Anak Saya Didiagnosis PDD-NOS

catluna

image credit: www.gettyimages.com

Dahi saya berkerut saat membaca diagnosis Remy di surat rujukan dari DSA ahli saraf anak. PDD-NOS? Apa itu? Enam tahun kuliah kedokteran dan 5 tahun praktik jadi dokter umum, saya belum pernah dengar diagnosis itu. Entah saya yang kurang rajin belajar dan kurang banyak baca. Sebelum punya anak, saya memang tidak pernah tertarik dengan Ilmu Kesehatan Anak, apalagi soal tumbuh kembang.

Saat saya masukkan keyword PDD-NOS ke search engine, saya merasa sangat terkejut. PDD-NOS adalah singkatan dari Pervasive developmental disorder not otherwise specified, one of the five autism spectrum disorder. Langsung seketika itu saya ingin menangis. Jadi Remy autisme? Langsung terbayang wajah lucu anak saya. Rasanya tidak percaya karena interaksi sosial Remy tergolong bagus, ia bisa senyum, tertawa, mau dipeluk dan suka memeluk saya/suami/kakek-neneknya.

Saya sudah beberapa kali membawa Remy untuk berkonsultasi dengan DSA karena masalah terlambat bicara, sampai ke DSA ahli tumbuh kembang tapi tidak dapat jawaban memuaskan. Malah Remy disuruh tes pendengaran sementara kami yang sehari-hari melihatnya yakin pendengaran Remy tidak ada masalah.

Masalah yang kami observasi dari Remy adalah sebagai berikut:

  • Sampai usianya 18 bulan ini, ia masih belum bisa merespons jika ditanya, “Mana Bubu? Mana Baba? Mana Nenek?”
  • Dipanggil kadang menoleh, kadang tidak.
  • Belum bisa menunjuk sesuatu yang ia mau. Ia sudah bisa menunjuk tapi pointless, tidak jelas telunjuknya mengarah ke mana.
  • Belum bisa berkomunikasi pasif (diminta ambil barang belum bisa, belum bisa dimintai sesuatu, misalnya saya minta tolong, “Remy, Bubu tolong ambilkan remote dong.” Sambil saya menunjuk ke arah remote. Ia cuek saja.
  • Belum bisa mengucapkan kata-kata berarti. Ia supercerewet tapi hanya babbling bahasa planet saja.
  • Masih belum hilang juga kebiasaan memasukan tangan/benda-benda ke mulut.

Kontak mata ada. Senyum, ketawa bisa. Memeluk saya/suami/kakek-neneknya juga suka, dadah kissbye sudah bisa walau belum konsisten, salim tangan kalau saya/suami pergi kerja juga bisa walau  kadang mau, kadang tidak. Jika dilarang sudah mengerti, walaupun ia lalu tetap mengerjakan apa yang dilarang (misalnya, Remy suka sekali mengacak-acak tempat sampah di kamar, sudah dibilang “Tidak boleh!” sambil saya acungkan jari telunjuk, ia cengir-cengir lalu menjauh dari tempat sampah tapi tidak berapa lama diulangi lagi).

Setelah membaca lebih lanjut, PDD-NOS ternyata masih dikategorikan sebagai mild autism atau atypical autism karena tidak bisa memenuhi semua kriteria autism. Hati saya sedikit lega. Remy dirujuk oleh DSA untuk terapi sensori integrasi di salah satu klinik tumbuh kembang di BSD. Saya sempat membaca sekilas tentang terapi ini di sini sehingga sudah ada sedikit gambaran.

Sebagai tambahan, saya kutip panduan deteksi dini gangguan SI untuk anak usia 0-2 tahun dari situs Anakku.net (Yang saya tebalkan itu tanda yang ada pada Remy):

Mandi, berpakaian, sentuhan

  • Marah / menangis pada saat memakai atau mengganti popok.
  • Hanya suka pada jenis pakaian tertentu, tidak suka dengan tekstur kain tertentu.
  • Tidak suka/menangis, ketika mandi, keramas dan muka dibasuh/dibersihkan.
  • Suka memakai baju lengan panjang meskipun hari panas.
  • Tidak suka jenis permainan yang amburadul (bermain bedak, tepung, air).
  • Tidak mudah merasa sakit, ketika jatuh, terantuk atau tidak menangis ketika disuntik.

Gerakan (movement):

  • Pada tahap perkembangan motorik, anak tidak melalui tahapan merangkak atau tahap merangkaknya pendek.
  • Tidak bisa diam, banyak gerak, lari-lari, lompat-lompat, berayun.
  • Tidak suka/menangis, ketika diayun.
  • Mudah jatuh, kikuk, keseimbangan tubuh kurang bagus, mudah jatuh, sering menabrak benda (setelah usia 1 tahun).
  • Takut atau ragu-ragu bergerak di permukaan yang tidak rata atau takut bergerak pada permukaan yang tidak sama (misalnya dari lantai keramik ke karpet).

Pendengaran, Bahasa dan Suara:

  • Tidak suka/menghindar dari bunyi-bunyian tertentu (musik, vacuum cleaner, hair dryer, flushing toilet).
  • Organ pendengaran normal tapi ketika dipanggil namanya, anak tidak merespons/menoleh.
  • Tidak ada/ sedikit fase mengoceh (babbling).
  • Sangat mudah terganggu/beralih perhatian pada suara tertentu (suara iklan TV).
  • Sensitif pada sinar terang (kilat foto, matahari).
  • Menghindari kontak mata.
  • Sulit untuk memusatkan perhatian pada satu benda/permainan.
  • Takut atau sebaliknya sangat suka pada pola-pola tertentu.

Kemampuan bermain:

  • Tidak bisa melakukan permainan meniru (usia lebih dari 10 bulan).
  • Tidak bisa diam, bergerak terus dan tidak dapat melakukan permainan yang bermakna (lebih dari 15 bulan).
  • Sering merusak barang (melempar, membanting)
  • Asyik dengan satu permainan dan dilakukan berulang-ulang.

Emotional attachment:

  • Lebih suka bermain dengan benda/mainan daripada dengan orang.
  • Tidak ada komunikasi dua arah (hubungan timbal balik antara antara anak dengan orang tua/pengasuh).
  • Menyakiti diri sendiri dan orang lain (membenturkan kepala, memukul, menggigit, menjambak).
  • Tidak mencari kedekatan dengan orangtua atau pengasuh.
  • Semua orang yang berada di sekitar anak, sering kali tidak tahu keinginan anak.

Perhatian (attention):

  • Mudah beralih perhatian, sulit untuk fokus pada satu kegiatan/permainan.
  • Terlalu fokus pada satu kegiatan/permainan (acara TV, iklan TV, roda berputar, dan lainnya).

Pola tidur dan makan:

  • Sulit untuk memulai tidur. Perlu cara khusus untuk menidurkan anak, misalnya harus diayun-ayun, naik mobil, digendong sambil berjalan.
  • Mengalami kesulitan dalam menyedot, mengunyah, dan menelan makanan.
  • Tidak dapat menahan air liur atau ngiler yang terlalu berlebihan.
  • Hanya suka pada jenis makanan tertentu, tidak mau mencoba makanan baru.

Jika ada tanda-tanda di atas yang Mama lihat pada buah hati, segeralah konsultasi ke klinik tumbuh kembang. Apakah ada Mama yang memiliki masalah yang sama dengan saya? Sharing yuk karena saya masih cemas dan khawatir tentang perkembangan Remy nanti. Untuk jadwal terapi pun masih waiting list. Tolong didoakan ya… Semoga nanti terapinya lancar dan perkembangannya pesat…

28 Comments

  1. amaliaputri
    Amalia Putri May 21, 2013 at 8:10 am

    Hai mba :) anakku sekarang 2tahun, dan belum bisa berbicara.. Kurang lebih saat anakku usia 18bulan, mirip seperti gambaran remy..ditambah anakku sering menghindari kontak mata.. Karena anakku belum bisa mengucapkan 1-2 kata saat usia 18 bulan, sesuai dengan chart development yang seharusnya sudah bisa dilakukan oleh anak 18bulan, saat itulah aku mulai searching DSA dan klinik tumbuh kembang..

    Saat ini anakku sudah hampir 3 bulan menjalani terapi SI, dan masih dalam diobservasi dokter maupun terapis..
    Alhamdulillah sekarang ada banyak kemajuan. Terutama kontak mata, mau berinteraksi dengan orang, dan tidak cenderung menyukai pola tertentu.

    Ohiya mba, Setauku kalau diagnosa PDD NOS itu butuh waktu untuk diobservasi.. Tidak langsung saat itu terdiagnosa.. CMIIW
    Aku pernah membaca pengalaman seorang ibu di suatu forum, yang anaknya setelah rutin terapi, mulai hilang tanda-tanda PDD NOS nya..

    Langkah untuk konsultasi perkembangan remy ke klinik tumbuh kembang sudah tepat. Semoga terapi remy lancar dan ada perkembangan yah.. :)

  2. hestia
    Hestia Amriyani May 21, 2013 at 9:22 am

    Semoga semuanya lancar-lancar saja ya, Annisa. Thanks for sharing. Doa kami untuk Remy :)

  3. BundaAbe
    gita heni saputri May 21, 2013 at 12:25 pm

    Thanks for sharing mbak. Semoga diberi kemudahan dan kesabaran. We love you Remy *hugs

  4. desei
    desei May 21, 2013 at 4:14 pm

    semoga kebaikan senantiasa menyertai.
    sehat-sehat ya, Remy

  5. catluna
    Annisa Satriana May 23, 2013 at 11:06 am

    Terima kasih doanya ya Mama-mama cantiiiiik.. *Pelukin satu-satu*

  6. Gie
    Anggi May 23, 2013 at 11:48 am

    Hi mba Anissa, i feel you *peluk mba annisa*.kebetulan anakku (sekarang 2 tahun 8bulan) juga didiagnosa PDD-NOS wkt dia umur 18 bln. Awalnya dia sudah ada komunikasi, tp lambat laun tiba2 menghilang, lbh suka main sendiri, tantrum, biacaranya menggunakan “bahasa planet”. Lalu saya konsul ke dokter tumbuh kembang krn tadinya saya pikir hanya terlambat bicara. Tnyata setelah diobservasi ,anakku PDD-NOS.

    Lalu dokter menyarankan rangkaian terapi SI-BT-OT seminggu 3 kali di klinik tumbuh kembang dan saya menerapkan terapi2 itu di rumah, diet makanan tertentu, membatasi penggunaan media elektronik seperti tv, ipad dan sejenisnya krn akan membuat dia terpaku, addict tidak berinteraksi dgn orang lain.
    Alhamdulillah perkembangannya pesat, skrg sudah bicara, komunikasi, bermain dgn sebayanya,dan mengerti instruksi, walau blm setara dgn perkembangan yg seharusnya utk anak seumur dia, tapi melihat perkembangannya saya sudah hepi bgt.

    Kalau mnrt saya PDD-NOS mmg seperti “grey area” ,lebih baik ikut terapi dan mumpung masih masa emas krn golden period slm 3 tahun anak akan lbh cpt menyerap dan berkembang dan kita bikin hometheraphy di rumah, perbanyak main outdoor, dan kalau ada allergy lbh baik menerapkan diet, cmiiw.
    Insya Allah de remmy juga terapinya lancar, perkembangannya pun cepat ya mba anissa.

  7. Leila Fatmasari
    Leila May 24, 2013 at 11:20 am

    Hai Mbak…
    semangat ya…! Tetap perhatikan perkembangan ananda :)
    aku pernah jadi educator yang nanganin anak2 berkebutuhan khusus, salah satunya PDD-NOS. Banyak ibu2 hebat yang kemudian menciptakan anak-anak hebat, walaupun sudah didiagnosa special needs ^_^

  8. Wiwid
    Wiwid May 28, 2013 at 8:30 am

    Hi mba Annisa, tetep semangat ya mba…, anakku nomor 2 Yoga juga di diagnosa PDD Nos beberapa tahun yang lalu.. gejala2nya kurang lebih sama dengan yang mba tulis diatas…, sekarang usia anakku sudah 7 tahun dan insya Allah Juli nanti masuk kelas 1 SD di salah satu sekolah alam yang mempunyai program inklusi. Banyakin aja komunikasi, teteup jalanin terapi2nya.. trus banyakin juga outdoor activities (itu juga salah satu alasanku memilihkan dia sekolah alam untuk menunjang tumbuh kembangnya), Alhamdullilah sekian tahun ini , lumayan perkembangan yang Yoga sudah capai (tapi ya itu kita harus sabar ya mba.., karena tiap2 anak special punya grafik yang berbeda.. jadi ya jangan pernah kita bandingkan dengan anak kita dengan anak special lainnya walaupun sama PDD Nos dan sama umur misalnya)…, Semangattt ya mba Annisa… Insya Allah perkembangan Adek Remy lancar yaaaaa… , salam kenal:)

  9. catluna
    Annisa Satriana May 29, 2013 at 2:48 pm

    @Mbak Anggi dan Wiwid: Mbaaaak.. Aku PM yaaaa.. Mau nanya2 lebih jauh..

    @Mbak Leila: Makasiiiii.. Mudah-mudahan Remy bisa berkembang seperti temen-temennya yang lain..

  10. helda_82
    helda_82 July 27, 2013 at 8:13 pm

    Hi Mbak Annisa,
    Salam kenal, terima kasih sharingnya mengenai PDD-NOS namun saya kurang setuju jika anak dengan diagnosa PDD-NOS dikategorikan sebagai anak “Autis ringan” sebelum menginjak 3 tahun, seolah-olah tidak ada harapan bagi si anak padahal anak masih bisa berkembang seiring dengan bertambah usianya, banyak anak yang salah label sehingga banyak orang tua menjadi bingung, hingga label tersebut menempel pada sang hingga ia dewasa padahal ia memiliki potensi menjadi baik. Diagnosis tidak dapat ditegakkan secara cepat, tapi harus melalui pengamatan yang cermat dan berulang-ulang. Dalam penegakkan diagnosis harus berkerjasama dengan orangtua dengan mengamati perkembangan hubungan anak dengan orangtua dan lingkungannya. Dalam buku Diagnostic and Statistical Manual-Fourth Edition (DSM-IV) PDD-NOS Masih satu payung dengan Autistic Spectrum Disorder sama seperti Sindrom asperger, namun pada DSM-V yang dirilis tahun 2013 PDD-NOS dan Sindrom Asperger sudah tidak lagi dikategorikan sebagai ASD melainkan menjadi SCD = Social Communication Disorder. karena PDD-NOS dan Sindrom Asperger bisa di intervensi. Semoga label yang melekat bisa dibuang jauh-jauh sehingga orang tua bisa fokus mengembangkan potensi anak.
    Salam Hangat
    Helda

  11. catluna
    Annisa Satriana July 27, 2013 at 8:19 pm

    Mba Helda makasiiiii.. Saya pun merasa kalo belom 3-4 tahun rasanya kecepetan ya kalo lgs dilabelin autis karena yang saya observasi, akhir-ahkir ini Remy makin banyak kemajuan.. Entah karena emang hasil terapi sensori integrasinya ato apa.. Saya sih masih berharap Remy cuma latet bloomer aja.. Mba Helda kayanya ngerti banget masalah ini? Psikolog anak ya?

  12. MamaLio
    MamaLio October 3, 2013 at 1:39 pm

    Hi mama remy, saya jg baru shock berat nih kemarin konsul ke neurolog anak, anak saya lio cuman diliat bentar langsung didiagnosa autis boo.. ketikat saya tanya pdd nos yang katanya autis yg lebih ringan eh si dokter cuman nyengir bilang yah sama aja pdd nos yah autis.. gw langsung pasang muka sebel dan mulai banyak nanya ampe detil karena sayang uang konsul mahal knp ga dimanfaatin, akhirnya si dokter agak kaget soal pengetahuan yg sudah saya siapin ttg autis dan pdd nos, niat mau jadiin dokter langganan gak jadi deh ga ada empati tuh dokter.. akhirnya saya cari second opini ke dokter lain dan emang ada keterlambatan perkembangan terutama bahasa dan kontaknya kurang banget tapi masih bisa diatasi karena cepat nyadarnya. Jadi sekarang saya sedang nunggu waiting list terapi SI dan TW di daerah cilandak. Sedih ya mom kalo anak kita yg masih usia batita dibilang autis, terus terang sekarang masih sedih tapi kudu semangat mengoptimalkan perkembangan anak.. menurutku anak2 kita ini disebut anak berkebutuhan tinggi jd stimulasinya kudu intens.. semangat ya mama..

  13. catluna
    Annisa Satriana October 3, 2013 at 4:06 pm

    Makasi MamaLiooo.. :*

  14. darznice
    darznice October 9, 2013 at 7:40 am

    Halo Mba’ Annisa..
    Anak saya Farand (7 th) juga PDD-NOS. didiagnosa saat berumur 2 th oleh dr. Melly Budiman. Mulai keliatan ciri2 PDD-NOS saat umur 1,5 tahun (sebelumnya normal banget, udah bisa ngomong mama, papa, dadah, etc).
    Banyak hal yg kami lakukan dari terapi dan beberapa diet (Alhamdulillah dari test feses, darah, rambut.. Farand tdk perlu ketat diet gluten, hanya yg perlu ketat adalah susu, keju dan turunannya serta telur). Alhamdulillah lagi, sekarang sudah mulai berbicara banyak, sudah sering 2 arah walau masih suka bergumam2 sendiri, sudah bisa membaca, berhitung dan bahkan menghafal kata2 dalam bahasa inggris atas kemauannya sendiri (hampir setiap malah senengnya buka buku ensiklopedi :) ). Sekarang Farand kelas 1 SD, SD negeri (ex SD kakak-nya) tidak ditunggui shadow teacher didalam kelas seperti waktu TK karena kebetulan SD-nya belum inklusi jadi ga boleh ditungguin (shadow-nya/psikolognya nunggu diluar kelas).. sesekali kalau Farand sudah mulai bosen dan mulai jalan2 dikelas baru shadownya dipanggil ke kelas utk nemenin.
    Sampai sekarang saya, ayahnya dan psikolognya masih mencari cara yg tepat untuk pola belajarnya karena Farand mudah bosan dan tidak fokus (dia hanya fokus kalau materi pelajarannya dia sukai, maka tanpa disuruh dia akan cari sendiri).

    Mungkin bagi mama2 yg lain, yg anaknya didiagnosis PDD-NOS, yuks kita bikin group sharing… untuk sama2 sharing treatment yg terbaik untuk anak kita.

    Salam Kenal,

    -Deisy (mami Farand)-

  15. catluna
    Annisa Satriana October 14, 2013 at 2:59 pm

    @Mami Farand: Mbak Deisy.. Mau kontak-kontakan langsung dooong.. Mama-mama disini yang anaknya PDD-NOS juga gimana cara hubunginnya ya? Anak saya ga pake tes-tes laboratorium segala loh.. Ga ada pantangan makan juga dari dokter neurolog anaknya.. Saya juga ga ngerti soal shadow teacher itu apa.. Mama yang lain yang mau kasih info ke saya bisa email ke [email protected] ya.. Makasiiiii.. :)

  16. darznice
    darznice October 17, 2013 at 11:59 am

    Hai Mba’ Annisa.. udah saya email ya info2nya.. :)

    -Deisy (Mami Farand)-

  17. darznice
    darznice October 21, 2013 at 2:11 pm

    Moms, just sharing info aja.. dari info psikiater Farand, akan lebih baik sebelum umur 5 thn sudah banyak diberikan treatment.. supaya perkembangan selanjutnya bisa lebih baik. ini terkait dengan perkembangan otak balita. PDD-NOS itu katanya ‘warnanya’ abu2.. jadi apakah mo kita biarkan menjadi warna ‘abu2 gelap’ .. atau kita buat menjadi ‘putih’.
    Yang pasti, saya yakin kalau Allah menitipkan anak istimewa kepada kita.. artinya kita merupakan orangtua istimewa pilihan Allah yang pasti mampu memberikan yg terbaik untuk anak kita.

  18. mama arbi
    mama arbi December 13, 2013 at 11:22 am

    halo mba Annisa…
    salam kenal ya…
    anak sy 2 th 4 bln diduga PDD NOS oleh trapistnya (blm sempet konsul ke dokter sih)
    dipanggil sering ga nengok, pandangan mata minim dan belum mengerti kalau diajak ngobrol…
    saya kuatir banget deh, tp skrg sy coba masukin ke PAUD, diet sama terapi… blm ada perkembangan si soalnya baru terapi dan sy baru notice dengan keadaan anak sy ini dua minggu belakangan…
    sharing bunda2 yg lain dong yg anaknya diduga PDD Nos,
    Diet apa yg dilakukan? (anak sy lg coba diet susu sapi dan turunannya, gluten, gula)tapi kasian banget klw dia mupeng susu, skrg baru sy encerin trs dia rewel karena susunya kurang… dah coba beli susu beras tp anaknya blm mau karena aneh mungkin rasanya…
    oia mba anissa skrg anaknya bagaimana, tukeran pin bb atau email dong …

  19. syifa fauziyah safithri
    syifa fauziyah safithri December 26, 2013 at 9:51 am

    salam mba anisa.. saya juga punya masalah yg sama, adik saya di diagnosis dokter PDD NOS sejak usia 4 thn, kmuadian sampai usia 8 tahun adik saya mengikuti berbagai jenis terapi, mulai dr terapi okupasi, bicara,dll serta diet makanan juga, seperti susu, terigu, minyak syur pun menggunakan canola oil, terus juga adik saya minum jamu TORCH, untuk menurunkan kadar virus tersebut d dalam tubuh adik saya, itu katanya. dari terapi tersebut lumayan adik saya ada perubahan walaupun sedikit. Namun saat usia 9 thun, adik saya sudah tidak terapi lagi, dikarenakan orang tua saya sudah sibuk sekali, sehingga hanya mendatangkan guru private yg sudah biasa menangani anak berkebutuhan khusus seperti adik saya. adik saya sudah bisa sekolah di SD negeri namun masih didampingi oleh guru khusus yg membimbingnya, kmudian sampai sekarang adik saya blm ada perubahan lagi, perkembangannya tidak mundur tapi jg tidak ada kemajuan, kemampuan untuk komunikasi tidak bertambah, adik saya jarang bahkan tdk pernah mengeluarkan kata-kata secara aktif, hingga saat ini, dimana usianya sudah 11 tahun. saya dan orang tua saya khawatir untuk masa depan adik saya dimasa mendatang.
    Apakah ada saran dari mba anisa atau yg lainnya, apa yg harus sya dan orang tua saya lakukan untuk adik saya, mengingat adik saya sdh berusia 11 thn :’)
    sangat di tunggu balasannya mba terimakasih

  20. darznice
    darznice January 6, 2014 at 11:57 am

    @MamaArbi & Mba Syifa…
    Boleh dibaca crita saya ttg Farand di tgl darznice October 9, 2013 at 7:40 am

    Sharing detailnya bisa email ke yahoo saya dulu : [email protected] , insyaAllah saya coba sharingkan apa2 yg sudah saya terapkan ke anak saya Farand.

    Alhamdulillah, desember 2013 kemarin terima raport semester 1 (kelas 1 SD).. dan sungguh diluar perkiraan saya, nilai2nya cukup membanggakan.. :).. sampai saat ini kami juga masih terus melakukan treatment utk anak kami. Trus berusaha, jangan menyerah.. saya yakin, Allah sudah membuat skenario yg indah buat anak2 kita.

    Fyi, desember kemarin Farand saya ajak umroh.. Subhanallah, tidak mengeluh dan bisa menyelesaikan proses tawaf & sai.. :)

    Demikian sedikit sharingnya, silahkan diemail ya mama, biar cukup panjang critanya klo diemail.. :)

  21. priskaapsari
    priskaapsari April 16, 2014 at 12:04 pm

    salam kenal mbak,

    mau tanya nih, anak saya juga didiagnosis dengan PDDNOS sudah 6 bln terapi SI ada perkembangannya dan sudah menyambung 2 kata. saya berencana untuk memasukkan sekolah, tapi agak bingung kira2 sekolah mana yang bisa menerima dan direkomendasikan. rumah di daerah kebayoran lama, jakarta selatan, apakah ada rekomendasi? terima kasih

  22. priskaapsari
    priskaapsari April 16, 2014 at 12:28 pm

    maaf anak saya usianya 3 tahun

  23. darznice
    darznice July 11, 2014 at 1:28 pm

    Halo mba Priska, bisa liat di : http://autisme.or.id/
    cuma mesti di-cek lebih dulu ya. karena pengalaman saya dg kasus anak saya PDD-NOS, akan lebih positif disekolahkan di sekolah umum atau sekolah inklusi (sekolah umum yg menerima special need). cuma utk kasus anak saya, saya lebih cocok disekolah umum yg tidak ada pemisahan dg anak yg biasa, sehingga anak saya ‘ketarik’ kedalam pergaulan anak2 normal lainnya. Dan sangat positif.

  24. Lena W
    Lena W August 24, 2014 at 3:22 pm

    Salam kenal, Mbak Annisa, Mbak Deisy, dan mommy2 lain… :)

    Anak saya jalan 17 bulan juga ciri2nya mirip dengan Remy. Setelah baca2 informasi dari internet, yang paling mendekati adalah PDD-NOS.

    Minggu lalu saya bawa konsultasi ke psikiater anak yang saya dapat dari internet (karena beberapa dokter yang highly recommended by netter- termasuk dr. Melly Budiman, kebanyakan waiting list berbulan2 bahkan sampai tahun depan.

    Psikiater yang saya temui, hanya dalam hitungan 10-15 menit langsung memvonis dengan Autism. Padahal keluhan saya sebelumnya hanya karena kurang eye contact dan tidak pernah nengok kalau dipanggil. Tapi interaksi dengan anggota keluarga lain cukup baik. Misalnya bisa becanda, bisa dadah2, kiss bye, sangat tertarik dengan anak lain, senang dipeluk, dll.

    Sekarang saya sangat sedih dan bingung. Di satu sisi saya kurang sreg dengan psikiater anak tsb, karena dari bahasa tubuhnya seperti tidak punya empati dan perasaan. Di sisi lain, saya bingung apa yang harus saya lakukan sekarang, karena kalau menunggu dokter2 yang harus waiting list sampai berbulan2, takutnya jadi terlambat intervensinya.

    Ditunggu advice-nya yaaa…

    Terima kasih sebelumnya :)

  25. Yelni
    Yelni October 7, 2014 at 2:13 pm

    Thanks Banget infonya ya mommy’s…. saya kayaknya punya kasus yang hampir sama, tapi saya belum konsultasi ke tumbuh kembang anak.. sebaiknya gimana ya mom..
    anak saya juga usia 2 tahun, dia sangat aktif kalo lagi berada di luar rumah tapi bisa duduk berjam2 jika lagi pegang ipad, mobil2an tau nonton film marsha& the bear kesukaannya.
    Perkembangan bicaranya baru hafal 30 kata dan belum bisa menggabungkan 2 kata. kalo di panggil mau datang atau menoleh kalo dia lagi mood dan suka memukul kepala saat keinginannya tidak diikuti…
    untuk kontak mata dan instruksi, kadang bisa kadang tidak. sesuai moodnya.. mohon sarannya ya momm

  26. nourenjela
    nourenjela June 14, 2015 at 11:51 pm

    Anak saya awalnya ga mslh . Dipanggil nyaut. Tp akhir2 ini jrg noleh. Lbih trtarik hal ini.. ada grup khudus pdd nosbiar bs sharing

  27. revadiana
    revadiana August 24, 2015 at 6:17 pm

    Salam kenal semuanya..anak sy 18m didiagnosa pdd nos jg..sbenernya udh dr usia setahunan sy agak curiga dgn perkembangan anak sy..tp bnyk yg blg ‘anak cowo biasanya lbh telat dibanding anak cewe’..usia 13m sy k rs dan dpt rujukan terapi wicara cuma waiting list agak lama..baru usia 15m mulai TW..itupun ga efektif krn anak sy kurang bs fokus dan malah asik sendiri..usia 17m evaluasi dokter dan dpt rujukan terapi okupasi tp waiting list jg..akhirnya sy k tmpt lain nanya sana sini yg ga usah waiting list..dpt lah di 1 rs yg menurut sy lumayan mahal (mungkin ga waiting list krn harganya lumayan juga)..baru mau mulai terapi okupasi rabu besok..semoga perkembangan anak sy bagus..berharap bgt setelah baca perkembangan anak2 lain yg katanya baik..sy kurang ngerti terapi SI dan BT..ada grup bbm ga biar bs sharing..soalnya di kepala sy kepikiran gmn masa depan anak sy..apa pdd nos bs sembuh? Apa nanti anak sy bs seperti anak normal lainnya? Mohon pencerahannya..terima kasih sebelumnya :)

  28. Vany Fachrul
    Vany Fachrul November 21, 2015 at 9:58 am

    Salam kenal, baru kmaren saya akhirnya memberanikan diri bawa anak saya Zaka 2 thn ke dokter anak Dr. Partiwi di Bunda menteng. Setelah searching dan ktemu artikel tentang Remy ini lah saya kurang lebih merasa relate dgn ciri2nya. Terima kasih banyak mba.

    Setelah 2 tahun apakah Remy perkembangannya baik? saya juga dirujuk ke klinik tumbuh kembang utk mulai terapi SI.

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.