Nipple Confusion & Relaktasi

The Urban Mama
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!
dr Evadr. Eva Devita Harmoniati
Pendidikan: Dokter Spesialis Anak di Universitas Indonesia.Dokter Anak di Sahid Sahirman Memorial Hospital, Jakarta.

Q:  Halo, anak saya sekarang usia 4 bulan. Sejak bulan ke-3, saya berhenti menyusui karena anak saya sudah tidak mau menyusui secara langsung dan lama-kelamaan kalau dipompa, ASI saya habis. Menurut dokter anak, harus dirangsang lagi oleh bayinya. Sayangnya karena saya mungkin terlalu cepat mengenalkan botol kepada anak saya, dia mengalami nipple confusion dan nggak mau menyusui secara langsung lagi. Dokter menyarankan untuk relaktasi supaya ASI saya berproduksi lagi, tapi saya sendiri tidak begitu mengerti prosedur relaktasi, apakah mungkin dilakukan dengan anak yang sudah tidak mau menyusui secara langsung? dan bagaimana cara mengatasi nipple confusion ini?

A:  Dear Urban Mama, keinginan untuk memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif adalah keinginan yang mulia dan sudah seharusnya menjadi motivasi setiap ibu karena mendapatkan ASI adalah hak seorang bayi. Namun, tidak dipungkiri terkadang timbul permasalahan dalam pelaksanaannya terutama bagi ibu-ibu yang bekerja.

Proses menyusui atau laktasi adalah sebuah proses yang tidak hanya melibatkan ibu tapi juga bayi. ASI diproduksi oleh hormon prolaktin dan pengeluarannya dibantu oleh hormon oksitosin yang menyebabkan kontraksi otot di sekitar saluran susu sehingga air susu mudah dihisap oleh bayi. Kedua hormon ini terangsang pula produksinya oleh isapan bayi pada puting ibu. Proses keluarnya air susu dari payudara dipengaruhi oleh hormon oksitosin dan dikenal sebagai let down reflex atau milk ejection reflex. Refleks ini dihambat oleh rasa cemas, ketakutan, rasa tidak aman, atau ketegangan ibu serta dapat distimulasi bila ibu mendengar suara tangisan bayi atau memikirkan bayinya. Makin sering bayi menghisap payudara ibu, suasana hati ibu yang tenang, tidak kelelahan akan mengakibatkan produksi ASI makin banyak.

Nipple confusion atau bingung puting terjadi karena bayi diperkenalkan dengan puting selain puting payudara ibu, yang berbeda caranya untuk dihisap. Bila bayi menghisap puting payudara ibu, lidah membantu untuk memeras kelenjar-kelenjar susu di daerah areola (bagian hitam payudara) atau kombinasi antara sucking dan pumping, sedangkan untuk menghisap dot botol bayi menggunakan bibirnya untuk menyedot dari dot. Memperkenalkan dua cara menghisap pada seorang bayi tentu menyulitkan dan membingungkan bayi, sehingga bila dia lebih sering diberikan dot maka dia tidak mau atau lupa cara menyusu langsung pada payudara ibu. Akibatnya payudara ibu kurang dihisap oleh bayi sehingga produksi ASI pun semakin berkurang.

Salah satu cara mengatasi nipple confusion adalah dengan mencegah penggunaan dot botol sejak dini, bila ibu tidak dapat memberikan ASI secara langsung maka ASI dapat diperah dan diberikan dengan disendokkan atau dengan menggunakan gelas. Bila nipple confusion sudah mengakibatkan bayi tidak mau menyusu sama sekali pada ibu dan produksi ASI ibu sangat berkurang, maka dianjurkan dilakukan relaktasi bila ibu masih menginginkan memberikan ASI pada bayinya.

Relaktasi atau kembali menyusui adalah proses menyusui kembali yang dilakukan setelah beberapa hari, minggu, bulan, bahkan beberapa tahun setelah menyusui. Relaktasi membutuhkan kesabaran tinggi dan kesiapan mental ibu serta dukungan dari keluarga. Sebagai persiapan awal, ibu harus mulai memastikan asupan protein dan cairan yang cukup untuk produksi ASI-nya, tidak terlalu lelah, stres, cemas dan menghindari hal-hal yang menghambat pelepasan oksitosin. Ibu harus meluangkan lebih banyak waktu dengan si bayi, lebih banyak skin-to-skin contact, dan memposisikan bayi dekat dengan payudara seperti posisi menyusui. Mintalah pada dokter untuk memberikan obat-obatan yang dapat meningkatkan produksi ASI atau berkonsultasi dengan konsultan laktasi atau klinik laktasi. Biarkan bayi menyusu sesuai keinginannya pada payudara ibu sesering mungkin dan ibu membantu juga memberikan stimulasi pada payudara dengan memijat dan memompanya.

Pada tahap awal mungkin diperlukan alat bantu yang disebut Lactation Aid, alat yang terdiri dari kantong yang dapat diisi oleh susu formula dan terhubung dengan selang kecil yang dapat dihisap oleh bayi. Alat tersebut ditempatkan dekat payudara ibu saat bayi menghisap payudara ibu dan ujung selang ditempelkan pada bagian areola sehingga ketika bayi menghisap pada payudara, ia tetap mendapat susu dari lactation aid. Bila produksi ASI ibu sudah mulai ada, kurangi sedikit demi sedikit susu formula dalam kantong lactation aid sampai produksi ASI ibu cukup. Luangkan waktu malam ibu bersama bayi karena kadar hormon prolaktin sangat tinggi di malam hari dan ibu memiliki kesempatan untuk menyusui lebih banyak. Semua proses ini dilakukan dalam keadaan ibu dan bayi rileks dan jangan memaksa bayi. Lamanya ibu berhenti menyusui dapat dijadikan tolak ukur lamanya relaktasi.

Semoga bermanfaat dan berhasil ya.

if you have question to our resident doctor, please don’t hesitate to send it to us.

15 Comments

  1. eka
    Eka Wulandari Gobel March 31, 2010 at 12:49 am

    pas banget nih bu infonya,
    tambah memotivasi buat nerusin memberi ASI buat Dante.
    Semenjak Dante lulus ASIX sebulan lalu, karena pengaruh cuaca dan kondisi kesehatan yg gak fit, saya terkena batuk pilek. akhirnya Dante ‘puasa’ menyusu langsung sekitar 1 minggu, dan mulai menyusu langsung lagi ‘normally’ seminggu ini. rasanya senang sekali bisa relaktasi, dan memang pengaruhnya ke Dante juga sangat positif, Dante jadi ‘ceria’ kembali setelah kembali menyusu langsung.
    Thanks infonya ya bu :)

  2. superpippo
    Astrid Lim March 31, 2010 at 7:56 am

    Thank you banget udah jawab pertanyaannya ya dok…benar-benar memberi pencerahan =) ternyata ngasih ASI emang masih memungkinkan biarpun udah kepentok masalah ini…

  3. sLesTa
    shinta lestari March 31, 2010 at 10:51 am

    dok, info ini berguna sekali. pasti banyak deh mamas yang gak tau kalo relaktasi ini bisa dijalankan. mudah2an info ini berguna untuk encourage mamas untuk tetep mencoba memberikan asi untuk anaknya yaaa..

    thanks yah, dr. Eva!

  4. dindai
    Dini Setyowati March 31, 2010 at 11:39 am

    Dulu Reena juga ngalamin nipple confusion, karena keseringan minum asi perah di dot instead menghisap langsung. bener2 ngga mau ngisep langsung sampe aku akhirnya beli nipple protector buat “nyambung” payudaraku, agar Reena merasa seperti minum dot padahal minum dari pd. itu pun cuma pas malem hari, karena kalo siang (aku istirahat pulang) dia liat nipple protectornya jadi ngga mau nyusu langsung.
    akhirnya aku putusin Reena harus pake sendok untuk minum asi perah, bisa sih, cuma abis itu Reena jadi kurus, trus produksi asiku juga menyusut karena ngga pernah ada rangsangan lagi :(
    sedikit demi sedikit aku biasain lagi minum langsung dari aku, nangis seperti apapun ngga aku kasih dotnya.
    Alhamdulillah 2 minggu kemudian udah mau nyusu langsung lagi. dan sampe sekarang susah banget lepas sapih nya hehe..sori jadi curhat
    Moms semangat terus ya, jangan menyerah dalam hal pemberian asi ini.

  5. Sukma
    Sukmawati yusup March 31, 2010 at 2:27 pm

    Dulu Aga jg ngalamin nipple confusion (krn aku jg ngalamin inverted nipple), tp berhubung aku pengetahuannya terbatas bgt, makanya, aku cm perahin dan dikasiin lwt botol..sebulan kemudian, ASInya dah kering… walaupun dah lwt, tp plg gak aku tau ternyata ada yg namanya relaktasi dan moga2 bisa sharing ke ibu2 yg ngalamin hal serupa sama aku…

    thank you dr. Eva

  6. myaiRa
    Amelia March 31, 2010 at 8:21 pm

    Yup..gw jg salah satu bunda yang KAPOK ngasih dot ke baby gw, alesannya ya itu tadi.. Sekalinya kenal dot yang begitu gampangnya ngeluarin susu *tanpa perlu baby berusaha* akhirnya malah baby aiRa males menghisap PD. Alhasill kapokkk bangettt pake dot meskipun ti botol susu udah menangin award kategori paling menyerupai puting ibu. Dan bener tuh, yang paling penting jangan stress, inget2 aja tawa lucu en senyum puas baby kala kekenyangan abis nyusu..

  7. March 31, 2010 at 9:06 pm

    Tfs, dokter Eva..
    Walau baby aku blum bingung puting, tdnya hampir nyerah juga mau ngasih dot ke baby lantaran puting aku lecet2 parah, tp ga mau nyerah dan blajar terus proses attachmentnya dan pemberian ASInya..
    So far dah membaik sih walo belum sembuh lecetnya :)

  8. Mirza Resita
    April 8, 2010 at 11:15 am

    Mungkin gak yah menyusui lagi, soalnya saya abis operasi Abses Mamee gara-gara ASI yg mengendap.
    Terus ASI saya dikeringin pake obat untuk mempercepat proses penyembuhan setelah operasi.

    Kalo sekarang saya mau relaktasi mungkin ga yah ASInya keluar lagi. Soalnya anak saya sendiri juga kayaknya udah lupa cara menyusui .. mukanya bingung gitu kalo disuruh nenen.

  9. dr. eva devita
    dr. eva devita April 15, 2010 at 9:01 am

    Dear indri, relaktasi pada kasus indri masih mungkin dilakukan. Pertama yang paling penting adalah niat, semangat, dan percaya diri bisa menyusui kembali. Indri bisa konsultasi ke klinik laktasi atau ke dokter agar diberikan obat untuk merangsang kembali produksi asi dan melakukan tips2 atau langkah2 yang saya uraikan diatas. Memang butuh kesabaran tinggi tapi dengan niat yang kuat mudah2an indri bisa kembali memberikan asi. selamat mencoba dan semoga berhasil ya.

  10. Mirza Resita
    August 6, 2010 at 4:23 pm

    dok, mengenai alat “lactation aid”, dimana kira2 bisa mendapatkannya? saya sering baca mengenai alat ini tp tidak pernah ada info dimana alat ini dijual.
    saya berhenti menyusui sudah sebulan, skarang mau relaktasi & mau mencoba pake alat itu.
    Thanks infonya.

  11. Mirza Resita
    August 11, 2010 at 11:57 am

    Dok,obat apa aja yg bisa merangsang produksi asi?
    selama ini saya minum moloco,mgkn ada yg lain,krn spt produksi asi saya, masih sedikit,klo di pompa cm dapet +/-30ml (anak saya umur 1.5 bln)

  12. asibayi
    asibayi January 6, 2011 at 7:12 pm

    sedikit info video tentang bagaimana membuat lactation aid sendiri.

    http://www.youtube.com/watch?v=0l3-RKFrNlY

  13. Mrs.p
    Mrs.p March 20, 2014 at 10:56 am

    saya melakukan relaktasi, karena dia tongue tie (sudah di frenotomi) dan bingput…tapi memang hasil relaktasi adalah asi saya keluar (tentunya dibarengi dengan obat yang dikasih dokter) dan baby mau menyusu lagi ke PD kita…tapi menurut saya relaktasi bukan jaminan saya bisa memberikan full asi saya ke baby..karena sampai sekarang saya masih pakai donor,karena kalau asi dari saya saja masih kurang

  14. selvi oktaviana
    selvi oktaviana October 24, 2014 at 10:35 pm

    dok.usia baby saya 2 bulan. dn sudah di per
    kenalkan dg dot.. saya tinggl baru 3 jam. sudah mau bingung puting. saya kasih pd saya malah nangis kenceng banget. saya sampai menangis dan takut klo tidak mau menyusu lagi lwt pd.bagaimana solusinya? ..

  15. elisa wijaya
    elisa wijaya November 12, 2014 at 8:31 am

    dok babyku usia 5bulan dr usia 1 bln udh diknalin dot jadi dia bngung putinh alhasil asiku skrg kering udh mnum bermacam2 pelancar asi tapi klo dipompa paling dpet 20 ml aku mau relaktasi gmna ya solusinya dok

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.