ASI dan Menyusui: Terbaik untuk Bayi

monicapurba
Berliana Monika , ST , MM Konselor Laktasi & La Leche League (LLL) Leader of Rochester South NY, US. Lulusan S1 Fakultas Teknik Sipil&Perencanaan ITB & S2 Magister Manajemen Universitas Indonesia.
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Walaupun kampanye mengenai ASI & menyusui sudah makin meluas di beberapa tahun terakhir ini, sayangnya masih banyak Mama Papa yang belum paham mengapa ASI dan menyusui adalah yang terbaik tidak hanya untuk bayi tapi juga untuk Mama. Banyak kasus yang saya dengar dan jumpai mengenai persepsi & mitos-mitos yang salah mengenai ASI dan menyusui, juga kencangnya kegiatan pemasaran baik Above The Line seperti iklan di berbagai media maupun Below The Line seperti pembagian sampel dll yang dilakukan oleh produsen susu formula tidak diimbangi dengan informasi yang memadai mengenai ASI dan menyusui.

Yang lebih menyedihkan lagi, masih banyak yang memberikan susu formula kepada bayinya dengan alasan gengsi & prestise (memberikan susu formula yang harganya mahal). Di artikel yang saya tulis kali ini , saya akan coba memaparkan berbagai macam keunggulan ASI & Menyusui, manfaatnya yang luar biasa bagi bayi dan juga Mama.

Menyusui merupakan cara yang alami dan fisiologis untuk memberikan nutrisi kepada bayi dan batita, dan ASI adalah susu yang diciptakan Tuhan khusus untuk bayi manusia. Susu formula yang dibuat dari susu sapi atau kedelai (kebanyakan susu formula, bahkan “susu formula rancangan”) hanyalah dibuat menyerupai ASI, dan iklan yang menyatakan sebaliknya dapat menyesatkan.

Nutrisi yang memadai (memenuhi kebutuhan bayi) yang dimulai sejak bayi lahir sampai di tahun-tahun awal kehidupannya (early childhood) adalah sangat penting agar anak dapat mencapai perkembangan yang terbaik. Sudah diketahui bahwa periode sejak lahir sampai usia 2 tahun adalah saat terpenting untuk mengoptimalkan perkembangan pertumbuhan, kesehatan dan perilaku anak.


Sumber: Materi Pelatihan Konseling Menyusui yg disampaikan oleh dr., Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM.

Sejak bayi lahir sampai usia 6 bulan berikanlah bayi ASI eksklusif. Kemudian lanjutkan pemberian ASI bersama dengan MPASI/Makanan Pendamping ASI (Insya Allah akan saya bahas di masa yang akan datang). Lanjutkanlah pemberian ASI sampai anak berusia 2 tahun sesuai anjuran WHO & organisasi-organisasi kesehatan lainnya. ASI eksklusif sendiri pengertiannya adalah pemberian ASI saja (baik itu melalui disusui langsung/ASI perah) tanpa tambahan cairan lain, seperti susu formula, sari jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, bubur nasi, biskuit, tim, dll. Bayi dapat menerima obat, cairan rehidrasi oral, vitamin-mineral apabila diperlukan sesuai indikasi kesehatan/menurut anjuran tenaga kesehatan.

Secara umum mengapa ASI adalah yang terbaik untuk bayi adalah karena ASI memberikan nutrisi terbaik yang dibutuhkan bayi. ASI adalah ‘cairan hidup’ yang setiap waktunya komposisinya berubah mengikuti kebutuhan bayi. Dimulai dari ASI pertama/kolostrum sampai ASI matang yang juga setiap menitnya berubah dari foremilk yang tinggi laktosa sampai hindmilk yang kaya lemak.

ASI berperan penting dalam meningkatkan kesehatan bayi, bahkan UNICEF menyatakan bahwa ASI menyelamatkan jiwa bayi terutama di negara-negara berkembang di mana keadaan ekonomi yang sulit, kondisi sanitasi yang buruk, sulitnya mendapatkan air yang bersih sehingga pemberian susu formula menyumbang risiko terbesar akan kondisi malnutrisi/kekurangan gizi dan penyakit-penyakit seperti diare akibat penyiapan & pemberian susu formula yang tidak higienis. Dalam laporan WHO juga disebutkan bahwa hampir 90% kematian balita terjadi di negara berkembang dan lebih dari 40% kematian disebabkan diare dan infeksi saluran pernapasan akut, yang dapat dicegah dengan ASI eksklusif.

Peran ASI dalam meningkatkan kesehatan bayi diantaranya sebagai berikut:

  • Bayi yang diberikan ASI 16,7 x lebih jarang menderita Pneumonia (radang paru).
  • Risiko dirawat karena penyakit saluran pernafasan 3x lebih jarang daripada bayi yang diberikan susu formula.
  • Bayi yang diberikan ASI 47% lebih jarang diare/mencret dan 23,5% lebih jarang menderita diare yang fatal (menyebabkan kematian).
  • Bayi yang diberikan ASI 6-8x lebih jarang menderita kanker (leukemia limphositik, neuroblastoma,lymphoma maligna).
  • Mengurangi risiko diabetes/kencing manis.
  • Mengurangi risiko obesitas/kegemukan di masa mendatang.
  • Terhindar dari kurang gizi.
  • Mengurangi risiko terkena penyakit jantung & pembuluh darah.
  • Bayi yang diberikan ASI lebih jarang menderita alergi.
  • Mengurangi kemungkinan terkena penyakit asma.
  • Mengurangi terkena infeksi dari bubuk susu formula yang tercemar (misalnya E.Sakazakii).
  • ASI awal/kolostrum yang berwarna kuning/keemasan mengandung nutrisi dengan konsentrasi tinggi, memberikan perlindungan akan berbagai penyakit infeksi, juga memiliki efek laksatif yang akan membantu bayi mengeluarkan tinja pertama (meconium) dari sistem pencernaannya. Sehingga efeknya juga akan membantu mengeluarkan bilirubin dari darah dan melindungi bayi dari kuning (jaundice).

Kelebihan lain ASI yang diterima bayi yaitu:

  • ASI selalu dalam keadaan bersih dari payudara Mama.
  • ASI selalu siap tersedia dan dengan suhu yang tepat.
  • ASI mudah untuk dicerna dan terserap dengan baik oleh tubuh bayi.
  • Membantu perkembangan gigi dan rahang bayi karena bayi menghisap ASI dari payudara Mama.
  • Skin to skin contact antara bayi dan Mama menciptakan kedekatan, perkembangan psychomotor dan sosial yang lebih baik.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan ASI memiliki kemampuan kognitif & kepandaian yang secara umum lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak mendapatkan ASI. Beberapa penelitian tersebut diantaranya:

  • Jurnal yang dipublikasikan AAP (American Academy of Pediatrics) tahun 1998 yang memaparkan hasil penelitian mengenai hubungan lamanya waktu menyusui dan kemampuan kognitif. Data dikumpulkan sejak lahir selama 18 tahun dengan jumlah sampel lebih dari 1000 anak. Kesimpulannya bahwa menyusui berhubungan dengan peningkatan (walau kecil tapi dapat terdeteksi) kemampuan kognitif anak & keberhasilan anak di bidang pendidikan.
  • Meta analisa terhadap 40 penelitian (Jain et al 2002-US), 68% menyimpulkan bahwa menyusui meningkatkan kepandaian.
  • Richards et al (2002) di Inggris melakukan penelitian terhadap 1.736 anak. Hasilnya anak yang diberikan ASI menunjukkan pencapaian pendidikan yang lebih tinggi (hasil tidak tergantung pada latar belakang sosial ekonomi).
  • Mortensen EL et al JAMA (2002) menyatakan hasil penelitian akan 3.253 orang di Denmark. Anak yang disusui <1 bulan IQ nya 5 point lebih rendah dari anak yang disusui selama 7-9 bulan. Terdapat korelasi lamanya pemberian ASI dengan tingkat IQ.

Jadi, masih ragukah Mama Papa memberikan ASI untuk bayi tercinta?

Happy breastfeeding :)

Slider image: www.gettyimages.com

11 Comments

  1. naniyusuf
    nani yusuf March 11, 2013 at 7:05 am

    Alhamdulillah dulu berhasil menyusui ASI eksklusif anak pertama saya selama 6 bulan dan menyapihnya saat usia 2y1m
    semoga nanti saat anak kedua lahir bisa terus memberikan haknya untuk mendapat ASI juga
    happy breastfeeding :)

  2. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika March 11, 2013 at 7:32 am

    Alhamdulilah Mba Nani, tiap saya dengar kabar para Mama yang berhasil memberikan ASIx & lanjut sampai 2 tahun bahagiaa banget. Tulisan saya yg akan menyusul soal Keuntungan menyusui bagi Mama & Komposisi ASI :)

  3. mimarura
    mimarura March 11, 2013 at 10:10 am

    pada awal melahirkan saya belum mengerti pentingnya asi namun alhamdulillah saya diberikan asi uang melimpah sehingga saya terus memberikan asi. semakin lama membaca, belajar, dan menelaah saya pun semakin takjub atas kebaikan asi untuk putri saya. bersyukur saya berhasil asix hingga 6 bulan dan baru saja menyapih aurora di usua 25 bulan. senangnya berhasil memberikan investasi terbaik untuk tumbuh kembangnya. :)

  4. dewi.alif
    dewi khairiyah March 12, 2013 at 9:18 am

    alhamdulillah,,, alif (9m1w) msh asi, dan insyaAlloh smp 2th….
    #semangatASI ya buuuuuu ;)

  5. FinnaBundaAdzka
    Salis Finnahari March 13, 2013 at 8:23 am

    Alhamdulillah sampe saat ini masih bisa kasih ASI terus buat Adzka (11 m 2 d), semoga bisa lanjut sampe 2 th.

    tp sempet prihatin karena belom lama ni tetangga anaknya (14m) sakit panas trus periksa ke RSIA Sadewa (Semar) di Jogja eeehhh dokternya kasih saran untuk nambahin susu formula buat anaknya karna katanya ASI saja nggak cukup n bikin anak anemia. sampe akhirnya si ibu tetangga dengan semangat nyobain segala macem susu formula buat anaknya. anaknya sebenernya ga mau tapi dipaksa. kasian…

  6. Yolan Sharlina
    Yolan Yuliasari March 13, 2013 at 2:51 pm

    Insyaallah bisa… baby masih 2,5 bulan dan masih panjang perjalanan. Tapi saya yakin pasti bisa sampai 2 tahun, semangat moms :)

  7. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika March 13, 2013 at 4:00 pm

    Untuk Mba Mimarura : Alhamdulilah ya Mba, senangnya saya makin banyak bayi yang mendapatkan HAK nya :). Untuk Mba Dewi, Mba Salis n Mba Yolan : Yuuk semangat, beri ASI eksklusif selama 6 bulan, lanjut sampai 2 tahun. Dengan tekad kuat, paham Manajemen Laktasi Insya Allah bisa dan akan lebih mudah:). Spread the news soal betapa luarbiasanya ASI & Menyusui ke lingkungan sekitar :). Salam ASI !

  8. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika March 20, 2013 at 10:28 pm

    Halo Mba Salis,
    Terimakasih ya atas sharingnya. Memang sayang sekali masih banyak yang pelum paham soal Serba Serbi ASI. Mungkin si Ibu Tetangga bisa tolong diprintkan artikel saya soal Apakah ASI saya cukup : http://theurbanmama.com/articles/apakah-asi-saya-cukup.html selain soal ASI yang terbaik untuk Ibu&Mama :).
    Yuk bantu sebarkan ilmu yang benar soal perASIan :)
    Happy breastfeeding Mba Salis & Mba Yolan :)
    -Monika

  9. Audreys mom
    Anugrah Mulawaty March 22, 2013 at 8:11 am

    Setelah ASI esklusif 6 bln ASI terus lanjut sampai sekarang 1,5 tahun. Mudah mudahan audrey jg bisa sampai 2 tahun….Meski sekarang lagi kejar tayang ASIPnya,tetap semangaaaat

  10. Jennifer
    Jennifer Yap April 29, 2013 at 9:43 am

    moms,minta saran dunk..
    bayi saya (8m2w) sejak lahir gk mo nyusu sendiri, teriak kencang (asli, kencang bgt!!) kalo disodori PD,ampe gk tega dan ngalah trus kasi ASIP sampe sekarang.. kurang pengalaman juga karena baru anak pertama..

    waktu lahir, karena gak langsung keluar ASI, sempat dikasi sufor sampai 5 hari..

    sekarang,bayi saya beratnya (hanya) 7.5kg saja.. pagi dikasi cereal, siang dan sore dikasi bubur saring.. minum ASIP itu 110ml.. saya kuatir liat berat badannya yang susah naeknya.. bayinya seh aktif bgt, sangkin aktifnya kadang kalo keenakan maen bisa nolak ASIP.. kadang juga jatah ASIPnya gk habis..
    gimana y?

  11. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika April 29, 2013 at 5:00 pm

    Halo Mba Jennifer,
    Salut sama usaha Mba untuk berusaha memberikan ASI kepada si buah hati. Sebelumnya apakah bayi Mba sempat minum melalui botol+dot? Juga apakah diberikan empeng?
    Mengenai Berat badan apakah kurang/baik/tidak, yang perlu dilakukan adalah memplotnya ke Growth chart/kurva pertumbuhan. Mba bisa lihat di kartu kesehatan anak ada kurva,bisa plot ke situ n lihat bagaimana trendnya. Kalau tidak bisa silahkan infokan ke saya , saya akan bantu plotkan ke Growth Chart WHO. Yang saya perlukan data BB(Berat Badan): BBL/Berat Badan Lahir, BB terendah (umumnya BB bayi akan turun di hari2 awal kelahiran) , BB usia 2 minggu, dan BB tiap bulannya (bulan 1, 2, dst).
    Berapa kali pipis/bak dalam sehari? Bagaimana pola bab nya?
    Karena menilai kecukupan asupan bayi yang utama dari kenaikan BB (lebih ideal lagi bila ada data TB/Tinggi badan dan LK/Lingkar kepala) juga dari ouput urin harian & stool secara umum.
    Saat ini bayi minum ASIp melalui media apa?
    Untuk MPASI sudahkah bayi diberikan makanan kaya zat besi seperti red meat? Juga sumber2 protein lainnya?

    Maaf ya saya balik banyak nanya supaya saya lebih detil dalam membantu Mba mengatasi kekhawatiran Mba :)
    -Monik

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.