Perjalanan keluarga kami

farahfaizah

Tidak lama setelah selesai sekolah, alhamdulillah, saya diterima di salah satu perusahaan elektronik terkemuka di Indonesia. Ternyata hanya selang waktu 17 hari setelah saya sidang tugas akhir saya langsung bekerja. Sebagai seorang fresh graduate saya bekerja dengan semangat, bertemu dengan orang-orang baru dalam dunia kerja, mempelajari hal-hal baru, dan tentunya memiliki uang sendiri.

Sejak dulu saya sangat ingin menikah muda, usia 21-23 tahun, tapi hingga saya lulus kuliah mantan pacar saya dulu tidak jugamau menikah secepatnya dengan alasan karier, orangtua, dsb. Maklum usia kami hanya terpaut dua bulan saja.

Pada September 2011 kami memutuskan untuk berpisah dengan alasan lain, dan saya pun sudah tidak merasa cocok dengannya, begitu pula dia.

Dua minggu kemudian, saya mulai mengenal sesosok pria santun yang selalu bertutur kata sangat lembut, setiap hari tidak ada percakapan langsung di antara kita, hanya melalui chat di kantor. Dua minggu berlalu percakapan kami setiap hari, tanpa disadari dia mulai bertanya tentang arti pernikahan, hingga akhirnya dia bertanya, “Apakah kamu mau menikah denganku?”. Hah, saya langsung tercengang dan tidak bisa berpikir apa-apa.

Dua hari setelah itu dia langsung datang ke rumah orangtua saya  dengan berbekal sebuah proposal yang teryata sudah dia persiapkan dua tahun sebelumnya. Padahal dia sendiri tidak tahu siapa calon istrinya nanti. Dalam proposalnya sudah dijelaskan mengapa dia ingin menikah dengan saya, serta visi misi jika nanti kita menikah, serta program jangka panjang dan jangka pendek dari satu tahun, 5 tahun, 10 tahu, bahkan hingga 20 tahun ke depan. Sungguh luar biasa ada orang yang sudah siap sejauh ini padahal umurnya hanya berbeda 10 bulan, sekitar 23 tahun pada saat itu. Saat itu pula dia langsung mengutarakan keinginannya untuk menikah dengan saya. Orangtua saya langsung bertanya apakah saya menerimanya atau tidak. Karena sejak dulu saya sudah berprinsip apa yang sudah dianjurkan orangtua itulah yang baik, sejak memilih SMA, tempat kuliah, tempat bekerja, hingga masalah jodoh pun saya percaya. Jika orangtua mengatakan ini baik, pasti baik, dan itu sudah terbukti dari dulu. Hingga saat orangtua saya mengatakan bahwa ini baik, saya pun menyetujui keinginannya untuk menikah. Sungguh keputusan yang sangat tepat.

Singkat cerita, tiga bulan setelahnya, proses akad nikah dan resepsi pun berlangsung tanpa disertai lamaran sebelumnya. Alhamdulillah biaya nikah dari sisa tabungannya saat mendapatkan beasiswa kuliah di Arab, dengan bantuan materi serta tenaga dari kedua orangtua kita tentunya. Saya sendiri tidak punya tabungan yang banyak ketika itu karena baru bekerja kurang lebih sekitar 5 bulan.

Dua bulan setelah menikah saya dinyatakan positif hamil dengan kandungan berumur 4 minggu. Saat usia kandungan 2 bulan, saya mengetahui ternyata saya mengandung bayi kembar, sungguh kebahagian yang luar biasa. Saya dianugerahi sepasang bayi kembar. Perjalanan semasa hamil pun cukup menyenangkan, tak terlepas dari muntah, pusing, kram, dan sebagainya. Hingga saat usia kandungan 7 bulan dokter mengatakan bahwa janin perempuanku mengalami hidrosefalus, sungguh sangat lemas mendengarnya, sudah ada cairan sebanyak 2 ml di kedua bagian otaknya. Kami pun tidak percaya dan kami periksa kembali ke RSCM lalu mendapati hasil yang sama. Kami sangat sedih bukan main membayangkan jika bayi perempuan kami merasakan kesakitan di dalam perut. Kebetulan saya mengandung bayi kembar dengan jenis kelamin satu laki-laki dan satu perempuan.

Tidak ada jalan keluar yang bisa diambil oleh dokter melainkan menunggu hingga bayi kami lahir. Saat kandungan menginjak usia 8 bulan, saya mengalami kontraksi prematur, bayi laki-laki kami sungsang melintang, hingga perut saya mengalami sakit yang luar biasa.

Tanpa menunggu lama, saya pun segera dibawa ke rumah sakit, dan diobservasi kurang lebih selama 10 jam, hingga akhirnya diputuskan bahwa saya akan segera disesar. Ukuran rahim saya yang sudah tidak muat lagi, dan dikhawatirkan jika ketuban bayi perempuan saya pecah di dalam rahim,  virusnya akan menyebar ke bayi laki-laki kami. Bayi kembar kami berasal dari dua telur yang berbeda, dan bayi laki-laki kami tidak mengalami hal yang sama dengan saudarinya.

Saat proses operasi caesar, saya pun diperlihatkan bayi laki-laki saya, tapi tidak dengan bayi perempuan saya. Sungguh miris mendengarnya saat dokter mengatakan bahwa bayi perempuan saya tidak memungkinkan untuk diperlihatkan, karena kondisinya yang tidak memungkinkan.

Seluruh keluarga menyembunyikan kondisi anak kami, begitu pula suami saya. Pada hari kedua saya diberitahu bahwa bayi perempuan saya telah tiada 8 jam setelah lahir, dokter mengatakan bahwa bayi perempuan saya mengalami pembengkakan di seluruh sendi dalam tubuhnya, hingga alat bantu pernafasan pun sudah tak bisa membantunya lagi.

Anak perempuan saya sudah dimakamkan di keesokan harinya, sedangkan saya masih terbaring di rumah sakit pasca operasi sesar. Sedih luar biasa rasanya saat itu, tidak sedetik pun saya sempat melihat putri kecil kami, apalagi memeluknya, Saya hanya bisa melihatnya dari sebuah foto yang tidak begitu jelas. Ibu sangat kangen padamu, Sayang.

Alhamdulillah, Allah SWT masih memberiku kebahagiaan setelahnya, anak laki-laki saya tumbuh sehat dan normal. Dirawat di rumah sakit selama 17 hari, dari mulai keadaan lupa bernapas yang dialami bayi prematur hingga inkubator beberapa hari sampai tubuhnya terlihat menghitam akibat panas. Ia lahir dengan berat 1,8 kg dan panjang 42 cm. Sedangkan bayi perempuan saya lahir dengan BB 1,7 dan panjang 42 cm.

Kesedihan tak berhenti sampai di situ, karena dokter mengatakan bahwa saya terkena tokso yang nilainya sangat tinggi, sehingga saya harus disembuhkan dulu dengan minum berbagai macam obat. Kerena itulah  akhirnya saya tidak boleh memberikan ASI untuk 3 minggu lamanya.

Alhamdulillah saat ini usia  Muhammad Rasya Azira Alisyahbana sudah 5 bulan, tumbuh normal dan sehat, sungguh nikmat Allah tidak terbatas, kebahagiaan ku saat ini saat melihat suami dan anak tumbuh sehat adalah kenikmatan yang tiada duanya.

 

23 Comments

  1. Mometya
    Mutya naru June 30, 2012 at 2:19 pm

    Tabah, tabah tabah ya mba, Allah swt tau yg terbaik untuk perjalanan hidup kita semua.. Bacanya sambil merembeees air mata ini hiiks, i know how you miss her…

    1. farahfaizah
      Farah Faizah July 2, 2012 at 10:13 am

      iya mba Tya, makasih yaa,,

  2. bundanayasmin
    ika fitriana June 30, 2012 at 3:27 pm

    Ibu sangat kangen padamu, Sayang….langsung
    berlinang air mata bacanya….yg tabah ya…..Allah pasti memberikan yang terbaik…

    1. farahfaizah
      Farah Faizah July 2, 2012 at 10:18 am

      iyah Mba, aku kalo baca juga selalu nangis, pengen peluk :(

  3. HelenHadinata
    Helen Hadinata June 30, 2012 at 8:01 pm

    Sedih bacanya, tapi memang hidup penuh dengan naik turun, tetap semangat yah! Tuhan pasti punya rencana-rencana indah untuk setiap kita :)

  4. TessNuss
    Tessa Nussy June 30, 2012 at 8:14 pm

    Mba Farah, thanks for sharing, menguatkan :)

  5. CipMir
    Cipta Miranti June 30, 2012 at 8:25 pm

    Cantik deh Mba Farah, kiranya Mba Farah & keluarga diberkati melimpah2 yah :)

  6. Mama Kinan
    Sugiharti Sudiono June 30, 2012 at 9:12 pm

    Turut berduka untuk putri tercinta yah mbak, yang sabar, insyallah ini yang terbaik, Allah memberikan segala keputusan yang terbaik untuk kita, semoga banyak hikmah bisa diambi dari kisah mbak ini, semoga mbak farah, sikecil dan keluarga selalu diberikan kekuatan, ketabahan dan kebahagiaan dalam perjalanan kehidupan ini..:)

  7. ruuzuly
    Ruliyani Nuzuly July 1, 2012 at 12:01 am

    tfs ya mbak farah..
    bener2 kisah yang “campur aduk”.. sedih, haru, seneng, campur jadi satu..

    Semoga Jagoan kecil mbak farah menjadi pemimpin soleh yang bijak.. kebanggaan keluarga juga agama, Aamiin..

  8. popobell
    Gisela Sumy Lusianty July 1, 2012 at 12:04 pm

    Aku nangis bacanya. Semoga selalu diberi kekuatan dan ketabahan Mba Farah.

  9. bundaliffa
    liana kirana July 2, 2012 at 8:33 am

    subhanallah mbak.. mbak farrah kuat banget,tegar banget.. Allah sayang sekali ya sama almarhumah ‘) sehat selalu ya Rasya :*

  10. uliuni
    uliuni July 2, 2012 at 8:54 am

    Faraahhh…
    buka2 site langsung baca cerita ini..
    *hugs farah..
    tabah ya say, insyaAllah keluarga kecil kalian selalu dilindungi Allah SWT ^^.

    1. farahfaizah
      Farah Faizah July 2, 2012 at 10:25 am

      amin, makasih banyak ya Mba.

  11. novidian
    Novianthi Dian July 2, 2012 at 10:39 am

    Salam kenal :)

    Membaca artikel ini saya jadi mau share kalau saya punya pengalaman serupa sewaktu hamil. 7 bulan setelah menikah, saya dinyatakan hamil di tahun 2011 lalu. Awalnya pun dinyatakan kalau saya hamil bayi kembar, jenis kelaminnya pun diprediksi laki-laki dan perempuan. Pada saat saya hamil 5 bulan, saya terkena tifus dan harus dirawat di RS selama kurang lebih seminggu. Setelah tifus sembuh, ternyata saya kehilangan salah satu bayi saya yg diduga berjenis kelamin laki-laki tsb. Bayi laki-laki saya waktu itu tidak dapat berkembang. Akhirnya saya harus menjalani pemeriksaan kehamilan yg sangat intensif. Karena tidak mungkin menjalani operasi pengangkatan (karena satu bayi masih berkembang baik), saya harus menjalani kontrol darah rutin, dicek pembekuan darahnya, dsb agar racun-racun yang bisa dihasilkan dari bayi yang meninggal tidak menyerang bayi yang masih berkembang. Pemeriksaan terus berlanjut sampai di usia 33 minggu saya harus melahirkan secara cesar.

    Semoga cerita saya bisa sama-sama menguatkan hati ya :)

    Alhamdulillah, sampai saat ini anak perempuan saya, Nadhifa (15 month), berkembang dengan sangat baik dan normal :)

  12. Komala
    Komala July 2, 2012 at 11:40 am

    Mbak Farah, kebayang perasaan Mbak Farah wkt tahu babygirl Mbak Farah telah tiada, pasti sedih luar biasa, tapi Mbak Farah pasti yakin jg bhw Allah punya rencana yg luar biasa juga utk Mbak Farah dan keluarga. Allah SWT knows what’s best for ummah ya Mbak..

    @Mbak Novi: Another great mom! Yang tabah ya Mbak Novi..

  13. bundanyaAlisha
    BundanyaAlisha July 2, 2012 at 2:36 pm

    Mbak farah yang tabah ya… Semoga jagoannya sehat terus… Aminnn.

  14. imelda.s
    Imelda Silitonga July 3, 2012 at 2:41 pm

    Mba Farah yg kuat dan tabah ya….kebayang waktu itu persaannya Mba Farah campur aduk….aku bacanya lgs nangis (padahal aku lg nungguin anakku les, yg liat bingung kali). Semoga Mba Farah sekeluarga selalu diberi kesehatan. Rasya gemees deh liat foto yang pake kacamata…

    @Mba Novi: wah Mba Novi jg kuat ya….kisah hidupnya juga menguatkan hati….semoga Mba Novi Dan keluarga juga terus diberi kesehatan….salam buat Nadhifa ya mba :)

  15. ninaKriya
    nina kriya July 3, 2012 at 5:47 pm

    baru bisa buka TUM lagi, sukses dibuat terharu dengan artikel- artikel para bundas.
    TFS ya mama Farah..hidup dan kematian benar2 rencana yang diatas. Tinggal kita yang berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan dengan baik kesempatan hidup yang masih ada. Selamat menjadi ibu yang terbaik untuk Rasya ya :)

  16. ruthadinata
    Ruth Adinata July 4, 2012 at 2:43 pm

    nice story to share, bisa jadi inspirasi buat banyak orang, termasuk saya :)

  17. arika
    arika July 7, 2012 at 7:05 am

    saya juga salah satu ibu yang mengalami kehilangan salah satu bayi kembar sejak dalam kandungan. saya hamil triplet, 2perempuan dan 1laki2..salah satu bayi perempuan meninggal di kandungan usia 5bln. dua bayi kembar lainnya lahir sehat dan sekarang usianya 8bln..kadang suka merasa kangen sama si kecil yg tidak pernah saya peluk..
    sabar ya mom, smg Rasya selalu sehat… *peluk*

  18. andiah
    Andiah Zahroh July 9, 2012 at 1:30 pm

    Mbak..berkaca-kaca bacanya
    Insya Allah, jadi tabungan akhirat ya..

    Semoga babyboy mbak sehat selalu, jadi kebanggaan orang tuanya :)

  19. aniwul
    Anita Wulandari July 10, 2012 at 6:46 am

    Hueeee terharu biru baca critanya niy..
    Tetep semangat ya mom, insyaallah semua ada jalannya dan semoga segala sesuatunya akan baik dan selalu baik..amin..

  20. radika dewi
    radika ambarukmi July 13, 2012 at 3:48 pm

    Subhanallah.. cerita yang sangat luar biasa..
    tfs :)

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.