Benign Myoclonus during Sleep

Mama Kinarian

Istilah Benign Myoclonus during Sleep ini pertama kali saya baca di Internet. Ketika itu saya sedang berusaha mencari penjelasan kenapa bayi saya, Kinarian, yang baru berusia 6 bulan, selalu terkaget-kaget dalam tidurnya padahal tidak ada suara apa pun. Frekuensi kagetnya bisa 1 menit sekali, kadang ia terbangun, membuka mata sebentar lalu tertidur lagi, kadang ia terbangun, merengek, dan tidak bisa tidur lagi. Biasanya ia akan benar-benar terbangun kalau tidurnya sudah lebih dari 10 menit. Kaget-kagetan ini memang sangat mengganggu tidurnya, bahkan kalau siang ia hanya tidur maksimal 30 menit. Kadang, saking mengganggunya, saya sampai sedikit menindih satu tangan dan kakinya dan memegangi tangan dan kakinya yang lain ketika tidur, agar kalau ia kaget dan tubuhnya bergerak, gerakannya itu tidak sampai membangunkannya, kadang cara ini berhasil, kadang juga tidak. Untung saja di malam hari kaget-kagetannya ini tidak begitu mengganggu, walaupun kaget dia masih bisa tidur pulas paling tidak selama 1-1,5 jam untuk kemudian terbangun, menyusu dan tidur lagi.

Saya sempat khawatir dengan hal ini, oleh karena itu saya berusaha mencari penjelasan di Internet. Informasi yang muncul hampir semuanya mengarah ke Infantile Spasm atau epilepsi pada bayi, di mana bayi yang menderitanya sering kaget, tapi sebenarnya itu adalah kejang yang bisa merusak otak, menyebabkan keterlambatan perkembangan, dan hal-hal mengerikan lainnya. Saya jadi makin khawatir.

Saya berusaha untuk mencari informasi lebih lanjut, sampai akhirnya saya menemukan sebuah artikel jurnal kedokteran yang membahas tentang Benign Myoclonus during Sleep (BMdS) pada bayi yang sering salah didiagnosa sebagai Infantile Spasm (IS) atau epilepsi pada bayi karena keduanya mempunyai gejala yang sama. Hati saya sedikit tenang, berharap Kinarian hanya terkena BMdS, dan bukan IS. Tapi saya masih belum bisa sepenuhnya tenang, sampai akhirnya saya membawa Kinarian untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak yang mempunyai keahlian sub spesialis syaraf. Dokter menyatakan Kinarian mengalami BMdS. Tapi karena biasanya BMdS ini hanya menimpa bayi yang masih kecil, sedangkan Kinarian waktu itu sudah berusia 6 bulan, dokter lalu menyarankan untuk dilakukan EEG pada saat tidur alami. Setelah menunggu 1 bulan karena maju mundur membayangkan sulitnya melakukan EEG, akhirnya saya membawa Kinarian untuk di-EEG.

Setelah hasil keluar dan dibaca oleh dokter, dokter pun dengan mantap menyatakan bahwa semuanya normal dan Kinarian memang hanya terkena BMdS. Sekarang Kinarian sudah berusia 8 bulan, kalau tidur masih sering kaget, tapi sudah jauh berkurang. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kaget-kagetannya akan hilang sama sekali.

13 Comments

  1. hananafajar
    hanana fajar November 15, 2013 at 8:58 am

    Semoga makin lama BMdS nya Kinarian mulai berkurang dan hilang ya mama…

  2. zulaekhah
    zulaekhah November 15, 2013 at 3:00 pm

    Waktu umur 3 bulanan, zaidan juga seperti itu. Makanya waktu tidur digendong terus, biar waktu tidurnya ga cuma 5 menit. Tapi lama kelamaan pegel juga, tiap tidur gendongan.. Akhirnya kalau tidur dan udah mulai nyenyak saya bedong zaidan biar bobonya anteng. ;)

  3. eka
    Eka Wulandari Gobel November 15, 2013 at 5:06 pm

    enzo & dante juga waktu bayi suka kagetan, tapi gak sering sih. tapi lama2 juga ilang. semoga kinarian juga cepat hilang yaa kagetannya :)

  4. miyo-chan
    miyo-chan November 15, 2013 at 5:29 pm

    Alarik (1,5 thn) jg sempat mengalami BMdS ringan di umur 6-7 bln. Gejalanya tangan & kaki gemetar seperti menggigil setiap mulai tertidur (setengah terlelap), namun tidak sampai membangunkan Alarik. Gemetaran ini biasanya tidak lebih dari 2 menit, & setelah saya genggam erat atau tepuk kaki/tangannya gemetar tersebut berhenti. Kejadian ini bisa terjadi 3-4 kali dalam seminggu, & hanya terjadi di saat tidur siang.
    Sewaktu saya konsultasikan ke DSA beliau bilang sambil diamati dulu saja, karena gemetarnya tidak lama & bisa dihentikan dgn segera.
    Saya pun mencari info di internet & menemukan video tentang BMdS di YouTube dimana gejala yg dialami si bayi dlm video tsb sama persis seperti yg dialami Alarik. Dari situ kemudian saya tahu tentang BMdS ini.
    Syukurlah menjelang umur 8 bln kejadian gemetaran ini sudah tidak pernah terjadi lagi. Sampai sekarang pun alhamdulillah Alarik tumbuh sehat, aktif, ceria, & (ke)banyak(an) akal *sampai Bundanya bingung* ;))

    Sehat selalu ya Mama & Kinarian.. :)

  5. Shasta P
    Shasta P November 15, 2013 at 6:21 pm

    Dulu waktu anak pertamaku baby jg sering kaget kaget saat tidur, mungkin caraku bisa membantu mbk, biasanya baby ku tidurkan dngn cara tengkurap diatas dadaku, kudekap dia dngn posisi tidurku kepala agak disangga dngn 2 bantal, cara ini membuat babyku tidur dngn nyenyak dan merasa aman karena hangat didekap olehku. Mudah”an caraku bisa membantu ya

  6. Mama Kinarian
    Mama Kinarian November 15, 2013 at 6:47 pm

    Mama2 semua, terima kasih sudah mendoakan supaya Kinarian segera hilang kagetannya :)
    Dulu saya juga selalu gendong dia ketika tidur, sampai kira2 usia 5 bulan, dibedong juga iya, tp hanya sampai umur 4 bulanan, waktu itu malah belum begitu ngeh kalau dia kagetan, setelah kebiasaan bedong dan gendong ditinggalkan baru kelihatan sekali kagetannya. Kadang dia juga seperti menggigil, tapi syukurlah sekarang sudah jauh berkurang dibanding dulu ketika masih lebih kecil. Mudah2an tdk lama lagi kagetannya bisa hilang sama sekali. Aamiin :)

  7. sapta
    sapta ningsih November 18, 2013 at 11:58 am

    halo mama Kinarian, dulu anak pertama saya pun sering kagetan dan terbangun saat tidur..akhirnya harus digendong selama dia tidur dan itu berlangsung smp dia usia 8 bln..kuncinya memang kita harus sabar sbagai orang tua :)

  8. Mama Kinarian
    Mama Kinarian November 18, 2013 at 4:33 pm

    sapta ningsih, betul sekali, mudah2an sy juga bisa selalu sabar :)

  9. jessmite
    jessmite November 22, 2013 at 2:05 pm

    Halo Mama Kinarian,
    Waktu konsultasi dengan dokter apa dokter ngasi tau BMdS in bisa hilang sama sekali nantinya? Ketika usia berapa kira-kira?
    Oh ya EEG itu singkatan dari apa?
    Semoga Kinarian semakin berkurang ya kaget-kagetannya ya…

    TFS

  10. Mama Kinarian
    Mama Kinarian November 22, 2013 at 3:55 pm

    Halo jessmite, dokter mengatakan nanti seiring dengan semakin mature-nya sistem saraf dan tidurnya, kaget2an ini akan hilang sama sekali, tp tdk bisa dipastikan umur berapa mengingat seharusnya sdh hilang di usia 6 bulan sedangkan ketika di-EEG Kinarian sudah 7 bulan lebih. EEG singkatan dari electroencephalography. Aamiin, terima kasih doanya :)

  11. ummu hadid
    ummu hadid December 3, 2014 at 3:34 pm

    Hadid juga sering kaget2an kalau tidur, apalagi kalau baru terlelap. Kita gerak dikit dia terkaget. Waktu newborn bahkan ga da suara apa-apa bisa kaget sendiri, setelah baca artikel moms jadi ngerti :D
    makasih infonya ya moms, semoga Kinarian bisa tidur nyenyak tanpa terkaget2 lagi :)

  12. Mama Kinarian
    Mama Kinarian December 4, 2014 at 7:15 am

    Ummu Hadid, terima kasih kembali :) Terima kasih juga untuk doanya. Sekarang Kinarian sudah berusia 21 bulan dan sudah tidak kaget-kaget lagi kalau tidur. Mudah2an Hadid juga segera hilang kaget-kagetannya ya :)

  13. Ekamarlina
    Ekamarlina February 20, 2015 at 12:56 am

    Haloo mama Kinarian.

    Putriku baru lahir usia kini 2 minggu…dan mengalami gejala sama seperti kinarian yaitu terkaget2 atau kedetan di tangannya dan kaki. durasinya lama dan sering, aku sangat khawatir…boleh sharing donk kira-kira untuk memastikan ini BMDS atau IS apa yah?BMDS berbahayakah?boleh share dokter yang menangani kinarian bun?ada videonya gak, klo ada share k emailku [email protected].

    Makasih.

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.