Kelainan Mata Pada Bayi

dr rova virgana
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Dear Dokter Rova,
Saya sedang mencari info mengenai PHPV yaitu seseorang dengan kelainan mata akibat PHPV ini, atau persistance Hyperplastyc Primary Vitreous.

Medical explanation (simple version):
“The space at the back of the eye, behind the lens, is normally filled with a clear jelly. This jelly is called the vitreous. Children with PHPV are born with a hazy, scarred vitreous. The hazy vitreous blocks light passing to the back of the eye. This leads to blurred vision.”
source.

Baby Amaia lahir dengan PHPV di mata kanannya dan 3 dokter sudah mendiagnosis bahwa mata tersebut buta tidak akan berkembang, sehingga mata kirinya yang sehat akan terlihat lebih besar dari yang kena PHPV, dan menyarankan untuk memasang protesa mata saat Amaia sudah agak besar. Saya googling mengenai PHPV ini dan kalau di luar negeri pernah saya baca kalau mata yg kena PHPV ini ada juga yang bisa dirangsang agar berkembang dan bisa melihat walaupun kurang maksimal dengan metode eyepatching.
Sayangnya sampai sekarang saya belum menemukan komunitas atau grup khusus dari Indonesia yg bisa saya ajak berbagi atau mintai pendapat mengenai keadaan Amaia, hal-hal apa saja yg bisa saya lakukan untuknya, dan apakah ada opsi atau treatment tertentu untuk si PHPV ini.

Mohon infonya ya, Dok. Terima kasih.

Pertanyaan dari Buwie.

Hi Mama Buwie,

Seperti ditulis diatas Persistent Hyperplastic Primary Vitreous (PHPV), secara klinisnya ada bagian didalam bola mata, tepatnya di vitreous/badan kaca, yang normalnya menghilang seiring janin tumbuh/dilahirkan (sehingga disebut persistent). Biasanya merupakan kelainan kongenital/bawaan. Biasanya juga kelainan ini tidak berdiri sendiri, disertai kelainan kongenital lain, misal katarak kongenital. Pada kasus Amaia mungkin kelainan penyertanya seperti yang diutarakan, bola mata yg tidak berkembang (mikroftalmi). Kalau disebut bahwa matanya buta, memang perlu dipastikan kelainan apa saja yg terjadi (tidak tersampaikan diatas, hanya PHPV) karena kelainan-kelainan yang terjadi itu yang akan menentukan juga tindakan dan prognosis (perkiraan keadaan dikemudian hari karena keadaan klinis).

Sepengetahuan saya, metode eyepatching dilakukan untuk keadaan ambliopia/mata malas, yang klinisnya kelainan tajam penglihatan “tanpa kelainan anatomis” mata, sehingga dirangsang dengan metode tersebut. Sehingga tindakan yang dapat dilakukan dipengaruhi kelainan apa saja yang menyertai dan derajat kelainannya.

Kalau dari cerita yang sudah datang ke 3 dokter dan menyimpulkan hal yang sama, mungkin ada keadaan lain yang menyertai PHPV tersebut sehingga kesimpulan klinis dan saran tindakannya seperti itu. Seandainya berkeinginan mendapatkan penjelasan lebih detil dari keadaan Amaia, dapat konsul ke dokter spesialis mata subspesialis Pediatrik Oftalmologi dan atau Vitreo-retina.

Semoga membantu ya.

3 Comments

  1. Kira Kara
    Bunda Wiwit January 24, 2012 at 12:50 pm

    Mbak Ruuuriii…
    Semoga mendapatkan solusi dan jalan keluar terbaik untuk ning Amaia… Big hug for you and family…
    ^_^

  2. umieykhalish
    umieykhalish September 11, 2013 at 10:28 am

    dokterr….anak saya matanya cenderung kekiri..knp ya dokter

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.