Menaklukkan GTM

Beberapa hari yang lalu kami mengajak Faiz (3 tahun 4bulan) berkunjung ke rumah saudara. Budhe memberikan pujian betapa lahapnya Faiz makan saat melihatnya menghabiskan semangkuk sayur sop tanpa pilah-pilih. Saya pun tersenyum dan mendadak ingat kejadian beberapa waktu yang lalu.

Sejak bayi, Faiz tergolong mudah makan. Saat mulai memberikan MPASI di umur 6 bulan, saya tidak mengalami kesulitan sama sekali. Semua makanan masuk, berat badannya pun melegakan hati karena berada di kurva hijau growth chart KMS. Di saat yang sama, sering saya dengar keluhan ada anak yang susah makan dan berpikir bahwa hal ini tidak akan mungkin terjadi pada Faiz.

Ternyata hal tersebut datang setelah Faiz lancar berjalan dan malas makan di rumah. Ibu pengasuh yang membantu menjaga Faiz pun sempat berinisiatif menyuapi Faiz sambil jalan-jalan. Saat itu saya iya-kan saja daripada pusing sendiri. Akhirnya Faiz memulai fase makan-keliling-kompleks dan terkenal diantara tetangga karena lahap makannya saat makan sambil jalan-jalan.

Akhirnya hal yang paling saya takutkan terjadi juga. Pengasuh mendadak resign di saat Faiz berumur 18 bulan. Kelabakan pastinya. Banyak rutinitas yang kacau tetapi semua bisa teratasi kecuali kebiasaan makan Faiz. Faiz jadi susah makan alias GTM (gerakan tutup mulut). Setiap akan makan pasti ada 'perang' tarik ulur. Hingga akhirnya selama sebulan dia hanya mau makan cake, bolu, biskuit, susu dan jus. Olahan nasi, mie, bihun, kentang, pasta semua ditolak. Bahkan brokoli dan wortel yang dulu favoritnya pun tidak mau sama sekali. Ditambah lagi Faiz hanya mau makan sambil jalan-jalan seputar kompleks, itupun di bawah ancaman kalau tidak buka mulut nanti Ummi bawa pulang.


Sementara itu semua orang yang saya kenal bilang, "Ya sudah nggak apa-apa disuapin aja muter kompleks. Biar nggak makan yang penting masih mau minum susu. Masih mending tuh mau kemasukan kue daripada tidak kemasukan makanan..." yang intinya memberikan pembenaran terhadap kondisi Faiz. Saya sendiri tentu gelisah dengan pola makan Faiz. Tidak bisa terus seperti ini, bukan? Haruskah makan itu sambil jalan-jalan? Haruskah menyerah dengan mengglonggong minum susu saja?

Setelah stabil menata hidup tanpa asisten rumah tangga lagi, saya putuskan untuk menata-ulang pola makan Faiz. Dimulai dengan rajin mencari info tentang pola makan anak dari buku, website, dan blog.

Ternyata picky eater dan malas makan ini adalah problem klasik anak-anak. Statistik menunjukkan bahwa 1 dari 5 anak mulai menunjukkan gejala susah makan di umur 15 bulan dan separuh balita mengalaminya. Hal ini biasanya dimulai ketika anak berumur 1- 3 tahun dengan masa paling parah saat anak umur 2 tahun. Ada masa di mana anak hanya mau makan satu jenis makanan saja dan mendadak tidak suka melahap makanan tersebut. Ini terjadi pada banyak anak, baik yang diberi ASI maupun susu formula.

Yang bisa disimpulkan dari beberapa info yang saya dapatkan, penyebab anak mendadak susah makan antara lain adalah:


  • Setelah melewati usia 12 bulan, tubuh anak tumbuh tidak sepesat saat berumur 0 - 12 bulan sehingga tubuhnya memerlukan lebih sedikit makanan dan akibatnya menjadi kurang tertarik makan.

  • Anak cenderung waspada terhadap sesuatu yang baru, termasuk dengan makanan. Anak butuh waktu untuk mengeksplorasi warna, tekstur dan rasa makanan hingga dia merasa makanan tersebut aman untuk dimakan.

  • Anak adalah manusia yang sangat sibuk, baginya 'makan' adalah kegiatan yang akan menunda aktivitas eksplorasinya.

  • Anak adalah penguasa kecil yang mulai menunjukkan dan menguji kemampuannya menguasai sesuatu; sesi makan adalah salah satu hal pertama yang ingin dia tunjukkan "kekuasaannya" dengan memilih dan memilah makanan yang akan dimakan.

  • Beberapa hal yang bisa menyebabkan anak malas makan antara lain adalah saat anak sakit, kecapekan atau kelelahan, serta saat anak sedih.


Sebagai orangtua, wajar kalau khawatir saat anak tidak mau makan. Orangtua mana yang tidak khawatir. Dari yang saya baca, meskipun kadang anak susah makan tetapi biasanya ini hanya sementara dan pada waktu-waktu berikutnya anak akan mulai makan lagi. Beberapa tips yang saya dapatkan untuk membuat anak memiliki pola makan yang sehat antara lain adalah:

  • Manfaatkan si penguasa kecil ini untuk ikut memilih makanannya dengan mengajaknya berbelanja bahan makanan.

  • Libatkan anak untuk ikut membantu memasak atau menyiapkan makanannya.

  • Anak suka bingung memilih, maka sebaiknya ibu mengambil inisiatif untuk menawarkan pilihan makanan yang sehat.

  • Ciptakan kebiasaan makan yang teratur bersama anggota keluarga yang lain.

  • Tawarkan menu makanan yang sama dengan anggota keluarga yang lain.

  • Orangtua memberikan contoh 'makan yang baik'.

  • Ciptakan suasana makan yang menyenangkan. Ini yang juga menantang ya, untuk tidak memaksa, memarahi dan membuat sesi makan sebagai ajang 'perang' atas nama makanan.

  • Tawarkan makanan baru secara bertahap: porsi kecil terlebih dahulu, disertai makanan yang sudah biasa anak makan dan sajikan dalam bentuk menarik.

  • Hargai pilihan anak, namun bukan berarti menuruti semua pilihannya apalagi untuk makanan yang tidak sehat.

  • Ajak anak melakukan aktivitas di luar ruangan.


Yang saya lakukan justru bertolak belakang dengan saran orang-orang sekitar. Alih-alih mengajak jalan-jalan, saya mengkondisikan Faiz untuk makan di rumah. Konsumsi susu dan jus pun dibatasi dulu. Dalam sehari, susu cukup 500 ml dan jus cukup 250 ml sehari. Saya membuat kesepakatan jadwal makan pagi, makan siang dan makan malam serta camilan pagi dan sore yang teratur. Adapun poin tips nomor 1 dan 2 tidak berjalan untuk Faiz.

Suatu hari Faiz tantrum karena mau makan camilan kue melebihi jatahnya padahal ia tidak makan siang sesuai kesepakatan kami. Untuk tantrum ini, saya coba solusi lama yang kini ternyata manjur untuk Faiz: ajak main ke taman dan lapangan. Tantrum pun berakhir setelah Faiz berlarian, memanjat perosotan dan bermain bersama teman-teman sebayanya. Sampai akhirnya Faiz haus dan kecapekan lalu minta pulang. Sampai rumah langsung diberi air putih, sepiring buncis dan wortel rebus. Ternyata habis seketika!

Ummi-nya Faiz ini pun merayu Abi untuk beli meja makan mungil sehingga kami bisa duduk bersama saat makan. Setelah tiga hari, akhirnya Faiz mulai makan nasi dan lauk abon dan telor ceplok favoritnya sambil duduk manis di meja makan.

Sekarang kami senang makan bersama sekeluarga. Melihat Ummi dan Abinya makan sayur-mayur membuat Faiz juga ikut lahap makan sayur. Saya tidak perlu memasak makanan khusus untuk Faiz karena dia akan melahap makanan dari menu table-food yang saya siapkan untuk sekeluarga. Kadang picky eater-nya masih suka kumat juga sih, tetapi sudah lebih terkendali.

Akhirnya yang saya dapat simpulkan adalah sebagai ibu, kita tidak perlu tertekan dan frustasi ketika anak malas makan selama anaknya sehat, aktif, ceria dan tumbuh berkembangnya bagus sesuai grafik pertumbuhan dan tahapan perkembangan. Jika anak mengalami kesulitan makan, bisa dikonsultasikan juga ke dokter anak. Jika semua kondisi normal, ibu perlu lebih rutin lagi mengenalkan kebiasaan makan yang sehat. Jika sudah konsisten, biasanya saat umur 3 tahun GTM ini bisa aman terkendali.

 

(gambar: www.thinkstockphotos.com)

22 Comments

  1. avatar
    tralalatrilili February 4, 2015 10:03 am

    Aaaahhh ini sih mirip bangeeeet ama yg aq alami skrg. Baby K 2,5th lg seneng2nya main di luar rumah, dan dia baru mau makan kalau diluar. Setiap hari perang melulu ama mamanya karena aq lbh sreg kalau anak makan di rumah.
    Mmm berarti sekarang harus cari meja kecil yaa biar mama papa ama baby K bisa makan bareng. Tks infonya yaa mom

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Efrata Sari December 18, 2014 10:29 am

    Mah... klo anakku yg skrg ini 2,5th klo mkn masih suka muter sana sini. krn seringny sm pngasuh dibiasakan bgitu krn pngsuhku itu jg ngga mau ribet.. Smntra klo sm sy psti diusahain deh mkn dimeja mkn. So far blm pnh gtm ato picky eater, cumaaann kdng suka ngemut mknan..
    Gmn y carany biar dy ngga ngemut mknan lg.. need advice plz...:'(

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Mama Jo December 17, 2014 7:05 am

    Mbak Annisa, informasinya bermanfaat sekali. Buat orang tua baru seperti saya memang kadang terasa kewalahan dalam urusan makan si kecil. Semoga Joshua juga mengikuti jejak kakak Faiz yang gemar makan makanan sehat ya.

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    Aulia DJ December 16, 2014 12:17 pm

    Mba nisa makasih tipsnya, mau coba diterapkan. Kebetulan anak saya usia 9bln dan mpasinya ga terlalu lancar lahap jaya. Tapi alhamdulillah kata mbak asal anaknya aktif dan tumbuh kembangnya baik jd ga perlu khawatir, tinggal cri trik biar lahap makan.

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    Gabriella F December 15, 2014 3:12 pm

    TFS tipsnya ya... pasti berguna buat mama2 yang menghadapi GTM.

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.