Pertambahan Berat Badan Bayi yang Tidak Ideal

Joel lahir prematur pada saat kehamilan saya berada di minggu ke-32 dengan berat badan 2,02 kg. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga kami. Saya dan suami harus memberikan perhatian khusus pada tumbuh kembang Joel. Pada minggu-minggu pertama saya sempat merasa sangat khawatir dan panik karena tidak ada perkembangan berarti dengan berat badan Joel. 


image credit: pexels.com

Saat berkonsultasi ke dokter anak, saya diminta untuk menambahkan protein bagi Joel karena berat badannya masih kurang dari 3 kg pada minggu kedua setelah kelahirannya. Atas saran dokter, saya mencampur ASI dengan susu formula khusus bayi prematur selama sekitar empat bulan, sampai berat badannya mencapai 5,6 kg atau sesuai dengan kurva pertumbuhan. Setelah itu dokter mengizinkan kami memberikan ASI saja untuk Joel.

Namun ternyata pertambahan berat badan Joel jadi tidak sebaik sebelumnya. Pada saat berusia 5 bulan berat badan Joel hanya naik 400 gram menjadi 6 kg dan bulan berikutnya hanya naik 200 gram menjadi 6,4 kg. Saya pun mulai kembali panik dan khawatir, sambil mempersiapkan MPASI dengan menu makanan berprotein tinggi seperti avokad, ubi ungu, labu parang, beras merah, keju, dll. Ternyata kenaikan berat badannya hanya maksimal 400 gram.

Setelah MPASI memang frekuensi Joel menyusu jadi berkurang, dari sekitar 800 ml ditambah saat menyusu langsung di malam hari jadi hanya 400 ml ditambah saat menyusu langsung. Saya berpikir seharusnya kan selisihnya terpenuhi dengan makanannya, mengapa berat badannya tidak juga bertambah. Sebagai ibu baru saya merasa takut jika perkembangan Joel jadi terhambat dan tidak optimal. 

Saya lalu mencoba berkonsultasi dengan dokter lain, dan saat saya ceritakan masalah Joel, beliau berpendapat bahwa selama si kecil aktif dan ceria, walaupun kurva berat badannya di garis kuning, sebenarnya orangtua tidak perlu stres. Stres dan panik malahan akan memengaruhi produksi ASI. Saat itu, Joel yang berusia tujuh bulan sudah bisa merangkak sendiri keliling rumah, dan memang adalah bayi yang sangat aktif.

Dari sini saya belajar bahwa perkembangan setiap anak itu berbeda-beda, jadi saya mencoba bersyukur dengan apa yang kami miliki saat ini. Saya mencoba memantau dan mendampingi tumbuh kembangnya sebaik mungkin, serta tidak lagi stres dan panik saat melihat kenaikan berat badan Joel.

 

5 Comments

  1. avatar
    Gabriella Felicia April 19, 2017 9:48 am

    Semoga Joel sehat terus ya dan tumbuh kembangnya bisa bagus terus. Makasih untuk sharingnya ya...

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Eka Gobel April 18, 2017 8:06 pm

    Artikelnya bagus banget. Sehat2 terus yaa baby joel!

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Shinta Daniel April 17, 2017 7:04 am

    Hi mama Yulia, i feel you. Anakku juga BBLR mom dan sama seperti Joel, setiap bulan tumbuh kembangnya dipantau terus sama DSA. Di usia 6 bulan saat MPASI malah sempat GTM dan nggak naik sama sekali BBnya dan setelah dikasih obat, sebulan kemudian BBnya naik perlahan. Tetap semangat mom, sabar dan telaten aja, nanti suatu saat mom akan takjub sendiri saat Joel makannya lahap dan semuanya mau dimakan. Hehehe, been there...

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    Musdalifa Anas April 16, 2017 8:47 am

    Benar banget ya kalau bayi lahir prematur benar2 harus extra ngecek dan kontrol BB-nya. Anak saya meski gak lahir premature tapi BB nya masih terbilang rendah kalau dilihat dari kurva pertumbuhan, awalnya juga cemas. Tapi setelah konsultasi ke dokter anak, dijelaskan jadi gak khawatir dan lebih tenang.

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    ninit yunita April 16, 2017 7:57 am

    hi Mama Yulia, memang harus ekstra yaaa kalau baby yang lahir prematur. Sebagai orangtua baru tentunya wajar kalau ada kecemasan... dan opini dari dokter yang lain menurutku udah oke banget yaa. Semoga baby Joel sehat selalu yaaa! :)

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.