Cancer: Silent Killer

rockinraka

Kanker.

Sebuah penyakit yang menghantui siapa saja tanpa pandang usia. Entah itu wanita ataupun pria, mulai dari yang muda hingga tua. Saya sendiri selalu bergidik setiap mendengar kata “Kanker”. Ini bukan kanker singkatan dari “kantong kering” lho ya, tapi kanker yang penyakit itu. Membayangkannya saja sudah mampu membuat saya menutup mata. Penyakit ini menyerang beberapa orang yang saya kenal, bahkan salah satu teman kuliah saya meninggal dunia karena kanker ovarium stadium III yang dideritanya.

Sebagai orang awam dan wanita, saya tahu bahwa ada penyakit kanker yang memang khusus menyerang wanita, seperti kanker serviks (mulut rahim), kanker payudara dan kanker ovarium, lalu ada kanker prostat yang menyerang pria, selebihnya adalah tipe kanker yang dapat menyerang siapa saja (pria atau wanita). Saya juga tahu kalau rokok dapat memicu penyakit kanker, dan kemotrapi adalah salah satu metode untuk mematikan sel kanker sebelum menyerang organ tubuh lainnya. Tapi pengetahuan saya hanya terbatas sampai di situ, bukannya saya tidak mau peduli, tapi saya takut. Takut jika saya memeriksakan diri dan menemukan gejala serupa, takut jika saya yang dijangkiti penyakit itu, takut bagaimana saya harus menghadapinya. Saya kemudian menutup diri terhadap informasi mengenai penyakit ini.

Namun, semua berubah ketika saya mendapat kabar duka di awal Agustus ini. Teman kuliah saya yang belum menikah dan masih berusia muda (20an akhir) meninggal karena penyakit ovarium stadium III yang dideritanya. Sedih, sudah pasti, namun yang membuat saya terkejut adalah ketika tahu bahwa dia berjuang melawan penyakit kanker dalam kurun waktu 1 tahun.  Saya pikir kanker ovarium itu hanya menyerang para wanita yang berusia >40 tahun keatas atau mereka yang menikah dan memiliki keturunan. Rupanya saya salah, tidak ada satupun wanita yang benar-benar bebas dari risiko terserang penyakit mematikan ini.

Sedikit cerita tentang teman saya tadi, awalnya dia sering mengeluh sakit maag, mungkin dia juga mengira bahwa sakit perut yang dideritanya tadi memang maag akut. Di tahun 2010, karena sakit maag tadi semakin parah, dia memeriksakan diri, rupanya ditemukan semacam benjolan yang saat itu dikira kista. Belakangan baru diketahui bahwa benjolan tadi adalah sejenis tumor yang menyebabkan kanker. Setelah melalui beberapa pemeriksaan dengan dokter ahli yang berbeda-beda (guna mendapatkan second opinion), barulah diketahui bahwa dia terjangkit penyakit kanker ovarium stadium lanjut. Dan tentu saja, ketika penyakit kanker telah memasuki stadium lanjut, harapan untuk sembuh sangat kecil.  Terakhir kami yang teman kuliahnya diberi tahu pihak keluarga bahwa Dokter akan melakukan tindakan medis guna menghambat sel kanker menjalar ke organ tubuh lainnya. Namun Allah SWT rupanya telah memutuskan jalan lain bagi teman saya tadi, setelah perjuangan selama setahun terakhir ini, teman saya menyerah juga. Ini adalah jalan yang terbaik untuknya, karena dia pasti tersiksa menjalani berbagai pengobatan, operasi yang melelahkan secara fisik dan terutama mental.

Kembali kepada saya dan ketakutan saya, kemudian saya merasa tertampar. Saya yang sudah menikah dan memiliki anak, punya risiko terserang penyakit ini, mestinya saya tidak berdiam diri dan menutup mata, melainkan mencari informasi yang akurat mengenai penyakit kanker. Apalagi sekarang dengan media internet, cukup mengetik satu kata saja, maka ribuan situs yang memuat informasi tentang kanker pasti dapat dengan mudah saya temui. Lalu, saya mulai menyiapkan diri saya, mencari informasi sebanyak yang saya bisa.

Melalui informasi yang saya dapatkan di internet ataupun media cetak, saya belajar perbedaan antara setiap jenis penyakit kanker, mulai dari gejala yang ditimbulkannya, pencegahannya hingga bagaimana pengobatannya. Dari sekian banyak jenis penyakit kanker, para wanita harus benar-benar waspada terhadap 3 penyakit kanker yang hanya menyerang wanita, yaitu: kanker payudara, kanker serviks, dan kanker ovarium.

Saya bahkan mempelajari bagaimana cara memeriksa payudara sendiri sebagai deteksi dini dari kanker payudara. Atau bagaimana virus HPV (Human Papilloma Virus) menjadi penyebab utama kanker serviks. Sementara untuk kanker ovarium atau yang lebih sering dikenal sebagai silent killer, yang perlu diwaspadai adalah apabila mengalami gejala sakit bagian panggul terus menerus atau sakit serupa maag segera lakukan check up.

Dengan kejadian yang menimpa teman saya, pelajaran penting yang patut dipetik adalah sebagai seorang wanita, ada baiknya kita lebih peduli pada kesehatan kita, jangan pernah menganggap remeh suatu penyakit yang sepele, rajin melakukan pemeriksaan, seperti pap smear atau medical check-up lainnya, mengikuti seminar seputar kesehatan wanita hingga konsultasi dengan dokter ahli. Pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati.

11 Comments

  1. tisyonk
    tisa 'tisyonk' October 12, 2011 at 6:01 am

    Tfs. It’s a reminder for me :)

  2. ninit
    ninit yunita October 12, 2011 at 6:39 am

    git,
    makasih ya artikelnya. bener2 ngingetin banget supaya ngga nganggap remeh kalo kerasa ada yang ga enak.

    btw, sedih ya baca cerita temen :(

  3. Sidta
    Dian Arsita Kurniawati October 12, 2011 at 7:31 am

    bener banget, karna seorang temen juga ceritanya mirip seperti temen mb gita. trmksih udah ngingetin …

  4. sLesTa
    shinta lestari October 12, 2011 at 9:40 am

    thanks for sharing-nya Gita.. mudah2an makin bikin para urban Mama (dan Papa) aware ttg pentingnya untuk sadar diri memeriksakan dan waspada ttg cancer. karena emang harus datang dari kita, dari lifestyle & habit.

    gue juga sama kayak elo, pengen tau tapi takut :) tapi kadang rasa takut itu bisa ditepis dengan berpikir, mendingan gue tau sekarang dan bisa diobati kalo emang ternyata sakit, daripada nanti2 dan ternyata udah parah banget.

  5. Honey Josep
    Honey Josep October 12, 2011 at 9:45 am

    tfs Gita :)

    turut berduka atas temannya.

    bener banget kalau kita harus aware sama tubuh kita sendiri. Gak perlu takut mending tau cepat daripada sudah akut.

  6. bengkelkue
    bengkelkue October 12, 2011 at 11:25 am

    Turut berbelasungkawa mb Gita….

    Setuju banget, pemeriksaan dini, sampai saat ini adalah jalan terbaik.

    Mb Gita dan teman semua, alhamdulillah Allah masih memberi kesempatan sehat untuk saya, setelah 6 tahun yang lalu, waktu saya berusia 25 tahun dan belum menikah, saya menyandang kanker ovarium dan selama hampir setahun akrab dengan kemoterapi, dan juga ramuan2 herbal untuk membantu tetap kuat.

    Alhamdulillah, stadium nya belum sampai lanjut, sehingga masih bisa ditangani.

    Sekedar berbagi, tidak ada gejala istimewa dalam kasus saya. Kebetulan suatu ketika menstruasi saya tidak lancar. Kemudian dokter memberi terapi hormon untuk menormalkan siklus saya. Pada saat itu, saya merasakan ada benjolan di perut ( terasa waktu tengkurap di lantai/permukaan keras ). Pemeriksaan manyatakan ada benjolan/massa, ukuran 3×8, yang semula dikira kista, di ovarium saya. Atas saran dokter, saya melakukan operasi.
    Pada saat pengangkatan, ukurannya sudah meningkat menjadi diameter 20 cm, di ovarium kiri, dan massa yang sama di ovarium kanan saya, namun ukurannya lbh kecil. Ovarium kiri diangkat, yang kanan, kata dokter hanya “dibersihkan”. Setelah pemeriksaan mendalam di lab, diketahui bahwa di massa tersebut, terdapat rambut dan tulang, dan sel2nya juga aktif.
    Dokter bilang, itu CA dan demi keselamatan, agar sel2 yang sudah terlanjur ada tidak makin menjalar, saya harus menjalani kemoterapi. Pada saat itu, kemoterapi = muntah sepanjang hari dan gundul. Hehehe… Itu bukan apa-apa,toh kl tidak dengan cara itu, saya belum tentu bisa selamat dan tertawa seperti saat ini bukan? ^^

    Terlalu panjang ceritanya ya?…. Maaf, kebiasaan… ^^ Oke deh…

    Intinya adalah :
    -si CA ini bisa menyerang siapa saja, muda-tua, menikah-blm menikah, gemuk-kurus.
    -Lebih sering ditemui saat sudah terlanjur besar.
    -Dan yang pasti : GEJALANYA TIDAK TERASA, TIDAK SELALU DENGAN RASA SAKIT.

    Jadi mama(‘s), jangan tunggu sampai merasa ada yang kurang enak di badan ya. Lebih baik lakukan sekarang, dan lanjutkan secara berkala. Kalo hasilnya positif, penanganan dini pastinya lebih punya kans besar untuk selamat. Kalo hasilnya negatif, tentunya mama sekalian dapat lebih bersyukur atas karuniaNya.

    Love you all, semoga tetap bisa saling mengingatkan…

    Salam ^^

  7. Veronica Riana
    Veronica Riana October 12, 2011 at 4:10 pm

    Dear Mbak Gita and Moms,

    turut berduka cita ya, Mbak Gita. memang cancer adalah silent killer, tidak diketahui kemunculannya, tidak diketahui juga sebabnya. mungkin ada baiknya kita rajin general check up, terutama untuk yang memiliki faktor resiko terkena kanker, seperti faktor usia, faktor keturunan, atau faktor gaya hidup. dengan medical check up rutin, diharapkan jika memang ada gejala cancer, gejala tersebut dapat terdeteksi secara dini sehingga penanganannya bisa lebih cepat.

    just in case ada teman-teman moms yang ingin mendapatkan informasi paket medical check up di Singapura dan harganya, khususnya di rumah sakit pemerintah, Moms bisa menghubungi saya di 02134101000, 0813202525, dan [email protected]. karena saya bekerja di kantor perwakilan rumah sakit pemerintah Singapura, semua informasi tersebut bebas biaya atau free of charge.

    semoga informasi tersebut dapat membantu mbak Gita dan Moms.

    Best Regards
    -Riana-

  8. bionique
    Monique Carolina October 13, 2011 at 8:58 am

    hai moms,
    skedar share aja sebagai pekerja di dunia medis..

    penyakit kanker bisa mengenai siapa saja, tidak pandang bulu baik laki2 atau perempuan, anak2 atau dewasa atau lansia, sudah menikah atau belum. Tergantung jenisnya, sbagian kanker diturunkan, alias genetik, tetapi gen itu akan tetap ‘tidur’ sampai ada ‘pemicu’ yg akan mengaktifkannya. Nah pemicunya ini macam2, mulai dari gaya hidup, makanan yang dikonsumsi, sampai terapi hormon untuk jenis2 kanker yg ‘terpicu’ oleh hormon. Nah dari sinilah kita bisa ‘memodifikasi’ faktor pemicu tersebut.

    Tetapi jika sudah terkena kanker, jangan putus asa, banyak terapi yang sudah disesuaikan dengan jenis kankernya, mulai dari pembedahan, kemo ataupun radioterapi. Itu semua ada plus minusnya. Tetapi yg penting untuk optimalisasi terapi, tubuh harus dalam kondisi baik, karena kondisi yg baik akan meningkatkan sensitivitas kanker terhadap terapi yg dijalankan. Kondisi yg baik inilah yg bisa dicapai salah satunya dengan pola makan yang baik dan asupan yg tentu saja bernutrisi. Di samping itu tentu dukungan ini disesuaikan dengan masing2 pasien dan penyakit, serta kemampuan yg ada.

    Bersemangatlah melawan kanker..

    Salam sehat…

  9. putrimeryf
    Putri Meryfiani October 13, 2011 at 10:13 am

    Mb, turut berduka ya u/ temannya.

    Sekedar share aja. Saya kena penyakit tumor ovarium itu kelas 3 SMP! Ketauan karena merasa ada ‘barang’ jatuh di perut setiap kali saya sujud pas sholat. Lama kelamaan, sakit pas tidur miring ke kanan, perut semakin gede & celana pada ga muat di bag perut, trus seperti ada hernia setiap pagi.

    Checkup ke dokter akhirnya ketauan. Trus akhirnya dioperasi dengan mengangkat ovarium kanan. Tumornya itu udah segede kepala bayi! dan kata dokter si udah pecah (sepertinya karena perut selalu kutekan2 karena merasa ga nyaman sama perut yang menggendut).

    Sama dokter dicek jenis tumornya. Aku ga terlalu tau hasilnya. Mungkin ortu sengaja ga kasih tau kali ya. Diputusin kemoterapi 6 bulan. 1hari/24 jam 1bulan sekali diinfus. Trus setiap minggu harus suntik obat juga.

    Sampe skrg (26 tahun) tetep harus checkup takut kl ada apa2.Mudah2n selalu dikasih kesehatan oleh Allah SWT. Amiiinn

  10. ruuzuly
    Ruliyani Nuzuly October 13, 2011 at 3:33 pm

    mmh.. 4bulan yang lalu mamaku juga abis operasi pengangkatan rahimnya karna ada massa seberat 1kg, aku liat fotonya grenjulan gitu bentuknya, sereem :(
    mamaku juga ga punya gejala2dan ga ada kerasa apa2, ketauannya mamaku pijit, pas perutnya dipijit ada benjolan sebesar kepala bayi 4bulan kata si tukang pijit.
    pantesan mamaku kuruuusss banget, makin hari makin kurus, tapi anehnya berat badan tetep di kisaran 53kg, ternyata semua makanan yg mama makan diambil sama massa-nya itu..
    mamaku usia 52th blm menopouse juga saat kejadian ini..
    sereem.. kisah mamaku ini bikin aku sekeluarga selama 2 bulan, sebulan pemeriksaan dan sebulan operasi daa pasca operasi, sedih..
    hahhh.. kita semua mesti hati2 ya mamas.. ternyata bener.. penyakit ini bisaa ga ada keluhan dan ga ada gejala..
    semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, Aamiin..

  11. Novvita
    Retno Novvitasari October 30, 2012 at 10:05 am

    Terima Ksih mbak atas share nya… membut saya jadii lebih aware tentang penyakit yang satu ini… semoga kita semua selalu diberi kesehatan… amiin…

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.