Smarter with Flash Card Learning

cichaz

flash card

Sekarang flashcards bukan sesuatu yang asing bagi orang tua dan anak. Bentuk dan harganya pun beragam. Ada yang dijual dalam bentuk paket dengan harga yang fantastis sampai yang harganya berkisar pada dua puluh ribuan.

Saya sendiri tadinya tidak terlalu tertarik dengan flashcard. Tapi karena pernah memerhatikan anak sepupu saya yang umurnya 27 bulan, pintar sekali. Sudah bisa membaca huruf dengan lancar in english. Ternyata rahasianya adalah karena bundanya rajin mengajarkan dengan menggunakan flashcard. Akhirnya, saya tergerak untuk mengikutinya karena ternyata selama ini saya kurang semangat menggunakan flashcard pada anak saya, Shaina, yang sekalarang 24 bulan.
Karena melihat sendiri anak umur 27 bulan lancar membaca huruf inilah yang membuat saya jadi tertarik dengan flashcards.
It is never too late. Kasus saya, untuk awal, start di saat Shaina berumur 19 bulan. Saya membeli flashcard binatang. 
Sebetulnya, untuk pengenalan benda dan binatang bisa jauh lebih awal. Mungkin bisa start di umur 12 bulan atau lihat cue anak, apakah dia sudah bisa “fokus” atau belum. Sudah bisa fokus misalnya anak serius memerhatikan sesuatu dan sudah mulai jadi observer. Bagi saya, flashcard yang bagus adalah yang sesuai kebutuhan.
Kebutuhan saya dan definisi saya tentang flash card untuk “pengenalan” yang bagus:
  • Kalau mau mengenalkan binatang, cari flashcard yang bergambar binatang asli.
  • kalau mau mengenalkan nama-nama benda, usahakan cari gambar benda asli (jangan kartun karena dapat membingungkan orientasi anak).
  • kalau mau mengenalkan alphabet atau angka, cari yang hurufnya besar dan tunggal, supaya gampang diingat.
Dan daftarnya bisa ditambah karena orientasi tiap orang tua berbeda.
Lebih baik lagi jika kartunya agak tebal dan sturdy, supaya setelah sesi belajar, si anak bisa mengeksplorasi kartu-kartunya tanpa harus merusak fisik si kartu.
Permainan yang bisa dilakukan saat “bermain” flashcard adalah :
  • tebak ini apa.
  • mana ini (kartu disebar didepan si anak).
  • bunyi ini bagaimana (kalau binatang).
Kunci keberhasilan pengenalan melalui flashcards adalah :
  • REPETITION. Ucapkan dengan lantang dan jelas. Jangan terlalu lembut. Ulang, ulang, dan ulang. Lebih baik lagi bila susunan kartu yang kita kenalkan benar-benar kita ingat / di bagian  belakang kartu bisa diberi nomor sehingga pengulangannya sempurna, tidak acak.
    Maksud repetition adalah, misalnya hari ini mengenalkan “grapes – banana – peas – apple” maka next session yang di ulang juga susunanannya diusahakan sama yaitu “grapes – banana – peas – apple” dan seterusnya. Setelah lebih dari 3 hari, untuk anak yg sudah bisa bicara ujung-ujung belakang kata, tanya ke mereka, ini apa ya? Dan setelah sudah “khatam” baru boleh acak..
  • GUNAKAN TARGET. Jangan kenalkan macam flashcard secara bersamaan. Contoh: 1 minggu kenalkan dan tamatkan seri kartu A, minggu depan tamat kartu B dan selanjutnya. Siapkan waktu 20-40 menit per sesi.
  • Ciptakan suasana bermain namun serius dan tetap HARUS fun!
  • Matikan televisi, silent hp kita, bila perlu tutup pintu kamar saat kegiatan ini dilakukan, supaya anak fokus.
  • Lihat cue anak. Apakah mereka ready untuk “bermain” atau tidak. Bila si anak rewel, ngantuk, lapar, dijamin sesi belajar akan sangat tidak menyenangkan.
Tentunya semua sesuai kemampuan si anak dan keyakinan si orangtua bahwa si anak mampu menangkap dan menerima pelajaran dan pengenalan yang kita sampaikan.

Bila urban Mama dan Papa tertarik mengajarkan bilingual/ beberapa bahasa dengan kartu bergambar yang sama? Tentu bisa. Tipsnya :

  • 1 minggu ini ajarkan kartu A dengan Bahasa Indonesia.
  • Usai 1 minggu, mulai bacakan kartu A (dengan gambar yang sama) dengan bahasa yang ingin diajarkan. Inggris/ Mandarin/ France or even bahasa daerah seperti Sundanese? Your pick! :)
Tentunya diterapkan juga poin KUNCI KEBERHASILAN di atas tadi ya.
Yang patut saya syukuri, sesi belajar adalah sesi yang selalu Shaina nanti-nantikan. Ini artinya, saya bisa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Kalo tidak menyenangkan, gak mungkin Shaina nagih-nagih belajarnya.
Bagaimana hasilnya?
Luar biasa. Perbendaharaan pengetahuan benda, binatang, warna dan shapes Shaina meroket. Dan di kehidupan nyatapun, my 24 months Shaina sudah belajar sehari. Misalnya, ada pisang, dia langsung bilang: “Mama, anana, uning” (Mama, banana, kuning). Atau sedang jalan ada reklame besar dan berhuruf, dia ribut sendiri “Mama, S, N, X, K” (dan sebagainya).
Try it urban Mama dan Papa. Kuncinya fun and confidence. Jangan lupa untuk take this seriously in a fun way. Just wait and see the awesome results. :)

In this case, saya memberi tips dan contoh untuk penerapan pengenalan flash card yang bergambar. Bukan hanya tulisan (seperti glenn doman). Suitable from 12months – 4 years old.
Tulisan ini bukan menggurui, hanya sharing pengalaman dan berbagi ilmu dari hasil pembelajaran saya sehari-hari.

 

18 Comments

  1. yadessa
    yadessa April 1, 2010 at 6:12 am

    hihiiii….saya udah mulai ngenalin binatang dan angka sama anak saya yang baru 6 bulan,tapi ga berurutan seperti mbak cichaz bilang, ntar saya coba urut, tapi 6 bulan kecepetan ga ya??? ;))

  2. sLesTa
    shinta lestari April 1, 2010 at 6:53 am

    waktu awal2 naia lahir, gue agak pesimis ama sistem2 ini. bukan pesimis gak bakalan works out. tapi guenya ngerasa gak pengen membebani naia dengan mesti tau ini itu at such an early age. let her play, i thought… karena kadang method2 yang bilang anak bisa baca umur 2 thn, dll itu menurut gue kok rada maksa dengan target si anak udah bisa baca umur 2 thn. why so rush?

    tapi ternyata pas si anak udah umur 1 thn, naia emang pengen belajar. dari awal emang gue selalu beliin dia buku sih. i prefer to give her books instead of toys, unless it’s educational toys. dan ikutan deh mulai beliin dia flash cards, sampe ditaro di strollernya segala biar dia tenang di stroller. and it works!!!

    sekarang sih dia malah belajar pake flash card dari iphone mama ato papanya.. hehe..

    thanks for sharing yaa..

  3. nies
    nies April 1, 2010 at 7:13 am

    artikel yg bermanfaat sekali mba,kebetulan lg cari2 referensi ttg flash card.utk kartu dg gambar asli (binatang/benda) bikin sendiri ato ada yg jual siy mba?soalnya setauku kebanyakan flash card pake gambar2 kartun deh…

  4. eka
    Eka Wulandari Gobel April 1, 2010 at 7:30 am

    Waww..shaina pinter bangeett yaa..

    waktu lahiran enzo, ada temen yg ngado flash card. awal2 sih semangat nge-flash-nya, secara masih cuti melahirkan. bagian udah back to work, pindah ke baca buku cerita aja deh :-P

    enzo udah 25bulan, belum bisa baca, tapi udah seneng belajar. aku sih lebih nekenin ke ‘bonding’ n fun-nya. dan biar si anak memahami isi cerita dan menikmati dan mencintai baca buku. kalo ternyata anaknya jadi cepet bisa baca, alhamdulillah itu mah bonus :-)
    -emaknya males nge-flash, flash cardnya ujung2nya dipake buat kipas2-

    Tfs yaa chaz..

  5. thelilsoldier
    inga April 1, 2010 at 8:25 am

    Tidak akan membebani kalau memang lewat bermain dan tanpa target ya?
    Hebat deh Shaina

  6. cichaz
    Cicha Zakir April 1, 2010 at 10:38 am

    Mo nambahin, Shaina sekarang 25 bulan udah tamat huruf kapital A sampai Z (bahasa indonesia) :) Huruf kecilnya sedang proses, bahasa inggris.

    > yadessa, kalau keponakanku yang kuceritain di awal itu, saat umurnya 9 bulan udah bisa nunjuk lebih dari 20 binatang dengan “benar” :) Bundanya dia memang start saat 6 bulan. Menurutku sih kecepetan, tapi kalau bisa dijalanin sambil both parent & baby having fun, why not :)

    > Slesta, belajar flashcard di iPhone juga kereen!! Banyak banget aplikasi edukasinya kan? aku pengeen hehe

    > nies, ada beberapa mamas yang pernah sharing di blogku, katanya bisa lho bikin sendiri, justru lebih sesuai sama kebutuhan.. kan orangtuanya sendiri yang menentukan mau ngenalin apa ke anaknya. Step2nya : cari gambarnya – print – gunting sesuai ukuran yg diinginkan – laminating (biar lebih awet)

    > Eka, bener, aku lupa nekenin “bonding” nya ya :) Story telling is also supercool. Aku malah justru males disuruh cerita, padahal kalau malem Shaina suka minta “ongeng”.. Urusan dongeng buku bagian papanya :)

    > Inga, betuull.. kalau buat anak2 harus selalu menyenangkan. Makasih ya tante, Shaina gak hebat kok, cuma sering distimulasi hihi :)

  7. April 1, 2010 at 10:56 am

    waktu aina umur 2 bulan, gue rajin banget tuh flashing card (tapi yang a la glenn doman). pas nyampe 6 bulan, guenya udah males. jadi yang ada, flashcardnya dimakanin aina… untung bikin sendiri…. emang kuncinya di kosnistensi emaknya, hehehe.

    tapi bener sih, sekarang, kayak slesta, aina demen banget ama flashcard yang di iphone.

    tfs, ya!

  8. superpippo
    Astrid Lim April 1, 2010 at 11:30 am

    kemarin ini pernah dipresentasi orang glenn doman, tapi kok somehow agak nggak sreg dengan metodenya, mungkin karna sangat intensif, dan dianjurkan dimulai dari dini banget…(plus biayanya mahal bangeeeettt hehehe)
    baca artikel ini jadi pengen nyoba sih, tapi mungkin akan milih yang flash card bergambar aja, soalnya bener kata cicha, lebih fun =)

    thanks for sharing yaaa….

  9. yufinats
    yuni yuliawan April 1, 2010 at 5:09 pm

    Wah…salah satu kunci utamanya selain dapat mood anak juga adalah ketelatenan ibundanya, saya juga melihat hal ini ke keponakan saya, justru moodnya si anak malah ketika diajak tidur *sepertinya sih si anak menghindari disuruh tidur jadi dia sengaja minta belajar :)
    Tapi apa boleh buat sebagai ibu, harus rela mengorbankan ngantuknya demi anaknya yg “mau” belajar

  10. ipeh
    Musdalifa Anas April 1, 2010 at 6:26 pm

    Dulu pernah ikut seminarnya Ibu Irene F.Mongkar yang temanya Belajar dengan metode Glenn Doman. Pulang seminar semangat beli buku dan flash cardnya. Awalnya masih semangat maen dengan Lana pake flash cardnya, lama-lama bundanya males, jadilah flashcard dianggurin dan dijadiin maenan (digigitin), padahal sayang banget :( Tapi bener kuncinya terletak dikonsistensi orang tua nya.

  11. puspita_jewel
    Sitha April 2, 2010 at 3:31 am

    Waw.. Thx for sharing yaa… Bermanfaat banget niy. Dulu ikutan yg Glenn Doman buat anak pertama, tp ngga telaten euy nerapinnya. Sekarang mau telaten ah… *tp cari card-nya dulu*

  12. Hanita Zuni
    Hanita Fatmawati April 6, 2010 at 10:40 am

    nice article! nanya donk, apa yg harus kulakukan bila si bayi gemar menggigiti flashcard nya sampai basah dan gompel2…? untung yang ‘kartu pintar balita’, bukan yang GD, kalo yg GD gompel2…aku bisa guling2an deh (lebay)

  13. Mirza Resita
    June 22, 2010 at 12:05 pm

    Waaah…kalau mau belajar metode glenn doman (bener gak nulisnya?) ada seminar atau konsultannya gak ya? Sering denger tapi gak pernah dateng. Anakku sekarang sudah 6 bulan, tapi kalau dikasih buku teteeeeppp..lsg masuk ke mulut..hehehehe, semua juga dijilat2, jempol bapaknya lg gendong juga diisep2.

  14. Putri Listyasari
    Putri Listyasari May 4, 2011 at 8:25 am

    mommy Chica, tfs ya… kebetulan saya juga lg mulai belajarin anak saya (13m) kosakata, cuma ga pake flash card, pake buku gt lho… kayanya lebih enak pake flash card ya… :) Tfs,…

  15. nawang
    Lisna Ekowatiningrum May 4, 2011 at 3:58 pm

    Wah, kemarin sempat pengen beliin buat Zafran (5 month) yang binatang..tapi emang susah nyari yang gambar asli..TFS mom..

  16. MAMIE
    Indri Haryani May 10, 2011 at 2:30 pm

    ikutan tanya dong kebetulan mo main2 flashcard jg sama anakku (11m).. dari kemaren2 udh baca2 juga metodenya glenn doman.. trus jadi agak bingung nih… jadi enaknya pake gambar apa engga ya.. trus mulainya per huruf apa per kata.. Tfs mom..

  17. Lalita Hariangbanga
    Lalita Hariangbanga October 4, 2011 at 1:52 am

    Aq pk Glenn Doman (GD) step 1 dr putriku Alya umur 2 minggu, tnyt berhasil ketika Alya umur 2 bulan udh bs fokus melihat sekitarnya (tv, org, benda, dll), komunikasi 2 arah semakin terasa. Ketika umur 3 bulan dksh buku smbl duduk di bouncer, Alya enjoy & excited, matanya fokus ngeliatin gambar2 dbuku sambil tanganya nunjuk2 gambar itu. Stlh itu Alya aq stop GD, kuganti dgn macam2 flash card bergambar yg kubeli di gramedia. Alasan aq stop GD krn udh saatnya Alya naik step 2 tp sistem GD step 2 bentuknya tulisan, bulan gambar ky step 1. Skrg Alya umur hampir 11 bulan, aq lanjutin lg metode GD step 2 & flash card brgambar & story telling from books. Aq berani mengkombinasikan metode tsb krn melihat Alya yg antusias belajar. Contohnya pas aq ksh lht gambar mouth, Alya refleks nyuapin cracker yg lg dpegangnya ke gambar mouth haha.. Tp pas dilatin gambar eyes, ear, Alya cuek aja :D tfs mamas :)

  18. yona
    yona January 18, 2013 at 4:32 pm

    beli flash card nya di mana ya.. kalau ada yang tau boleh share ya. Jika memungkinkan yang bisa dibeli secara online. terima kasih..

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.