Menyapih Dengan Cinta

dhira rahman

Tidak terasa, sudah 35 bulan lebih saya jadi bunda. Dikaruniai anak di usia awal 20-an membuat saya merasa ”diragukan”. Sejak awal kehamilan, sedikitpun saya tidak pernah terpikir untuk tidak menyusui, alasannya? Oh jangan harap keluar alasan ilmiah dan kesehatan dan ini dan itu, alasan saya simpel, karena 2 hal.

  1. Karena setahu saya setiap bayi ya netek
  2. Karena murah.

Dan saya juga tidak ada persiapan yang aneh-aneh, hanya mengoleskan nipple cream Mothercare sejak kehamilan saya memasuki bulan ke 7.

Alhamdulillah, saya tidak mengalami kesulitan berarti, pokoknya saya menyusui lancar jaya. Selain masalah di awal menyusui yang membuat saya mencampur antara ASI dengan formula.

Beberapa bulan sebelum ulang tahun Zua yang ke-2 saya sudah sounding bahwa “anak besar nggak nenen” dengan berbagai contoh, misalnya anak tetangga yang sudah tidak menyusu lagi. Harapan saya, pada usia 2 tahun Zua akan self-weaning dan kami akan bersama-sama melaluinya, tapi ternyata tidak semudah yang saya bayangkan!

Saya sudah memadukan teknik weaning with love dan metode hypno parenting (istilahnya afirmasi kalau tidak salah) yaitu mengafirmasi dengan kata-kata positif ketika anak dalam keadaan setengah tertidur. Afirmasi menabukan kata-kata “tidak” dan “jangan”, jadi kata-kata “Zua anak besar anak pintar yang minum susu dari gelas” saya ulangi setiap malam, semakin rajin saya afirmasi, semakin lengket Zua dengan menyusu-nya.

Beberapa kali saya maju mundur untuk menyapih Zua, alasan utamanya selalu kasihan. Berkali-kali saya konsultasi dengan sahabat-sahabat saya yang konselor laktasi dan penggiat AIMI, sealu sama sarannya “kamu kali yang belom ikhlas.. makanya itu hati diikhlasin dulu”.. Saya merenung.. Iya, benar.. Saya terlanjut menikmati saat-saat Zua menyusu, menatap saya, tangannya memeluk saya, harum tubuhnya menempel di tubuh saya. Belum lagi “keajaiban” ASI yang selalu jadi andalan dikala Zua sakit.

Seminggu yang lalu, saya tiba-tiba merasa sudah sangat siap dan saya diskusikan dengan suami, alhamdulillah, dia Siap, masalah kami adalah, bahwa Zua sebetulnya sama sekali tidak mau. Memang dia sudah bisa beberapa kali tidur tanpa harus nenen terlebih dahulu, tapi kebanyakan harus nenen dulu, sementara bangun tidur mutlak harus nenen.

Hari pertama weaning, masalahnya adalah Zua menangis sekuat-kuatnya pada saat bangun tidur dan ayahnya terpancing emosi, Zua dimarahi dan lagi-lagi mencari nenen untuk ketenangan. Sayapun segera berkonsultasi dengan uni Sari, konselor laktasi idola saya, dan berhasil saya tarik benang merah. Malamnya saya diskusi dengan suami yang juga merasa bersalah, okay, kami sudah memutuskan akan menekan emosi karena kami berdua tahu, ini saat yang sulit buat Zua.

Tidur siang dan bangun tidur tanpa nenen berhasil saya lewati dengan aktivitas membaca cerita dan ngemil langsung setelah bangun tidur. Yogurt, keju, dan agar-agar adalah sogokan yang tidak pernah gagal. Tidur malam, Zua akan dipijat oleh ayahnya sambil dibacakan cerita, saya menunggu di luar kamar sampai Zua tertidur. Di hari ke-5, Zua sudah “jinak” dan bisa saya teman tanpa memaksa meminta nenen. Ketika Zua terbangun malam ayahnya akan mengambilkan antara air putih atau susu untuknya, memangku sambil meminumkan, saat ini biasanya saya tak kuasa menahan air mata, betapa besar perjuangan kami bertiga.

Bangun tidur pagi menjadi saat terpenting bagi kami. Ayah Zua sudah harus mandi jam 7 dan berangkat pukul 7.45, sementara Zua akan nenen dulu dan bangun jam 7.30, Sekarang Zua bangun pukul 7, langsung saya ganti baju, kami jalan pagi di jogging track, kadang bawa bola dan main di lapangan tenis, pokoknya langsung dialihkan. Alhamdulillah di hari ke 7 sudah bisa bangun dan malas-malasan dulu, baru kemudian jogging. Godaan terbesar kami adalah ketika Zua sakit. Badannya demam 38.5 derajat Celsius dan saya sangat ingin menyusui. Sementara suami menguatkan saya. Berdua, kami hadapi, alhamdulillah, saya hanya memberi Zua 1 SDM ASIP, panasnya Turun, saya shalat dan memohon untuk diberi kemudahan dalam menyapih Zua, alhamdulillah, sakitnya berangsur-angsur hilang walau saya tidak menyusuinya

Saya sudah menetapkan bahwa anak saya, Damar Hakim Lazuardi Rahman adalah sarjana ASI.

 

Hal-hal indah setelah kami resmi “berpisah” dengan nenen datang susul menyusul, dimulai dari porsi makan zua yang 2x lipat dari sebelumnya, lalu porsi cemilannya yang bertambah, Sekarang porsi air putih yang diminumnya juga bertambah.

Zua makin mandiri, dan saya merasa lebih disayang dan dihargai olehnya. Beberapa kali sehari Zua memeluk saya dan berkata “bunda, aku sayang loh sama bunda” atau tiba-tiba waktu saya memasak dia memanggil ”bunda, bunda,sini bentar,mas ua mau peluk”. Kami bertiga, saya, suami saya dan Zua makin dekat, makin bisa mengontrol emosi kami. Minggu-minggu terakhir ini mendekatkan kami secara emocional, dan memperkuat bonding.

Saya bangga, bahagia, dan merasa diberkahi sekaligus. Jadi mama, jangan takut untuk menyusui, jangan takut merasa tidak siap menyapih, jadikan pengalaman masa menyusui kita menjadi pengalaman terindah!

 

53 Comments

  1. tisyonk
    tisa 'tisyonk' June 24, 2010 at 1:18 am

    So touching :)
    Thumbs up for Mommy Dhira :)
    Titip sun buat Zua yaaaa.. :)

  2. rasya
    Rasya Moechtar-Jenie June 24, 2010 at 2:25 am

    ah mau nangis..jd ngebayangin nanti nyapih Leica. hiks..menyusui itu indah sekali yah..indescribable feeling. smoga nnt kl pada saatnya gue menyapih Leica akan kuat lahir bantin, baik gue, suami maupun Leica.
    TFS Dhira.. :)

  3. June 24, 2010 at 4:38 am

    Jd terharu :’(
    Turut bahagia mama dhira dan zua bisa ngelewatin proses menyapih dg indah…
    Jd ngebyangin juga gimana nanti kalo el weaning heheh.. Tfs ya :)

  4. IntanDian
    Dian Sarwono June 24, 2010 at 4:40 am

    Senaaaang sekali bacanya.. Ikut ngerasain sedih dan rasa bahagia-nya Dhira… Selamat untuk Zua yg sdh jd Sarjana ASI.. Tapi yang juga perlu diacungi jempol adalah ayah dan bunda-nya yang sudah memberikan ‘pelajaran’ penuh kesabaran dan cinta :).

  5. thelilsoldier
    inga June 24, 2010 at 6:58 am

    I feel you. Nanti akan datang setiap tahap perkembangan anak yang selalu bikin kita kayak gini..

  6. yadessa
    yadessa June 24, 2010 at 7:05 am

    hhhmmmm, sama kayak anakku syazia, mau tidur nenen dulu, bangun tidur juga nenen, bahkan didalam tidurnya dia nenen juga, bakalan susah juga dong yah :D ntar coba deh “menyapih dengan cinta” :) sekarang syazia masih 9 bulan..
    selamat buat Zua yang sarjana ASI ;)

  7. rhisuka
    riska nurmarlia June 24, 2010 at 7:22 am

    Tfs dhir.. Sangat berguna nanti kalo aku uda mau nyapih alya.. :)

  8. Mirza Resita
    June 24, 2010 at 7:36 am

    *langsung ambil tisu ngelap air mata* terharu…

  9. YSee
    Yesi Yulia R./Wisesa June 24, 2010 at 7:52 am

    I feel you dhir..

  10. Mirza Resita
    June 24, 2010 at 7:53 am

    yaoloh…nangis mak…
    makasi mak atas tulisan ini…aku lg dlm proses mau nyapih zaki…tp kynya aku blm iklas mak…aku masih menikmati kelengketan kami…tp dari lain pihak, MIL dah maksa2 suruh nyapih…T_T

  11. mommy matthew
    anche simatupang June 24, 2010 at 8:03 am

    Mommy Zua.. Tx for sharing, baca ini bikin mata brbinar2. Matthew masi 9mo menyusuinya, ga kebayang gmn menyapihnya bsk apalg dia ga doyan sufor sm sekali. Hiks..

  12. gabriella
    Gabriella Felicia June 24, 2010 at 8:06 am

    TFS, bacanya dengan mata berkaca2, mengingat sebentar lagi aku harus melalui proses ini. Saat ini aku belum iklas untuk mengakhiri masa menyusui yang indah, tapi aku yakin waktunya akan tiba buat aku dan albert…

  13. sukie
    Sukma Pertiwi June 24, 2010 at 8:16 am

    huhuhu…terharuu..kaka Ua..dan mama Dhira..indah banget deh ceritanya..Jadi siap2 juga nih..walau masih lama..I will do the best mumpung Rara masih menyusu padakuu
    kiss kiss for Ua ya..:)

  14. rachanlie
    mira a June 24, 2010 at 8:22 am

    Daaannn.. Aku pun mewek baca cerita bunda zua ini.. Huhuhuhu..
    Emang yah menyusui itu momen yg indah.. Moga-moga pada saatnya nanti bisa ikhlas dan sabar+kuat juga utk nyapih Kana.. Huhuhu..

    Kecup sayang untuk bundazua dan mas Ua.. :)

  15. trini arimbi
    trini arimbi June 24, 2010 at 8:47 am

    weaning with love,,menyentuh sekali storynya dhira..:’)
    setuju sm dhira, menyusui itu memang indah sekali

  16. Mirza Resita
    June 24, 2010 at 8:48 am

    Ada saatnya kita berjuang untuk tetap menyusui dan ada saatnya kita berjuang untuk tidak menyusui..
    Anakku baru 9 bulan juga, belum mau terlalu pikirin masalah menyapih.. Nanti aja mikirinnya :)

  17. restya
    Neneng Restiana June 24, 2010 at 8:54 am

    Cerita ttg menyapih memang selalu mengharukan yah…& bersyukur Dhira sekeluarga bisa melewati semua dengan penuh Cinta.

    Sekalian mo nanya,pemberian Nipple Cream itu ngebantu banget yah bisa sukses ngasih ASI,mohon penjelasannya yah Dhir,biar saya bisa sukses jg ngasih ASInya,mumpung usia kehamilan belum mencapai 7bulan

    Tfs yah Dhir..

  18. Mirza Resita
    June 24, 2010 at 9:26 am

    Aku nangis baca ini Bund…selamat ya Bunda dan Zua, akhirnya bisa melewati semuanya dengan cinta..:)

    Hiks, aku tidak sempat melewati masa ini, karena anakku sudah tidak mau menyusu langsung ketika usianya 1 tahun (dia resign sendiri), bertekad harus sukses menyusui bila punya anak kedua nanti :)

  19. sLesTa
    shinta lestari June 24, 2010 at 9:30 am

    i soo feel you dhira. waktu gue nyapih naia pun gue gak pengen maksa, jadi bener2 pengen dia yang decide dia ga mau nenen lagi. ternyata si anak mungkin bisa2 aja di sapih lebih awal.. ibunya yang ga rela. even after naia udah bilang ga mau, kadang suka ada perasaan sedih gitu. untungnya naia tetep jadi anak manis yang selalu maunya sama mama kalo bobok. heheh…

    tfs yaa!

  20. riandiani
    ria andiani June 24, 2010 at 9:41 am

    hiks2…
    terharu..jadi inget 2 bulan lalu, waktu aku sapih Davina pas umur 2 tahun..jadi berkaca-kaca ini bacanya, kalau bahasa sundanya “kasuat-suat” heheheh…
    tiba2 jadi kangen masa2 nyusuin, waktu davina peluk aku, waktu mata dia liat mata aku, waktu dia iseng gigit2 nenennya, waktu dia merem melek saking enaknya nenen sambil ngantuk2,hikssss.. i miss those valuable moments..
    thanks for sharing mom

  21. dindai
    Dini Setyowati June 24, 2010 at 9:41 am

    Zua pinter dan sayang banget sama mamanya ya..
    setelah dipikir-pikir, ternyata sebenarnya aku yg belum siap nyapih Reena. :)

  22. dhira rahman
    dhira rahman June 24, 2010 at 10:02 am

    @ Neneng Restiana : mbak, iya menurut saya itu ngebantuuu banget karena beneran gak ada cracked nipple

    @ all : itulah, urbanmamas… Memang betul, beryukur kita diberi kesempatan menyusui, karena banyak sekali masa indah yang kita lalui, dan ketika sudah berakhir, kita memandang segalanya berbeda.. Selamat menikmati masa menyusui, urbanmamas!

  23. Mirza Resita
    June 24, 2010 at 10:12 am

    hikksss, tq bwt share-nya y Dhira.. Berguna bgt bwt aq..

  24. Mirza Resita
    June 24, 2010 at 10:17 am

    4 bulan lagi anakku mau masuk 2 tahun dan saya bakal mengalami apa yang mbak rasain. Mengakhiri masa menyusui ;( Metode nya bakal aku tiru, terima kasih udh share ya ;)

  25. Mirza Resita
    June 24, 2010 at 10:28 am

    begitu menyentuh dan menginspirasi
    thanks for sharing

  26. Mirza Resita
    June 24, 2010 at 11:21 am

    duhh so touchin…
    kebayang nanti susahnya nyapih cha dan beberapa teman2ku yg gagal menyapih anaknya pas umur 2thn tp Alhamdulillah dapet pencerahan, thanks for sharing ya, mom…

  27. Mirza Resita
    June 24, 2010 at 12:34 pm

    hiks,menangis terharuuuuu..
    Selama ini,menyusui Amira memang jadi saat2 yang paling buat aku berasa jadi ‘ibu’..bisa ‘ngobrol’ sambil bertatapan mata,saling pegangan tangan,kadang terjadi insiden mencakar muka atau tangan,sampe tarik2an baju..hehehe..tapi selalu bikin kangeeennn…Mudah2an proses menyapih nanti akan mudah buat aku dan Amira..
    Selamaaaatt mommy Dhira..big hugs buat mas Zua..

  28. Mirza Resita
    June 24, 2010 at 12:51 pm

    hwaaaa…. mba Dhira… terharu banget bacanya… many thumbs buat mba Dhira dan Zua tentunya…

    masa2 mnyusui memang ngangenin yaaa…. :)

  29. ninit
    ninit yunita June 24, 2010 at 2:05 pm

    Waaa baca artikel ini jd inget pas nyapih alde. Tfs yah dhir. Well written. Terharu deh bacanya. Kangeeen bgt sama zua. Kapan yaaa ketemu lagi? :)

  30. bundadiba
    Ann Sjamsu June 24, 2010 at 2:18 pm

    Dhira…tfs ya…jadi berkaca2 nih bacanya…dan jadi inspirasi untuk siap2 ikhlas menyapih Diba yg skrg 32 bulan, mudah2an bisa berhasil ya….

  31. ipeh
    Musdalifa Anas June 24, 2010 at 4:00 pm

    Dhira, touching banget baca ceritanya. Kebayang muka gantengnya zua bilang ‘bunda, zua sayang loh sama bunda’.

    Tfs Dhir, kiss buat zua ganteng :) Dirimu msh di sby?

  32. Mirza Resita
    June 24, 2010 at 5:32 pm

    Duuuh Mba langsung berair gini mataku..
    jadi ga siap nih mau nyapih…huhuu…mudah2an bisa jadi “terinspirasi” sama storynya mba yah..

  33. rainiw
    Aini Hanafiah June 24, 2010 at 6:45 pm

    tadi baca cerita ini sambil nyusuin anak… huhuhuu, gak kebayang deh klo nanti pas saatnya harus menyapih. Terharu bacanya. Tfs ya Dhira :)

  34. Muna
    Muna Chalida Raihani June 24, 2010 at 7:16 pm

    mewek dengan sukses mbacanya..
    lagi baca pas Rasyid bangun nyusu nih, langsung nyusuin dengan ngebayangin beratnya menyapih nanti..
    TFS ya bundazua.. :)

  35. rooslain
    Rosi June 24, 2010 at 7:36 pm

    merinding bacanya. selamat ya zua sang sarjana asi! semoga setaun lagi nih proses menyapih ini bisa saya lewati dengan damai berkat ceritanya dhira :)

  36. Mirza Resita
    June 24, 2010 at 7:46 pm

    hiks hiks *mewek, kenapa ya cerita nyapih kok lebih mengharukan daripada cerita susahnya mengawali menyusui.

  37. eka
    Eka Wulandari Gobel June 24, 2010 at 8:55 pm

    i feel u dhira,
    been there!
    rasanya seperti putus sama kekasih ;p

    so proud of u, dhira n zua!

  38. Mirza Resita
    June 24, 2010 at 11:27 pm

    congratulation zua!

    aq jg smp nangis2 mom,wktu nyapih dl wktu jasmine umurnya 1thn 6bln,bkn krn susah tp ank ku jasmine (3thn 7bln) wktu itu gmpg bgt disapihnya,aku jd tmbh terharu..smp skrg video rekaman asi terakhirku msh suka aku tontonin :p

  39. Mirza Resita
    June 25, 2010 at 9:10 am
  40. risnaps
    risna permatasari June 25, 2010 at 10:08 am

    asli dhir nangis gw bacanya.. ngebayangin nanti kl nyapih keira..
    Yeayy selamat yah zua sarjana ASI..
    Sehat selalu yahh..

  41. abidcute
    Arvita June 25, 2010 at 12:28 pm

    huhuhuaw..nangis bombay nih :(
    selamat ya bunda dhira & mas zua.
    aq jg nyipin hati buat nyapih abid nih..moga kmi bedua bisa mengikuti jejak menyapih dg cinta ^_^

  42. Kavi
    Kavita Rezi June 25, 2010 at 10:26 pm

    Huaaa terharuu…
    Akupun akan segera menyapih anakku Insya Allah September ini. Bismillah…
    Thanks for sharing ya :D

  43. inanda
    inanda mora June 28, 2010 at 3:17 pm

    laptop ku sekeika banjir baca ini mba hiiiks
    kebayang perjuangannya dan turut merasakan sedihnya nanti klo mesti menyapih razqa… jadi ga pengen waktu berjalan cepet biar bisa nenenin razqa terus*hiks*

    hebat mba bisa sukses menyapih *salut*

  44. Mirza Resita
    June 30, 2010 at 12:06 pm

    hiks terharu bgt…ngebayangin kalo harus nyapih kayla
    TFS yaa…

  45. mommyrafe
    Icha Rahmanti July 5, 2010 at 2:26 pm

    Dhira, serius sampai menitikkan air mata bacanya.
    Rafe-ku sekarang 22 bulan, nenehnya malah tambah kenceng waktu saya mulai sounding-sounding, “big boys drinks only from a cup”
    Inginnya 2 tahun disapih, tapi baca cerita Dhira jadi terharu campur sedih juga sih membayangkan harus menyapih…
    Sebetulnya sudah ingin menerapkan “night wean”metoda 10 harinya dr.Sears, tapi kok rasanya ga siap siap ya akunya…
    Thanks for sharing ya… !

  46. dewdewlubis
    dewi lubis July 6, 2010 at 6:10 pm

    huaaa aku terharu bacanya,
    thanks for sharing yah!

  47. Mirza Resita
    September 30, 2010 at 3:33 pm

    mba….bagus banget pengalamannya, ak juga rencananya 2 atau 3 bulan lagi mau nyapih. rasanya berguna banget baca artikelnya. tengkiu for sharing.

  48. umiazzam
    Rahmi Anissa December 14, 2010 at 12:41 pm

    mba.. keren banget sharing nya.. :)
    aku bacanya smp mewek sendirian. Coz satu bulan lagi aku mulai mau menyapih Azzam, dan niatnya mau kayak mba..dengan cinta.
    dan sptnya PDKT ku salah, coz aku menggunakan kata “tidak” :( “Azzam nanti kalo sudah 2tahun nggak mimi’ umi lagi ya” dan dikatakan berulang-ulang.
    yang ada dia lsg copot puting, dan memukul muka ku sambil menatap tajam..hiks!
    Di dukung juga aku yang sepertinya blm rela untuk menyapih Azzam.
    Bismillah! Doakan supaya bisa spt mba dhira sukses menyapih dengan Cinta..kiss..kiss untuk Zua..

  49. umarasw
    umarasw January 8, 2012 at 3:18 pm

    terharuuu …
    anak keduaku masih 13 bulan, dan nempel banget sama aku. Masih ASI sampai sekarang, alhamdulillah :)
    Ketakutan untuk seulit menyapih juga menyergap saya, dan ingin sekali bisa berhasil menyapih dengan cinta, tanpa perlu ada ‘pemberontakan’…
    Semoga saya berhasil yaa.. Insya Allah :D

  50. rizqa_amalia
    rizqa_amalia December 7, 2012 at 3:14 pm

    salam kenal mba dhira..

    terharu banget baca ceritanya dan makjleb banget…
    masih salah cara2 ku untuk menyapih…hiks hiks terutama adalah :

    1. ikhlas
    bener banget ya udah 2 taun nyusuin rasanya seneng banget liat wajah anak kita yg tenang saat disusui..
    2. hypnotheraphy ku pakai kata2 tidak.. mimi mama no no no..
    jadi dia udah tau klo ga boleh tapi maah jadi nangis2..

    bener2 introspeksi diri nih jadinya..

    makasih banyak ya mba, share nya bermanfaat banget

  51. rizqa_amalia
    rizqa_amalia December 7, 2012 at 3:18 pm

    salam kenal mba dhira..

    baca ceritanya dan makjleb banget…
    masih salah cara2 ku untuk menyapih…hiks hiks terutama adalah :

    1. ikhlas
    bener banget ya udah 2 taun nyusuin rasanya seneng banget liat wajah anak kita yg tenang saat disusui..
    2. hypnotheraphy ku pakai kata2 tidak.. mimi mama no no no..
    jadi dia udah tau klo ga boleh tapi maah jadi nangis2..

    bener2 introspeksi diri nih jadinya..

    makasih banyak ya mba, share nya bermanfaat banget

  52. flo aning
    flo aning December 6, 2013 at 4:12 pm

    salam kenal :)
    izin share y

  53. anggiefasallo
    Anggie Fasallo October 14, 2014 at 10:48 pm

    tfs ya mom :)
    sangat membantu sekali untuk proses menyapih Kimo yg sebentar lagi ultah ke-2. dag dig dug rasanya…

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.