Fanny Hartanti

The Urban Mama
Fanny Hartanti (32yo). Married to Jo Cleymans (32 yo) with a cute little girl, Alyssa Putri Cleymans (5 yo).

Banyak yang terkejut ketika saya memutuskan untuk menikah dengan ‘mas bule saya’. Bahkan saya sendiripun kaget! Soalnya, saya nggak pernah punya cita-cita menikah muda. Justru sebaliknya, saya ingin puas-puasin berkarier dulu, bersenang-senang. Work hard, party hard, itu motto saya dulu.

Tapi rencana tinggal rencana. Saya jatuh hati dengan ‘cowok itu’. Kami berkenalan tahun 2001 di Copenhagen saat sama-sama sedang mengikuti training, ‘jadian’ awal tahun 2003, dan menikah pada bulan Oktober di tahun yang sama. Sebuah keputusan yang super nekad, mengingat waktu perkenalan dan pacaran yang sangat singkat, plus tempat tinggal yang berjauhan yang membuat kami sangat jarang bertemu. Kalau mau dihitung, mungkin total pertemuan kami face to face sebelum memutuskan untuk menikah hanya sekitar sebulan. Tapi memang kalau cinta sudah bicara, siapa yang bisa mengelak? ;) Ehm.

Keluarga besar saya, terutama Mama, tentu kaget berat, saat saya tiba-tiba minta kawin. Sama cowok yang nggak dikenal lagi! (Jo belum pernah ke Indonesia sebelumnya). Bule pula! Dan setelah menikah, putri semata wayangnya ini akan diboyong ke Belgia. Orang tua mana yang nggak panik?
Tapi Alhamdulillah, setelah sholat istikharah, Mama merasa tenang dan ikut mendukung keputusan saya. Restu untuk menikah keluar. Saya pun senang!

Singkat cerita, setelah melewati urusan birokrasi yang ribet dari kedua negara, kami menikah dan saya pindah ke Belgia mengikuti suami saya. Kami pun hidup bahagia selama-lamanya seperti pangeran dan putri raja di dongeng sebelum tidur.

Or not.

Meninggalkan karier, masa lajang, keluarga, teman-teman, gaya hidup di negara tercinta dan semua hal familiar lainnya bukanlah hal yang mudah. Ditambah lagi, saat mendapati kalau saya hamil, padahal tadinya kami ingin menuda dulu sampai saya ‘settle’ di sini. Semua perubahan yang terjadi pada diri saya, membuat tahun pertama saya di Belgia terasa sangat berat.

Saya belum siap untuk hamil. Saya belum siap jadi ibu. Apalagi sendirian begini, di negara yang masih terasa begitu asing buat saya.
Saya kangen Mama. Kangen keluarga besar saya, teman-teman saya. Saya kangen kerja lagi. Saya kangen dengan pertokoan di Jakarta yang setiap hari termasuk akhir pekan buka sampai malam. Di Belgia, toko-toko tutup jam enam sore, dan kalau Minggu atau hari libur, malah nggak buka sama sekali.
Saya rindu dengan makanan Indonesia, apalagi di saat-saat awal kehamilan di mana saya ngidam berat dengan siomay, lontong sayur, batagor, nasi padang, dsb.
Saya sedih. Saya kesepian. Saya menangis hampir tiap hari (I blame it on the pregnancy hormones though).

Setelah Alyssa lahir, keinginan saya untuk kembali bekerja pun semakin menggebu. Tapi tentunya nggak semudah itu untuk kembali berkarier, apalagi saya tidak tinggal di negara sendiri. Selain menjadi minoritas, salah satu kendala terbesar saya adalah bahasa (mayoritas lowongan pekerjaan mensyaratkan kemampuan bahasa Belanda, Prancis dan Inggris). Frustasi deh, rasanya, ditolak di mana-mana, dipandang sebelah mata, atau dianggap cuma pantas untuk jadi buruh pabrik atau petugas cleaning service.
Ya ampun, saya gensi dong. Mana mau saya jadi pekerja ‘rendahan macam begitu?

Bertamengkan ego dan kesombongan saya tetap keukeh, nggak mau kerja kalau bukan pekerjaan yang ‘bergengsi’. Namun kesombongan dan ego yang sama juga menggedor-gedor, malu dengan status ‘pengangguran’ saya. Selain merasa nggak keren menyandang status ibu rumah tangga, saya juga punya satu cita-cita, membiayai Mama naik haji dengan uang hasil keringat sendiri. Lah, kalau saya nggak kerja, gimana saya bisa mewujudkan cita-cita saya itu?

Saya nggak tahu, apakah karena doa saya tiap malam, kenekatan saya, atau kekeraskepalaan saya, yang jelas tiba-tiba Gusti Allah memberi saya jalan untuk berkarya dengan cara lain. Tiba-tiba saya punya ide untuk menulis novel pertama, padahal sebelumnya saya nggak pernah kepikiran untuk menjadi penulis. Alhamdulillah.

Setelah novel pertama terbit, saya mulai dengan novel kedua. Bersamaan dengan itu, saya ditawari untuk bekerja part time di sebuah pabrik selama beberapa bulan. Sebagai buruh! Dengan menelan gengsi bulat-bulat, saya pun menerima tawaran ini. Saya melihat, banyak teman-teman saya di sini, yang juga nggak malu dengan pekerjaan yang sering disepelekan macam ini padahal mereka wanita-wanita yang lebih pintar dari saya atau dulunya bahkan punya jenjang karier yang lebih tinggi. Lagipula, saya pikir, yang penting halal dan nggak nyolong.

Sekalian cari pengalaman. Sekalian cari inspirasi (buat novel kedua! :))

Dan dimulailah masa-masa Fanny jadi buruh pabrik. Hari pertama, setelah pulang les bahasa Belanda, saya mulai bekerja. Pulang-pulang, saya nangis sesegukan dipelukan Jo. Rasanya capek badan, dan capek hati. Remuk redam lah pokoknya. Suami bilang, ya sudah berhenti saja… toh nggak ada yang maksa kamu untuk bekerja.. Tapi saya nggak mau berhenti. Sebesar-besarnya gengsi saya menjadi buruh, saya lebih malu lagi kalau saya harus berhenti dan mengaku ‘kalah’ dari tantangan ini. Nggak, saya nggak mau berhenti. Kenapa saya harus stop melakukan sesuatu hanya karena saya merasa pekerjaan itu kurang keren? Kurang mentereng? Toh saya nggak mencuri. Atau menyakiti orang. Atau korupsi. Lagian, saya kepengin membelikan ranjang idaman untuk Alyssa (tetep, motivasi terkuat adalah belanja!).

Waktu berjalan, kontrak saya sebagai buruh pun berakhir dan saya melamar jadi pegawai di Mc. Donalds. Namun belum sempat saya berganti karier menjadi pelayan resto, tiba-tiba saya mendapat panggilan bekerja di sebuah perusahan di Belgia yang sesuai dengan bidang yang saya geluti selama ini. Setelah beberapa kali wawancara, saya berhasil mendapatkan pekerjaan ‘kantoran’ impian. Rasanya bahagia sekali kala itu. Seperti memenangkan sebuah pertandingan. Seperti berhasil membuktikan sesuatu. Seperti ingin berteriak, menangis haru dan menari sekaligus.

Namun kendala lain muncul bersamaan dengan rejeki yang baru diterima. Menerima pekerjaan ‘kantoran’, artinya meninggalkan Alyssa seharian penuh, padahal selama ini saya adalah ibu rumah tangga yang sebagian besar waktunya dihabiskan di rumah. Paling saya meninggalkan Alyssa saat harus les, atau sesekali kerja paruh waktu seperti yang saya ceritakan di atas. Seperti kata orang bijak, be careful what you wish for.. Saat saya mendapatkan apa yang saya perjuangkan selama ini, saya justru takut untuk menerimanya.

Siapa yang menyangka bahwa ada masa di mana saya membandingkan karier ‘sungguhan’ dengan pekerjaan sebagai pelayan resto, tapi saya benar-benar bimbang kala itu. Kalau saya jadi pelayan resto, dengan lokasi yang sangat dekat rumah, paruh waktu, less stress, saya akan punya banyak waktu untuk si Neng. Di sisi lain pekerjaan kantoran yang pastinya akan lebih rewarding, namun akan lebih menguras energi dan waktu, yang akhirnya akan merenggut sebagian besar kebersamaan saya dengan si Neng.

Setelah bolak-balik berdiskusi dengan suami, saya memutuskan untuk menerima pekerjaan kantoran. Saya pikir, at least I have to try it first. Jo pun mendukung 100 persen karena dia tahu saya pasti bakal lebih senang bekerja sesuai dengan minat dan pengalaman saya selama ini. Apalagi, saat itu Alyssa sudah mulai masuk sekolah, jadi otomatis ia akan menghabiskan lebih banyak waktunya di sekolah. Lucunya lagi, walaupun kuantitas pertemuan saya dengan Alyssa berkurang, tapi justru pertemuan yang sedikit itu menjadi lebih berkualitas. Mungkin karena kita sama-sama menyadari keterbatasan ini, so we don’t take it for granted anymore! What a good timing. Seperti sudah ada yang mengatur (eh, memang iya ya :)).

Looking back, saya suka tersenyum-senyum sendiri mengingat tahun-tahun pertama saya di Belgia. Oh how I fought, cried, fell but somehow I manage to get up again. Saya jadi semakin percaya, kalau segala sesuatu itu, memang pasti ada hikmahnya. Saat saya sulit mencari kerja, saya belajar untuk menemukan bakat saya yang lain, yang selama ini nggak pernah saya sangka saya punya. Saya juga belajar mengalahkan gengsi saya, keangkuhan saya. Saya belajar untuk nggak mudah meremehkan orang lain karena saya pernah merasakan rasanya direndahkan, dipandang sebelah mata. Saya juga yakin, bahwa saat itu, saya memang nggak diberi ‘kerja’ karena Tuhan mau saya menghabisakan waktu dengan Alyssa. Oya, satu lagi, pengalaman beberapa tahun menjadi ‘ibu rumah tangga’ juga membuka mata saya, bahwa ternyata nggak mudah menjadi seorang Stay at Home Mama seperti yang selama ini saya kira dan suka saya lecehkan.

Ternyata, setiap wanita, setiap ibu, punya ceritanya sendiri. We are strong, unique and special in our own way

76 Comments

  1. SunShine
    Fitria Adriadi April 18, 2011 at 6:18 am

    how inspiring…TFS ya, mbak :)
    baru beres baca ‘the wedding games’ :p really enjoy it!
    kisses buat neng Alyssa yaa..she’s so pretty!

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 18, 2011 at 2:15 pm

      Yay!! makasih yahh.. hihi :) seneng dipuji 3 kali ampe terbang!

  2. trias.kelly
    trias kelly April 18, 2011 at 7:42 am

    nice story, pernah baca blognya soal cerita pertemuan dgn sang suami, hihihi…so romantic..TFS
    Neng Al lucu pisan, kiss kiss for the little girl

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 18, 2011 at 2:16 pm

      Trias Kelly, auuw.. jadi malu :)

  3. aQeeLa
    Astari Kurniaputri April 18, 2011 at 8:34 am

    “saya juga punya satu cita-cita, membiayai Mama naik haji dengan uang hasil keringat sendiri”

    saya juga punya cita-cita yang sama mbak, dan masih berjuang hingga detik ini :)

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 18, 2011 at 2:17 pm

      amiiin Aqeela… semoga cita2mu terwujud juga yah :)

  4. April 18, 2011 at 9:06 am

    kereeeen… salut buat mba fany…^^
    emang bener yaa.. dibalik semua peristiwa pasti ada hikmahnya…

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 18, 2011 at 2:20 pm

      iya bener, walaupun kadang hikmahnya rasanya lama bener detengnya.. hihi :))

  5. dewiastri
    Dewi Astri April 18, 2011 at 9:08 am

    Inspiring..TFS yaa..:)

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 18, 2011 at 2:20 pm

      sama-sama Dewi, makasih juga

  6. superpippo
    Astrid Lim April 18, 2011 at 9:20 am

    Thumbs up for your struggles and efforts fan =) bener2 perjuangan banget tapi worth it pada akhirnya ya =D o iya, ceritanya kayak familiar deh yang bagian kerja di pabrik sambil nangis2..hihihi…ternyata emang jadi bahan nulis C’est La Vie =p kiss for si neng ya!

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 18, 2011 at 2:24 pm

      pssst Astrid.. hihi ketahuan deh rahasianya. ahaha!

  7. siska.knoch
    Siska Knoch April 18, 2011 at 9:22 am

    Tante eropaaa.. seru banget baca ceritanya. Salam manis buat si neng yaaa :)

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 18, 2011 at 2:25 pm

      Chika.. maap neng gak terima salam manis, terimanya salam tempel!

  8. oci
    Oci Rajagukguk Dewono April 18, 2011 at 9:30 am

    Nice story! Untung diboyong Mas Bule ke Belgia, kl ga saya ga bisa baca ‘wedding games’ hehe.. Mbak Fanny, Bln Juni ada rencana ke Belgia, jumpa fans dong :p

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 18, 2011 at 2:27 pm

      ayuuuukkkkk…!!! email2 yah :)

  9. April 18, 2011 at 10:01 am

    What a nice story… mpe terharu bacanya. Neng al cantik banget deh.. *kiss.. kiss*

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 18, 2011 at 2:28 pm

      JIn kura-kura.. makasih. Iya neng cantik, kayak mamahnya. ya kan ya kan ya kan? :)

  10. Sidta
    Dian Arsita Kurniawati April 18, 2011 at 10:33 am

    mbak Fanny .. kalo bacanya sekarang kok jadi indah ya .. padahal pas dijalani pasti g mudah .. salut!
    jadi inget komenmu, “I know ..” :D

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 18, 2011 at 2:30 pm

      Hahaha Sidta.. kebongkar deh!
      Tapi bener sih.. sekarang kalau diinget2 jadi kenangan manis padahal waktu dulunya sih gak manis-manis banget. cenderung asem malah :p !!!

      1. Sidta
        Dian Arsita Kurniawati April 19, 2011 at 11:08 am

        apapun deh mbak, pokoknya aku ngefans padamuh :D *kecup2tanteeropa*

  11. thearizkia
    thea rizkia April 18, 2011 at 11:41 am

    wah…salut deh ya. aku jg barusan baca buku “the comeback” yang berisi pengalaman 7 perempuan yang meninggalkan pekerjaan kantoran untuk full mengurus rumah tangga lalu kembali lagi ke pekerjaan. i think your story relates to that book. happy work mummy. kiss buat si neng ya:)

  12. fanny
    Fanny Hartanti April 18, 2011 at 2:31 pm

    Thea Rizkia, wah jadi pengen baca ‘the comeback’. Makasih yah :)

  13. crey
    Chrisye Wenas April 18, 2011 at 5:03 pm

    very inspiring story, fan…
    seneng bacanya dan u truly a fighter! bisa dapetin kerjaan idaman dan menulis :D ups, jadi inget udah beli buku wedding games tp belum sempet dibaca :p
    salam ya buat neng al yg makin cantik aja…

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 21, 2011 at 3:26 pm

      ihihiy.. baca donggg :)

  14. bunnia
    Vania Satriadi April 18, 2011 at 6:22 pm

    Seruu haruuu.. Pantes aja ya, ngena banget tuh cerita C’est la Vie.. Hehehe. Salut deh :D

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 21, 2011 at 3:27 pm

      thanks Van! :)

  15. bunda aqila pawpaw
    Rika Cahya Oktaviana April 18, 2011 at 7:37 pm

    salut bwt mba fanny atas segala ketabahannya hidup di negeri org dan jauh dr klrg besar,sangat menginspirasi saya yg jauh dr klrg besar yg msh dlm satu negara dan beda pulau…semangat mba fanny…ceritanya sangat mengharu biru…salam bwt nenk alyssa

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 21, 2011 at 3:55 pm

      hahaha, sama sama “orang rantau nih!

  16. natallia
    Dian Natallia Pratamawati April 19, 2011 at 3:29 am

    aq pny 3novelnya tuh (four season in belgium,c’est la vie,wedding games)…dan br ngeh klo Fanny Hartanti yg di TUM,adalah penulisnya.pantes koq klo bc signaturenya,srg dgr.haessshhh….kemana aja aq??

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 21, 2011 at 3:56 pm

      wah.. asyik punya tiga2nya! ihiy!

  17. BunDit
    BunDit April 19, 2011 at 8:18 am

    Wah, ternyata mam fanny ini novelis to. Salam kenal. Perjuangan hidup yang berat yang berbuah manis ya mam. Sekali2 bikin quiz hadiahnya novel hasil karya mam Fanny dong hehe :-)

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 21, 2011 at 3:58 pm

      waktu itu bikin quiz kok di twitter.. hehe

  18. Lislis_Suharmadi
    Lislis Suharmadi April 19, 2011 at 9:50 am

    “Kenapa saya harus stop melakukan sesuatu hanya karena saya merasa pekerjaan itu kurang keren? Kurang mentereng? Toh saya nggak mencuri. Atau menyakiti orang. Atau korupsi”

    Ah mom, pikiran sama yg selalu terngiang2 di benakku ampe sekarang. *Lagi dilema dgn tawaran pekerjaan yg baru*. TFS ya mom :)

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 21, 2011 at 4:00 pm

      wah mommyhoho, semoga bisa memilih yang terbaik yahh… amin!

  19. fifi wicaksono
    fifi wicaksono April 19, 2011 at 10:11 am

    hwaa,, ketinggalan ni,, blum baca buku nya,, *maap ya mbak*
    btw,, full inspiring banget,, secara diriku juga not full timer mom,, tpi emang yang dipunya sekarang cuman quality time dengan anak,, dan belajar sabar ,, :D

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 21, 2011 at 4:01 pm

      Fifi.. iya… orang sabar disayang Gusti Allah! haha!

  20. dadidedo
    Anggraini Karimuddin April 19, 2011 at 10:15 am

    Very inspiring story.. Hebat euy mbak Fanny. Ceritanya pas banget sama tema Kartini bulan ini… :D

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 21, 2011 at 4:02 pm

      ah, Anggi… jadi tersipu :)

  21. otty
    Pangastuti Sri Handayani April 19, 2011 at 10:37 am

    Aih ternyata cerita di balik layar si Tane Eropa keren euy!! Sukses terus ya, Fan… Jangan lupa bawa oleh2 kalo lo ke sini :D

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 21, 2011 at 4:07 pm

      Apa sih yang enggak buat lo Ty ? :p

  22. cyndewi
    cynthia dewi April 19, 2011 at 2:55 pm

    hey fanny si ratu dapur :D
    gw ngakak2 baca blog lo yg bikin cookies ‘bunga’ itu hihi. sukses selalu ya istrinya jo-mamanya neng al-penulis kondang-mamod eropah bla bla (panjang beneurr jabatan hehe):D

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 21, 2011 at 4:08 pm

      ohh.. teganya kamu mengingatkanku.. hihihi

  23. ipeh
    Musdalifa Anas April 19, 2011 at 8:40 pm

    Fanny.. Aku ngefans banget dengan dirimu. Janji yaa kalo ke jkt, mau foto dan ttd di novel, yayayayaa :) Tfs ya fan, inspring story. Keren deh mama satu ini..

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 21, 2011 at 4:09 pm

      buat lo plus ciman basah dan cap bibir ya Peh!!!

  24. Dinniw
    Dinniw April 19, 2011 at 9:10 pm

    aku punyaa four seasons in Belgium sama c’est la vie udah lama banget belinya pas baca cerita kopdar europe br nyadar kalo fanny itu yang namanya ada di novel aku hihi. salut bener2 deh fanny bisa ngalahin ego dgn pekerjaan yg pertama itu,ego kan nggak laku buat beli ranjang idaman hihihi senangnya skrg udah settle, menemukan kerja kantoran impian & neng cantik yg nunggu di rumah :)

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 21, 2011 at 4:10 pm

      wah, Din, kalau ego bisa dipake kayak duit mah, gue udah tajeeerrr! hahhahha

  25. auya
    aulia April 20, 2011 at 5:13 pm

    very inspiring story, terkadang kita selalu merasa ‘sendirian’ dgn penderitaan yg kita alami, dan tak pernah tahu bahwa ketika kita mau berbagi — that i called the power of sharing –ternyata banyak wanita merasakan hal yg sama :)

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 21, 2011 at 4:12 pm

      Ah Auya.. iya.. gue maju mundur pas nulisnya… tadinya udah nggak mau di publish, tapi akhirnya nekad juga! hihi.

  26. Medy
    medy April 20, 2011 at 8:41 pm

    Aww..life story nya keren Fan..btw jadi buruh pabrik di Belgi memang dianggap kelas dua atau krn mindset Asian kita Fan? * masih terbayang si pemilik audi dan moge itu loh* :p

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 21, 2011 at 4:15 pm

      Medy,
      nggak juga sih yah, di sini mereka nggak dianggep kelas dua. Mereka juga masih masuk kelas menengah lah.

  27. Ely Naswidi
    Ely Baedlowi April 20, 2011 at 9:48 pm

    mba fanny alamat blognya apa?
    ato moms yg lain tau???? bagi yaaaaa

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 21, 2011 at 4:16 pm

      eh udah di jawab cyndewi yah :)

  28. cyndewi
    cynthia dewi April 21, 2011 at 9:41 am

    ely Naswidi,

    klik aja di profile nya fanny :)
    atau ke sini langsung: http://www.veryfanny.blogspot.com

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 21, 2011 at 4:16 pm

      terimakasih cynn * kecups*

  29. nyanya
    almaviva landjanun April 21, 2011 at 12:38 pm

    aku salut padamuuuuu. Kapan ngesot ke Banduuuung? Yuk yuk yuuuk :D

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 21, 2011 at 3:57 pm

      traktir batagor yahhhhh!!!

  30. Liz
    Liz April 22, 2011 at 9:35 pm

    thumbs up!!! pantes, I saw how proud your mom is

    1. fanny
      Fanny Hartanti April 29, 2011 at 5:15 pm

      hihi kayaknya nyokap gak tau deh bagian ini.. haha. baru pertama kali nih gue go public

  31. citRa
    citRa April 24, 2011 at 10:49 am

    very inspiring… :)
    oot dikit, aku big fan dirimu loh, semua buku udah punya, udah dibaca berulang kali n ga pernah bosen.. :) keep writing..

  32. tephdoetz
    Claudia Harvienda April 24, 2011 at 11:00 am

    Salam kenal buat Fanny&Neng!

    Thank you buat critanya :P

  33. Hanne Kambey
    Hanne Kambey April 24, 2011 at 2:31 pm

    How inspiring…..salam kenal ya Fan….your princess so cute :)

  34. Cecilia Huet
    Cecilia Huet April 25, 2011 at 12:24 pm

    Hallo Mom Fanny aku Cecil aku juga menikah dengan ” mas bule ” cuma bedanya aku domisili di Jogja karena suami kerja di sini..ur princess is very cute!! kisses for her

  35. melissa05
    melissa05 April 26, 2011 at 2:13 pm

    salam kenal Fanny… :)
    very inspiring story!! kebetulan aku juga senasib kayak dirimu, ikut suami ke Berlin, cuma bedanya suami org indo, bukan mas bule hehe… aku sering banget berasa down n nangis sendirian, abis baca cerita kamu jd semangat lagi nih… btw, kalo aku mau beli Novel kamu gimana yah caranya? apa dipublish di Jerman juga? atau aku harus beli di Indo? Thanks before…kiss for Neng Al, she’s so cute & pretty… :D

  36. kayjean
    emil April 27, 2011 at 10:31 pm

    whuuaaaa ini mba Fanny yg penulis novel itu?yg novelnya keren2 itu?wiiiii..salam kenal mba^^
    very inspiring story..two thumbs up mba!!

    *si Neng nya cute bgt :D

  37. myson
    myson April 28, 2011 at 1:40 am

    ” …Atau korupsi. Lagian, saya kepengin membelikan ranjang idaman untuk Alyssa (tetep, motivasi terkuat adalah belanja!)”

    LOOLLLLLL!!!!!! =D

  38. pimpi
    Postaria Simatupang April 28, 2011 at 4:05 pm

    Mbak Fany… hebat sekali perjuangannya. two thumbs up! aku jg menikah sm org belanda, ud pny baby 11 bln :D. dlm taun ini aku kita mau pindah ke belgie jg.. hihi.. antara seneng dan grogi, campur2 deh perasaanku skrg.. mungkin mbak bs kasi saran atau tips sebelum aku kesana, biar gak shock. sebelumnya aku pernah sih tgl di belanda 3 bln, tp msh tinggal sm mertua dl, pastinya beda ya dibanding tinggal sendiri… thx b4.

  39. fanny
    Fanny Hartanti April 29, 2011 at 5:19 pm

    CitRa.. auuu jadi maul :) makasih yah..
    Mama van CJ dan hanne : Salam kenal juga :)
    Cecilia : Tosss!!
    Melissa : hihi dont worry, ntar juga lama2 kerasan. Iya bukuku cuma ada di Indo..
    EMil: salam kenaaall.. makasih :)
    Toto: hihi.. teteppp dong :))
    Posta : wah mo tinggal di mana? email2 yah!!

  40. BundaTsabitTsaqifa
    Nurul Husna April 29, 2011 at 11:33 pm

    hua..jadi pingin baca buku2nya mba fanny..
    Tfs ya mba n salam kenal:)

  41. mommy Rachel
    eka yushiana April 30, 2011 at 9:30 am

    pendatang baru nih :) langsung baca story nya. like this banget, hehee
    salam kenal :)

  42. eka
    Eka Wulandari Gobel April 30, 2011 at 9:41 pm

    faan.. sukaa banget sama photo nikahannya! jadi inget film2 yessy gusman & rano karno gituuu :p
    sukses terus yaa..tante yurop!

  43. peachmargarita
    peachmargarita May 5, 2011 at 1:55 pm

    Tante Pan ternyata kamu pernah susah juga yaaa :( Baru tau aku kirain selalu hepi.

    Tp skrg kan semakin hepi dan bukti banget tuh, bersusah2 dulu bersenang2 kemudian…makanya kisah hidup loe ini menentramkan bgt.

    See u in August ya cyiiiiiiiiiin <3

  44. dzikrina
    dzikrina February 22, 2012 at 7:57 am

    indah sekali kisah hidup Mba, semoga saya bisa belajar dari Mba. TFS ya Mba….

  45. dyanamel
    dyanamel May 24, 2012 at 8:48 pm

    truly inspiring story! akupun menikah sm wna & tinggal di singapore blm bs kerja krn berkenaan dg ijin tinggal, dan perusahaan pun lbh milih hire singaporean/PR drpd foreigner yg gak punya visa employment pass, kebetulan alhamdulillah akupun hamil dan memutuskan utk punya anak dulu. at least klo punya anak akan lbh mudah utk ngurus PR dan akan lbh mudah utk mencari pekerjaan disini. awal2 bulan pun aku sering mewek krn kangen jkt dan makanan indonesia terutama shopping di itc mangdu, ambas, nge PIM atau nge mall sm tmn2 kantor or ngopi2 sm sahabat2 cewe… alhasil aku sering bolak balik sg-jkt hihihihi. thanks to ur story, paling gak ksh semangat buat aku walopun jauh dr keluarga tp ttp bs mandiri :)

  46. Elskan
    Elskan July 9, 2012 at 3:06 am

    Sangat menginfirasi saya untuk tetep berusaha dan semua memang ada prosesnya ya mbak, kebayang diri sendiri, sekarang lagi hamil 25 week, belom setahun pindah dinegara es ini, awal datang langsung belajar bahasa biar bisa kerja yg bagus sesuai pengalaman, gak mau dibagian cleaning service :-D, belom lancar eh dikasih hamil..Alhamdulilah Wa syukurillah mengingat umur yang menua, cuma segunung positive thinking yang dibawa dari Jakarta pas hamil memble juga, kesepian, pgn deket ibu, memble ama harga2 perlengkapan bayi yang muahal (gak bisa bebas beli karena gak punya gaji lagi ), gak mau berlama lama sedih ya disyukuri saja, disehatin dan dimantabkan persiapan lahirannya, urusan kerja insyaalloh ada jalannya, mudah2 diberi kemudahan seperti kemudahaan yang Alloh berikan pada kehamilan selama ini, semoga sampai lahiran nanti, Aaminn, ntar kalo balik Jkarta ta cari bukunya mbak :-D

  47. davegracia
    grace triguna September 26, 2012 at 4:38 pm

    Hallo mbak Fanny, Salam kenal..
    Perjuangan yang sangat luar biasa sebagai ibu, istri, dan pribadi. Sifat mbak yang ulet n nggak gampang nyerah akhirnya membawa mbak tujuan yang baik. Ga semua orang mampu mengalahkan ego seperti itu :)Tetap semangat ya mbak, sukses selalu dalam keluarga dan karier. Serta tetap berbagi motivasi bagi sahabat2 mama yang lain..

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.