Berinvestasi di Reksadana

Sekarang sudah bulan Maret lagi saja.
Dan tidak terasa pula, saya telah mengisi artikel soal financial planning di The Urban Mama sejak tahun 2011, jadi sudah dua tahun lamanya. Untuk para Mama yang sudah
rajin membaca, adakah perubahan yang telah dilakukan dalam hal perbaikan pengaturan
keuangan?

Mudah-mudahan sudah ada ya.

Hal mendasar yang seharusnya telah dilakukan, minimal Mama telah mencoba produk investasi, misalnya reksadana. Atau jangan-jangan belum? Sayang sekali. Kenapa masih
menunda untuk berinvestasi?

• Takut. Deg-degan karena reksadana sangat fluktuatif
Pepatah bilang tak kenal maka tak sayang. Kalau Mama belum pernah memiliki reksadana satu pun, bagaimana akan tahu mendetail soal kinerjanya. Lagipula tidak semua reksadana bergerak fluktuatif, reksadana pasar uang returnnya selama tahun 2012 kemarin bergerak stabil di angka 3-4% per tahun. Demikian pula dengan reksadana pendapatan tetap yang berbasis obligasi/surat hutang. Return nya lebih tinggi sedikit dari reksadana pasar uang, namun pergerakannya tidak sangat up and down.

Hanya reksadana campuran dan reksadana saham yang memang bergerak cepat, tapi kan Mama masih ingat bahwa jenis reksadana ini hanya untuk jangka panjang, di atas 10 tahun. Untuk anak-anak kita SMA atau kuliah. Sebagai contoh salah satu performance reksadana campuran di tahun 2012 adalah 12,51% dan reksadana saham 18,05%.

•Masih menunggu saat yang tepat untuk membeli reksadana di harga murah
Menunggu harga murah hari ini? Atau besok? Lusa? Eh ternyata malah naik lagi. Tidak ada yang dapat memberikan kepastian akan harga murah di dunia pasar modal. Faktornya terlalu banyak. Toh, kita tidak membeli langsung senilai 1M reksadana. Daripada terus menunda demi harga murah, tapi akhirnya tidak pernah terealisasi membeli. Lebih baik segera membeli sekarang juga. Ingat akan konsep dasar nilai uang, semakin cepat kita menginvestasikan uang, maka kemungkinan untuk penambahan bunga terhadap uang kita akan semakin besar.

•Uangnya belum cukup banyak untuk berinvestasi
Reksadana bisa dimulai dengan nominal 500 ribu saja! Tidak ada alasan untuk menunda kan? Selanjutnya bahkan bisa berinvestasi reguler 100rb per bulan. Ini hanya mind set yang salah, bahwa kalau mau berinvestasi harus punya uang banyak dulu. Seberapa banyak? Karena manusia tidak pernah merasa cukup.
Uang banyak itu relatif. Hari ini kita berpikir uang sudah banyak, tapi setahun kemudian rasanya kok sudah tidak banyak lagi ya. Karena itu mari coba investasi apabila Mama ingin uangnya sedikit bertambah, dengan return lebih besar sedikit daripada produk perbankan,cobalah produk pasar modal.

•Reksadana tidak dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan)
Perbedaan mendasar antara tabungan (produk perbankan) dengan reksadana (produk pasar modal) adalah masalah penjaminan. Dan memang inilah karakteristik yang berbeda dari masing-masing produk keuangan. Karena setiap produk memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan tabungan adalah rasa aman dan nyaman, karena dijamin oleh LPS sampai dengan nominal simpanan 2M. Namun kelemahannya produk perbankan dikenai pajak 20% dan bunga
tahunan 2%. Sedangkan reksadana tidak dijamin, namun semuanya telah diregulasi dengan baik oleh BAPEPAM-LK, kelebihannya return reksadana bisa lebih tinggi dari tabungan. Yang penting adalah membagi-bagi dana kita di berbagai produk. Tetap memiliki tabungan/deposito/emas, namun coba juga untuk memiliki produk investasi. Dengan keragaman, kita dapat memperolah keuntungan yang optimal.

Jadi tidak ada alasan untuk menunda investasi kan?
Jangan sampai tahun 2013 berlalu tanpa ada kemajuan investasi, mulai segera! Semoga
ada yang tergerak, sehabis membaca artikel ini, detik berikutnya langsung pergi ke bank/
manajer investasi untuk membeli reksadana. Jangan membuang waktu lebih lama lagi.
Waktu terus berjalan dengan cepat... tik tok tik tok
Selamat berinvestasi ya, Ma.

20 Comments

  1. avatar
    agnessantoso April 8, 2016 4:56 pm

    Untuk investasi saya sudah ikut reksa dana, 3 pilihan sekaligus mom, reksa dana pasar uang, pendapatan tetap dan saham. kira2 gimana menurut mom fitriavi?

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    agnessantoso April 8, 2016 4:55 pm

    setuju sih, sebaiknya punya tabungan juga berinvestasi. Saya sendiri punya Deposito, Investasi dan juga Asuransi. Deposito biasanya untuk jangka pendek, lebih ke kebutuhan refreshing misalnya jalan2. Sedangkan Investasi lebih banyak untuk pendidikan anak. kalau asuransi, ada satu yang saya khususkan yakni asuransi pendidikan anak masuk Universitas. Untuk saya sendiri lebih pilih asuransi jiwa Golden Protector dan asuransi kesehatan ProHealth. Untuk asuransi saya lebih percayakan ke Manulife mom fitriavi

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    retno November 7, 2013 10:10 am

    momfitriavi, akhirnya aku buka account reksadana, ancang-ancangnya lama banget akhirnya terealisasikan. Salah satunya juga krn baca artikel TUM :). *lama banget yak hehehe*
    Semoga bener2 bermanfaat buat dana pendidikan anak kalo dah besar nanti. Dan tentu saja kudu disiplin investasi tiap bulannya, semangattt

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    fitriavi noeriman November 6, 2013 8:21 am

    to Mama Eka Sartika ... yaahhh kenapa mba, ko ga jadi beli reksadananya? masih deg2 an ya ;) wajar sih. ga apa apa, pelan2, tapi coba dengan angka kecil dulu saja. 100rb per bulan? lihat perkembangannya dalam waktu lama, dengan begitu mengalami sendiri akan membantu meningkatkan kepercayaan diri. tabungan pendidikan plus asuransi kesehatan, oke juga, tapi hanya untuk jangka pendek, untuk di atas 10thn, angka nya akan kalah dengan laju kenaikan biaya pendidikannya itu sendiri mba ..

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    fitriavi noeriman November 6, 2013 8:18 am

    Hi Mama Ainovita, boleh banget. silakan bisa kirim pertanyaan nya ke [email protected], atau kirim sms/telp ke 0816628944
    Buat para Mama TUM, feel free to ask lho :)

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.