Persiapan Makanan Pertama si Kecil

Urban Mama tentunya sudah kenal dong dengan MPASI (Makanan Pendamping ASI)? Mungkin sebaiknya kita ubah dengan MPaSu (Makanan Pendamping Susu) supaya tidak men-generalisasi, ya kan? Ketika anak sudah memulai makan kali pertama, sebagai orangtua kita tentunya mesti tahu apa saja sih yang mesti kita siapkan? Kapan seharusnya makan pertama kali itu dimulai? Dan apa saja yang dijadikan makanan pertamanya? Berapa banyak yang perlu diberikan untuk makanan pertamanya? Banyak sekali pertanyaannya, bukan? Saya yakin, hampir semua urban Mama menanyakan hal yang sama ketika si kecil mulai makan. Tulisan ini saya buat sebagai rangkuman untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, apalagi diskusi tentang MPaSu ini sudah panjang sekali di forum. Yuk kita bahas satu-satu!
Hampir semua bayi sebenarnya siap untuk mulai makan di umur 6 bulan. Akan tetapi sampai si kecil berumur 1 tahun, tujuan kita memberinya makanan adalah untuk memperkenalkan makanan itu sendiri, bukan untuk supaya si anak kenyang (atau kadang dibilang karena susu aja udah gak cukup!). Susu (ASI maupun formula) tetap menjadi makanan utama dan sumber nutrisi untuk anak sampai si anak berumur 1 tahun.
Memperkenalkan anak terhadap makanan padat di umur 6 bulan ini adalah sebagai proses pembelajarannya mengenal makanan selain susu. Di saat inilah kita wajib memperkenalkan berbagai macam makanan dari semua grup makanan (kecuali kalau tahu ada reaksi alergi). Semakin banyak rasa dan tekstur makanan yang dirasakan oleh anak di saat dia mulai MPaSu ini, semakin kecil nantinya dia akan tumbuh menjadi picky eater.
Hal-Hal yang perlu diketahui sebelum Memulai MpaSu
Sampai si kecil berumur 7 bulan, jangan berikan dia makanan-makanan berikut:
- Bit
- Wortel
- Bayam
- Sayuran Hijau
- Turnip
Alasannya? Karena makanan diatas mengandung nitrate yang bisa menyebabkan anemia pada si kecil.
Sampai anak berumur 1 tahun, hindari pemberian madu karena dapat menyebabkan penyakit botulisme pada bayi. Madu mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang memproduksi zat beracun. Meski kasusnya jarang, penyakit botulisme ini bisa berakibat sangat serius.
Juga hindari pemberian garam atau gula sampai umur 1 tahun. Biarkan anak merasakan makanan dengan tekstur dan rasa semestinya, tanpa ditambahkan perasa apapun.
Hindari memberikan makanan yang merupakan choking hazard seperti kacang, popcorn, anggur, dsb sampai anak berumur 4 tahun. Tentunya bukan berarti karena tidak boleh jadi tidak dicoba ya? Soalnya anak saya, Naia, sudah bisa memakan kelengkeng, sebiji anggur, potongan apel sendiri tanpa tersedak sejak dia berumur sebelum 1 tahun. Jadi kembali lagi ke anaknya masing-masing, yang penting kita tetap harus memerhatikan. Mungkin ini juga disebabkan karena saya juga mulai mempraktikkan metoda BLW (walaupun setengah-setengah) ketika Naia mulai belajar makan.


Tentang Makanan Pertama
Kapan?
Walaupun sebenarnya menurut AAP (American Academics of Pediatrics), bayi bisa memulai makanan padat pertamanya sejak berumur 4 bulan, TAPI kebanyakan dokter dan penganut ilmu baru MPaSu menyarankan untuk menunggu sampai si kecil paling tidak sudah berumur 6 bulan, karena:
- Si kecil pada dasarnya tidak memerlukan makanan tambahan sampai umur 6 bulan. Susu (ASI ataupun susu formula) sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.
- Memulai terlalu cepat memperbesar risiko adanya alergi dan kemungkinan obesitas.
- Bayi lahir dengan reflex yang disebut tongue-thrust reflex, dimana lidahnya secara otomatis mendorong makanan padat keluar dari mulutnya, kecuali cairan. Di umur 6 bulan, reflex ini mulai menghilang dan sudah mulai bisa menerima makanan padat untuk ditelan.
Kadang malah sah-sah aja kalau urban Mama memutuskan untuk memulai anak makan di umur 7 bulan, tapi sebaiknya jangan lebih dari itu ya! Soalnya terkadang di umur 6 bulan pun kalau si anak masih belum tertarik untuk makan, jadinya malah seperti dipaksa. Tentunya bukan hal yang baik untuk memaksa daripada nanti jadi trauma, kan? Anak akan mulai terlihat siap untuk diberi makanan pertamanya ketika dia mulai terlihat tertarik ketika melihat urban Mama dan Papa makan, atau ketika dia ikutan mendecak dan mengunyah kalau melihat ada orang yang sedang makan. Gunakan rasa keingintahuannya ini sebagai momen untuk memulai makanan pertamanya dan mencoba hal baru.
Bagaimana memulainya?
Ketika si kecil sudah terlihat siap untuk makan, bagaimana sih cara memulainya? Berikan dia makan ketika dia terlihat mulai lapar tapi belum sampai kelaparan. Soalnya kalau sudah kelaparan dan jadi rewel, akan susah untuk mengajak bereksperimen. Taktik yang bisa dicoba adalah biarkan dia minum susu atau nenen beberapa menit sebelumnya, tapi jangan banyak-banyak. Cukup supaya dia merasa kenyang tapi masih dalam tahap belum selesai. Lalu berikan meal pertamanya, lalu dilanjutkan lagi dengan susu. Lakukan ini di tempat yang sepi dan nyaman, supaya tidak ada distraksi dari sekitar.
Makan apa?
Bubur nasi (rice cereal) atau tepung gasol adalah makanan pertama yang biasanya dianjurkan karena mudah dicerna dan sangat jarang menimbulkan reaksi alergi. Yang perlu diperhatikan adalah, makanan ini mengandung zat besi (iron fortified). Lalu bagaimana sih cara menyiapkan makanan pertama untuk si kecil? Kalau memakai metoda BLW kan cukup dengan memberikan makanan yang sudah dipotong-potong berukuran kecil dan disebar di tray dimana si anak dilatih untuk mengambil dan memasukkannya ke mulut. Kalau metoda konvensional, kita harus menyiapkan makanannya.
- Siapkan makanan dengan tekstur encer, kurang lebih sama dengan encernya susu atau lebih kental sedikit. Rationya kira-kira 1 sendok teh bubur nasi (rice cereal) dengan 4-5 sendok susu (boleh ASI atau susu formula) atau air.
- Apabila ketika disuapkan ke anak tapi makanan malah keluar (tidak ditelan), tidak usah kuatir. Biarkan si kecil belajar untuk menelan dulu, kadang akan diperlukan beberapa kali sampai akhirnya bisa.
- Kalau ternyata justru malah tidak mau buka mulut atau malah nangis, stop dulu. Coba lagi besok. Kalau masih belum sukses juga, tunggu saja dan coba lagi minggu depannya. Intinya, jangan dipaksa!
Menurut penelitian terbaru, para ahli percaya sebaiknya buah-buahan dan sayuran (baik itu di-puree, saring atau dihancurkan) lebih baik dijadikan makanan pertama anak, dibandingkan bubur nasi atau tepung gasol. Menurut mereka, memperkenalkan makanan sehat dari awal akan baik untuk membiasakan anak untuk makan makanan yang sehat sampai mereka besar nanti. Terus terang, saya pun setuju sekali dengan pendapat ini! Saya juga memerkenalkan rice cereal sebagai makanan pertama Naia, tapi hanya 3 hari pertama setelah itu saya langsung memperkenalkan dengan buah-buahan seperti pisang, puree apel, pir, alpukat dan melon yang kemudian dilanjutkan dengan ubi, kentang, dan kacang polong. Terbukti sampai Naia berumur hampir 3 tahun sekarang, Naia bukanlah termasuk anak yang picky eater, masa GTM dilewati dengan masa yang tidak terlalu lama, dan senang makan makanan sehat seperti buah-buahan dan sayur. Selain karena memang saya selalu memberikannya sayur di setiap makanannya, saya juga menyajikan buah sebagai snack-nya. Juga sebagai orang tua, kami selalu berusaha untuk makan makanan yang sehat di depan Naia, karena saya sadar sekali anak itu selalu ingin mengikuti apa yang dilakukan orang tuanya.
Seberapa banyak?
Pertama kali urban Mama menawarkan makanan kepada si kecil, biarkan dia merasakannya dengan memberikan sedikit di bibirnya untuk dicoba. Kalau dia suka, tambahkan satu sendok, dan terus tambahkan sebanyak yang dia mau. Kalau sampai si kecil menutup mulutnya , memalingkan wajahnya atau malah menahan tangan anda untuk menyuapinya, jangan dipaksa. Biasanya itu berarti si kecil sudah kenyang dan tidak mau lagi.
Tahu tidak urban Mama? Bayi dilahirkan dengan kemampuan untuk membatasi dirinya apabila mereka sudah kenyang dan hanya akan makan sebanyak yang mereka mampu. Dan akan ada masanya dimana mereka tidak mau makan atau makan dalam jumlah sedikit, sementara di kemudian hari mereka jadi maunya makaaan terus. Jadi gunakan ini sebagai patokan ketika urban Mama ingin memberi makan si kecil. Biasanya saya selalu berpikir bahwa anak saya tidak mungkin membiarkan dirinya kelaparan, jadi kalau sampai tidak ada makanan yang masuk, pasti dia akan minta kalau lapar.
Memilih & menambah makanan ke Menu
Perkenalkan makanan baru satu per satu. Tunggu paling tidak 3 hari sebelum memperkenalkan jenis makanan baru. Dengan begini, urban Mama tidak akan membuat si kecil kaget karena diperkenalkan makanan baru terlalu cepat, selain itu juga bisa melihat reaksinya, apabila ada alergi. Apalagi makanan yang di konsumsi si kecil menimbulkan reaksi seperti rash, muntah, atau diare, jangan berikan lagi. Tunggu kira-kira 1-3 bulan sebelum dicoba lagi. Apalagi masih tetap ada reaksi alergi, mungkin sebaiknya ditunda sampai si kecil berumur 1 tahun.
Frekuensi Makan
Mulai berikan makanan padat sehari sekali, lalu dicoba dua kali sehari sambil tetap memberikan susu di sela-sela waktu makannya. Apabila si kecil masih terlihat lapar, sila tambahkan frekuensi makannya menjadi 3 kali sehari. Apalagi justru malah kebalikannya, si kecil tidak terlalu tertarik untuk memakan makanan yang disodorkan, jangan dipaksa. Pada periode ini urban Mama hanya membantu si kecil untuk melakukan transisi dari on-demand feeding ke makan dengan waktu yang rutin, tiga kali sehari plus snacks.
Tips
7 -8 bulan:
Tambahkan daging atau ayam yang sudah dihancurkan atau disaring, atau di puree. Boleh juga mulai memberikan puree dengan tekstur yang lebih kasar. Wortel yang sudah dimasak, brokoli, kuning telur dan keju juga sudah boleh dimakan. Penggunaan metoda BLW juga dianjurkan loh!
9 sampai 12 bulan:
Mulai perkenalkan makanan yang sudah jadi, tapi dimasak khusus untuk bayi tanpa gula & garam, seperti macaroni & cheese, pasta dengan tomato sauce dan berbagai macam jenis casseroles. Kalau belum mencoba BLW, di umur ini dianjurkan juga mulai memerkenalkan finger foods seperti rice cake pieces, sereal, atau baby crackers. Fase GTM kadang sudah mulai keliatan nih disini, jadi urban Mama harus pintar-pintar mengajak anak untuk tertarik dengan makanannya dengan cara menyajikan hal yang berbeda seperti snack & finger food yang seru. Memberikannya dengan hiasan ala bento pun juga bisa loh! Si kecil pasti akan senang sekali
Setelah 12 bulan:
Di umur ini, si kecil sudah bisa ikut makan sesuai dengan makanan yang ada. Usahakan untuk makan bersama supaya si kecil mengerti kalau meal time adalah social event. Tapi jangan harap si kecil akan makan dengan rapi yaa! Biarkan saja dia makan berantakan. Mulai ajarkan memegang utensils dan makan sendiri sambil urban Mama/Papa bantu. Jadikan acara makan sebagai hal yang menyenangkan. Apabila si kecil terlihat lapar sebelum makan bersama keluarga, suapi dia makan terlebih dahulu. Lalu biarkan dia duduk di high chair-nya sambil makan snack seperti buah atau biscuit selama urban Mama dan Papa makan. Dengan begini, si kecil belajar untuk tahu bahwa makan dilakukan di meja dan bersama-sama.
Urban Mama & Papa, ingat ya.. memperkenalkan makanan padat (solid food) kepada anak adalah sebuah proses. Awalnya, proses ini dimulai dengan memperkenalkan si kecil kepada berbagai macam jenis rasa dan tekstur makanan. Mulai dengan makanan yang dihancurkan atau disaring, silakan mencoba dengan rice cereals (tepung gasol) atau buah dan sayur. Lalu mulai perkenalkan dengan table-food ketika si kecil sudah berumur 1 tahun. Tidak usah takut si kecil akan tersedak, asal proses pengenalan ini dilakukan pelan-pelan, misalnya dari puree, jadi agak kasar, lalu bertekstur, lalu di potong-potong.
Dan ingat, sebisa mungkin urban Mama dan Papa juga ikut makan bersama si kecil di meja. Jadikan acara makan bersama keluarga sebagai momen untuk si kecil juga menikmati waktu makannya. Apabila urban Mama dan Papa bekerja seperti saya dan suami, paling tidak biasakan untuk melakukan makan bersama ketika weekend atau malam hari. Percaya deh, itu momen yang menyenangkan sekali!
Selamat mencoba urban Mama dan Papa. Jangan lupa diskusi tentang MPaSu juga ada di forum, lengkap dengan resep-resepnya!





Waahhh… komplit banget ney ulasannya… Noted dulu ahh..
Anggie / 13 Dec 2010 00:12 / Log in to ReplyBtw, Naia umur 6m lucu bgt… palagi waktu liat Naia mamam jagung ndiri… Serius amat, kyknya sibuk banget, dan ga bisa diganggu… Kiss buat Naia… Muuaahh..
@anggie: mudah2an berguna yaa.. soalnya kan thread MPaSu itu udah panjaaang banget!
shinta lestari / 13 Dec 2010 07:43 / Log in to Replyyang makan jagung itu naia udah umur 1thn kalo ga salah. itu lagi makan sayur bayam pake jagung, setelah nasi abis, dia ngegadoin sayur bayamnya & ngabisin jagungnya hehhe..
naia ini teladan banget deh! makannya kereeen! kagum banget
hihihi iya tuh naia kalo udah makan lucu banget ya shin, serius!
btw setuju sama term mpasu
ninit yunita / 13 Dec 2010 05:31 / Log in to Reply@ninit: haduuhh ninit bisa aja. tapi alhamdulillah emang naia bukan anak yang susah makan, walopun ada sih masanya dia jadi males makan. and yes, mpasu lebih pas!
shinta lestari / 13 Dec 2010 07:44 / Log in to ReplyThanks yo mba udah sharing. Pas anakku minggu ini juga mulai maem padat. Barusan aku posting temuan pinterku kemaren buwat persiapan Ecah MPASu (http://meettheprabandono.blogspot.com). Keknya cucok buwat BLW itu ya?
Indah Prabandono / 13 Dec 2010 06:19 / Log in to Reply@indah: great info! mudah2an sukses ya momen first mealnya.. inget, jangan dipaksa kalo ternyata si kecil belom siap.
shinta lestari / 13 Dec 2010 07:45 / Log in to ReplyKomplit banget penjelasannya….jadi banyak nambah ilmu nih… TFS yaaa
suciww / 13 Dec 2010 06:56@suciww: you’re welcome! mudah2an berguna. kalo ada pertanyaan lebih lanjut, silakan ke thread MPaSu yaa..
shinta lestari / 13 Dec 2010 07:46 / Log in to Replywaah..makasi banyak Mbak, udah diringkesss…lengkapp..kapp..kapp.. *thumbs up*
SunShine / 13 Dec 2010 07:28 / Log in to Reply@sunsuhine: you’re welcome!
shinta lestari / 13 Dec 2010 07:46 / Log in to ReplyPas banget aku dari kemarin baca forum Mpasu g selse” pas buka TUM pagi ini wahhh..seneng ada ringkasan artikel yg lengkap gini
tfs
asri syarifah / 13 Dec 2010 08:07 / Log in to Replysemoga berguna yaa? emang maksudnya sih ngeringkes tret itu, abisan udah sering banget dapet pertanyaan yang bolak balik sama.
shinta lestari / 15 Dec 2010 21:51 / Log in to ReplyHebat! Bahasannya lengkap dan membantu bgt, apalagi saya ngurus si kecil sndiri, ga ada ortu yg bs dibawelin.. Hehe.. Mudah2an ada yg bisa ngasih tambahan soal ‘vegetarian baby’ nih, soalnya saya mau raise my baby (now 8month) as a vegetarian.. Thanks ya mba, udah sharing.. Salam kenal semua..
Putri Listyasari / 13 Dec 2010 08:14@putri: pernah nanya ttg raising vegetarian baby ke ask the expert kan? ini sudah kami tanyakan kok, tenang aja.. tar di post jawaban dari dokter ya!
shinta lestari / 13 Dec 2010 16:08 / Log in to Replyseneng banget pagi2 udh dapet tips n info Mpasu… TFS ya…
elvaza / 13 Dec 2010 08:35 / Log in to Replysemoga berguna yaa..
shinta lestari / 15 Dec 2010 21:51 / Log in to Replyseneng nya….
pas banget ma ke kekesalanku di pagi ini…..hiks…:)
untung baca artikel ini lega deh…
dan ga perlu dengerin yang bikin BT dan ga enak di hati….(sumpah dongkol….duh malah curhat )
*senyumlagideh*
thanks info nya mom……
Nia bundanya Ara / 13 Dec 2010 08:55 / Log in to Reply@nia: *hugs* mudah2an berguna yaa.. dan gak BT lagi
chin up, mama!
shinta lestari / 13 Dec 2010 16:09 / Log in to ReplyNaia pinter banget deh makannya!
eka / 13 Dec 2010 09:31 / Log in to Replylengkap banget nih summary mpasu-nya. Asyik, jd ga perlu baca2 dari awal lg deh.. Tfs, shin!
@eka: alhamdulillah, naia so far gak pernah terlalu punya masalah yang terlalu heboh kalo urusan makan. lebih hebohnya sih bingung dia suka ga brenti2 makan tapi badan ga gemuk2.. heheh..
shinta lestari / 15 Dec 2010 21:49 / Log in to Replywah berguna banget rangkumannya..bntr lagi aira mau MPASu soalnya ..thx
acie / 13 Dec 2010 09:55 / Log in to Replytfs, lengkap banget di satu artikel.
titi esti / 13 Dec 2010 10:07 / Log in to Replytinggal kasih link ke para ibu muda di kantor.
Mau minta ijin (kalau boleh) artikel ini dimasukin ke blog , biar berguna buat pembaca . Nanti ditulis narasumbernya .Soalnya bagus banget pastinya guna banget nie .thx ya
Nukta Nurnuzul / 13 Dec 2010 10:42 / Log in to Reply@nukta: tentu boleh. thanks ya! mudah2an berguna..
shinta lestari / 13 Dec 2010 16:10 / Log in to ReplyThanks Shin! Lengkap, jelas dan padat. Baru tau kalo penelitian terbaru makanan petamanya puree buah dan sayur ya.. Dulu Nata ikut AAP jadi cerealia dan malah daging2an dulu. Nata udah berkali2 naik turun fase GTM. Noted deh buat adiknya Nata nanti. Musti banyak belajar lagi nih. Thanks again! Bener2 berguna
Vania Aramita Satriadi / 13 Dec 2010 10:43 / Log in to Reply@vania: justru gue dari awal taunya malah buah2an dulu, makanya pas dikasih tau rice cereal, gue jadi ikut nyobain, tapi abis itu ga sabar.. akhirnya balik ngasih naia buah2an
dan gue malah baru denger mesti ngasih daging2an dulu.. beda2 yaa? hehe.. gapapa sih, yang penting anaknya sehat!
shinta lestari / 13 Dec 2010 16:11 / Log in to Replyasikk..makasih ya infonya mbak..aku simpan buat Al nih..mash 2 months to go..can’t wait
Dewi Astri / 13 Dec 2010 11:16Thanks shin buat tips dan summarynya, very useful. gw lagi bingung banget soal yofel nih, dikasi makan sih ok, tapi suka dimuntahin lagi setelahnya. boro” mau BLW, dikasi bubur kasar atau nasi tim aja dimuntahin lagi. Kata dokter sih karna dia males ngunyah, jadi asal telen dan akhirnya malah dimuntahin balik. pusiiingggg mikirin menu yang canggih nih =)
Astrid Lim / 13 Dec 2010 11:26 / Log in to Reply@astrid: sebenernya dimuntahin (eh maksud lo dilepeh kali ya?) gapapa, itu juga part of the proses. tapi emang bakal perlu kesabaran extra tinggi dehhh.. dan mesti cari apa yang bikin dia jadi mau & tertarik untuk makan. proses BLW itu bagus karena jadi tau bahwa anak tertarik untuk makan krn dia yang memasukkan makanannya sendiri ke mulutnya. gue malah biasanya kalo naia mulai GTM gitu, gue biarin dia makan sendiri, justru malah jadi lebih banyak yang masuk. kita suapin malah dilepeh, tapi kalo dia yang nyuapin dirinya sendiri malah semuanya masuk. jadi biasanya gue gunain banget nih momen ini. hope that works out with yofel too.. semangat yaa, mama astrid!
shinta lestari / 13 Dec 2010 16:15 / Log in to ReplyThank you for sharing, meski baby ku msh 3 bln, informasi ini bagus untuk persiapan nanti
vanilovesburgundy / 13 Dec 2010 11:44 / Log in to Replypaling demen ngeliatin naia makan… heboh dan seru banget! thanks ya udah bikin summary gini, jadi gampang nyarinya, hehe. dan, idem ama ninit: term MPASU pas banget!
thalia kamarga / 13 Dec 2010 11:54 / Log in to ReplyHaihai mo tanya dung,klo pas awal2 makan tu enaknya kapan ya,pnah bc better pg biar klo knapa2 gampang ke dokternya (amit klo kejadian)..nah tp kan sy wm..ga sreg rasanya ninggalin anak makan sama mbaknya doang (walo mbaknya brpngalaman si)..klo mamam jam 7 maleman gtu ga baik ya (frekuensi masi sekali sehari),tengkyuu..
arisona / 13 Dec 2010 12:07@arisona: bener tuh.. emang sebaiknya sih dimulai dari makan pagi, jadi si anak langsung belajar ada makan pagi, ada makan siang. kalo kamu working mother, berarti gunakan momen hari pertama makannya di hari weekend aja. kan patokan mesti makan di umur 6bln itu hanya panduan kok. bukan berarti mesti pas di umur 6bln. in fact, gue malah ngasih naia makan beberapa hari sebelom ulang bulan yang ke-6, karena:
shinta lestari / 13 Dec 2010 16:18 / Log in to Reply1. pas weekend (gue juga working mom)
2. naia sudah nunjukkin tanda2 tertarik untuk mulai makan.
slesta : kalo ga punya highchair gimana ya? Anak gw dah 1 thn 1 bulan dan belum bisa diajak makan di meja makan krn ga punya highchair, hiks…adakah saran lain?
imelda / 13 Dec 2010 12:11@imelda: hihi gue malah bingung, selama ini makannya gimana? bukankah sebaiknya ditaro di high chair sejak mulai makan? investing in high chair itu bagus loh, krn bisa dipake sampe lama dan itu mendisiplinkan si anak untuk selalu duduk ketika makan. dan juga supaya dia tau kalo dia punya tempat di meja makan keluarga. maybe bisa consider untuk beliin high chair? kalo that options is somewhat impossible, kalo diajak makan sambil dipangku gimana?
shinta lestari / 13 Dec 2010 16:21 / Log in to Replyiya bu. Duit buat beli highchairnya masih dipake buat yang lain hehehe. Selama ini Alun didudukin di bouncer kalo makan. Kalo dia dah ga betah, keluar sendiri dari bouncer dan bisa duduk dimana aja sesuka2 dia. Jadi kita yang ngejar2 dia makan.
imelda / 13 Dec 2010 16:31Mungkin besok dicoba buat dipangku deh. Thanks ya bu
Baca ini jadi pengin mengulanginya lagi serunya memulai MPASI ups MPaSU
. Kalau saya pribadi, dulu sebagai ibu baru yang lieur dengan banyaknya informasi yang berserakan (utamanya di milist) misal anak umur segini, bolehnya A dan B, yang gak boleh C dan D dst, Makanya saya buat rangkumannya dan saya arsip di blog. Jadi nanti kalau punya anak lagi (Insya Allah kalau masih diberi amanah), tinggal baca lagi
BunDit / 13 Dec 2010 13:12 / Log in to Replyboleh tuh kapan2 di share tulisannya, bun..
shinta lestari / 15 Dec 2010 21:52 / Log in to Replycihuuuyyy pas banget lagi nyari2 info tentang MPSu, pas mbak shinta bagi2 ceritanya.
makasih mbak, masih 3 bulan lagi nih Aqeela menuju first mealnya, semangaaatttt
btw, ini post pertamaku as TUMBler, salam kenal ibu2 semuaaa…
Irma Novianti / 13 Dec 2010 13:32 / Log in to Replysemangat! mudah2an membantu buat first mealnya aqeela yaa.. and yes, dan mamanya gak jadi silent reader lagi hehhe..
shinta lestari / 15 Dec 2010 21:53 / Log in to Replybaru nyadar term-nya MPASI diganti MPaSu

Chrisye Wenas / 13 Dec 2010 15:06 / Log in to Replytp setuju, lebih general
tfs, shin
iya, karena let’s face it, in real life, tidak semua urban Mama bisa ASIX. dan kita ga boleh judge kan, karena pasti semua ibu pengen terbaik untuk anaknya.
shinta lestari / 15 Dec 2010 21:54 / Log in to ReplyOooohh lanjut ke forum yaaa..baiklaaah terimakasiy mbak slesta..btw klo di aku ko ga keluar sapa penulis artikel ya,eh maap oot..ntar deh diutak atik lg..thanks again for sharing,,pas bener kmrn anakku 6 bulan,cihuyy
arisona / 13 Dec 2010 16:21gak keluar penulis artikelnya? buka pake apa? di mobile version ya?
shinta lestari / 15 Dec 2010 21:54 / Log in to ReplyWoow lengkap ya..makasih banget infonya shinta, sempet ragu kasih miruna makan pas weekend karna kurang beberapa hari menuju 6bln n wm jg..tapi kayanya bablas aja juga deh *ikut2 ainia :p* soalnya miruna udah melongo n icep2 terus kalo liat kita makan hihi.. Semoga bisa sukses mpasunya.. Jd tambah semangat
Bluweycat / 13 Dec 2010 16:51 / Log in to Replypatokan 6bln itu kan hanya panduan. kalo beda beberapa hari sebelumnya sih harusnya ga masalah kok. who’s counting, btw?
gak ada polisinya kan? hehehhe.. semangat yaa! pasti berhasil mpasu-nya!
shinta lestari / 15 Dec 2010 21:56 / Log in to Replytrimakasi sudah merangkumkan thread yang panjang itu. hehe..sebenernya rada geli juga dengan nama barunya MPaSu..mungkin karena belum biasa ya..tapi sih gue setuju, lebih netral
Sukma Pertiwi / 13 Dec 2010 17:59 / Log in to Replyhehe buat orang jawa artinya rada “kurang bagus” yaa.. tapi kan biar lebih general & netral. jadi gapapa deh..
shinta lestari / 15 Dec 2010 21:57 / Log in to ReplyShintaaa.. twengs bangeeet. Berguna bgt buat gue nih artikelnya, abis udah jarang ngikutin thread MPASu..mana udah panjang pulak. Mo diprint ah. Hihihihi.
almaviva landjanun / 13 Dec 2010 19:52 / Log in to Replysilakan nyaa.. mudah2an makin sukses ngasih mpasu buat baby melon! pasti sekarang makannya udah lebih pinter kaannn?
shinta lestari / 15 Dec 2010 21:57 / Log in to Replysalam kenal! pas banget deh baca artikel ini pas anak2ku baru mulai MPaSu hari ini.mudah2an anak2ku pinter makannya.
dhaydhay / 14 Dec 2010 01:04TFS yaa mba shinta
wuaaahh pas banget ya? sip2, mudah2an bermanfaat dan bikin mpasunya sukses!
shinta lestari / 15 Dec 2010 21:58 / Log in to ReplyWow! Baca artikel ini jd ga sabar Syauqie cepet2 makan.. Thx ya ibu shinta..
Astari Radinanur / 14 Dec 2010 10:21 / Log in to Replyhehhe.. gak usah buru2.. nanti akan datang masanya kok.. yang penting pas masanya datang, bisa nyontek lagi tulisan ini di TUM
shinta lestari / 15 Dec 2010 21:59 / Log in to Replyhaduuuh jd ga sabar tahap MPASU juga… Tapi Lian masih 2bln.. *sabar..sabar* hihi..
Ruliyani Nuzuly / 14 Dec 2010 20:42 / Log in to Replywaaa masih ada 4 bulan lagi!! sabaaarrr.. heheh.. enjoy dulu masa2 lian masih belom makan. sebenernya lebih praktis krn gak perlu mikirin bawa makanan, tinggal kasih susu hihi *emak pemalas*
shinta lestari / 15 Dec 2010 22:00 / Log in to Replykeren artikelnya! timingnya juga pas, seminggu lagi saya mulai kasih MPAsu
sabai / 16 Dec 2010 11:56 / Log in to ReplyBtw, mbak Shinta juga pakai metode BLW?
How was it?
sebenernya campur2 sih, soalnya waktu itu ga tau ada metode BLW. baru taunya setelah naia udah 1thn
.. jadi dulu ya awalnya selalu ngasih naia puree kok. tapi ketika naia mulai bisa makan makanan yang kasar (kebetulan dia cepet banget bosen ama makanan puree, jadi langsung gue kasih nasi tim tanpa di saring sejak umur 9bln), gue sering ngasih dia finger food. soalnya kadang suka GTM disuapin malah dilepeh, tapi kalo dia yang masukin sendiri ke mulutnya, malah ditelen. jadi sering akhirnya gue cari akal bikin makanan yang bisa dia pick up sendiri.. yang later i found out that this is BLW. dan ternyata ini malah bantu banget buat naia belajar makan sendiri dan lebih lahap makannya. krn hanya makanan yang dia tertarik untuk dimakan dimasukin ke mulutnya… which eventually apapun yang ada di depannya dan bisa dimakan, dia bakal masukin ke mulut.
shinta lestari / 16 Dec 2010 12:02 / Log in to Replywah senang skali menemukan ini, makasi ya infonya. baby AISHA 2 minggu lagi mulai dkasih MPASI, jadi tidak sabar
orhiex / 16 Dec 2010 15:17 / Log in to ReplyThanx infonya. Ijin share ya. Anaku irsyad msh 4,5 bulan. Kayanya udah laper minta dikasi makan. Suka ngeliatin kalo kita lagi makan. Tapi tetap harus nunggu usianya 6 bulan dulu ya
inariana / 23 Dec 2010 14:12 / Log in to Replyinariana, sebaiknya sih ditunggu dulu sampe deket2 6 bulan yaa.. dengan alesan yang sudah gue jabarin di atas tuh. anak tidak perlu tambahan makanan apa2 (walopun sudah terlihat pengen) sampe umur 6bln, mempercepat ngasih makan bisa beresiko adanya alergi & obesitas, dan reflex anak untuk bisa menelan selain liquid itu baru bener setelah umur 6bln. ngasih anak makan itu susah2 gampang, apalagi nanti kalo udah kena GTM (gerakan tutup mulut), jadi mumpung sekarang belom perlu dikasih makan, enjoy dulu ajaaa!! trust me..
shinta lestari / 23 Dec 2010 18:27 / Log in to Replywah..pas bgt nih, afraz skrg uda 6bln dan mulai MPaSu.
baru tau kalo ada metode BLW (baru buka2 TUM lagi).
tfs mba shinta..
emang mantab deh TUM, jadi inget waktu baru ngelahirin afraz, banyak bingung nya, pas uda gabung di TUM jadi byk dpt pencerahan..
btw, klo mo nyobain BLW, si babynya harus uda bisa duduk sendiri dan uda tumbuh gigi ya?
Dini Restiani / 24 Dec 2010 01:13hi dini, untuk BLW sih gak mesti udah tumbuh gigi kok. tapi yang pasti dia udah bisa tegak, duduknya belom tentu bisa duduk sendiri jadi bisa dipangku pas nyobain makannya.
shinta lestari / 25 May 2011 11:55 / Log in to Replytengkyu banget ya mbak shinta ^_^
ummu salamah / 07 Jan 2011 11:04 / Log in to Replykebetulan minggu depan Ukasyah baru memulai MPASI-nya, insyaAlloh….
semoga lancar nanti pas pertama maemnya,hehehe…
sipp..mengulang kembali pelajaran MPaSi…
Tini Ummu Azka / 11 Jan 2011 14:19 / Log in to Replymakasih mba…
duh..thx for the info sis..soalnya my baby dah mau mpasi ney…
Fajar Indah Permatasari Tanip / 17 Jan 2011 17:31 / Log in to Replymbak shinta…aku mau tanya rice sereal itu kayak tepung beras gitu yah…anakku Dion udah mo genap 5 bln, udah ada tanda pengen makan sih,but maunya aku mulai kasih makan pas 6 bln aja, sekalian mau belajar bikin mpasi yang sehat, soalnya waktu kakaknya dulu aku cuma kasih yang instan aja, sekarang kakaknya jadi picky eater, mbak shin kalo aku mulai dengan biscuit milna yang rasa original dulu bisa gak? Jadi gak sabar nih pengen kasih makanan yang sehat buat si Dion….thx yah buat infonya….salam kenal
Hanne Kambey / 24 Apr 2011 22:21 / Log in to Replyboleh2 aja kasih milna. tapi tentunya lebih baik kalo homemade.
shinta lestari / 25 May 2011 11:56 / Log in to Replyohh, lega akhirnya bisa menemukan artikel ini.
thanks a lot buat mba shinta yg udah merangkum semua percakapan di forum dan menjahitnya jadi sebuah jalinan cerita yang bermanfaat banget buat newbie kaya aku…
kebetulan I’m on my way to give Kale his 1st solid food… 1,5month to go…yeeayyy!!
Now, it’s time to “ngintip” resep2 deh…
ajoe bubu kale / 19 May 2011 08:25 / Log in to ReplyTFS n salam kenal mba shinta…
TFS Mba Shinta,masih awam banget ama MPASI/MPASU, maklum bentar lagi baran mau makan, jadi harus banyak2 belajar biar ga bingung
Septhia Astriana / 10 Nov 2011 11:07 / Log in to Replywaaaa…finally got the summary
thanks Slesta.
lisbeth / 02 Feb 2012 14:58Gue ud baca di forum baru ampe hal 31 kapan kelarnya.
Gue selama ini jd pembaca setia di forum tp blom pernah comment..hehehe habis mau cari pengalaman dulu dari mamas yg ud jalani Mpasu. Many thanks ya..Btw naia kok bisa pintar gitu ya makannya..Moga2 nanti sasha jg bisa kayak naia..Amin..