Anatomi & Perawatan Payudara Saat Hamil & Menyusui

monicapurba
Berliana Monika , ST , MM Konselor Laktasi & La Leche League (LLL) Leader of Rochester South NY, US. Lulusan S1 Fakultas Teknik Sipil&Perencanaan ITB & S2 Magister Manajemen Universitas Indonesia.
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Tulisan saya kali ini akan memaparkan mengenai Anatomi dan Perawatan Payudara saat hamil dan menyusui. Walau tampak sepele, banyak mitos dan kesalahpahaman akan kedua hal ini, sehingga banyak Mama melakukan tindakan yang malah berisiko mengiritasi dan melukai bagian-bagian dari payudara terutama puting dan aerola. Yuk pelajari sama-sama.

A. Anatomi Payudara
Perkembangan payudara (PD) selama kehamilan dan selama bulan pertama pasca persalinan adalah salah satu indikator jaringan payudara berfungsi. Untuk memiliki pemahaman akan mekanisme ASI-menyusui dimulai dengan memahami anatomi payudara.

Setiap bagian dari anatomi payudara dibagi menjadi beberapa kategori dasar:

  1. Jaringan Glandular, yang membuat ASI & mengalirkannya ke puting.
  2. Jaringan penghubung (otot) / Connective (muscle) tissue, termasuk Cooper’s ligament yang mensupport payudara secara mekanis.
  3. Jaringan lemak / Adipose (fatty) tissue, yang memberikan perlindungan dari goncangan/trauma.
  4. Syaraf, yang memberikan sensitivitas pada payudara untuk mengirimkan sinyal ke otak agar mengalirkan kedua hormon ke aliran darah, yaitu hormon prolaktin yang memproduksi ASI dan hormon oksitosin untuk pengeluaran ASI. Saya pernah membahas khusus soal kedua hormon ini di sini.
  5. Darah, yang memberikan bahan-bahan/nutrisi (misalnya protein) yang diperlukan untuk memproduksi ASI.

Ukuran payudara hampir sebagian besar ditentukan oleh jumlah jaringan lemak di dalam payudara, yang tidak ada hubungannya dengan produksi ASI.

Yang akan dibahas lebih detil adalah no 1 yaitu Jaringan Glandular. Jaringan Glandular / Jaringan Pembuat ASI terdiri dari beberapa komponen berikut:

  • Alveoli
    Alveoli adalah pabrik ASI dimana sel-sel lactocytes menarik nutrisi-nutrisi yang diperlukan dari darah
  • Duct – ductules
    Duct adalah pipa kecil yang mengalirkan ASI dari alveoli ke puting.
  • Lobe – Lobules
    Lobe merupakan bagian dari mammary gland. Sebuah lobule terdiri dari satu cabang alveoli dan duct yang mengantarkan ASI ke sebuah lobe. Sebagian besar wanita memiliki 4 sampai 17 lobe per-payudara, dengan rata-rata 9 lobe.
  • Puting
    Di permukaan luar puting terdapat 5 sampai 18 pori yang berukuran 0.4-0.7 mm, dan setiap pori ini terhubung dengan duct. Pada puting & aerola terdapat otot halus yang dapat berkontraksi serta puting juga memiliki fleksibilitas saat bayi sedang menyusu.
  • Aerola
    Aerola adalah area yang berpigmen lebih gelap dan terdapat puting serta montgomerry gland.
  • Montgomerry glands, merupakan kombinasi dari sebaceous yang mengeluarkan sebum/cairan berminyak dan mammary gland yang membesar saat kehamilan. Jumlahnya bervariasi 1 sampai 15.

Cairan yang dikeluarkan montgomerry gland berguna untuk:

  • Melindungi kulit Mama dari gesekan saat bayi menyusu.
  • Mengatur pH kulit PD, melindungi dari kuman , seperti bakteri (anti bakteri).
  • Membantu bayi menemukan puting setelah kelahiran melalui bau cairan tsb.

Ada seorang Mama yang mengira montgomerry gland adalah jerawat sehingga dipencet-pencet. Juga kesalahan yang sering dilakukan adalah membersihkan puting-aerola dengan sabun/ cairan disinfektan/cairan yang mengandung alkohol. Efek sampingnya adalah cairan berminyak yang dikeluarkan oleh Montgomerry gland dapat terbuang (kalau perawatan puting yang mengalami trauma sampai infeksi tidak saya bahas dalam tulisan kali ini).

Salah satu cara untuk menvisualisasikan struktur Payudara/PD adalah dengan membayangkan gambar pohon. Alveoli adalah daun dan duct adalah cabang-cabang pohon. Cabang-cabang kecil bergabung jadi cabang yang lebih besar dan membentuk batang pohon. Payudara terdiri dari beberapa unit lobe, dimana tiap lobe tersebut terdiri dari 1 duct besar dengan beberapa/multiple duct yang lebih kecil yang bermuara pada alveoli. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di 3 gambar berikut:

Sumber:
Breastfeeding Answers Made Simple Book (BAMS) by Nancy Mohrbacher, IBCLC, FILCA & La Leche League website: Anatomy of a Working Breast

B. Perawatan Payudara
Perawatan payudara secara singkat sudah saya sebutkan di atas yaitu tidak perlu membersihkan puting-aerola secara khusus bahkan sampai menggunakan cairan disinfektan atau alkohol. Hal lainnya, payudara jangan dikeringkan secara kasar, lebih baik lagi bila payudara diangin-anginkan dulu sebelum memakai bra.

Membersihkan puting-aerola secara khusus dengan sabun/cairan disinfektan / alkohol menimbulkan efek negatif salah satunya hilangnya cairan berminyak (sebum) yang sudah dikeluarkan montgomerry gland.

Di dalam berbagai buku textbook breastfeeding tidak ada yang membahas secara detil mengenai perawatan payudara karena sebenarnya tidak ada perawatan khusus (catatan puting-aerola-payudara sehat/tidak sedang menderita infeksi). Jadi hal-hal di bawah ini hanya panduan umum saja.

B1. Perawatan payudara selama kehamilan / PreNatal Breast Care
Anjuran pemeriksaan detil kondisi payudara untuk persiapan menyusui tidak ditemukan dalam guideline. Kadang beberapa Mama yang sedang hamil menemukan sendiri bahwa payudara mereka abnormal, di mana yang sering dikeluhkan adalah flat / inverted nipple (puting yang datar atau bahkan masuk ke dalam seperti kawah gunung yang sudah meletus).

Dua penelitian di UK menemukan bahwa mengidentifikasi flat/inverted nipple selama kehamilan serta melakukan tindakan malah menyebabkan masalah saat menyusui sehingga menurunkan keberhasilan menyusui/weaning lebih awal. Berdasarkan hasil penelitian ini, rekomendasinya adalah para tenaga kesehatan (dsog,bidan,dll) tidak perlu melakukan screening flat/inverted nipple pada payudara Mama yang sedang hamil.

Yang perlu diperhatikan oleh Mama saat hamil adalah memilih dan menggunakan bra yang tepat (proper fitted bra). Pemilihan bra yang tepat tidak hanya membuat Mama nyaman karena payudara tertopang dengan baik, hal lain juga mengurangi nyeri punggung dan juga menjaga bentuk payudara.

Tips umum memilih bra:

  • Hindari bra dengan kawat.
  • Nyaman dipakai, sesuai dengan bentuk payudara, untuk stok pilih ukuran yang lebih besar (1 atau 2 ukuran lebih besar).
  • Pilihlah tali yang lebar sehingga dapat menyokong payudara lebih efektif.
  • Memiliki beberapa kaitan daripada hanya 2 untuk mencegah slip/terlepas sendiri saat banyak bergerak.

Memasuki trimester kedua, payudara mulai memproduksi kolostrum (tahap Laktogenesis 1). Pada trimester akhir kehamilan bisa terjadi kolostrum merembes keluar. Maka Mama yang sedang hamil dapat menggunakan breast pad.

B2. Perawatan payudara selama menyusui
Memilih bra untuk menyusui pada prinsipnya sama dengan tips memilih bra saat hamil di atas. Bra untuk menyusui bisa dipilih yang bisa dibuka, walau pada banyak sharing Mama yang menyusui saat di rumah lebih nyaman untuk tidak memakai bra sama sekali karena seringkali perbatasan bra menghalangi bayi saat menyusu. Breast pad bisa dipakai terutama saat perjalanan, dan jangan biarkan breast pad terlalu penuh dan lembab dalam jangka waktu yang lama.

Puting dan aerola sudah terlubrikasi dan bersih secara alami karena sebum (cairan berminyak) yang dikeluarkan oleh Montgomerry gland. Banyak cerita para Mama yang mengoleskan lotion, cream, dan berbagai minyak dengan alasan agar payudara tidak kering. Salah satu kerugiannya, hal-hal ini dapat ikut termakan oleh bayi dan bisa juga menyebabkan Nursing Strike (bayi menolak menyusu karena adanya wangi dan rasa yang berbeda dari biasanya).

Mencegah terjadinya masalah pada puting/payudara secara umum perlu terus diinformasikan kepada para Mama yang menyusui dan sebaiknya dimulai sejak kehamilan. Posisi & Pelekatan yang tepat, deep latch, pemilihan breast pump yang tepat termasuk hal yang utama untuk  mencegah masalah pada puting seperti lecet/cracked, engorgement/pembengkakan payudara dll.

Mengoles ASI akhir / hindmilk ke puting & aerola dianjurkan karena hindmilk adalah natural bacteriostatic lubricant yang dapat mencegah puting lecet dan mempercepat penyembuhan untuk trauma pada puting. Setelah itu angin-anginkan payudara sebelum memakai bra kembali.

Tidak dianjurkan untuk melakukan treatment khusus untuk puting seperti memutar , menggosok dengan tujuan untuk menguatkan puting, efek negatifnya malah mengiritasi puting.

Semoga bermanfaat ya, enjoy your pregnancy & happy breastfeeding!

18 Comments

  1. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika September 16, 2013 at 7:13 pm

    Hi para Mama, ada pertanyaan masuk ke saya mengenai Payudara Mama menyusui pasca menyapih. Banyak keluhan seperti payudara kendor,jatuh ke bawah seperti kantung atau istilahnya Saggy Breast. Karena ketakutan ini maka banyak Mama yang tidak mau & / berhenti menyusui :( dan tidak mempertimbangkan luarbiasanya keuntungan menyusui baik bagi bayi maupun Mama.

    Padahal, menurut ASPS (American Society of Plastic Surgeons) dalam Konferensi di Baltimore tahun 2007, Menyusui sendiri tidak mempengaruhi bentuk payudara. Jadi hal utama apa yang mempengaruhi ?
    1.BMI / Body Mass Index
    2.Kehamilan (berapa sering hamil)
    3.Ukuran Payudara yang besar sebelum hamil
    4.Riwayat merokok
    5.Umur

    Jadi, payudara ya memang akan kendor pada suatu masa (umur) , ini adalah hal yg alamiah. Atau saat Mama berat badannya turun, ya otomatis akan mempengaruhi bentuk payudara karena banyaknya jaringan lemak yang hilang. Tentu saja Mama dapat melakukan berbagai upaya seperti berolahraga, menjaga postur yang baik (berdiri tegak tidak membungkuk). Sekali2 biarkan payudara ‘bernafas’ dengan tidak memakai bra, apalagi untuk Mama yang mengalami masalah dengan puting lecet/berdarah.

    Semoga tambahan penjelasan ini bermanfaat ya :)
    Happy breastfeeding
    -Monika

  2. havnie
    havnie September 17, 2013 at 5:48 am

    Trimakasih infonya, bermanfaat sekali untuk saya yang sekarang sedang hamil 38 minggu. Ehmm..kalau perawatan dengan pijat payudara bagaimana ya? Apakah direkomendasikan? Karena dulu waktu saya opname di RS sempat dikasih buletin tentang pijat payudara yang bisa dilakukan di trimester 3 (minggu berapa tepatnya saya lupa). Tapi instruktur senam hamil saya justru tidak menganjurkan pijat payudara. Setelah saya browsing2 di internet juga banyak pendapat tentang hal ini.

    Thanks before. :)

  3. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika September 17, 2013 at 8:14 am

    Hi Mba Havnie,

    Pijat payudara saat hamil apalagi di Trimester terakhir tidak dianjurkan karena memicu kontraksi.
    Berikut kutipan dari mayoclinic :
    Can I do anything to trigger labor on my own?

    Probably not.

    Nipple stimulation or breast massage might release the hormone oxytocin, which can lead to contractions. However, these techniques have been shown only to work if the cervix has already begun to soften, thin and dilate (favorable cervix). Further research is needed to evaluate the techniques’ safety and effectiveness.
    http://www.mayoclinic.com/health/inducing-labor/pr00117/nsectiongroup=2

    Sumber lainnya :
    Breast Stimulation
    In women with a risk of pre-term labor, massaging the breasts should be avoided, as stimulation can induce uterine contraction.

    Read more: http://www.livestrong.com/article/90259-pregnancy-massage-contraindications/#ixzz2f6mAavfS

    HTH
    -Monik

  4. gabe1981
    Seymour Magabe September 17, 2013 at 9:18 am

    Mbak Monik, kalau PD lebam berbentuk bulatan2 itu karena aktifitas di lobes?

  5. eksinads
    Eksi Nadiasti September 17, 2013 at 10:31 am

    Pas banget ada artikel ini. Saya berhenti menyusui karena hamil, saat itu anak pertama saya berumur 14.5 bulan. Nah saya perhatikan, kok saluran ASI di nipple seperti tertutup oleh kulit-kulit kering. Saat saya bersihkan kulit-kulit kering tersebut (cukup tebal), kulit tersebut mengelupas dan terbuka lah saluran ASI yg tersumbat tersebut disertai lapisan kulit berwarna putih susu.

    Pertanyaan saya, apakah saya harus membersihkan secara berkala kulit kering tersebut? Amankah untuk kandungan & tdk menimbulkan kontraksi? Kalau saya biarkan, takutnya menyumbat saluran ASI & membuat gagal memberi ASI untuk anak kedua saya. Sekarang saya hamil 7 bulan.

    Makasih :-)

  6. ibuaufa
    Gugik Rahayu September 17, 2013 at 10:50 am

    Alhamdulillah dapat artikel yg lagi dicari-cari infonya…(terimakasih TUM, terimaksih Mbak Monik).
    Ada yang pengen ditanyain niy Mbak Monik :
    saya lagi hamil anak ke-2, usia kehamilan 29-30w. Di puting ada semacam printil2 kecil berwarna gelap, trus biasanya copot sendiri (atau biasanya saya lepasin), klo udah lepas biasanya saya pencet, seperti kayak lemak gitu (sepertinya sama dengan isi jerawat). itu apa ya Mbak ? trus apakah printil2 itu perlu dibersihkan dari puting atau tidak? caranya bagaimana?
    Pertanyaan kedua, dulu sewaktu menyusui anak pertama, setelah melahirkan PD saya dipijat oleh bidan, dan itu sakiiiiiitttttt sekali, katanya biar ASI nya lancar, apakah itu benar ? apakah breast care dengan cara dipijat itu benar ? Terimakasih sebelumnya…

  7. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika September 17, 2013 at 8:50 pm

    Hi Mba Seymour,

    Duh maaf tidak lihat langsung tidak berani berkomentar soal seperti apa lebam2nya. Pertanyaan lanjutan ya apakah Mba merasakan nyeri di bagian lebam tsb, apakah mempengaruhi proses menyusu-i dan pengeluaran ASI dll.

    -Monik

  8. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika September 17, 2013 at 8:54 pm

    Hi Mba Eksi Nadiasti,

    Seperti tulisan saya ini, sebenarnya montgomerry gland lah yang bertugas membersihkan dan melubrikasi puting dan aerola. Jika terdapat ‘kerak’ seperti kasus Mba, cukup dengan kompres hangat (bisa pakai kapas atau handuk lembut) dan tidak usah dipaksa dikopek. Kalau cukup lembab maka kerak tersebut akan terkelupas sendiri. Bila ternyata timbul keluhan seperti gatal dan perih bisa konsultasi ke dokter, bila tidak, cukup kompres air hangat saja yang Insya Alloh kalau dilakukan pelan2 tidak memicu kontraksi.

    Semoga membantu ya :)
    -Monik

  9. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika September 17, 2013 at 9:03 pm

    Hi Mba Gugik Rahayu,

    Pertanyaan pertama mirip dengan pertanyaan Mba Eksi ya, saya copas jawaban saya : Seperti tulisan saya ini, sebenarnya montgomerry gland lah yang bertugas membersihkan dan melubrikasi puting dan aerola. Jika terdapat ‘kerak’ seperti kasus Mba, cukup dengan kompres hangat (bisa pakai kapas atau handuk lembut) dan tidak usah dipaksa dikopek. Kalau cukup lembab maka kerak tersebut akan terkelupas sendiri. Bila ternyata timbul keluhan seperti gatal dan perih bisa konsultasi ke dokter, bila tidak, cukup kompres air hangat saja yang Insya Alloh kalau dilakukan pelan2 tidak memicu kontraksi.

    Pertanyaan kedua : Breast massage post partum. Kondisi waktu Mba dulu apakah PD/payudaranya sudah mengalami pembengkakan? Kalau ya, tentu akan sakit ya. Tapi, sebenarnya pijat PD itu gak boleh menyakitkan dan dilakukan dengan keras/kasar, ya karena pijat PD itu membantu aliran ASI & membantu picu LDR. Dan sebelum memijat PD , kompres hangat dulu supaya PD lebih lembut dan membantu aliran ASI/LDR bersama dengan Pijat PD.

    Saya quote dari La Leche League :

    Gentle Breast Massage
    With the palm of your hand and starting from the top of your chest (just below your collar bone), gently stroke the breast downward in a circular motion, toward the nipple. This may be more effective when done while you are in the shower or while leaning over a basin of warm water and splashing water over your breasts.

    HTH
    -Monik

  10. ibuaufa
    Gugik Rahayu September 18, 2013 at 9:06 am

    Terimakasih Mbak Monik atas jawabannya…iyaa waktu itu habis melahirkan (sesar), PD saya udah mulai keras, jadi setiap habis mandi pagi dipijat oleh bidan rumah sakit. berarti dikompres aja pake air hangat yaa Mbak?
    trimakasih…

  11. Inayati
    Inayati September 19, 2013 at 6:41 pm

    great artikel mbak monik :). thanks buat sharingnya yaa :)

  12. darakumala
    darakumala September 30, 2013 at 2:37 pm

    Terima kasih untuk artikelnyaa :)

    Ada yang ingin saya tanyakan Mba Monika. Pada kehamilan trisemester kedua saya kira-kira umur 4 bulan, sudah ada kolostrum yang merembes keluar meskipun tidak banyak. Namun begitu masuk ke trisemester ketiga, justru sama sekali tidak ada kolostrum yang keluar apalagi merembes. Padahal tidak ada keluhan screening flat/inverted nipple dan BRA yang saya pakai tidak berkawat. Kira-kira kenapa ya? Apakah berpengaruh nantinya setelah melahirkan?

    Terima Kasiih :)

  13. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika September 30, 2013 at 6:57 pm

    Dear Mba Darakumala,

    Saat tahap Laktogenesis 1 yaitu proses pembentukan & persiapan jaringan menyusui sejak kehamilan (ada yang dimulai saat Trimester 2) tidak harus ditandai dengan Leaky breast alias kolostrum yang merembes. Jadi hal ini tidak perlu membuat Mba khawatir. Karena, saat Laktogenesis 2, yaitu pasca kelahiran, ASI adalah hormonally driven, artinya ASI akan otomatis akan diproduksi walau tanpa bayi menghisap/menyusu. Dan selanjutnya adalah tahap terakhir yaitu Laktogenesis 3, yaitu hukum supply demand ASI yang berlaku. Jadi yang penting nanti adalah memaksimalkan usaha menjaga supply ASI dengan cara IMD dan frequent nursing.

    Semoga membantu ya :)
    -Monik

  14. jessmite
    jessmite December 16, 2013 at 7:08 am

    mbak monik, apa bedanya montgomerry gland dengan jerawat dan dengan nipple pore?
    kalau perawatan payudara, putingnya tidak perlu dibersihkan dengan sabun berarti pas mandi area payudara nggak usah disabuni ya?
    trus yang bener tuh aerola atau areola? soalnya di tulisan mbak monik tersebutkan aerola sedangkan di salah dua keterangan gambar anatomi payudara tulisannya areola tuh.

  15. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika December 16, 2013 at 8:50 am

    Dear Mba Jessmite ,

    1. “apa bedanya montgomerry gland dengan jerawat dan dengan nipple pore”

    Jawab: Silahkan pelajari soal nipple pore :

    http://kellymom.com/bf/concerns/mother/nipplebleb/

    2. “perawatan payudara, putingnya tidak perlu dibersihkan dengan sabun berarti pas mandi area payudara nggak usah disabuni ya”

    Jawab : Sudah saya bahas di tulisan saya

    3. “yang bener tuh aerola atau areola”

    Jawab : AEROLA, di atas yang tertulis areola itu typo.

    “The areola, the darker area surrounding the nipple, gets its color from the many capillaries under the skin that carry blood to the nipple. Within the areola there are sebaceous glands (which secrete oil to soften and protect the skin), sweat glands, and Montgomery’s glands, which are believed to produce a substance that lubricates the nipple and protects it from germs.”

    https://www.llli.org/nb/nbmarapr05p44.html

    HTH
    -Monik

  16. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika December 16, 2013 at 8:54 am

    Repost no 3 :

    3. “yang bener tuh aerola atau areola”
    Jawab : AREOLA , di atas yang tertulis aerola itu typo.
    “The areola, the darker area surrounding the nipple, gets its color from the many capillaries under the skin that carry blood to the nipple. Within the areola there are sebaceous glands (which secrete oil to soften and protect the skin), sweat glands, and Montgomery’s glands, which are believed to produce a substance that lubricates the nipple and protects it from germs.”
    https://www.llli.org/nb/nbmarapr05p44.html
    HTH
    -Monik

  17. desyerisawani
    Desy Erisawani June 5, 2014 at 8:43 am

    terimakasih informasinya..bermanfaat sekali.. aku mau tanya juga Mba.. anakku 7 bulan, kalau bulan puasa ikut berpuasa dan tetap menyusui tidak masalah kan ya mba? apa aku harus pompa dulu selama menyusui?

  18. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika June 5, 2014 at 9:03 am

    Dear Mba Desy,

    Saya sudah lama menulis Puasa & Menyusui :

    http://theurbanmama.com/articles/puasa-dan-menyusui.html

    -Monik

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.