Clodi Untuk Naya

neng hanif

Kali pertama saya mendengar istilah clodi adalah saat usia kehamilan 6 bulan. Menemukan istilah ini pun secara tidak sengaja ketika googling daftar perlengkapan baby newborn. Pada saat itu saya hanya terbengong-bengong mengetahui harga clodi yang aduhai. Satu clodi impor asal Amerika harganya bisa mencapai Rp 250.000,00. Harga yang menurut saya sangat tidak masuk akal hanya untuk satu buah popok. Dan karena alasan itulah saya tidak terlalu ambil pusing soal perkara clodi ini, cukuplah hanya dengan popok kain bertali plus popok sekali pakai alias pospak.

Waktu berlalu, hari kelahiran pun tiba. Saya melahirkan seorang putri cantik di salah satu rumah sakit swasta di Bandung. Naya, adalah nama panggilan kami untuknya. Selama tiga hari menginap di sana, Naya hanya dipakaikan popok kain bertali. Itu pula lah yang saya pakaikan kepada Naya setelah kembali ke rumah. Ternyata, jika hanya bermodalkan popok kain bertali biasa untuk bayi baru lahir, setidaknya kita harus menyiapkan minimal dua lusin. Jumlah itu pun menurut saya masih terlalu pas-pasan. Mengingat dalam sehari bayi bisa BAK dan BAB lebih dari 12 kali. Ditambah pula cuaca yang tidak mendukung proses pengeringan cepat.

Demi mengejar target cuci-kering-pakai para popok kain bertali itu jadilah acara mencuci dalam sehari bisa lebih dari tiga kali. Masalahnya bukan hanya dari frekuensi mencuci tetapi juga jumlah cucian yang selalu bertambah banyak setiap saat. Sebabnya tidak lain karena setiap kali bayi BAK, yang basah bukan hanya popoknya saja, tetapi juga kain bedongnya, alas ompolnya, bahkan seringkali hingga membasahi baju (bagian punggung biasanya ikut basah karena anak saya perempuan) yang dipakai si bayi. Untunglah saat itu kami memiliki asisten rumah tangga (ART) yang mengerjakan semua urusan cuci mencuci itu.

Memasuki usia dua bulan, popok-popok kain bertali segera dipensiunkan karena ukurannya yang sudah tidak cukup lagi untuk anak saya. Kami beralih memakaikan celana pop dan celana dalam bayi ukuran all size. Tak tanggung-tanggung, kami membeli dua lusin sekaligus. Namun, jumlah sebanyak itu masih kurang. Musim hujan yang tak kunjung berhenti dan ART yang tidak kembali sehabis mudik lebaran, menyebabkan acara mencuci hanya bisa dilakukan satu kali dalam sehari. Secara bertahap kami membeli lagi celana pop hingga kini jumlahnya mencapai tiga lusin. Alhamdulillah mencukupi.

Ternyata kegiatan mencuci celana-celana pop anak itu sangat melelahkan. Terlebih sebagai working mama yang menghabiskan waktu lebih dari 10 jam di luar rumah. Untungnya suami dan ibu saya cukup pengertian, terkadang (atau lebih sering? :D) mereka yang mencucikan pakaian kotor Naya. Tapi kok rasanya tak tega ya, karena suami dan ibu saya sama-sama bekerja. Pasti mereka juga merasakan lelah yang sama dengan saya rasakan setiap pulang kantor. Lalu bagaimana solusinya agar tenaga kami tidak habis hanya untuk urusan mencuci saja?

Pernah terpikir untuk memakaikan popok sekali pakai (pospak) kepada anak saya demi mengurangi beban cucian. Tapi hal tersebut tentu saja tidak disetujui suami, ibu, dan bahkan ayah saya. Bahan-bahan kimia yang terkandung di dalamnya membuat mereka (dan saya) tidak mengijinkan pospak berlama-lama bersentuhan dengan kulit Naya. Tapi sesekali memakaikan pospak pada Naya sih tak apa. Misalnya saat bepergian, itu pun biasanya maksimal tiga jam sekali saya mengganti pospaknya dengan yang baru.

Lalu bagaimana? Di tengah kebingungan tersebut, tiba-tiba saya teringat kembali pada clodi. Segera saya mencari tahu lebih detil mengenai benda ini. Sejatinya, clodi merupakan akronim dari cloth diapers, atau jika dibahasa-Indonesiakan berarti popok kain.

Nah, yang dimaksud clodi dalam tulisan ini adalah jenis popok kain All in One (AIO), All in Two (AI2), dan popok berkantung (pocket diaper). Entah kenapa tiba-tiba saja sebagian besar ibu yang telah menggunakan popok-popok kain modern ini hanya menyebutnya clodi. Untuk memudahkan bahasan selanjutnya saya akan menyebutnya clodi juga.

Hampir semua produsen clodi mengklaim produknya 100% terbuat dari kain yang aman untuk kulit bayi. Meski terbuat dari kain, konon clodi ini anti bocor dan memiliki efek tetap kering (stay dry) yang sama dengan pospak sehingga tetap memberikan rasa nyaman untuk bayi meski dipipisi beberapa kali. Para produsen juga mengklaim produknya mudah dibersihkan dan dengan perawatan yang tepat clodi produksi mereka bisa digunakan hingga bertahun-tahun.

Harga yang ditawarkan untuk setiap clodi bervariasi tergantung negara asal si produsen. Hingga tahun lalu, merek yang beredar kebanyakan berasal dari negara-negara di benua Amerika. Menyusul kemudian produk dari China. Berbagai produk impor tersebut memiliki range harga Rp 150.000 – Rp 300.000 per item. Harga yang terlalu mahal untuk saya. Untungnya, di akhir tahun 2009 mulai bermunculan produk clodi buatan anak bangsa dengan harga yang lebih terjangkau (di bawah Rp 100.000,00 per item) dan kualitas yang menurut saya cukup memuaskan. Hingga akhir 2010, tercatat puluhan merek clodi lokal mulai beredar di pasaran.

Dengan bekal berbagai informasi telah saya dapatkan mengenai clodi, dimulailah perburuan clodi untuk Naya. Pertama-tama tentu saja dimulai dengan clodi lokal yang murah meriah. Meskipun banyak produsen lokal yang telah membuat clodi, namun sejauh yang saya tahu sebagian besar clodi lokal hanya bisa dibeli melalui dunia maya. Clodi-clodi yang saya miliki juga saya dapatkan dengan cara berbelanja di dunia maya. Tapi, khusus di Bandung saya pernah melihat produk BeNice Kids di Lavie Baby House (Jln Imam Bonjol) meskipun belum pernah membeli secara langsung di sana.

BeNice Kids adalah clodi pertama yang saya beli. Produsennya sendiri berasal dari Bandung. Merek ini memiliki beberapa tipe clodi, dua diantaranya adalah celana sistem lampin dan celana sistim lampin lipat. Selanjutnya, saya membeli merek Ziya, dan Pempem!. Keduanya produk lokal dengan tipe one size pocket diaper. Selama satu bulan ini kinerjanya cukup memuaskan (baca: tidak bocor –red) dan menjadi andalan untuk bepergian.

Sejauh ini baru tiga merek itu yang saya coba pakaikan pada Naya. Melihat kinerjanya, suami pun jadi ikut menyukai clodi. Ia sudah mengizinkan saya untuk menambah stok clodi. Lain halnya dengan ibu saya yang keukeuh tidak mau memakaikan clodi pada Naya. Menurut beliau, clodi membuat Naya ngangkang. Benarkah? Menurut saya sih tidak.

25 Comments

  1. Ika_Ps
    Ika Ps April 25, 2011 at 4:16 am

    cangrat ya Naya dah gabung di clodi club hehehe…
    masih jauh lebih beruntung karna udah banyak clodi merk lokal dgn kualitas bagus, jaman Ghani harus rela beli yg import
    sama kayak nenek Ghani, bertahan makein clodi cuma beberapa bulan, semenjak Ghani dah guling2 ogah banget makein clodi karna ribet, jadi cuma make clodi pas ada bunda di rumah.

  2. April 25, 2011 at 6:53 am

    Tosss!!! ibu dan bapak saya tidak setuju jika Arza; anak sya pake clodi…apalagi pake pospak..hehehe. Mereka berdua rela bgt kena ompolnya arza plus harus mandi dan ganti baju tiap habis sholat..
    Tapi karena sekarang dah g serumah..akhirnya arza pake clodi juga..

  3. Mama Naynay
    Ricka Trisnawati April 25, 2011 at 7:44 am

    sama mom, dulu anakku Nayra (namanya hampir sama)..dilarang eyangti nya pake clodi krn takut ngangkang.
    Trus clodi yg dah q beli sempet q jualin, n akhirnya stlh boleh pake sisanya q pakein lagi n skrg beli2 lagi clodi, hihihi…

  4. scarlett
    Hersa Maurita April 25, 2011 at 8:48 am

    dulu aku jg sempet mikir gt…tp ponakanku yg pk clodi&pospak udh jalan skrg ga ngangkang kok…jd lanjut deh bli2 clodinya hehe

  5. puti a dewi
    Puti Andam Dewi April 25, 2011 at 9:00 am

    Hehe klo pake clodi jg ngangkang insya Allah ga x ya:) alhamdulillah keynara 10bulan pke clodi full 24m,kcuali klo lg travel n nginep2 ya ,ga ngangkang tuh.mlh dia uda lncr jalan dr 9,5 bulan.jlnnya oke2 aja. Trus klo lg abis traveling makein mamipoko (sori nyebut merk hehe), bgitu smpe rmh mke clodi lg kdg suka kangen gtu dgn clodi:) n ttp krasa nyamannya pke clodi yg bebas bau kimia :) wlo nyucinya aga extra ngeluangin wktu, tp kebayar lah:) biar bulky tp aku suka..lagian bikin si kecil mlh tmbh ky semok gtu pantatnya ndutt hehe..

  6. neng hanif
    Hanif Hafsari Chaeza April 25, 2011 at 11:00 am

    … doeng-doeng, kapan ya daku ngirim artikel ini? tak ingaaat, hihihihi …
    Btw, ternyata ada juga mama yg senasib denganku dan naya :D Besok Naya udah 11 bulan dan kakek-nenek nya masih ga mau makein clodi, padahal koleksi clodinya udah nambah.. Bundanya udah kadung jd clodi addict, wehehehehe ;)

  7. jade_ayu
    jade_ayu April 25, 2011 at 3:53 pm

    wahhh.. bisa jd referensi buat saya nih.. skrg masih hamil jalan 6 bulan dan penasaran sama yang namanya clodi. makasi ya mama udh sharing..

  8. find_mega
    megawati rahmat April 26, 2011 at 9:55 am

    wahh..kejadiannya sama kayak aku nih…sempet tertarik dengan clodi pas hamil, tp ko harganya maharani. hihihi trus nyetok popok, bedong, celana panjang n celana dalem utk baby, tapi jdinya cucian segunung krn frekuensi pipis n pup yg sering bgt. mo pake pospak jg kasian, selain takut ruam juga ga sehat buat kantong hhihih..
    pas usia 5 bulan, memutuskan utk pake clodi merk lokal (pempem n GG). lebih terjangkau dan kualitasnya bagus. make clodi dengan pertimbangan supaya bebi allena dengan leluasa bergerak, jd tidak terhambat gerakan motoriknya, biar cepet pinter duduk. ihihihihi
    dan neneknya juga ga begitu suka clodi, dengan alasan takut ngangkang. tapi ttp dipakein jg. hehe

  9. thearizkia
    thea rizkia April 27, 2011 at 10:13 am

    sama dong…aku juga clodi addict. bermacam clodi impor dan lokal jadi koleksi di rumah. investasi awal emang mahal tapi justru bisa bikin hemat karena bisa dijual. kalo aku sih pengennya nyimpen buat adiknya cena. saking demennya sama clodi, aku sampe bikin brand clodi sendiri (dasar emak tukang jualan)

  10. buwie
    ruri nurbani April 28, 2011 at 3:49 pm

    Dear mamas…
    udah ada yang nyoba produk baby aesh kah???
    Mau dooong reviewnyaa…makasih sblmnya..

  11. desy wulansari
    Desy Wulansari April 29, 2011 at 3:36 pm

    Setuju sama clodi. Urban mommies kan kudu mendukung program eco-friedly ya. Lama-lama bakal ada clodi buat mommies (pengganti pembalut)nggak ya? anak kan cuma pake clodi beberapa bulan, kalo mommies perlu clodi sampe puluhan tahun tuh.

    1. May 5, 2011 at 7:19 pm

      kalo mommiesnya bisa pake menspad atau lebih irit lagi: mooncup. baca di thread menspad/mooncup dll… *lupa judulnya*

  12. marselenade
    ade marselena May 4, 2011 at 1:35 pm

    mau anak kedua nih, baru punya clodi 6 biji dan insertnya 10. Cukup ga yah? hehe….ternyata rata2 para mommy makenya pas usia anak 2-3 bulan ke atas yah…*lagi ngitungin, popok ma celana cukup ga yah yg di beli kemaren?* tq 4 sharingnya ya bunda Naya..

    1. May 5, 2011 at 7:16 pm

      gak cukup mom :) pasti kejar tanya banget nyucinya :) coba baca disini: http://theurbanmama.com/topics/tips/346/menghitung-kebutuhan-clodi.html

  13. mommy pasya
    Fitria Megasari May 4, 2011 at 9:13 pm

    Stuju banget sama Neng Hanif, mama Naya… nenek kakek yang dari suami juga ngga pro sama clodi, dibilanginnya panas, kasian dede bayinya kehambat belajar ngerangkak, berdiri, jalan de el el karena katanya kegedean jadi keberatan ke de bayinya, tapi ternyata yang bikin ngga ruam popok ya cuma clodi ini.. pake pospak bikin merah2.. kasian de bayinya… terus sekarang udah 14 bulan pake clodi, perkembangan de bayi ga terganggu, perkembangannya baik sekali malah…
    beda lagi sama nenek kakek dari saya (pihak istri) justru ikut2an kagum ama Clodi ini, “ooh… jaman sekarang udah ada popok canggih gini, ya… coba dari dulu ada pasti ngga repot” terus jadi ikut2an ngebeliin clodi-clodi impor yang kalau beli sendiri mah lumayan mikir berkali2 belinya… hehe.
    Enaknya tinggal kepisah sama orang tua kalau ada hal2 perbedaan pendapat seperti clodi ini bisa tetep aja kita pakein ke bayi kita kalau kita yakin ini yang terbaik buat anak kita.

  14. May 5, 2011 at 7:13 pm

    WELCOME TO THE CLUB!!! hehehe, iya pakai clodi emang lebih ramah di tangan (urusan cuci mencuci misalnya)…. FYI clodi china banyak koq yang dibawah 100ribuan…. misalnya merk favorit yang dipake neng farah: babyland (sekitar 70% clodi yang neng punya merk ini!) manteb buat baby yang pahanya montok…

    oh yaa, jangan jemu2 di thread clodi yang ular naga panjangnya…. :D

    sekali lagi, welcome to the club :)

  15. Devina
    Devina May 10, 2011 at 12:46 pm

    hi..salam kenal..
    Attila jg baru pake clodi setelah 3 bln, baru nyoba merk lokal dan baru pny 3 buah hehehe…so far performance clodinya ga mengecewakan c..tp karena treatmentnya agak ribet n org rmh blm ngerti jd clodinya dipake kl wiken aja pas ada mamanya.

    sekarang kepikiran mw nambah clodi lg tp msh milih2 mw nyoba merk apa, pake lokal yg pempem!, GG dan enphilia semuanya cukup memuaskan cm kadang ada yg berbekas di paha Attila

    TFS y mom :)

  16. Devina
    Devina May 10, 2011 at 1:02 pm

    oia mom ada yg tw ga ko avatar yg muncul kl aku posting sm yg aku upload beda y…
    jd foto ini bkn anakku,a aku bahkan g tw anak siapa hehe..tp di profileku avatarnya bener fotoku dan anakku cm kl aku posting yg muncul beda. knp y mom momod?? kan aku n anakku mw mejeng di TUM ;)

  17. ibunyaajeng
    ibunyaajeng May 24, 2011 at 4:22 pm

    halo moms.. 4 jam yg lalu aku baru baca TUM, langsung daftar trus ni komen 1, hehe.. bayi kami, ajeng, lahir 31 januari 2011; ajeng dpakein clodi 1x pas umur 17hari krn stok popok kain ludes (blum kering):p ajeng punya 18 pocket, 30 insert &24 fleece. itu terdiri dr coolababy, metalmom, gg, babyland & pempem; fleece gak ada merk cuma minta jaitin aja.
    saat ni kami sdang di beijing & tinggal di apartemen. nah, apartemennya gak sediain balkon jd kalo mo keringin via mesin /diangin2. krn aku eman clodinya jd aku pilih clodi kering krn diangin2. emang si,baunya msih klah sma kering djemur sinarmatahari mkanya aku angin2 sampe 2-3hari.
    kebetulan ajeng tu pipisnya bunayak banget jd makein clodi max 4jm mesti ganti, lbh tepatnya aku kasian hehehe. jd kalo clodi abis, ajeng masih dpakein pospak. itupun jg gak lama, pling 3 jam dah ganti hehe.
    palagi kulit ajeng sensitif, kmarin selangkangannya ruam krn 30jam pake 4 clodi & 2 pospak (pasd popok kain blm kering).
    jadi, mnurutku jumlah stok clodi mnurut krakater anaknya. dsini, kami cuma b’3; kalo dulu aku cuma beli 10 pocket, bisa2 kerjaanku cuma nyuci hehehehe.
    oya, meskipun aku di cina tp semua clodi aku beli di indo krn dsini gak jual eceran hehehe

  18. mamaronald
    Karina Lenzun June 10, 2011 at 3:03 pm

    pengen deh pakein ronald clodi,, slama 4 bulan ini dr sjak ronald lahir,, slalu pake pospak,, soalnya agak repot kalo mesti pake popok kain,,
    pipisnya ronald banyak n sering,, dalam waktu 10 menit aja,, ronald dah bisa 2-3 kali pipis..
    kami tinggal di batam,, dsini yg namanya toko perlengkapan baby agk susah,, n aku malah blm pernah dgr dsni ad yg jual clodi..xixixi
    mkanya aku msh krg ngerti clodi tu kyk apa..hehehehe
    tp aku pengen tau,, pengen beli,, n pengen pakein ronald clodi..
    soalnya kulit ronald sensitif,, skrg pake pospak suka ruam.. kasian.. :(

  19. bundanya_aimee
    bundanya_aimee July 12, 2011 at 6:50 pm

    halo moms…wah sepertinya clodi solusi yg tepat buat ibu2 yg males nyuci kyk daku hehe…apa ada yg punya pengalaman memakaikan si kecil clodi sejak newborn?bisa sharing dunk, tQ :)

  20. karisma
    karisma March 4, 2014 at 10:58 am

    go green mom.. setuju, clody bisa dipakai untuk anakku yang no 2 ni sekarang, dulu waktu anak pertama harganya 250ribuan, cuma beli 2 pada waktu itu,awal beli juga karna anakku ruam popok pakai diapers merek apapun, sampai suatu saat tau clody, begitu 4 tahun kemudian adiknya lahir bisa pakai punya kakaknya.. dan nambah clody lokal deh.. trus skrang jualan clody juga deh.. hehehehhe… ayo moms kurangi sampah dengan pakai clody

  21. bunda nasya
    bunda nasya March 19, 2014 at 2:47 pm

    Aq semangat pke clodi saat putri ke 2 lahir (1,5bln) krn bnyk itung2 biaya jg biar hemat sbnrny jd mutusin pke clodi utk nasya. Skrg msi cari clodi yg cocok utk.nasya dari merk sheizy,clubebe,pempem,sobi,sampe babyland bamboo (blm dtg pket nya :] ) semua ada klbh n minus nya. Emang si diawal butuh biaya yg luar biasa utk beli clodi tp kembali niatkan dlm hati yg terbaik utk buati jng pelit deh. Lagian bs di lungsurkan utk adik nya (niat banget mo hamil anak ke 3 ya !!!). Tp sejauh ini blm da masalah utk nasya pke clodi kecuali intensitas cuci popok kain nya all day (baru pny clodi 5clodi pocket & 2 clodi diapers,10 liner, insert 15). Ya si ayah jg rada geleng2 si ko mami belanja online trs . Soso far ayah bisa mengerti stlh dijabarkan panjang lebar. Utk para mommy ayo semangat go green yuks kurangi sampah dibumi.

  22. tcm
    tcm September 17, 2014 at 9:59 am

    thanks bunda, udah ngeshare pengalamannya. ini masih hamil anak pertama, dan tertarik pakai clodi

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.