ASIP Hilang di Bagasi Pesawat

andinigelar

sumber foto: Otty

Saya adalah ibu bekerja dengan jadwal perjalanan dinas keluar kota yang lumayan sering. Tujuan perjalanan dinas dapat beragam, tergantung kebutuhan pekerjaan mulai dari pelosok di nusantara hingga luar negeri. Belum genap Langga berusia 5 bulan, saya sudah dijadwalkan untuk melakukan perjalanan dinas selama 5 hari ke New Delhi, India. Total waktu perjalanan menjadi 7 hari karena perjalanan ke negara di Asia Selatan tersebut membutuhkan waktu sekitar 7 jam.

Pertanyaan yang muncul langsung di benak saya adalah, bagaimana nasib ASIP Langga? Apakah target Langga ASI eksklusif akan tercapai?

Setelah browsing beberapa artikel, saya membulatkan tekad untuk tetap memerah selama perjalanan. Stok ASIP Langga di kulkas InsyaAllah cukup untuk menutupi kebutuhan selama saya pergi, karena saya memang sudah rajin “koleksi” asip sejak hari ketiga Langga lahir. Akan tetapi kekhawatiran bahwa saya tidak dapat mengembalikan jumlah stok ASIP ke angka “aman” tetap membayangi.

Hari kepergian akhirnya tiba. Bermodalkan perlengkapan perang memerah yang memang senantiasa saya bawa yaitu Medela mini electric plus, Nature kantong asi sekali pakai, baterai (kalau-kalau saya tidak menemukan listrik) dan nursing apron, saya meyakinkan diri dan tetap berpikiran positif bahwa semua akan baik-baik saja. Klarifikasi bahwa saya dapat membawa tas pendingin dan ASIP ke cabin pesawat juga sudah saya dapatkan dari maskapai penerbangan yang akan menerbangkan saya ke New Delhi dan juga membawa saya kembali ke Jakarta.

Upaya memerah ASIP berhasil selama keberangkatan, begitu transit di Kuala Lumpur, saya langsung mencari nursing room di bandara. Waktu transit saya gunakan dengan tekun dan manis untuk duduk memerah. Sesampainya di New Delhi, saya juga langsung koordinasi dengan pihak Hotel Taj Mahal agar saya dapat menitipkan ASIP di lemari pendingin yang dapat membekukan ASIP.

Semua berjalan lancar sesuai dengan rencana sampai akhirnya tiba waktu pulang kembali ke Jakarta. Semua ASIP yang sudah beku saya masukan ke dalam bagasi karena berat kalau saya bawa ke cabin. Karena keterbatasan tempat tas pendingin yang biasa saya pakai ternyata tidak muat membawa ASIP saya selama seminggu. Sehingga asip yang saya perah dalam perjalanan pulang terpaksa saya untuk buang.

Saya satu langkah lagi menuju kesuksesan. Terbayang wajah Langga penuh kebanggan karena Ibunya bisa membawa pulang hasil memerah selama hampir 1 minggu.

Perasaan saya berubah menjadi waswas ketika pesawat saya mengalami keterlambatan saat hendak berangkat dari New Delhi ke Kuala Lumpur selama 1 jam. Waswas berubah menjadi stres karena setelah tiba di Kuala Lumpur, pesawat saya ke Jakarta lagi-lagi mengalami keterlambatan. Apa kabar ASIP saya di dalam bagasi? Sesampainya saya tiba di Soekarno Hatta, benar saja. Stres berubah menjadi tangis, karena ternyata bagasi saya HILANG. Setelah lapor ke lost and found, bagasi akhirnya ditemukan 2 hari setelah itu dan diantar ke rumah saya.

Suami berulang kali menghibur saya dan meyakinkan bahwa semua pasti baik-baik saja. Tapi saya harus menerima kenyataan pahit. ASIP saya selama seminggu memerah secara eksklusif di Delhi sudah basi. Saya amat menyayangkan pihak maskapai penerbangan yang mengganggap enteng kerugian yang saya alami. Karena memiliki asuransi perjalanan, saya mendapatkan ganti rugi berupa uang. Tetapi itu tidak menggantikan stok ASIP saya. Sebentar lagi Langga akan merayakan ulang tahunnya yang pertama. Sejak saat itu sampai hari ini Alhamdulillah saya tidak pernah putus asa untuk terus-menerus menyusui dan memberikan Langga ASIP, walaupun saya harus terseok-seok mengejar stok yang kritis.

Saya belajar banyak dari pengalaman pahit itu, bahwa menyusui adalah sebuah komitmen yang dalam dari seorang Ibu terlepas dari berbagai perannya yang ia jalani. Tantangan pasti ada dan terkadang sebaik apa pun perencanaan kita, tidak menutup kemungkinan terburuk akan terjadi. Untuk semua Ibu yang sedang menyusui, jangan mudah menyerah dan tetap konsisten pada tujuan awal. Semangat!

14 Comments

  1. randi
    randi August 13, 2012 at 1:26 am

    What a………!!!! sabar mom… Ini sharing yg sangat berharga, maskapai kudu mbaca nih….

  2. indriani budi utami
    indriani budi utami August 13, 2012 at 6:55 am

    bisa kebayang kecewanya ya mbak …
    Tetap semangat memberikan yang terbaik untuk si kecil, CAIYOOOOOOOOOO

  3. amaliaputri
    Amalia Putri August 13, 2012 at 7:20 am

    ROARRRRRR,,,, aduh mba..kebayang sedihnya campur aduk dengan kecewa dan rasa marah.. hiks :,(

    tapi salut pada semangat-mu.. benar, memang pemberian ASI itu adalah komitmen sebagai seorang ibu.. you may give up, but you choose not to.. Langga pasti bangga banget padamu mbak.. :)

    Sukses ASI eksklusifnya ya.. Semangat!

  4. hary
    hary augustina August 13, 2012 at 9:19 am

    yang sabar mom,

    tapi memang sedih ya, ASIP seminggu akhirnya kebuang, juga sikap kurang menghargainya dari maskapai yg menganggap enteng kehilangan ASIP yg dikumpulkan dgn penuh perjuangan.

    tapi kehilangan ASIP emang buat sedih ya mom, aku mesti buang asipku yg dipendingin dan freezer karena PLN melakukan perbaikan jaringan gardu listrik, didekat tempat tinggal ku tanpa pemberitahuan, jadinya lemari es padam lebih dari 10 jam, pada hari kerja, jadi kita gak tau kalo ada pemadaman, untungx esok hari adalah hari libur, jadi bisa disusui langsung. coba kalo esoknya kerja juga, gimana mimiknya elhaque.

  5. andinigelar
    andini ardani August 13, 2012 at 10:12 am

    Terima kasih ya Moms..tidak terbayang tapi ini pelajaran berharga untuk aku, setelah kejadian ini sepertinya Tuhan menantang komitmen aku..”oke kalau sudah begini..will you give up?”
    Tapi Alhamdulillah semua pasti ada solusi asal kita konsisten dan tekun..Langga masih full asi sampai saat ini 12m 2 w! Bangga dan bersyukur karena semua mendukung usahaku.
    Tetap semangat ya Mommies…don’t let them turn you down! *peluks*

  6. Mama Kinan
    Sugiharti Sudiono August 13, 2012 at 12:31 pm

    ya allah mbak..bisa membayangkannya betapa sedih dan kecewanya kayak apa, dan itu hasil satu minggu, saya masih ingat banget saat itu padahal cuman terkunci dikulkas ruang HR saat weekend, karena pulang telat, jadi yang terakhir diruangan, dan hasil asi yang di pompa hari itu ketinggalan di ruang HR dan terkunci nggak ada lagi kunci serep kecuali yang dibawa HR yang dah pulang…nangis, kecewa sedih, karena saat itu weekend, takutnya bakalan basi kalo lebih dari 3 hari karena nggak di frezeer…
    alhamdulilah masih semangat terus….:)
    insyallah banyak pelajaran dipetik dari catatan bunda lingga ini

  7. Tari
    Astari Radinanur August 13, 2012 at 12:58 pm

    Andiiinnn..
    aku terharuuu.. sukses terus nya ngASI nya..
    semangat.. :’)

  8. Kira Kara
    Bunda Wiwit August 13, 2012 at 2:41 pm

    terharuuu… ikut sediihhh.. ikut mirisss… hikss..hiksss.. speecless deh.. big hug aja yuuukk.. :)

  9. andinigelar
    andini ardani August 13, 2012 at 4:23 pm

    Makkksss pasti bisaaaa..maju tak gentar group hugs!

  10. koeliz
    Tasya Karissa August 13, 2012 at 6:34 pm

    Been there too.. Pernah hasil mompa seminggu travel Korea-Dallas-Mexico, ternyata ga lolos Custom waktu pulang dari Mexico, meskipun diperbolehkan oleh UU di Amrik..
    Waktu itu langsung ku lempar ASIPnya ke petugas custom sampe dia melongo .. haha

  11. drevasusantidh
    Eva Susanti Hutabarat August 14, 2012 at 12:06 pm

    seemuwaaaangaaaattttt yh moms :))
    wow mbak koeliz, penasaran ceeita lempar melempar asi ke petugas custom. hihihi. bau acem lah dia pulang kerumah yh? hehe

  12. mimarura
    mimarura August 16, 2012 at 10:23 am

    makanya saya setiap perjalanan dinas ga pernah mau simpan asip d bagasi. biarpun berat setengah mati bawa asip dan es batunya saya selalu memaksakan masuk ke cabin.

  13. Honey Josep
    Honey Josep August 24, 2012 at 2:09 pm

    tfs mama Andin,

    pelajaran buat yg mau traveling nih!

  14. cynkoirewa
    Cynthia Koirewa November 9, 2012 at 2:11 pm

    Jadi terharu bacanya, :(

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.