Dian Arsita Kurniawati

The Urban Mama
Dian Arsita Kurniawati (23yo), PNS. Married to Triyono (25 yo), PNS.

Saya ini orangnya kemraben, selalu bersemangat bila membicarakan pernikahan. Dalam bayangan saya, menikah itu menyenangkan. Punya suami yang siap menemani kemanapun serta anak lucu yang selalu menghadirkan senyum. Karena itu, ketika Mas Tri mewacanakan menikah segera setelah saya menyelesaikan DIII, saya mengiyakannya.

Kami sudah saling mengenal sejak SMA. Saat itupun Mas Tri telah bekerja di salah satu instansi milik pemerintah dan sedang bersiap membeli sebuah rumah. Segalanya tampak sempurna. Keluarga kecil ini nampaknya akan menjalani kehidupan yang nyaman dan damai.

Apa daya, mimpi itu kemudian kandas. Sebuah musibah tiba-tiba mengguncang keluarga (calon) mertua saya. Begitu cepat segalanya terjadi, namun begitu parah kerusakan yang ditimbulkan. Dana yang tadinya akan digunakan untuk biaya pernikahan dan DP rumah terkuras habis untuk recovery. Bahkan harus ambil kredit lagi untuk menutupinya.

Walaupun sempat dilema, kami akhirnya memutuskan untuk tetap menikah di tanggal yang telah ditentukan; 9 hari setelah saya diwisuda. Memulai dari bawah, bukan hanya
dari nol tetapi dari minus.

Bayangan rumah pribadi kami hapus. Tergantikan oleh sebuah rumah kontrakan dengan
perabot minim; kasur, lemari pakaian dan 2 buah cabinet plastik. Televisi kami adalah
monitor komputer butut yang dipasangi TV Tuner, sudah saya pakai sejak tingkat 2 kuliah. Kulkas pun bawaan dari Ayah, dulu dibeli second dari seorang rekan.

Kami belum sempat bulan madu karena saya harus segera mengurus pemberkasan untuk
diangkat menjadi CPNS. Dua minggu setelah menikah kami jatuh dari motor. Kejutan terbesarnya, belum sembuh luka-luka akibat kecelakaan itu, dokter mengatakan saya
positif hamil! Apalagi saat itu Asa diduga tidak berkembang dan harus dikuret
(namun akhirnya tidak jadi). Setelah kejadian itu, panggilan untuk mulai ngantor datang.
Saya harus mulai menjalani ikatan dinas.

Betapa berat rasanya saat itu. Saya belum menerima gaji. Gaji ayah dipotong angsuran
kredit, ayah masih kuliah, masih membantu kuliah dan sekolah adik. Saya hamil, lemas dan mun-mun parah sampai tak bisa melakukan apapun. Sempat bedrest. Biaya transportasi membengkak karena harus menempuh rute Bintaro-Jakarta Pusat setiap hari.
Uang makan sulit dihemat karena saya sama sekali tak sanggup memasak, lewat dapur
saja mual. Belum lagi memikirkan apakah saya punya hak untuk cuti bersalin nantinya.

Yang paling membuat pesimis tentu saja biaya persalinan. Apalagi kami harus bersiap untuk operasi caesar karena Asa sungsang. Tapi benar kata orang, bayi punya rejekinya sendiri. Sebulan sebelum Asa lahir, saya akhirnya gajian. Disusul rapel hasil kerja rodi berbulan-bulan. Besar sekali jumlahnya.

Asa pun akhirnya tidak jadi sungsang, lahir secara normal, tanggal 12 Juli 2009. Dari yang tadinya pesimis, tidak punya uang, akhirnya kami mulai merangkak naik. Ternyata,
bila sudah pernah hidup pas-pasan, punya ART dan mesin cuci itu nikmat sekali ya? Dan bila sudah pernah semalam suntuk mengipasi bayi yang gerah dengan udara Jakarta, AC itu serasa anugerah tak terkira.

Sekarang, alhamdulillah kami tengah mencicil rumah kami yang pertama.

Kelahiran Asa ternyata membuat saya harus menunda banyak hal. Ketika teman-teman seangkatan sibuk mereguk berbagai pengalaman baru yang ditawarkan pekerjaan mereka,
saya justru sibuk mengurus cuti bersalin. Saat mereka mengikuti diklat prajabatan, saya terbaring kelelahan di rumah; menikmati bekas jahitan episiotomi sambil berjuang menyusui Asa yang juga terserang kolik. Saat mereka hangout dan kuliah lagi, saya berkutat memerah ASI serta mengurus printilan-printilan MPASI.

Saya sadar akan risiko ini dan tadinya merasa kuat menjalaninya. Tapi ternyata saya menangis juga. Iri sekali rasanya melihat seluruh teman-teman dilantik menjadi PNS, sementara saya hanya bisa gigit jari. Lebih iri lagi ketika mendapati kenyataan bahwa
sebagian besar dari mereka telah ’bersinar’ di kantor masing-masing, mengembangkan
diri dengan sangat baik. Sedangkan saya stagnan.

Apalagi saat itu suasana kantor kurang menyenangkan. Saya bekerja diantara bapak-
bapak sepuh yang masih menjunjung azas senioritas. Mereka sulit dihadapi. Pekerjaan
itu juga mengharuskan saya pulang malam setiap hari. Membuat saya kesulitan
mempertahankan stok ASIP untuk Asa serta tak punya banyak waktu untuk mengerjakan
urusan rumah tangga lainnya.

Untunglah setelah satu tahun, atasan akhirnya mengambil ’tindakan penyelamatan’
dengan menawarkan saya pindah ke bagian lain. Disana saya akan punya lebih banyak
waktu untuk keluarga, banyak kesempatan untuk berkembang dan mencicipi pengalaman
baru, namun harus merelakan setengah dari penghasilan karena tak lagi mendapatkan
lembur khusus. Tanpa pikir panjang saya mengiyakan tawaran itu.

Sekarang, Asa sudah semakin besar. Saya mulai bisa mengurangi rasa bersalah bila
terpaksa pergi untuk ’mengejar ketertinggalan’. Saat mengikuti diklat prajabatan, saya
pergi 10 hari. Diklat bersama adik-adik kelas ternyata lebih menyenangkan dari yang saya
kira. Berat dan kangen sama Asa memang, tapi tidak sia-sia karena bisa lulus dengan baik.

Saya juga telah merancang jadwal diklat untuk tahun ini dan berencana mengambil pendidikan DIV tahun depan.

69 Comments

  1. MamaAlula
    Rina Aulia March 14, 2011 at 6:53 am

    Sidta, you are the fighter mama! Salut banget dengan usahamu dan suamimu. Jadi inget critamu di tret ‘naik motor ketika hamil’ soal rute bintaro-lapangan banteng-cawang bintaro.addduuuhh….. Bener2 ga kebayang. Tapi rewardnya Asa tumbuh sehat ya,sid :’) Alhamdulillah.

  2. trias.kelly
    trias kelly March 14, 2011 at 7:11 am

    Salut banget ya buat perjuangan. Insya Allah semua jerih payah itu akan terbayar ya. Amiiin…

  3. nuri sadida
    nuri sadida March 14, 2011 at 8:44 am

    Kalo melihat perjuangannya sidta, insyaALLAH masa depan sidta+suami dan Asa akan merangkak naik, karena sidta punya mental orang sukses nih :)

    Apalagi sidta usianya masih muda ya, mudah2an banyak kesempatan bagus yang bisa diambil. Tiup smangat ah, Woozzh.. :D

  4. nuri sadida
    nuri sadida March 14, 2011 at 8:45 am

    Kalo melihat perjuangannya sidta, insyaALLAH masa depan sita+suami dan Asa akan merangkak naik, karena sita punya mental orang sukses nih :)

    Apalagi sita usianya masih muda ya, mudah2an banyak kesempatan bagus yang bisa diambil. Tiup smangat ah, Woozzh.. :D

  5. BunDit
    BunDit March 14, 2011 at 8:53 am

    Salut dengan perjuangannya mam. Saya meyakini bahwa kalau hidup kita awalnya sudah ditempa dengan berbagai hal sulit dan kita pantang menyerah, kita makin kuat dan semakin merasakan betapa nikmatnya hidup ini jika kita bisa melaluinya dan saat berada di titik yang makin tinggi. Semoga keluarga dan karir bisa berjalan seiring dan saling mendukung ya mam. Salam buat Asa, selalu sehat ya nak :-)

  6. otty
    Pangastuti Sri Handayani March 14, 2011 at 9:33 am

    Duh hebat perjuangannya, insya Allah nanti semuanya akan jadi lebih baik buat Sita dan keluarga. Amin. Salam buat Asa ya :)

  7. crey
    Chrisye Wenas March 14, 2011 at 9:50 am

    Bunda Asa ini emang top markotop!!!
    Apalagi dirimu masih muda bangett ya ternyata, sid…
    Salut buat perjuangannya dan ngga heran Asa jadi survivor juga, itu turunan aybunnya :))
    Smangat buat karirnya, ya :)
    Salam toss dari El buat Asa :) Salam gemuk hihihi :p

  8. mamashofi
    mamashofi March 14, 2011 at 10:11 am

    Sita…dikau masih muda sekali…salut untuk perjuangannya dan selamat untuk keberhasilannya…
    Kejar terus cita-citamu, kesempatan akan selalu ada…(Ngomong-ngomong dikau di kemenkeu ya…maap OOT).
    Salam buat Asa ya jeng…

  9. indriani budi utami
    indriani budi utami March 14, 2011 at 10:13 am

    Kalau melihat tulisan-tulisan Sita di forum, Sita tuh bukan ibu yang jaim, suka men-judge, dan empatinya tinggi. Sepertinya pengalaman hidup di awal menikah dan membesarkan Asa yang telah membentuk Sita menjadi pribadi yang menyenangkan. Pengalaman memang guru terbaik. Semangat terus ya Mom sita, semoga sukses di keluarga dan karir.

  10. citRa
    citRa March 14, 2011 at 10:26 am

    salut buat perjuangannya.. :)insyaAllah segala sesuatunya ada hikmah dibaliknya.. sukses selalu buat sidta n keluarga.. salam buat Asa (yg di foto terakhir, Asa ganteng banget..)

  11. shanteevhathra
    shanteevhathra March 14, 2011 at 10:40 am

    two thumbs up buat sita. msh muda udh kaya pengalaman hidup. tulisannya bnr2 membri inspirasi buat aku. semoga kedepannya akan semakin lancar ya. salam buat keluarga.

  12. Dinniw
    Dinniw March 14, 2011 at 11:12 am

    saluuutt sama pengalamannya sita, mudah2an kegigihan & usaha kalian juga bisa ditiru Asa. Asa pasti bangga punya bunda spt Sita.Iri sih memang manusiawi, tp balik lagi lebih penting menyelamatkan keluarga drpd memikirkan materi dunia yang bisa hilang & didapat di waktu yang lain.
    btw foto trakhir itu pas prajab ya,biar yg nebeng foto cepetan nikah & cepetan ikutan TUM tuh hehehe salam ya buat pipit * maaf OOT *

  13. cyndewi
    cynthia dewi March 14, 2011 at 11:30 am

    makasih ya bunda Asa sudah berbagi cerita. mengingatkan kita (gw terutama) utk selalu brsyukur dalam segala kondisi. tetap semangat ya mam! Gusti Allah mboten sare… :)

  14. Sidta
    Dian Arsita Kurniawati March 14, 2011 at 12:19 pm

    mama alula, gak sehebat itu jg kok, kadang ya taksi jg :P

    trias kelly, mb Nuri, bundit, Otty : pada doain yg baik2 ya .. amien. aku belajar dari kalian kok (waving to bundit :)

    Crey, kalo kata bapak2, aku orang yang terampas masa mudanya :P … tp gpp, thx TUM udah membuat semuanya jd lebih menyenangkan. salam gemuk jg bwt El n maaaany thanks udah bikin klub slow growth ..

    mamashofi, iya mb … nyangkul di banteng juga? kopdar yuuk :P

    mb Indri, citra; ini dia nih orang-orang yg udah bantu jg otakku tetap di tempat yg benar ..

    shanteevathra, aku cm 1 dari ratusan temen yg nasibnya kurang lebih sama .. banyak kok anak ST*N yg lebih berat perjuangannya, aku belajar dr mereka jg ..

    mb Dinni, haha .. enggak. itu lg bikin event trus kelaperan sangat n foto2 pk hp mb Pipit. karna kmren rada darurat akhirny foto itu yg disumbit plus pesan sponsor klo yg punya HP mesti ikut nampang *dijitak mb Pipit.

    cyndewi, yupi .. Gusti Allah mboten sare .. :)alhamdulillah

  15. sLesTa
    shinta lestari March 14, 2011 at 1:10 pm

    waaa baru tau kalo sita ini ternyata masih muda sekaliiii… beda satu dekade deh ama gue *waks* .. tapi cara berpikirnya, view terhadap hidup, pengasuhan anak, sangat mature dari umurnya yang masih early twenties. hebat deh!!

    perjuangan awal yang penuh ‘kesusahan’ begini emang bakal jadi “pecut” untuk bisa meraih yang lebih tinggi, dan juga jadi pengingat untuk selalu bersukur ketika sudah cukup. semoga makin sukses dan lancar yaa.. salam buat asa yang makin gede makin ganteng!

  16. Sidta
    Dian Arsita Kurniawati March 14, 2011 at 1:18 pm

    haha mb shinta, enggak jg, malah sebenernya manjanya g ketulungan, n tingkahnya juga kadang kayak ababil.
    di awal jadi mama sempet stres banget, tapi pulih pelan-pelan .. salah satuny karna sering baca kalimat ini ‘a worker by choice, a mom & wife by nature ‘ :)
    walopun aku lebih ke a worker by (no) choice .. :D

  17. siti
    siti March 14, 2011 at 3:40 pm

    ya ampuuun sidta, ternyata kau anak kecil yach…hohoho
    tp pemikiranmu jauuuuh banget ma gw yg walau dah tua, blm semandiri dirimu (apalg soal masak memasak :) )
    gk salah deh klo kepilih jd momods kita yg baru…
    Allah maha Tahu yg terbaik untuk hambaNya, ini terbukti didirimu…semangat ya, didoain jd Bos deh..hehehe
    btw, suamimu itu “polisi” kantorku yach, tar klo ada yg ngelaporin diriku kusebut nama suaminu ya.. :)) (maap keun oot dikit :P )

  18. Sidta
    Dian Arsita Kurniawati March 14, 2011 at 4:27 pm

    mb Siti, abis ngecek database yaaa ?
    jgn lupa nyebut nama suamiku, mesti 3 kali .. biar afdol *hush

  19. Medy
    medy March 14, 2011 at 5:26 pm

    Wah baru baca sharing mamod Sidta secara lengkap(kalo di thread khan mencar2 sesuai topik :)) .Still young tapi udh dapat byk pengalaman. Insya Allah bekal untuk lebih sukses ya.. Salam buat Asa ganteng :)

    1. Sidta
      Dian Arsita Kurniawati March 15, 2011 at 1:05 pm

      amien mbak … masih mencari-cari juga nih makanya bawell di TUM … salam jg bwt chaca ..

  20. dinimaya
    dinimaya March 14, 2011 at 6:57 pm

    toss dulu sidta..sama aku juga kerja jd PNS..suami juga..emang harus struggle ya..kerja PNS punya anak, cicil rumah..ternyata ada temennya he3..sidta masih muda juga deh..salam buat suami n Asa.

    1. Sidta
      Dian Arsita Kurniawati March 15, 2011 at 1:06 pm

      PNSny dimana mb? jgn2 gedung sebelah .. :D

  21. netta
    netta March 14, 2011 at 7:44 pm

    salut sama perjuangannya
    tapi emng kok, dgn memulai segala sesuatu bersama dari awal, semuanya akan berasa semakin indah & pasti jadi keluarga yg kuat kedepannya :)

    1. Sidta
      Dian Arsita Kurniawati March 15, 2011 at 1:08 pm

      amien .. :D

  22. eka
    Eka Wulandari Gobel March 14, 2011 at 9:24 pm

    eyampun..sita tuh masih muda bangged yaa…
    kiss kiss buat asa ya sayang… mwah!

    1. Sidta
      Dian Arsita Kurniawati March 15, 2011 at 1:09 pm

      kiss balik kakak ekaa .. :kecup2

  23. rhisuka
    riska nurmarlia March 15, 2011 at 7:18 am

    Eya ampuuun.. Sita masih muda banget ternyata. Salut, umur segitu uda dewasa banget menghadapi cobaan. Kisses buat asa.. :)

    1. Sidta
      Dian Arsita Kurniawati March 15, 2011 at 1:10 pm

      cobaan apa coba :D .. kisses juga bwt alya ..

  24. gabriella
    Gabriella Felicia March 15, 2011 at 7:40 am

    Wow… Sita keren… masih muda buanget… beda satu dekade! Sukses terus ya sekeluarga!

    1. Sidta
      Dian Arsita Kurniawati March 15, 2011 at 1:10 pm

      amien mbak Ella … makasih bwt sharing2nya ya ..

  25. dyaharini
    Dyah Arini March 15, 2011 at 8:04 am

    Waa kita seumur…haha…maunya…
    Keren perjuangan di awal menikahnya, ga kebayang klo saya yang ngalamin, pasti nangis mulu seharian. cengeng. Smoga terus diberkahi Allah SWT ya dan selalu diberi kemudahan2.

    Btw, OOT berat ni, pas liat foto terakhir, itu kan Pipit, temen SMA ku…hehe…what a small world. :)

    1. dewi_joshin
      Dewi Permata Sari March 15, 2011 at 12:13 pm

      sama, saya jg mau komen kalo itu fotonya Pipit.. :p

      1. Sidta
        Dian Arsita Kurniawati March 15, 2011 at 1:12 pm

        nah lo .. mbak Pitbay terkenal bangett
        dyaharini, klo temen mb pipit berarti aku lebih muda 1 tahun :P *ngeyelmintadikecup

      2. Sidta
        Dian Arsita Kurniawati March 15, 2011 at 1:13 pm

        nah lo .. mbak Pitbay terkenal bangett
        dyaharini, klo temen mb pipit berarti aku lebih muda 1 tahun :P, walo NIP lebih tua *ngeyelmintadikecup

  26. rainiw
    Aini Hanafiah March 15, 2011 at 10:56 am

    Asa, kamu punya ibu yang hebat ! :D Salut sama Sidta. insyaAllah susah & senang yang dihadapi bersama2 suami bakal jadi pelekat kebahagian di keluarga ya :)

  27. rainiw
    Aini Hanafiah March 15, 2011 at 11:01 am

    Btw, bener bgt yg Sidta bilang : kalo udah terbiasa ngurus rumah sendiri, begitu punya ART rasanya nikmaaaaaaattt tiada tara :lol: Apalagi begitu AC dipasang dirumah, serasa angin surga ikut masuk menyejukkan rumah, hihii.

    1. Sidta
      Dian Arsita Kurniawati March 15, 2011 at 1:15 pm

      nikmatt benerr emang mbak … :D apalagi klo ngurus rumah sendirinya di negeri orang .. salutt deh

  28. dewi_joshin
    Dewi Permata Sari March 15, 2011 at 12:16 pm

    salut sama Sidta.. :) *mau komen yg lain, udah diduluin saya mamas yg lain..

    1. Sidta
      Dian Arsita Kurniawati March 15, 2011 at 6:42 pm

      :D thanls ya mb …

  29. bunnia
    Vania Satriadi March 15, 2011 at 8:28 pm

    Sidta, salam kenal ya! Bener deh, ceritanya inspiratif dan mengharukan banget. Salut buat mama Asa! ;)

    1. Sidta
      Dian Arsita Kurniawati March 17, 2011 at 1:06 pm

      salam kenal juga mbak ..

  30. fanny
    Fanny Hartanti March 16, 2011 at 1:28 am

    sita..
    malu umur deh sama kamu :-)
    pantes gue dipanggil ‘mbak’ hihihi
    saluut :)

    1. Sidta
      Dian Arsita Kurniawati March 17, 2011 at 1:07 pm

      mbak Fanny,
      malu pengalaman deh sm mbak ..
      soalny klo dipanggil dek nanti ada yg protes .. :D *ditimpuk sutil

  31. vira.jamariss
    vira.jamariss March 17, 2011 at 10:25 am

    dr awal membaca, aku udah nebak,”ini pasti anak ST*N”..ceritany khas alumni ST*N soal ny :)trs cek SIKKA, yg ada nama suami ny..hehe..eniwei, terimakasih sdh berbagi..

    1. nizz
      Anis Zamzami March 17, 2011 at 12:01 pm

      setuju ma vira, kayaknya satu instansi deh familiar ma nama suaminy
      maaf OOT, semangat…mb

    2. Sidta
      Dian Arsita Kurniawati March 17, 2011 at 1:10 pm

      iya betul kakak2,.. salam kenal .. :)

  32. oci
    Oci Rajagukguk Dewono March 17, 2011 at 4:33 pm

    eh tnyata kita seumuran *ngaku2* :p
    Canggih ih bundanya Asa, salut!

    1. Sidta
      Dian Arsita Kurniawati March 30, 2011 at 11:04 am

      haha .. pantes suka klop kalo curhat2 ya …
      jiwanya masih main di gelombang yg sama berarti kita :D

  33. Indah Prabandono
    Indah Prabandono March 18, 2011 at 12:46 pm

    ‘lam kenal sidta…heheuuu…kebeneran deh lagih butuh dipecut eh aku terdampar lagih di TUM dan baca cerita dirimu. Bener-bener deh aku salut sama kau. Masih muda tapi kaya pengalaman hidup. Belajar deh aku sama dikau ;)

    Ahhh memang segalanya yang dimulai dari nol (hehe…minus) biasanya akan jadi kenangan tak terlupakan selama hidup :)

    1. Sidta
      Dian Arsita Kurniawati March 30, 2011 at 11:05 am

      enggak segitunya kok mbak, kebetulan aja sedang diuji …

  34. scarlett
    Hersa Maurita March 18, 2011 at 3:28 pm

    subhanallah…luar biasa sita perjuangannya…smoga “berbuah manis” dari hasil perjuangannya…

  35. oilalaa
    Lala Amiroeddin March 21, 2011 at 9:08 am

    duuuh salut sekali sama dirimu Sita.
    semoga selalu maju dan semakin ditambah segala kebahagian dan balasan usahanya olehNYA.

  36. amie kumala
    Hutami Kumala March 22, 2011 at 11:45 am

    sidta…
    I give you a stand ovation…bener-bener salut dan terinspirasi sama perjuangan kamu. smoga aja semua itu menghasilkan sesuatu yang jauh lebih membahagiakan dan aku yakin gak akan jadi sia-sia.

  37. wee_dee81
    Marissa March 24, 2011 at 11:57 am

    Salam kenal ya mb…

    en Makasih dah mengingatkan untuk selalu bersyukur atas kehidupan masing2… ^^

  38. latifah arfaizar
    latifah arfaizar March 24, 2011 at 7:37 pm

    haduhhh pengalaman erharga bgt buatku yg masih merangkak, jadi merasa gag sendiri dan semangat lagi,dulu aq gag yakin anak bawa rezeki sekarang aq amat sangat percaya klo anak bawa berkah yg luar biasa,,,

    1. Sidta
      Dian Arsita Kurniawati March 30, 2011 at 11:03 am

      alhamdulillah ada aja rejekinya mbak :)
      semua tepat pada waktunya, dan tepat pula pada jumlahnya :D

  39. hime
    heni March 30, 2011 at 12:48 pm

    heyakloo..ternyata sidta istri-nya temenku to, salam kenal. mg2 dilimpahi berkah y keluarganya. smangat :)

  40. soRella
    Rella Shaliha March 31, 2011 at 9:55 am

    sitaaaa, aku pede banget sih manggil kamu ‘mbak’ haha, padahal umurnya beda 2th :p

    waduuh segala perjuangan di awal menikah memang selalu membuahkan hasil yang manis di kemudian hari, seneng bacanya..haru… jadi malu kalo aku ngeluh terus sm keadaan skrg,hihi. *hugs sita*

  41. ade
    ade March 31, 2011 at 10:28 am

    aw, baru tau istilah kemraben, hehe

  42. siska.knoch
    Siska Knoch April 5, 2011 at 10:17 am

    Kalo dijalani dengan se-ikhlas itu semua emang indah pada waktunya ya Sit :) salut deh!
    eee.. masih muda banget ya, sirik deh *loh?!*

  43. nies
    nies April 6, 2011 at 9:32 am

    salam kenal sidta…
    sepertinya kita sealmamater nih… :D

    Subhanallah…salut baca ceritanya…bener banget ya, setiap anak memiliki rezekinya masing2, dan Alhamdulillah Asa tumbuh jadi anak yg sehat dan insyaAllah sholeh ya….
    kiss kiss buat asa

    btw, rumahnya masih seputaran bintaro juga ga?biasanya anak2 kampus ga mau jauh2 dr zona nyamannya *including me* :P

  44. Sidta
    Dian Arsita Kurniawati April 8, 2011 at 10:12 am

    salam kenal mbak nies,
    iya kita sealmamater, kebetulan nemu zona nyaman lain di sawangan, .. :)
    kecup2 bwt icha ya …

    1. MrsLazuardi
      Winda Lazuardi April 15, 2011 at 11:06 am

      Salam kenal Sidta, aku kira aku yang paling muda di TUM hahaha *ngerasa paling kecil* Salut sama perjuangan dirimu! Iya, benar kata moms di atas, pasti nanti akan jadi kenangan yang tidak terlupakan, kalau udah sukses nanti :). Wah Sawangan manaa? Main-main yuuuk!

  45. BundaTsabitTsaqifa
    Nurul Husna April 14, 2011 at 11:45 pm

    salam kenal ya mba..
    smg slalu dinaungi keberkahan.. :)

  46. nov afni
    sinta khairunnisa April 16, 2011 at 9:12 am

    wah hebat banget ya perjuangannya…selamat ya sekarang sudah recovery dan mudah2an lebih baik lagi..

  47. verhakay
    verhakay November 23, 2011 at 2:38 pm

    sita… baru baca ceritamu..
    salut deh.. smg slalu berkah ya.. salam buat asa..

  48. Kira Kara
    Bunda Wiwit February 6, 2012 at 3:10 pm

    mbak sidta.. sungguh mengharukan.. saya juga sedang berhibernasi menjadi kepompong. baru belajar “merangkak”. Semoga suatu saat saya mampu terbang dan menjadi kupu-kupu. Kuat merasakan sakitnya jatuh dan siap berdiri, juga berlari. Semoga suatu saat saya bisa menikmati masa “emas” dan menuai jerih payah yg kami sedang kami tanam sekarang ^_^ Terima kasih untuk suntikan semangatnya..

  49. mirmayf
    mirmayf March 6, 2012 at 2:19 pm

    ternyata pengalamannya ga jauh dari aku mba :D
    diinstansi yang sama, cuma beda eselon 1 (aku dilingkungan bintaro) :D
    dulu waktu mau nikah, cuma dapet izin 2 hari, karena sebelum nikah aku samapta dulu, setelah samapta, langsung pulang untuk nikah. 1 hari setelah nikah, berangkat lagi untuk diklat diasramakan selama 1 bulan :)
    klo mba rela ga prajab, aku bela-belain untuk prajab dengan kondisi jahitan episiotomiku belum kering karena baru 2 minggu setelah melahirkan. alhasil baby dinda (4mos) sejak umur 3 minggu sudah minum sufor karena stok ASI ga cukup (50:50).
    selesai prajab, aku ga boleh cuti. padahal aku sudah disarankan oleh dokter untuk istirahat total karena kelelahan dan sempat baby blues. tapi apa daya, tetap harus masuk. jadi langsung lah masuk kantor dengan kondisi aku bawa motor sendiri PP depok-bintaro-depok sejak 1 bulan setelah melahirkan sampai detik ini :D
    memang nikmatnya luar biasa dech ada diinstansi ini. ada aja cobaannya hehehe.. *mencoba menikmati* :D

  50. ririsuchan
    Athiah Listyowati May 15, 2012 at 11:50 am

    Mba Sita, ternyata perjuanganmu luar biasa, keren deh ^^9
    What a wonder mama :DDD

    Semoga bisa belajar banyak dari para Moms di TUM.
    Welcome in new world Yiyist *ketchup*

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.