Kejar-Tayang ASI Perah

annisa karnadi

Beberapa hari ini sempat ramai berita tentang para ibu bekerja yang kesulitan mencari kurir ASI. Kurir ASI adalah sosok baru yang berjasa besar ketika ibu kehabisan stok ASIP di rumah. Akibat kebijakan terkait larangan kendaraan bermotor melewati beberapa ruas jalan protokol, sekarang para ibu yang berkantor di daerah jalan protokol ibukota sulit menemukan kurir yang mau menjemput ASIP mereka. Sedihnya lagi, banyak bayi terpaksa gagal minum ASI dan harus mengkonsumsi susu formula karena kurir ASI tidak lagi bisa menjemput ASIP mereka dari kantor ibunya.

Sebenarnya tidak perlu resah menyiasati keadaan ini. Ada banyak cara yang urban mama bisa lakukan untuk tetap memberikan ASI untuk bayi meskipun tidak ada lagi bantuan si kurir ASI yang bisa diandalkan. Berikut beberapa tips yang mungkin bisa membantu urban mama yang sedang menyusui.

Introspeksi manajemen menyusui

Biasanya kehabisan cadangan ASIP disebabkan oleh kesalahan manajemen menyusui. Banyaknya produksi ASI setelah dua minggu pasca persalinan ditentukan oleh pengeluaran ASI dari payudara, baik dengan menyusui atau memerah ASI.

Memerah ASI prinsipnya dilakukan untuk menggantikan sesi menyusui yang terlewat ketika ibu tidak bersama bayi atau ketika bayi tidak mau menyusu. Kunci sukses memerah ASI adalah disiplin. Usahakan memerah ASI setiap 3 jam sekali dengan durasi waktu sekitar 15 menit untuk setiap payudara. Ingat: frekuensi memerah jauh lebih penting dibandingkan durasi lama memerah, jadi usahakan jangan sekali-kali melewatkan waktu memerah. Jika tidak sempat pergi ke ruang laktasi, ibu bisa memerah saat bekerja sambil menggunakan nursing cover .

Pemilihan media pemberian ASIP sangat menentukan keberlangsungan produksi ASI. Media pemberian ASIP sebaiknya dipilih yang tidak mengganggu proses menyusui, mudah diperoleh serta mudah dibersihkan seperti gelas, cupfeeder atau sendok.

Hati-hati kalau sudah memutuskan untuk memilih dot karena kecepatan konsumsi ASIP lewat dot oleh bayi terkadang lebih besar dari hasil perahan ASIP. Menurut Nancy Mohrbacher, IBCLC, FILCA, botol dot membuat bayi mengonsumsi lebih banyak ASI dibandingkan menyusu di payudara:

Sebuah penelitian pada 16.755 bayi di Belarus menunjukkan bayi yang diberi susu formula dengan dot ternyata mengonsumsi 49% lebih banyak susu di umur 1 bulan, 57% di umur 3 bulan, dan 71% di umur 5 bulan. Meskipun bayi meminum ASIP melalui botol dot tidak sebanyak yang meminum susu formula, namun tetap saja media dot membuat bayi meminum lebih banyak ASIP dibandingkan menyusu di payudara.

Selain itu, ibu harus lebih waspada karena penggunaan botol dot bisa menyebabkan produksi ASI payudara menurun akibat perubahan teknik bayi menyusu. Teknik menyusu pada dot berbeda jauh dengan teknik menyusu pada payudara, akibatnya stimulus yang diperoleh payudara kurang optimal dan pengeluaran ASI menjadi kurang efisien. Tanda-tandanya antara lain hasil perahan ASIP dari payudara menjadi sedikit atau berat badan bayi tidak meningkat cepat.

ASI itu tidak mudah rusak

ASI adalah susu yang awet tanpa bahan pengawet karena di dalam ASI terdapat sel-sel pembunuh kuman dan zat-zat antiinfeksi. Makin rendah suhu lingkungan akan membuat umur ASIP makin lama. Jadi tidak perlu risau meskipun bekerja 12 jam di luar rumah dan tidak ada kurir-ASI yang langsung mengantar hasil perahan ke rumah. Yang ibu perlukan adalah membawa insulated cooler bag dengan beberapa ice gel beku.

Ibu bisa juga menitipkan ASIP di kulkas kantor dan menitipkan ice gel di freezer. Setelah pulang, ASIP akan aman dalam cooler bag. Cooler bag dengan ice gel beku bersuhu sekitar -15° C sampai 4 °C bisa bertahan sekitar 24 jam. Taruh wadah ASIP bersentuhan dengan ice gel beku.

Utamakan menyusui langsung saat bersama bayi

Rahasia agar produksi ASI selalu lancar ketika ibu bekerja adalah menyusui langsung ketika bersama bayi. Saat malam hari dan di hari libur akhir pekan, biarkan bayi menyusu sesering dan selama yang ia mau. Ibu bisa menyusui bayi hingga kenyang sebelum berangkat ke kantor. Saat perjalanan pulang dari tempat bekerja, sampaikan pesan ke pengasuh untuk tidak membuat bayi kenyang agar bayi mau langsung menyusu saat Ibu tiba di rumah. Berikan ASIP secukupnya saja jika bayi sudah rewel saat ibu masih dalam perjalanan pulang, agar bayi tetap mau menyusu saat Ibu datang.

Isapan bayi adalah rangsangan yang paling efektif dalam menjaga produksi ASI. Ibu yang rajin menyusui bayi akan mendapatkan hasil perahan yang banyak. Keuntungan lainnya, bayi yang sering disusui hingga puas biasanya hanya butuh sedikit ASIP. Jadi, jangan abaikan bayi di depan mata hanya untuk mengejar stok ASIP di kulkas.

Pantau tanda kecukupan ASI pada bayi

Urban mama bisa menyusui bayi sesering mungkin dan tanpa dibatasi ketika pulang kerja. Pantau selalu tanda kecukupan ASI, ini bisa diamati dari buang air kecil, buang air besar, berat badan serta kesehatan bayi. Bayi diharapkan buang air kecil minimal 6 kali dalam sehari dengan urine yang kuning jernih, banyak dan baunya tidak menyengat. Bayi diharapkan buang air besar dengan tinja kuning, lembek, dan teratur. Berat badan bayi diharapkan naik sekitar 200 – 230 gram per minggu (WHO, 2006). Jika berat badan bayi naik kurang dari 140 gram per minggu atau kurang dari 500 gram per bulan sebaiknya segera temui konselor laktasi.

Tetap semangat

Kehabisan stok ASIP bukan akhir dari perjuangan. Masih banyak solusi untuk mengatasi meskipun sudah terlanjur keteteran memberikan ASIP. Segera lakukan introspeksi apa yang menjadi penyebabnya seperti penggunaan botol dot atau tidak disiplin memerah.

Urban mama juga bisa melakukan power pumping. Cara melakukan power pumping ini antara lain:

  • Taruh pompa di sudut rumah, di tempat  yang nyaman dan sering dilewati.
  • Perah atau pompa ASI setiap setengah atau satu jam (disarankan setiap 45 menit) atau setiap melewati pompa itu.
  • Lakukan sesi pemerahan selama 5 – 10 menit.
  • Lakukan pemerahan pada kedua payudara.
  • Tetap pompa/perah selama 2 – 5 menit setelah tetes ASI terakhir.
  • Lakukan selama beberapa jam, setidaknya 10 kali dalam sehari.
  • Istirahat tidur siang dan usahakan tidur malam yang nyenyak setidaknya 4 – 6 jam. Tidak perlu menjadwalkan bangun hanya untuk memerah ASI tengah malam. Kecuali saat bayi bangun, maka ibu bisa menyusui sambil memompa sebentar.
  • Cara ini akan membantu meningkatkan pasokan ASI jika dilakukan dalam 2 – 3 hari. Tidak perlu buru-buru memasukkan ASIP ke kulkas dan mencuci pompa. Pompa dan ASIP bisa di suhu ruang dalam waktu 4 – 6 jam (idealnya 3 – 4 jam), semakin sejuk suhu rumah akan semakin lama bisa bertahan.
  • ASIP dalam 24 jam bisa dicampur dalam 1 botol. Saat melakukan power pumping ini hasil ASIP biasanya sedikit demi sedikit sehingga hasil pemerahan dalam 24 jam bisa dicampur ke dalam 1 wadah setelah bersuhu sama.

Urban mama juga bisa memerah ASI sambil menyusui bayi, sambil menemani anak bermain atau setiap kali bayi selesai menyusu. Kita bisa mengakhiri sesi memerah menggunakan tangan jika memerah ASI memakai pompa. Pijat payudara sebentar sebelum memerah. Pastikan mama cukup makan, minum dan istirahat yang baik ya.

Pemberian ASI eksklusif bisa tetap lancar meskipun tidak ada lagi kurir-ASI yang bisa diandalkan. Urban mama juga tidak perlu risau meskipun hanya memiliki stok ASIP sedikit di kulkas. Mama yang bersemangat melakukan “kejar-tayang” stok ASIP justru banyak yang sukses menyusui. Bayi sehat karena selalu mendapatkan ASIP segar dan mama sehat karena rajin memerah dengan disiplin.

ASI adalah cairan hidup dan dalam kondisi yang terbaik ketika masih segar. Proses pembekuan dalam waktu yang lama bisa menurunkan kualitas beberapa vitamin antioksidan juga pemecahan lemak dan protein (meskipun tentu saja kualitas ASIP beku masih jauh lebih baik dibandingkan susu formula yaa). ASI senantiasa berubah kandungan nutrisinya menyesuaikan umur bayi. ASI yang diperah saat bayi umur 4 bulan kandungan gizinya lebih tinggi dibandingkan ASIP yang diperah ketika bayi umur 2 bulan, pada ibu yang sama.

Jadi, ketika mama harus kejar-tayang justru yang dihasilkan adalah ASIP segar.

Keputusan mama untuk tetap memberikan ASI ketika bekerja adalah hal yang luar biasa, tetapi jadikan aktivitas memerah ASI ini sebagai rutinitas biasa agar tidak menjadi beban. Jika masih risau, segera temui konselor laktasi terdekat untuk mengatur kembali manajemen menyusui.

Nah urban mama, tetap semangat menyusui ya!

 

(gambar: www.freedigitalphotos.net)

29 Comments

  1. Kira Kara
    Bunda Wiwit February 11, 2015 at 2:38 pm

    keren! Ini baru namanya semangat! dikantor dulu gak ada kulkas. Disini ga ada kurir ASI. Selesai perah ya disimpen di coolerbag aja. Alhamdulillah aman. Apalagi di kantor juga ACnya dingin. Semangat aja kasih yang terbaik buat buah hati. Semangat mamas!

  2. Prety
    Prety February 11, 2015 at 2:43 pm

    selalu tertarik dengan artikel kejar tayang asip, saya banget soalnya hehe,,,,makasih tipsnya mba annisa :) semangat asip!

  3. wreaniputri
    wreaniputri February 12, 2015 at 9:30 am

    makasi bgt tipsnya.. saya jg pelaku kejar tayang dan sempat minta donor asi dr teman. Semangat ya moms.

  4. cindy
    cindy vania February 13, 2015 at 11:29 am

    terimakasih banyak tips nya mbak Annisa,aku seneng banget deh baca tips2 kayak gini :)
    Tetap semangat untuk mama-mama yang ASIP nya kejar-tayang ya :)

  5. ipeh
    Musdalifa Anas February 14, 2015 at 7:00 am

    Waah tipsnya lengkap dan pasti berguna untuk urban mama yg ASIPnya juga kejar tayang. Tfs ya mama. Semangat

  6. delvina
    delvina February 15, 2015 at 5:23 pm

    Thanks for the tips mba annisa,, saya salah satu pelaku kejar tayang juga…
    semangat terus ya moms…

  7. gabriella
    Gabriella Felicia February 17, 2015 at 9:16 am

    Lengkap sekali tipsnya… semoga para urban mama yang kejar tayang makin semangat ya…

  8. Mimo Aiko
    Mimo Aiko February 17, 2015 at 9:30 am

    jadi inget anak pertama inihh… hehehe..
    smoga anak kedua nanti manajemen menyusuinya lebih baik..
    aamiin..
    TFS mba Annisa.

  9. bundanaisya
    bundanaisya February 17, 2015 at 3:37 pm

    TFS mba Annisa, saya jg working mom pelaku kejar tayang, bahkan sempat down dan pengen cari donor ASI tapi suami saya Ayah ASI yg luar biasa, dia menolak ide saya untuk cari donor ASI dan terus support saya agar bisa terus memberikan ASI hingga 2 tahun..
    Alhamdulillaah, hingga saat ini putri kami berumur 9 bulan, masih terus mendapatkan ASI saya, tanpa bantuan donor ASI, tanpa tambahan sufor setetespun..

  10. Kudille
    Kudille February 18, 2015 at 10:31 am

    Makasih tipsnya! Lagi kejar tayang juga nih… :)

  11. Friska Dina
    Friska Dina February 18, 2015 at 10:42 am

    udh ngalamin banget nih ASIP kejar tayang, bener banget klo ASIP kejar tayang buat kita semangat pumping :) dan puji Tuhan bayiku lulus ASIX dan skrg udh 10 bulan masih ASI… :)

  12. annisa karnadi
    annisa rohima-karnadi February 18, 2015 at 1:15 pm

    Wah, keren nih Bunda Wiwit. Meski tanpa kulkas kantor teteup jalan terus ngASInya :D Terbukti meski hanya dg coolerbag tetep lancar jaya yaah..

  13. annisa karnadi
    annisa rohima-karnadi February 18, 2015 at 1:18 pm

    Sama-sama Mama Prety, Delvina, Kudille, Cindy Vania, Musdalifa Anas ^_^ semoga sukses ngASInya yaa..

  14. annisa karnadi
    annisa rohima-karnadi February 18, 2015 at 1:19 pm

    Syukurlah akhirnya terkejar dan bisa bebas dari ASIP donor yaa Mom Wreaniputri

  15. annisa karnadi
    annisa rohima-karnadi February 18, 2015 at 1:20 pm

    Iyaaa BundaNaisya, support ayah memang manjur buat jaga Mama untuk tetap on the right track saat ngASI. Semoga sukses menyusuinya yaaa..

  16. annisa karnadi
    annisa rohima-karnadi February 18, 2015 at 1:21 pm

    Aamiin, semoga sukses yaa Mimo Aiko buat anak kedua nanti. Terima kasih juga buat Gabriella Felicia

  17. puva
    puva February 20, 2015 at 3:42 pm

    itu saya banget kejar tayang ASIPnyaa.. haha.. Thanks infonya mam Annisa.. jadi makin semangat nih :D

  18. lia hakim
    amalia hakim February 24, 2015 at 11:21 am

    semoga anak kedua ini ga kejar tayang, duluuu waktu anak pertama tiap kali asip menipis solusinya ambil cuti dan puas-puasin berdua ma anak, tiap abis nenen, pumping, nenen, pumping, cape sih… tapi demi anak tetep asi.
    makasi tips power pumpingnya ya mom, Alhamdulillah nambah ilmu per-ASI-an saya

  19. eka
    Eka Wulandari Gobel February 27, 2015 at 8:26 pm

    wah tipsnya oke banget nih! lengkap dan pasti berguna banget untuk urban mama yg sedang kejar tayang asi perah!

  20. siska apriyani
    siska apriyani March 23, 2015 at 3:02 am

    terima kasih sharingnya…nambah ilmu neh jadinya

  21. eliza-anna
    Elisabeth Anastasia April 9, 2015 at 3:35 pm

    thanks sharingnya, sebagai working mom, saya selalu menggunakan asip yang dipumping di kantor hari ini untuk minum baby saya esok hari. sebisa mungkin tidak menggunakan asip stock kulkas karena asip kemarin pasti lebih baik drpd asip 2-3 bulan yang lalu.

  22. mama Kia
    mama Kia April 22, 2015 at 11:32 am

    semangat working mom pejuang asi.. Setiap tetesnya begitu berarti :)

  23. annisa karnadi
    annisa rohima-karnadi April 22, 2015 at 6:06 pm

    Yeeessss… tetep semangat yaah, para pejuang ASI :D ada cinta dalam setiap tetes ASI sehingga sangat layak untuk diperjuangkan ;)

  24. upie.palupi
    upie.palupi May 4, 2015 at 2:33 pm

    alhamdulillah nemu banyak teman disini..berbekal kegagalan pada anak pertama, kali ini memasuki usia 3 bulan anak keduaku, alhamdulillah bisa asi, meski harus full pumping, tapi insyaAlloh saya akan terus berjuang…happy pumping!!

  25. resty mommy kai
    resty mommy kai May 19, 2015 at 6:27 pm

    Semangat lagi gara2 baca article ini. Aku bangett..secara punya jagoan mimik nya hampir 1L selama ditinggal kerja doang. Makasih mba Annisa

  26. ethaa
    ethaa May 29, 2015 at 9:52 pm

    hi mba, thanks sharingnya yah.. semoga aku bisa kasih asi ke anakku sampai umur 2tahun nanti. Amin.
    oiya mba, aku mau tanya, di masa cuti melahirkan sekarang juga aku mulai rajin nabung ASIP. awal2 aku perah ASI aku masukkan ke kulkas (bukan frezeer), karena anakku awalnya blm bisa menyusu langsung (setelah usia 2 minggu dia udah pintar), jadi aku kasih asi pake botol. jadi stock ASI belum aku masukkan freezer. Lalu setelah bayi ku bisa menyusu langsung, sisa yang di kulkas tadi aku masuukan ke freezer. Sampe suatu hari, aku keluarkan lagi, untuk di hangatkan mau dikasih ke bayi ku. Tapi asip nya jadi aneh mba, seperti ada minyak2 nya dibagian atas, dan baunya pun seperti santan. Kondisi ASIP seperti itu sudah gak bisa dikonsumsi lagi yah?
    Harusnya ASI yang dimasukkan kedalam freezer adalah ASI yang masih fresh ? atau boleh juga seperti yang aku lakukan, masuukkan ke kulkas, baru 2 hari kemudian pindahkan ke freezer.

    Mohon pencerahan nya ya mba.

    Thanks sebelumnya.

  27. annisa karnadi
    annisa rohima-karnadi June 1, 2015 at 9:33 am

    Dear Ethaa, ASIP yang tidak layak dikonsumsi itu jika susu sudah rusak atau basi. ASIP basi mirip seperti susu UHT yg basi. Jika ASIP berubah aroma dan rasa tapi tidak basi bisa dicek ulang tata cara penyimpanan. Nah, jika ASIP tengik atau berubah jadi amis tapi tidak basi bisa karena ASIP tinggi lipase. Saya bantu dg link dari kellymom yah ;) http://kellymom.com/bf/pumpingmoms/milkstorage/lipase-expressedmilk/

  28. kenes_
    Asri Ati Amanah June 10, 2015 at 11:10 am

    salam kenal mba… makasih sharing infonya…
    aku juga kejar tayang asip nih, tapi ya dijalanin aja…
    Alhamdulilah, walaupun ga melimpah tapi tetap dicukupkan rejeki asi untuk anakku… :)

  29. dera rislan
    dera rislan August 3, 2015 at 2:27 pm

    slam knal semuanya,,,
    iya ni baca artikel nya ke inget diriku sendiri,, ekjar tayang asi dan sempet juga khawatir kalo2 asinya gak ckup,, sama dgn mb. kenes_ walaupun gak melimpah, semoga rezeki asi anak ku slalu di cukupkan olh Allah,, amin,,
    happy pumping,,
    semangat… ^^

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.