Terkena Rubella Saat Hamil

littledot

Baru 10 minggu berlalu sejak saya dinyatakan hamil. Anak pertama saya, Ieva, pulang sekolah dengan wajah berbintik merah. Saya mendapat firasat kurang baik dan segera ke dokter. Hati ini rasanya tidak tenang dan di kepala saya sudah terpikir sebuah penyakit yang sangat ditakuti wanita hamil, virus Rubella. Dokter bilang Ieva hanya alergi. Namun saya tetap cemas, dan besok siangnya saya berinisiatif memeriksakan darahnya ke lab. Hasil lab menyatakan Ieva positif terkena rubella. Kami serumah diliputi kepanikan, bagi Ieva sendiri virus ini hanya semacam campak biasa yang akan sembuh sendiri. Namun kalau virus ini sampai masuk ke tubuh saya yang sedang hamil, akibatnya bagi janin bisa fatal.

Malam hari itu juga, setelah hasil lab Ieva keluar, saya segera mengungsi ke rumah saudara di kota yang sama. Saya berusaha membuat suami tidak panik, karena saya tahu pekerjaannya di Kalimantan sedang padat juga. Untuk pertama kalinya sejak melahirkan Ieva, saya meninggalkan Ieva. Berat dan sedih, tapi demi calon adiknya, saya harus bertahan. Kalau di rumah yang sama, risiko tertular akan makin besar.

Hari-hari tanpa Ieva benar-benar berat dan menguras emosi. Untungnya dia anak yang tabah, sakitnya belum sembuh, tapi dia hanya diam saja dan berpikir sendiri, tidak menangis teriak-teriak, walaupun ditinggal mamanya sampai 3 minggu. Sudah amankah? Tidak. Menjelang weekend minggu kedua, di tubuh saya muncul bintik-bintik merah, mulai dari tangan, wajah, leher, menyebar ke perut. Saat itu saya betul-betul panik dan putus asa. Ternyata virus itu tetap menular (karena masa inkubasinya bisa 2-3 minggu sebelum gejala ruam merah muncul).

Siangnya langsung saya cek lab, tapi hasil lab baru keluar 2 hari kemudian. Malam hari saya kabari suami tentang bercak merah ini. Kami betul-betul kehilangan arah, sampai akhirnya besok subuhnya suami saya langsung memutuskan untuk pulang ke Jawa, sementara saya berangkat ke Jakarta, dan kami bertemu di Jakarta. Kami mencari dokter-dokter terbaik dalam kasus rubella ini lewat internet. Saat mencari itu, otomatis juga menemukan berbagai artikel mengerikan dari virus ini. Air mata yang terkuras sudah tidak terhitung banyaknya, membayangkan berbagai kemungkinan mengerikan yang bisa terjadi pada anak kami.

Proses selanjutnya tentu sama seperti orangtua lain pada umumnya, berusaha menyelamatkan calon bayinya. Beberapa nama dokter yang kami browsing dari internet, kami datangi. RS Bunda Jakarta, tempat Ieva lahir dulu, jadi RS pertama yang kami datangi, kebetulan di sana dokter ahli juga yang istilahnya mengurus “fetomaternal”/kelainan janin. Di ruang dokter, kami mendapat banyak pandangan dari dokter. Ada kata-katanya yang membekas di hatiku, “Bu, tanpa rubella pun, kalau selama 9 bulan Ibu melakukan USG, hasilnya semua baik dan normal, tiba-tiba waktu lahir kenapa-kenapa, apa mau dibuang juga?”

Rasanya ingin menangis waktu ditanya begitu. Dokter menyerahkan kembali kepada saya dan keluarga, apa yang harus dilakukan pada calon anak kedua kami. Apakah kandungan ini akan diaborsi atau dilanjutkan. Kemungkinan virus rubella mengenai janin pada kehamilan seperti ini sekitar 80%! Jadi saya hanya punya kesempatan 20% (berdasarkan hitungan manusia/ilmu medis).

Dari beberapa keluarga, saudara, teman yang mengetahui kejadian ini, tidak sedikit yang menganjurkan untuk melakukan terminasi langsung. Suami saya menguatkan agar saya melanjutkan kehamilan ini. Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk tidak melakukan aborsi, karena aborsi tidak diperbolehkan secara agama dan kami lebih baik berserah kepada Tuhan untuk menjaga dan menyembuhkan janin yang dikandung. Kemudian dokter memberikan obat dan suplemen untuk menghambat penyebaran virus itu.

Menjalani kehamilan dengan penuh penghargaan, itu yang saya jalani saat hamil anak kedua ini. Saat hamil anak pertama, saya jarang peka merasakan campur tangan Tuhan, sangat jauh berbeda dengan kehamilan kedua ini. Waktu lebih banyak dihabiskan untuk berdoa pagi sampai malam, dibantu keluarga, teman, saudara, doa-doa itu makin terasa “keampuhan”nya dari hari ke hari. Saya percaya tidak ada yang melebihi kekuatan Tuhan, prediksi manusia masih bisa punya banyak kesalahan.

Beberapa kejadian “menakjubkan” terjadi selama beberapa bulan itu:

  • Puluhan ayat “muncul” dengan sendirinya saat kami membuka kitab suci, dan bunyinya selalu pas, selalu menunjukkan arah apa yang harus kami lakukan.
  • Saya mengontak beberapa orangtua yang mengalami kasus sama (hamil terkena rubella), ajaibnya Tuhan mempertemukan saya dengan para orangtua yang semua anaknya “selamat”, semua anaknya normal, dan mereka semua sangat pro-life, mendukung untuk meneruskan kehamilan.
  • Intensif berdoa, secara ajaib, angka titer virus pada bulan ke 5 menurun drastis, bahkan saat bulan ke 7 angkanya sudah negatif! Secara medis tidak banyak yang bisa mengalami itu, kebanyakan saat melahirkan, angka titer virus di badan ibu masih positif mengandung virus. Saya percaya ini berkat campur tangan Tuhan.
  • Setiap detik selama 7 bulan itu kami menekan perasaan manusiawi, yaitu kecemasan. Setiap kali takut, saya berusaha cepat mengalihkan pikiran dengan berdoa. Doa apa saja, menyampaikan ketakutan saya, berkeluh-kesah pada Tuhan, dan bersyukur untuk hari itu. Doa adalah jalan yang ampuh untuk mencari kedamaian. Saat kandungan 8 bulan pun sempat beberapa kali flek, diberi obat penguat kandungan, dan setelah berdoa tidak lama kemudian fleknya hilang.

Tidak terasa 9 bulan berlalu cepat, Dokter terus memantau perkembangan janin melalui USG. Bulan demi bulan, dan tiba saat melahirkan. Seminggu sebelum rencana operasi, saya sudah ke Jakarta. Akhirnya Minggu, 6 Mei 2012 pukul 12.27 anak kedua kami lahir, kami beri nama Imelda Elianna. Imelda artinya “pejuang yang tangguh”, Elianna artinya “Tuhan telah menjawab”. Dan memang benar Tuhan menjawab doa kami. Selama 5 hari kami di rumah sakit, macam-macam tes dilakukan pada Imelda, mulai dari mata, telinga, jantung, darah. Semua tes lolos dengan baik, kecuali telinga sebelah kiri akan diulang 6 bulan lagi. Namun dari tes darah, dokter menyatakan virus itu tidak sampai ke Imelda. Terima kasih, Tuhan!

Anak adalah titipan dari Yang Mahakuasa. Kita tidak berhak untuk menentukan awal maupun akhir kehidupannya, seperti kita sendiri pun pasti tidak mau nyawa kita ditentukan oleh seseorang. Jangan berhenti berharap, sesulit apa pun keadaan kita, percaya saja bahwa Tuhan tidak pernah tidur.

Ieva dan Imelda
Foto terbaru Imelda, cantik dan lucu

47 Comments

  1. mamamiao
    Mii July 18, 2012 at 12:39 am

    Wah… Puji Tuhan!!! Saya juga hampir mengalami hal yg sama. Ad org yg dengan cueknya datang berkunjung ke rumah pas ad acara keluarga pdhal dia masih dlm masa penyembuhan dari Rubella. Saya sdg hamil 2bln pd waktu itu. Ketika mengetahui bahwa Rubella menular lewat udara dan bisa berakibat fatal bagi janin, dunia rasanya runtuh. Selama sisa kehamilan ntah brp mlm saya tidak bs tidur, menangis dan stress sampai nge flek dan hampir keguguran. Untungnya akhirnya bayi saya sehat2 saja… Semoga Imelda sehat selalu ya… :)

  2. mei jordan
    mei jordan July 18, 2012 at 12:42 am

    Amazing….
    Emang kekuatan doa itu benar adanya…

    Selamat ya mama.. Selamat juga buat Imelda.. Cantikkkk bgt..
    Si kakak juga hebat… Fotonya mesra bgt ama adiknya.. :)

    Semoga bahagia selalu… :)

  3. naniyusuf
    nani yusuf July 18, 2012 at 7:13 am

    Selamat ya Mom, Leva n Imelda, ketiganya pejuang tangguh
    Leva saat sakit dan ditinggal mamanya tetap kuat n sembuh
    Mama yg berjuang menghadapi virus Rubella saat hamil
    dan Imelda yg kuat, sehat n selamat setelah dalam kandungan berjuang melawan virus
    saya sendiri juga mengalaminya, sakitpanas sampai rawat inap di rumah sakit, kemudian pada hari ke-5 rawat muncul bintik2 merah mulai dari wajah, punggung, perut kaki n tangan, wajtu itu sampe nangis2 juga takut kena Rubella, apalagi DSOG bilang kalau anak kami bisa buta atau tuli krn virus itu
    deg deg an menunggu hasil tes IgM utk Rubella yg baru keluar 2-3 hari, sambil berdoa terus (walau terus2an nangis juga) ternyata negatif dan Aisha (2y2m) lahir dan tumbuh sehat

    semoga sehat selalu ya Mom-Leva-Imelda yg cantik-cantiiiik ^^

  4. Salim Marsha
    Salim Marsha July 18, 2012 at 8:05 am

    Puji Tuhan atas kuasa dan kasihNya.
    Sampai nangis bacanya. Selamat yah Mom untuk perjuangannya selama 9 bulan, membuka mata betapa beruntungnya saya.

    Imelda cantik sekali, xoxoxo. Sehat selalu untuk semuanya :D

  5. farahfaizah
    Farah Faizah July 18, 2012 at 8:49 am

    alhamdulillah ya Bunda, semoga Imelda menjadi anak yang sehat selalu. sekarang mba Irene sudah sembuh dari rubellanya ? masa penyembuhan nya brp lama Mba? maaf y mba banyak nanya, salam kenal :)

  6. felisitas_shinta
    felisitas_shinta July 18, 2012 at 11:27 am

    Touchy…sampai brebes mili bacanya..Bener banget, kekuatan Tuhan tuh maha dashayat. Dan memang..kehidupan seseorang itu hak-nya Tuhan…

    Seneng banget tau Imelda sehat…Puji Tuhan…

    Sehat selalu ya Mom – Leva – Imelda :)

  7. myleia
    rika amoy July 18, 2012 at 11:57 am

    Cantiknya Imelda…
    Alhamdulillaahi… Ikut seneng Imelda baek2 aja.
    Semoga sehat terus yaaa :)

  8. Kira Kara
    Bunda Wiwit July 18, 2012 at 12:02 pm

    Subhanallah.. saya bacanya sampai deg-deg plass.. benar2 pejuang yang tangguh yaa.. Great Imelda.. Great Parents! Congratz to both of you :)

  9. kappachan
    Retno Nindya July 18, 2012 at 12:28 pm

    Alhamdulillah, Insya Allah Imelda gapapa ya :D Bener-bener mom ini tabah banget!

    Imelda itu kok lucu sekali siiiiihhhhh XD *towel-towel*

  10. Mrs.Anita
    Rindu Anita Delina July 18, 2012 at 2:20 pm

    Terharu sekali bacanya. Thanks for sharing Mama Leva & Imelda :)

    Sewaktu hamil dulu saya juga terkena Rubella. Tp saat itu usia kandungan sudah 39 minggu dan tinggal menghitung hari lahiran. Begitu tau positif Rubella, saya luar biasa takut krn cerita temen2 ttg akibat Rubella ke bayi di kandungan. Saya baru lega setelah dokter kandungan dan dokter spesialis penyakit tropis yg menangani memastikan bahwa di usia kandungan se-tua itu, Rubella tidak akan membahayakan bayi saya.

    Setelah lahir, anak saya juga di-tes darah dan meskipun rooming in, pas jam jenguk dan baby show di ruang bayi anak saya dipisahkan ruangannya dari bayi2 yg lain; and thanks to my mom yg sangat keras membatasi tamu yg jenguk *sampai sahabat saya – yg baru sembuh cacar- yang datang bsama Ibu-nya tidak diijinkan jenguk..kejam..*

    Baiklah, semoga sehat2 selalu Mama, kakak Leva dan si kuat baby Imelda. GBU.

  11. wulan_aqua
    Wulan Aquariyanti July 18, 2012 at 2:23 pm

    Subhanallah.. Merinding terharu bacanya. Keluarga hebat! Semoga Leva dan Imelda sehat selalu.

  12. littledot
    irene anggraeni July 18, 2012 at 2:37 pm

    Dear mommies yang baik2, thank you so much atas ucapan2nya:)

    Mom Mii: betul betul, untung Mom Mii aware ada yg lg sakit rubella, kadang penyakit ini nggak ketahuan kalau kita nggak awas banget….:)

    Mom Mei Jordan: thank you yaaa mom, ieva semangat bgt punya dedek baru, hehee namanya jg anak 3th :)

    Mom Nani Yusuf: aduuuh syukurlah yaa Aisha sehat2, kisss muaahh2 buat Aisha :) Btw, sampai hari kelahiran pun Tuhan baik masih kasih mukjizat, jadi dokter anak yg hari itu harusnya menangani Imelda tiba2 nggak masuk, diganti dokter lain (dr. Dedy Wilson, SpA) dan ternyata dr. Dedy ini istrinya mengalami kasus yg sama persis, jadi dia lebih care,ngerti bgt kondisi mental kami orangtuanya, dan bener2 ngebantu seluruh proses cek2 di rmh sakit. Syukurlah dokter anaknya diganti dia :)

  13. littledot
    irene anggraeni July 18, 2012 at 2:50 pm

    Mom Salim Marsha: terima kasih yaa Mom, semoga cerita saya bisa menguatkan mama2 yg mungkin lagi ngalamin hal yang sama, jangan putus asa, percaya dan minta bantuan sama Tuhan…

    Mom Farah: makasii yaa amiin mbak, salam kenal jugaa:) jujurnya sampai hari ini saya belom cek darah lagi, waktu cek darah terakhir hamil 8 bulan, disitu IgM negatif, IgG 100,- sekian (lupa tepatnya). Waktu pertama kali kena banget (pas hamil 10 minggu) itu IgM 2,… , waktu bulan ke 5 hamil sempat naik jadi 5,…, waktu bulan ke 6 turun sekitar 2,… waktu bulan ke 7 kehamilan ajaib sudah negatif. Untuk virus kyk gini, nanti kalau kita mau hamil yang berikutnya harus cek lagi ke dokter mbak, untuk memastikan sudah boleh/aman hamil lagi/belum.

    mom felisitas_shinta: trima kasih yaa mom, amiiin :)

    mom rika amoy: trima kasiiih mom, dd Leia lucu bgt:)

    mom Kira Kara: terima kasih yaa mom, salam kenaaal,lucu banget si kembarnya :)

    mom kappachan: hihihi, makasii mom, towel balik :p

    mom Mrs__Anita: btul bgt kok mamanya, emang harus protektif ama newborn baby :) mertuaku jg selalu ngingetin kalo bayi baru lahir pas banyak yg jenguk, bayinya kita gendong aja jadi meminimalisasi penularan penyakit dari orang yg jenguk, ehehehe….

  14. littledot
    irene anggraeni July 18, 2012 at 2:52 pm

    mom Wulan Aquariyanti: trima kasih yaa mom, amiin:) sekarang Imelda 2,5 bulan,udah bisa senyum2,mau tengkurep, sama ngoceh2 :)

  15. swisty
    swisty July 18, 2012 at 9:45 pm

    Ikutan tegang bacanya,,,Hikz.
    Mikir, “kalo ada di posisi itu, mungkin tidak setegar itu”. HUG Mom:)

    1. littledot
      irene anggraeni July 19, 2012 at 1:29 pm

      big hug jugaa mom swisty :)

  16. debba
    debba July 19, 2012 at 4:02 am

    terharu sampe nangis… jauh dari suami tapi bisa setegar itu.. awesome, both of you :)

    1. littledot
      irene anggraeni July 19, 2012 at 1:31 pm

      tengkyu yaa mom debba, semua krn Tuhan yg bantu kok, bukan krn kekuatan kita sendiri:)

  17. mommyreyhan
    mommyreyhan July 19, 2012 at 9:54 am

    Lucu skali bayinya… Congrats mom ^^ memang menjadi seorang ibu, hal yg paling mulia.. Smoga ELiana selalu membawa kedamaian untuk keluarga.

    1. littledot
      irene anggraeni July 19, 2012 at 1:33 pm

      amiin, terima kasih yaa mommyreyhan, God cannot be everywhere, so He created MOTHER :)

  18. elseria
    elseria July 19, 2012 at 10:21 am

    Thx God, great mom, great leva n great imelda
    semoga sehat n diberkati selalu
    Gbu

    1. littledot
      irene anggraeni July 19, 2012 at 1:34 pm

      tengkyu mom elseria, salam kenal :)

  19. dadidedo
    Anggraini Karimuddin July 19, 2012 at 10:53 am

    Very inspiring story. Alhamdulillah banget ya mom. Aku sampai terharu bacanya. Kekuatan doa memang luar biasa. Dan baby nya cantiiik sekali..
    Dari paragraf 5 aku ngebatin kok gaya ngomong si dokter kayak obgyn saya dulu. Pas lihat foto di bawah ternyata beneran dr. Bowo. Semoga selalu sehat yaa :)

    1. littledot
      irene anggraeni July 19, 2012 at 1:35 pm

      thank you yaa mbak Anggi, pas browsing2 ttg rubella aku jg mampir ke blognya mbak loh, hihihihi :)

  20. Ajeng Amanda
    Ajeng Amanda July 19, 2012 at 10:53 am

    Wah cantiknya imelda..
    Saya juga dulu sempat merasakan hal yang sama mom. Bedanya positif tokso bukan rubella. Sepanjang kehamilan juga saya selalu meminum obat agar virus tidur dan tidak menyebar ke janin. Sembilan bulan yang penuh dengan kekhawatiran,waswas dan penuh dengan doa dan pengharapan akhirnya berganti dengan kebahagiaan setelah melihat bayi yang saya lahirkan alhamdulilah normal dan sehat walafiat.
    Segala tes yang dijalani juga alhamdulilah dapat dilalui dengan baik seperti imelda.
    Semoga imelda selalu sehat ya..

    1. littledot
      irene anggraeni July 19, 2012 at 1:36 pm

      wahhh iya mbak Ajeng, kebayang deg2annya yah, syukurlah semua udah baik2 yaaa :) salam buat dd Azkanya:)

  21. misspucca
    Littledragon July 19, 2012 at 1:09 pm

    Woww.. AMAZING GRACE!! Memang ya kalau Tuhan sudah turun tangan apapun TIDAK ADA YG MUSTAHIL!! Ketika kita mengangkat tangan Tuhanpun turun tangan, :) baby imelda sehat selalu dan terus dalam lindungan Tuhan ya, Gbu.. ^^

  22. littledot
    irene anggraeni July 19, 2012 at 1:38 pm

    Trima kasih yaa mom, semoga sharingnya membantu mama2 lain yg sedang mengalami hal sama…

  23. July 19, 2012 at 5:16 pm

    Salut mom, pengharapannya ngga pernah hilang… You’re so insipiring. Semoga baby Imelda & kakak Ieva selalu dalam lindungan Tuhan… God bless you…

  24. mamafiroos
    Ida Faridah July 20, 2012 at 12:04 pm

    Wah terharu banget bacanya sp nggak terasa keluar airmata…ngebayangin dalam kondisi hamil harus terpisah dari anak yang usianya masih kecil, ditambah jauh dari suami, ditambah lagi kemudian harus memutuskan lanjut atau tidak kehamilannya….tapi akhirnya Happy…..SALUT BANGET MOM….
    Yang pasti cerita MOM Irene menginspirasi kita semua agar tidak mudah putus asa ketika mendapat cobaan dan setiap usaha harus selalu disertai DOA….
    semoga MOM Irene, Leva and Imelda selalu sehat ya….

  25. mommyaira
    jarvi kurnia lestari July 20, 2012 at 3:39 pm

    cantiknya anak mama irene sama papa andrew niiii…sehat-sehat terus ya imelda….biar bisa nyanyi sama kakak ieva :)

  26. gita789
    GITA YIP August 2, 2012 at 4:57 pm

    Hebat, ga nyangka banget,

  27. Ameliahandayani
    Ameliahandayani December 11, 2012 at 11:03 pm

    Thanks a lot atas sharing pengalamannya bunda irene, saya juga mengalami hal yang sama februari lalu saat usia kehamilan saya 18 minggu, Puji Tuhan Christian lahir 28 Juli 2012 dengan selamat, Walau hasil test darah saat lahir menunjukkan Christian positif Pernah tertular rubella dari saya, Atas kemurahanNya sajalah semua boleh terjadi dan terlalui.Sampai sekarang kadangkala masih terbesit kekhawatiran atas perkembangan anak saya, karena saya pernah menemui pasien anak anak di rumah sakit yang saat hamil kena rubella dan lahir normal sd usia 9 bulan namun mengalami degenerasi dan keterlambatan setelahnya:(. Dokter saya bilang rubella tidak ada obatnya, akan sembuh dengan sendirinya.Keep Praying and Believe of His Mercy.

  28. irene anglie
    irene anglie January 6, 2013 at 12:56 am

    hai :) salam kenal,,, Terima kasih untuk mom Irene atas sharingnya yang menguatkan…. memang kita tetap harus bersyukur dan berserah pada Tuhan saja… Secara pribadi,saya juga merasa hanya doa, bersyukur dan berserah pada Tuhan saja untuk tiap masalah yang saya hadapi…
    Tiga minggu yang lalu.., tepatnya tanggal 12 Desember 2012, saya baru melahirkan anak ketiga saya, dan dia terinfeksi rubella yang tinggi… :(
    Boleh saya minta info mengenai yayasan atau group para orang tua yang anaknya terinfeksi virus rubella?
    terima kasih sebelumnya :)

  29. Ameliahandayani
    Ameliahandayani January 15, 2013 at 7:24 pm

    @bunda irene anglie: apakah yang di test IGG atau IGM nya yang positif? Christian saat lahir IGG tinggi (artinya dia sudah pernah terkena rubella dan punya kekebalan), kalau IGM yang tinggi berarti virus itu masih ada di dalam tubuh. Email saya [email protected] kalau mau sharing inbox aja ya:)
    Senang apabila punya teman yang dapat diajak berbagi informasi dan cerita :)

  30. charoline
    charoline August 27, 2013 at 8:10 am

    Dear Mama Irene..saya terkena rubella bulan july kmrn saat UK 6W. wkt dites IGM rubella saya 5.sama spt Mama Irene,hati saya remuk..tapi saya yakin Tuhan akan sll memberi saya kekuatan.saya dikasih obat antivirus & vitamin lainnya o/ dokter.saat tes sebulan kemudian nilai IGM saya 1.85..dari hasil USGnya ukuran kepala,kaki,dll menunjukkan hasil yg normal..semoga ketika lahir nanti anak saya akan normal..

  31. littledot
    irene anggraeni April 27, 2014 at 7:36 pm

    Dear mommies semuanya, lama sekali sy nggak masuk di forum ini:) @mom irene anglie, bagaimana kondisi anak ketiganya saat ini? semoga baik-baik yaa… @mom charoline, bagaimana kabar dedeknya? semoga sehat dan baik yaa… @mom triana terima kasih atas doanya:)

    Info aja moms, anak saya imelda saat ini 24 bulan dan sangat sehat. Ada keterlambatan motorik, baru bisa guling sendiri 8 bulan, duduk sendiri 12 bulan dan jalan sendiri 18 bulan. Semuanya krn mukjizat Tuhan dan sampai hari ini setiap lihat dia, sy selalu terharu dan ada masalah apa aja di depan jadi rasanya hilang kalau ingat pertolongan yg udah Tuhan kasih sama keluarga saya. Sekarang imel udah lincah lari-lari, ngoceh beberapa kata dan mengerti semua perintah (ini juga membuktikan telinga tidak ada masalah), dan tingkat kemandiriannya tinggi banget, malah saya selalu kagum ama pribadinya yang dari kecil udah kelihatan kuat dan care sama orang lain (kalo mau pergi2 aja sepatu saya diambilin dan tas saya disiapin lho ama imel, hihihi)

    Thanks mom atas semua dukungannya, sungguh anak adalah titipan Tuhan, suatu hari nanti mereka akan pergi, yang penting kita sudah melakukan apa yang jadi kewajiban orangtua :)

    -irene dan keluarga

  32. tikaoksbgt
    tikaoksbgt June 24, 2014 at 3:37 pm

    Bundaaa..terapi rubella nya itu gmn y?
    Ni saya juga positif kena rubela..
    Kmgkinan kena rubella sekitar uk 18w..
    Baru ketahuan positifnya ketika uk 20w..
    Rasanya dunia saya runtuh seketika..
    Minta saran2nya y bunda..soalnya baru ketemu spog yg drujuk oleh spog sebelumnya hari senin..uk sekitar 21w..

  33. melisatriadini
    melisatriadini July 29, 2014 at 7:03 am

    Dear mommy,
    Saya baru saja bergabung dlm forum ini.
    Saya mau sharing masalah yg saya hadapi, saya hamil 30w
    Dari awal kehamilan hingga 6 bln, saya rajin kontrol kedokter dan usg alhmdulillah bayi sehat, namun saat 30w saya kontrol tiba2 dokter kandungan saya blg bayi saya tdk sehat, air ketubannya sangaaaat sdkit atau oligoaminion, dan bayi saya mengecil hanya 1,1kg saja :(
    Lalu saya di rujuk ke rekan kerjanya yg merupakan konsultan fetomaternal, utk mencari tau ada apa dg bayi saya,
    Setelah cek alangkah kagetnya saya dan suami trnyta janin dlm kandungan saya mengalami kegagalan hati, dan kemungkinan ginjal serta organ pencernaan. Lalu saya diharuskan tes darah utk tau apa penyebabnya, virus rubella dan cmv, ya itu dy yg membuat janin saya gagal, janin saya kemungkinan besar menderita SRK (sindrom rubella kongenital), memang wktu saya hamil trisemester pertama ponakan saya yg jg tgl drmh terkena rubella, namun kami skluarga kurang memahami bhwa rubella bisa seberbahaya ini, krn saat itu saya tdk mnunjukkan gejala2 terkena rubella,
    Tapi apa mau dikata, Allah sudah memberi saya cobaan sperti ini, jika bayi saya diangkat skrg juga mnruti saran dokter, bayi saya kmungkinan besar terkena SRK yg membuat dy cacat bawaan, ditambah lagi dokter tdk memberi harapan lbh, mrka tdk yakin anak sya bertahan dg kondisinya saat dikeluarkan,
    Namun jika bayi saya dibiarkan di dlm rahim saya dg kondisi air ketuban yg sangat sdkit jg membahayakan janin saya dy terjepit,
    Dan dokter jg mengatakan kmgkinan dy bertahan lbh dri sminggu sngat tipis,
    Namun skrg sudah 2 hari berlalu dr kejadian itu,
    Dokter2 pda kluar kota krn libur lbran, dan saya serta suami memutuskan utk mempertahankan janin yg da dlm kndungan saya sambil terus mnum obt dr dokter dan berserah diri kepda Allah, mengharapkan keajaiban Allah akan sampai kepda janin saya, apapun yang terjadi saya dan suami saya ikhlas, wlaupun ini anak pertama kami yg kami dmba2kan krna kami memang agak sdkit lama memperoleh ktrunan stelah mnikah,

  34. mellisa sondramelia
    mellisa sondramelia September 22, 2014 at 6:41 am

    Moms.. boleh minta infonya untuk pengobata slm kehamilan diberikan antivirus apa ya moms dan dosis pemberiannya brp ya moms.. krn ig m rubella saya equivocal 1,39 dan ig g saya 274.. saya ke second opinion dbrkn dosis antivirua yg berbeda.. semoga bayi saya sehat sll, dlm hati saya sll tanamkan itu sll moms.. makasih infonya moms..

  35. arvita
    arvita September 22, 2014 at 3:43 pm

    Dear Moms, saya baru saja bergabung dengan forum ini ketika saya mencari tau ttg kehamilan dengan virus rubella. Saya sabtu pagi kmrn testpack dan hasilnya positif, saya & suami rasanya campur aduk antara senang & jg khawatir karena saya & keluarga 2 minggu lalu terkena campak. Usia kandungan saya saat ini memasuki usia 7 Minggu yg jika saya hitung berarti 2 minggu lalu saat saya terkena campak, saya sdg mengandung 4-5 minggu. Cerita moms irene dapat memberikan motivasi utk saya agar ttp semangat. Mohon infonya ya mom irene anggraini ttg dokter yg menangani saat kehamilan imelda kala itu.
    Terima kasih banyak atas infonya..

  36. littledot
    irene anggraeni September 22, 2014 at 3:54 pm

    Halo Mom @tikaoksbgt, mom @melisatriadini, mom @melisa sondramelia, mom @arvita , beberapa kemarin ada yg sy reply ke email langsung :) mom kalo posisi di jkt, langsung ke RS Bunda Menteng dgn dr Noroyono Wibowo yaa, beliau ahli fetomaternal, sy sendiri lupa dikasih apa aja 3thn lalu itu mom…kalau domisili di luar jkt juga sebisa mungkin cek lebih detail ke dokter tsb, kemarin sy juga domisili di jawa tengah tiap bulan jd kontrol ke jkt, skrg sy udah domisili jkt… hope it helps moms, tetap berdoa karena doa adalah satu2nya jalan keluar yg paling ampuh…

  37. littledot
    irene anggraeni September 22, 2014 at 3:57 pm

    @mom arvita, coba tes ke Prodia, nama tes Anti Rubella, jadi akan ketahuan angka IgM dan IgG nya. Kalau campak biasa bukan rubella (campak jerman) (menurut literatur dan info dokter, cmiiw) gak se berbahaya rubella

  38. iiayaya
    iiayaya November 3, 2014 at 3:34 pm

    mom @irene dan mom yang lainnya . . saya juga bis test rubella diusia kehamilan 10 week. dan hasilnya Igg positif 36.1 dan igm equivocal 1.36. mohon bantuannya bisa share pengalaman mom sekalian

  39. JessyMaria
    JessyMaria September 7, 2015 at 10:56 am

    Halo Mbak irene.. Saya boleh minta contactnya ada yg mau ditanya2kan mba.. Makasii banyak sbelumnya

  40. littledot
    irene anggraeni September 7, 2015 at 11:39 am

    @jessymaria: mba salam kenal, bisa ke whatsapp 081291719790 yaa :)

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.