/kualitas ASI tidak ada yang tidak baik, jadi tidak perlu diperiksa ke laboratorium”. Ramadhan kemarin Alhamdulillah berhasil saya lewati dengan berpuasa hampir full (minus 2 hari karena terpotong haid di awal puasa). Sambil menyusui anak pertama saya yang berusia 9 bulan. Padahal saya dapet banyak sindiran dari orang-orang terdekat di sekeliling saya, yang bilang kalo asi saya bakal ga bergizi kalo saya tetap puasa, asinya ga enak, nanti anaknya ga doyan, dan berbagai pernyataan nyinyir yang bikin saya geregetan, karna seolah-olah saya menzalimi anak sendiri karna berpuasa saat dia masih butuh asi saya.
Alhamdulillah suami tetap mendukung untuk saya berpuasa. Sama seperti Mba tyaz, suami menyuruh saya untuk mencoba satu hari dulu. Kalau ternyata siang hari lemes atau pusing, saya buka puasa saja. Tapi Alhamdulillah ga ada halangan apapun. Saya tetap kuat n anak saya tetap lancar menyusunya. Memang benar smua tergantung mind set kita. Kalo kita sugestinya positif, insya Allah hasilnya juga positif
diancassadidunk / 26 Sep 2011 22:19 / Log in to ReplySetuju! it’s all about our mindset
AmbunyaPasukanKa / 27 Sep 2011 11:23 / Log in to ReplyAlhamdulillah Ramadhan kmrn daku shaum dan Subhanallah, ASIP yang dihasilkan lebih banyak daripada hari biasa. Gimana ga semangat menjalani shaum
sepakat bund! alhamdulillaah kemarin aku juga berhasil shaum full sambil tetep nyusuin ‘Aqilla.
yang terpenting yakin, dan ajak obrol anaknya, minta bantuan Bunda nya mau puasa.. insyaallah semua lancar.. Allah kan sudah kasih “pattern”nya buat tubuh kita.. makannya ada pengecualian rukhshah untuk yang memang ga kuat..
BunChiwa / 27 Sep 2011 14:00 / Log in to ReplySubhanallah mba, trims sharingnya.. tnyata pada puasa yah walau menyusui, klo aq kmrn total gak puasa, pikirqu bayi baru 2 bulan, kasian.. walau aq jg pernah denger klo ternyata ASI gak ngaruh ya kualitasnya wlau dibawa puasa, tp pilihanqu jatuh pd gak puasa dulu, menikmati rukhsoh dr Allah
tp yah gpp aq ambil positifnya akan keputusanku kmrn gak puasa, bahwa Allah sangat sayang sama qita yah ibu2 hamil dan mnyusui, sampe dimanjakan untuk boleh tidak berpuasa di bulan ramadhan sekalipun
trims ya mba
Siska Yusuf / 27 Sep 2011 18:51 / Log in to ReplyTFS ya mom, jd mindset itu emang penting bgt ya..
tatabayu / 28 Sep 2011 10:41 / Log in to Replyaku jd inget temen kantorku juga bulan puasa kemarin tetep berpuasa sambil memerah ASI, aku sempet nanya sama dia, gmn produksi asi-nya? berkurang? apa gmn? dia bilang, alhamdulillah sama..
TFS mom.. setuju banget.. alhamdulillah pengalaman saya g jauh beda.. ramadhan kemarin saya juga berpuasa tetap memerah n menyusui untuk d’Ra (10m18d).. dan alhamdulillah Allah memberi kemudahan.. semuanya berjalan lancar dan tanpa hambatan..
minimazee / 28 Sep 2011 11:14 / Log in to ReplyTFS ya Mom, saya juga beginner di dunia per-asi-an…anak pertama belum ada pengalaman. This inspiring story membuat saya semakin yakin bahwa selama kita yakin dan nyaman, asi kita akan bagus kualitasnya..tahun ini saya sama sekali tidak puasa sambil menyusui, akan mencoba tahun depan..InsyaAllah bisa share success story juga, Amin.
andinigelar / 28 Sep 2011 21:11 / Log in to Reply@niquen: alhamdulillaah, Felicia pasti ikut bangga deh
@diancassadidunk: setelah mindset, dukungan suami emang paling juara deh kalo soal memotivasi ibu menyusui, hehe…
@AmbunyaPasukanKa: woooowwww…malah bisa lebih banyak yaaa? HEBAAAATTT!
@BunChiwa: iya bund, sepakat banget! Allah jelas paling tau kemampuan makhluqnya
@Siska Yusuf: terimakasih kembali, apapun keputusannya insya Allah ada nilai ibadahnya yaaa
@tatabayu: toss buat temen kantornya! hehehe… :p
@minimaze: semoga berkah ya, mom
@andinigelar: aamiiin. semangat yaaaa
tyas / 28 Sep 2011 23:59 / Log in to Replytfs ya mom, izin copas untuk di forward ya mbak….
Nia bundanya Ara / 30 Sep 2011 11:19 / Log in to Reply@bunda Ara: silakan mom, semoga bermanfaat
tyas / 02 Oct 2011 20:16 / Log in to Replybunda alanna hebat
ajipadma / 27 Oct 2011 22:49 / Log in to Reply