Sleep Training

dr. eva devita
Eva Devita Harmoniati, dr. Pendidikan: Dokter Spesialis Anak di Universitas Indonesia. Dokter Anak di RSAB Harapan Kita dan RSIA YPK, Menteng.
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Q:  Hai Dokter Eva…

Saya sedang melatih anak untuk sleep thru the night (tidur sepanjang malam kalau bahasa bakunya ya?) dan sekarang sedang memakai metoda Ferber (cry it out).

Kali pertama sukses dalam 3 hari tapi hari ke 4 kami pergi road trip dan malamnya gagal. Baby terbangun tiap 2 jam, menangis. Ini berlangsung setiap malam selama 5 hari.

Setelah pulang saya ulang kembali training. Meskipun saat disimpan baby menangis tapi malamnya cukup tenang, bisa tidur 5-6 jam. Tapi tadi malam (malam ke 4) terulang lagi dia terbangun tiap 2 jam.

Pertanyaannya,

- Kenapa kok jadi tambah parah bukan tambah sukses? Berapa lama harus dijalankan sebelum tau gagal atau tidak?
– Kalau baby terbangun malam-malam apakah harus saya angkat dan disusukan atau dibiarikan saja (hanya tepuk-tepuk pantat)?

Terima kasih, Dok!

- Pertanyaan dari Reney

A: Terima kasih Mama Reney atas pertanyaannya.

Metoda Ferber (cry it out) masih merupakan kontroversi di kalangan pakar. Sebelum menerapkan metoda ini ada beberapa hal yang harus diingat:
1. Metode Ferber tidak sesuai untuk anak dibawah usia 6 bulan.
2. Metode Ferber tidak sesuai untuk anak yang memiliki kecenderungan takut ditinggal sendiri atau muntah bila dalam kondisi tertekan.
3. Metode Ferber didesain utk satu tujuan yaitu membuat anak tertidur tanpa “parental soothing” dan tidak untuk mengatasi masalah tidur yang menyebabkan “night walking” atau “bedtime battles“.
4. Metode Ferber tidak mengajarkan bagaimana anak untuk tertidur tapi membiarkan anak mencari jalan keluar sendiri tanpa bantuan dari orangtuanya.

Bila sudah mencoba metoda ini, efeknya bisa terlihat dalam beberapa hari tapi dalam penelitian metoda diselesaikan/dicoba sampai 4 minggu.

Pada saat menjalankan metoda, orangtua tidak boleh mengangkat atau memegang anak, cukup hadir di dekat anak sebentar saja.
Bila anak menunjukkan respon yang lebih parah (menangis lebih lama/tantrum) kemungkinan termasuk anak yang tidak dapat diterapkan metoda ini (fear of separation or anxiety of separation). Ada beberapa metoda lain yg dpt dicoba sprt “positive routines with faided bedtime” yang mengajarkan anak untuk berelaksasi dan mempersiapkan diri untuk tidur.

Semoga bermanfaat.

if you have question to our resident doctor, please don’t hesitate to send it to us.

6 Comments

  1. adistybudiman
    lilmissclueless October 5, 2010 at 7:03 am

    anak pertama aku pakai tips2-nya elizabeth pantley (no more cry – sleep solution), cukup sukses diterapkan, begitu umur 7-8mos si sulung dah bisa tidur 7-8 jam, bangun sebentar minta minum lalu lanjut tidur lagi for another 3 hours. tidur siang dibatasi 2-3 jam (bisa 1-2x asal totalnya tetap 3 jam), lalu intake makanan-minuman seharian jg lbh byk. wkt usia 10-11mos si sulung sdh sleep thru the night, jam 8pm sampai dgn jam 6am esok harinya, dah emoh dikasih minum tengah malam.

    tp anak kedua agak beda, padahal intake-nya bisa dibilang lbh byk, mgkn ada pengaruh krn klo kakaknya sejak usia 2mos tidur bareng saya dan suami di kasur besar, sementara adiknya masih tidur di baby cot di nursery room. saya perhatikan kalau diajak tidur bareng di kasur besar ternyata si adik bisa sleep thru the night, tapi sewaktu dipindah lg ke baby cot-nya tengah malam pasti bangun, nangis, minta susu. mungkin beda anak beda approach, atau in my case sptnya tempat tidur jd faktor, sayangnya krn si kakak tidurnya lasak bgt, sy msh worry klo si adik tidur bareng, padahal semestinya cukup tempat.

    tp sy suka dgn buku dan metode-nya pantley. am expecting my 3rd baby due early next year and planning to apply her approach as well :)

  2. riandiani
    ria andiani October 5, 2010 at 8:04 am

    Wuuih makasi banyak infonya :)
    Kalau aku tidak menerapkan metoda khusus buat Davina, scr ga tega liat dia nangis2, alhasil sampai umur 1 tahun Davina bisa kebangun malem2 2-3x. Jadi saya ga pernah dapet 8 hours beautysleep slama berbulan-bulan :p. Emang jd repot dan cape siy, apalagi pagi2nya harus ngantor, tapi karena dah berbulan-bulan pola tidurnya bgitu lama2 terlatih dan ga gitu masalah lagi buat ku.
    Tapi makin besar Davina akhirnya bisa juga tidur smaleman.Alhamdulilah sekarang siy udah ga pernah kebangun malem2 lagi. Jadi sekarang udah bisa menikmati masa2 kejayaan tidur di kasur tanpa kbangun malem2 hihihi.
    Tapi ntar kalau sekiranya punya anak lagi, mau coba dech metode2 sleeping arrangement seperti mommies yang lain

  3. celinefarha
    October 5, 2010 at 11:18 am

    Anakku 4m1w, waktu 2m dia bisa tidur 4 jam dan bangun malem 2 kali saja. Tapi sekarang tidak bisa lagi. Tidur dari jam 8-6 pagi, bangun 4 kali. Semuanya harus ditidurkan lagi dengan menyusu, yang cuma 5-10 menit saja.

    Tanya sana-sini, aku heran karena bayi mereka saat umurnya 4m hanya terbangun 2x. Aku jadi mikir untuk me-sleep training anakku. Tapi sama seperti Ria, aku nggak tega.

    Dan dapat kesimpulan kalau tiap bayi beda-beda. Ada yang bisa sleep thru the night, ada juga yang nggak. Tapi dengan makin bertambah usia, aku yakin pasti bisa sleep thru the night seperti orang dewasa.

    Thanks untuk infonya dokter. Saya setuju dengan rutinitas sblm tidur yang membuat rileks.

  4. eka
    Eka Wulandari Gobel October 5, 2010 at 12:49 pm

    baru tau ada metoda ferber
    so far enzo dante pake metoda yg relaktasi itu; turun temurun rutinitas sblm tidur seperti ini: seka2, ganti baju tidur plus pake wangi2, pijat2, berdoa, baca buku cerita, nyanyi lagu bintang kecil, nyusu ;)
    kadang2 terbangun sekali tengah malam untuk minum dan bangun lagi pagi hari untuk minum dan pipis/pupi. Tidur siang 1-2 kali, @sekitar 1-2 jam. Tidur malam selalu diusahakan sebelum jam 9, tapi biasanya jam 8 malam juga udah pada tidur. Saat weekend saya biarkan sampai mau tidur sendiri, biasanya enzo kuat sampe jam 10 malam, tapi bangunnya tetep pagi2, karena mau jalan pagi.

  5. celinefarha
    October 6, 2010 at 11:27 pm

    iya, baru tau ada metode ini
    anak saya, aira 11 bulan dari umur 2 bulan udah udah terbiasa tidur malam (ampe pagi) dgn sndrinya tnpa metode apapun.. heran juga, dia bs mapan sndr, sblm tidur jam 9-10 minum susu/asi ntr jam 2 ato jam 4 minum lg trus bangun jam 6-7 pagi .. sangat membantu mommy nya :)

  6. celinefarha
    October 19, 2010 at 7:57 am

    iya, kalo aku setuju kyk gini diterapin diatas 6bln, dimana anak udh mpasi. rasanya kalo msh asix, gpp lah kebangun2 mlm terutama buat working mom jd bisa memerah/mompa sekalian apabila payudara yg satu disusuin, sekalian maintains produksi asi. Selain itu jg memperkuat bounding diantara ibu dan anak yah, krn ibu siangnya udh ke kantor. Ntar lama2 kl udh mpasi, biasanya udh mulai berjalan dg sendirinya kok tidur semaleman. Jadi menurutku sih ambil positifnya aja kalo misal bebi sering2 kebangun pas malem. Justru disitu lho indahnya menjadi ibu. Segala sesuatunya jgn dijadiin beban dan terlalu “saklek” dg harus begini begitu, biar semua berjalan dg alamiah. Enjoy it…cheers

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.