Tips Menyusui Bagi Working Mama

sarahanief
Sarah Audia Hasna, dr. S1 Fakultas Kedokteran UGM. Dokter umum dan konselor laktasi di Eka Hospital.
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Kembalinya bekerja dari cuti bersalin bukan menjadi halangan untuk tetap menyusui eksklusif. Seperti kita ketahui keinginan dan motivasi yang kuat dari Mama, dukungan dari Papa dan keluarga, serta bekal informasi tentang ASI yang cukup akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan menyusui bagi working mama.

Pemerintah Indonesia melindungi hak-hak ibu menyusui yang bekerja seperti tercantum di Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif, Pasal 30 ayat 3, yang bunyinya yaitu Pengurus tempat kerja dan penyelenggara tempat sarana umum harus menyediakan fasilitas khusus untuk menyusui dan atau memerah ASI sesuai dengan kondisi kemampuan perusahaan, serta Pasal 34 yang berbunyi pengurus tempat kerja wajib memberikan kesempatan kepada ibu yang bekerja untuk memberikan ASI Eksklusif kepada bayi atau memerah ASI selama waktu kerja di tempat kerja.

Berikut ini ada beberapa tips untuk para Mama yang sebentar lagi akan mulai bekerja atau yang sudah bekerja.

A. Persiapan Sebelum Bekerja (dalam kurun waktu 3 bulan cuti melahirkan)

  1. Menyusui secara eksklusif dan sesering mungkin sesuai kebutuhan bayi (on demand) selama cuti melahirkan. Hal ini dapat meningkatkan pasokan ASI. Ingat bahwa semakin sering bayi menyusu semakin banyak pula ASI yang diproduksi. Dua bulan pertama sangat penting membantu persediaan stok ASI ke depan.
  2. 1-2 bulan sebelum bekerja, Mama dapat mengunjungi klinik laktasi, bertemu dengan konselor laktasi. Di sana akan dibahas persiapan busui bekerja seperti bagaimana memerah ASI untuk persediaan stok ASI perah selama Mama bekerja, manajemen ASI perah, teknik memberikan ASI Perah dengan cawan (tidak dengan dot).
  3. Siapkan peralatan seperti breast pump (bisa perah manual, pompa manual, atau elektrik), botol kaca tempat menyimpan ASI perah atau plastik BPA Free (botol kaca lebih direkomendasikan), freezer (bisa dari kulkas 1 pintu, kulkas 2 pintu atau deep freezer), cool-box atau cool-bag, apron menyusui, jika perlu bottle warmer (baskom berisi air hangat sudah cukup), jika perlu sterilisator.
  4. Belajar memerah ASI sedini mungkin setelah Mama melahirkan. Hal ini akan memudahkan Mama selanjutnya.
  5. Membiasakan bayi minum ASI Perah dengan cawan atau cangkir, tidak perlu sama sekali menggunakan dot (dot berisiko menyebabkan bingung puting). Mama bisa membawa nenek bayi dan pengasuh untuk konsultasi ke klinik laktasi belajar cara memberikan ASI Perah dengan cawan. Sediakan waktu paling kurang 1 minggu sebelum bekerja untuk membuat bayi terbiasa minum dari cangkir dan membiasakan nenek bayi atau pengasuh yang akan memberikan ASI perah melalui cangkir selama Mama tidak ada di rumah. Hindari penggunaan empeng pada bayi untuk mengatasi rewel.
  6. ASI yang sudah diperah tahan di suhu ruangan selama 4-6 jam. Jika ingin digunakan sebagai stok saat nanti bekerja, Mama bisa simpan ASI Perah di freezer. Freezer kulkas 1 pintu tahan menyimpan ASI selama 2 minggu-1 bulan, freezer kulkas 2 pintu tahan menyimpan selama 3-4 bulan, sedangkan deep freezer (freezer es krim) tahan untuk menyimpan ASI selama 6 bulan. Jangan lupa melabeli ASI perah dengan tanggal dan jam perah dan nomor urut. Jika ingin digunakan untuk bayi, dahulukan yang pertama kali dimasukkan ke freezer (first in first out). Itulah gunananya label tanggal dan nomor urut untuk memudahkan Mama dalam menyediakan ASI Perah untuk bayi.

B. Persiapan Saat Bekerja

  1. Bila memungkinkan, Mama bisa bawa bayi ke tempat kerja. Dengan catatan apabila tempat kerja kondusif untuk bayi dan transportasi juga memadai. Bila tempat kerja dekat dari rumah, Mama bisa pulang saat jam istirahat untuk menyusui bayi. Bila tempat kerja jauh dari rumah, sebelumnya pastikan stok ASI sudah ditinggalkan untuk bayi selama beberapa jam saat Mama tidak ada di rumah.
  2. Kebutuhan cairan bayi (lahir cukup bulan) 0-6 bulan di luar menyusui langsung ke payudara adalah 150 ml dikalikan BB (berat badan) bayi dalam 24 jam. Rumus ini dapat dipakai Mama untuk memperkirakan berapa cc ASI Perah yang perlu ditinggalkan selama beberapa jam saat Mama tidak di rumah.
  3. Perah ASI semampu Mama, tidak perlu menargetkan dan kecewa apabila hasil perahan tidak sesuai yang diharapkan. Stress dan rasa kecewa dapat berpengaruh menurunnya produksi dan suplai ASI. Selalu tanamkan dalam pikiran kita bahwa berapapun hasil perahan sangat berguna dan berharga untuk bayi.
  4. Selama Mama di rumah, bayi sebaiknya menyusu langsung. Bayi yang terus menyusu akan meningkatkan dan mempertahankan pasokan ASI.
  5. Teruskan menyusui di malam hari karena di malam hari produksi prolaktin tinggi. Biasanya bayi sangat efektif menyusu di malam hari. Pagi-pagi sebelum bekerja Mama dapat kembali menyusui bayi.
  6. Selama Mama di tempat kerja, perah ASI setiap 3 jam sekali, jika ingin menaikkan pasokan ASI dapat diperah setiap 2 jam sekali. Pemerahan ASI dapat mempertahankan pasokan ASI, mengurangi nyeri dan payudara bengkak akibat ASI sudah penuh, mengurangi rembesan.
  7. ASI yang baru saja diperah di tempat kerja dapat disimpan sementara di cool-box atau cool-bag (Mama dapat membawa serta ke tempat kerja), dapat juga dititip di lemari es jika memungkinkan. Nantinya ASI ini akan dibawa untuk menambah stok persediaan. Sediakan botol penyimpanan yang bersih dan sudah disterilkan sebelumnya.
  8. Malam hari, ASI perah yang disimpan di freezer untuk minum bayi keesokan harinya dapat diturunkan ke kulkas bawah semalaman, naikkan suhu ASI Perah secara bertahap karena perubahan mendadak suhu yang ekstrim dapat merusak zat-zat penting dalam ASI. ASI yang sudah keluar freezer tidak dapat masuk kembali ke dalam freezer.
  9. ASI perah yang akan diberikan ke bayi, keluarkan secara bertahap dari kulkas bawah. Diamkan sementara di suhu ruangan atau ditaruh dibawah air ledeng yang mengalir untuk menaikkan suhu secara bertahap. Kemudian botol isi ASI perah dihangatkan di atas air hangat dalam baskom atau bottle warmer. Ingat, jangan mendidihkan atau memanaskan ASI. Panas akan menghancurkan beberapa faktor anti infeksi yang terkandung dalam ASI.
  10. Ajarkan pengasuh atau nenek bayi untuk menyajikan ASI perah dengan cangkir. Berikan satu porsi dalam sekali pemberian, hindari menyimpan kembali ASI perah dalam cawan yang sudah diberikan ke bayi apabila bayi belum habis meminumnya. Hal ini akan menurunkan kualitas zat penting yang terkandung dalam ASI. Perlu diingat cangkir atau cawan harus bersih dan disterilkan sebelumnya dan setelah dipakai.
  11. Perhatikan tanda kecukupan ASI pada bayi, perhatikan kenaikan berat badan bayi, frekuensi buang air kecil > 6x sehari, frekuensi BAB.
  12. Mama tetap memperhatikan makan yang bergizi seimbang dan minum air putih untuk menjaga stamina. Tetap berpikir positif, rileks, hindari pikiran negatif, dan stress yang berpengaruh tidak baik pada kelancaran ASI. Berbagi cerita dengan kelompok ibu-ibu menyusui yang bekerja juga dapat meningkatkan motivasi dan percaya diri.

Bekerja bukan menjadi halangan bagi working Mama untuk tetap memberikan ASI sebagai hadiah terindah kepada bayi. Tetap semangat menyusui ya, Ma.

Salam ASI!

22 Comments

  1. eka
    Eka Wulandari Gobel February 18, 2013 at 7:34 am

    tipsnya bermanfaat sekali dokter sarah, terutama untuk para working mama. TFS, dokter sarah :)

  2. ipeh
    Musdalifa Anas February 18, 2013 at 9:20 am

    terima kasih dokter sarah, artikelnya bermanfaat banget buat saya. Artikelnya sampai pagi ini udah dua kali dibaca, berulang-ulang da sudah diprintsreen juga jadi nanti kalau bingung tinggal liat contekan artikel ini.

    terima kasih ya, setuju banget bekerja bukan menjadi halangan u/working mama. Gak mau mengulangi kembali kejadian pemberian ASI kepada Lana yang ASI exclusivenya suma beberapa bulan :(

  3. mrs_karimasa
    mrs_karimasa February 18, 2013 at 10:06 am

    thankyou dok.. sangat2 bermanfaat sekali tipsnya.
    Dan insyaallah sudah dilaksanakan sama seperti yg diatas.. :)

    tapi beberapa hari belakangan ini produksi asi menurun, stok asip jadi kejar tayang.. :(
    Satura 4m sehari bisa 5botol asip, sedangkan saya sehari cuma bisa dapt 3botol asip saja.. sedih banget rasanya, pengen nangis.. :’(
    apa karena saya sudah mulai mensturasi? atau apa krn saya minum obat flu? apakah berpengaruh terhadap produksi asi dok?

  4. mimarura
    mimarura February 18, 2013 at 1:08 pm

    @mrs karimasa…. mommynya ga boleh stres. selalu pd dan tanamkan di otak kalo asi saya banyak. dapet brapa juga disyukuri aja. pengalaman saya produksi asi memang ga selalu sama. ada kalanya sangat banyak ada kalanya sangat sedikit. bantu dengan minum banyak, makan yg bergizi. yang paling penting tetap + thinking.

  5. sLesTa
    shinta lestari February 19, 2013 at 12:43 am

    great tips, dokter sarah. benar sekali, menjadi ibu bekerja bukan berarti tidak mungkin memberikan ASI kok, yang penting selalu postive thinking dan yakin pasti bisa!

  6. e1ga
    E1GA February 19, 2013 at 10:40 am

    @mrs_karimasa, pengalaman waktu anak 1 kemarin juga begitu setiap menstruasi rasanya produksi asi menurun, tapi yang coba selalu saya tanamkan ga boleh stress syukuri berapapun yang didapat,sedikit2 jadi bukit. Alhamdulillah berhasil saya bisa pompa sampai anak saya 15 bulan

  7. Marrypach
    Merry Takizawa February 19, 2013 at 12:18 pm

    Nice artikel dokter sarah, semangat lagi klo abis baca2 artikel begini, walau produksi menurun karena flu dan stamina menurun jadi harus rela stock menipis :(, tp truss semangattt

  8. sarahidayat
    Sarah Qotrunnada Nur Hidayat February 19, 2013 at 1:40 pm

    Wahh senangnya baca artikel ini, karena pas sekali saya baru memulai kerja kembali.
    Sebelumnya terus bertanya2, “bisa dapat brp botolkah saya hari ini?” Namun setelah membaca artikel dokter sarah dan comment diatas jadi lebih tenang..

  9. sarahanief
    sarah audia February 19, 2013 at 7:05 pm

    @mbak eka dan mbak ipeh: sama-sama yah, untuk mbak ipeh semangat terus ya, Insya Allah pasti bisa :)

    @mrs karimasa: hallo ma, pertama-tama tenangkan pikiran mama dulu, berapapun asip yang didapat itu sangat berharga untuk bayi mama
    positive thinking, bahwa Insya Allah pasti bisa mencukupi kebutuhan bayi. mama bisa sharing dengan beberapa teman
    atau kelompok working mama yang juga menyusui eksklusif atau sudah berhasil S1 ASIx, itu juga dapat meningkatkan confidence.
    Beberapa obat flu yang mengandung pseudoefedrin dapat berpengaruh menurunkan produksi ASI, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
    Semangat terus ya ma :)

    @mbak shinta: thanks ya mbak cantik, yaps betul sekali ibu bekerja tetap bisa memberikan aSI

    @merry takizawa: semangat mama semangaat, back to our mind-set, sugesti diri sendiri ASI saya pasti cukup, ASI saya pasti cukup.
    keep fighting ya :)

    @sarah qotrunnada: Alhamdulillah, sukses ya ma :)

  10. hestia
    Hestia Amriyani February 25, 2013 at 2:29 pm

    Tepat nih tipsnya! Saya working mama dan saya berhasil menyusui sampai 2 tahun. And I’m proud of it :)) Ayo, mama-mama, semangaaattt! :)

  11. IbundaKani
    Kencana Hikmah February 27, 2013 at 11:17 am

    Wah… Tipsnya oke banget… Dokter-nya cantik pula.. :)
    @mrs_karimasa, saya juga lagi kejar tayang nih, mom. Dedek Kani udah 6bulan+1minggu. Ga ada satu pun botol ASIP di freezer. Bener-bener hari ini merah, besok dikonsumsi. Tapi pede aja…
    Bayi minum 4-6 botol x 80cc selama saya kerja, sementara dengan 2-3 kali pumping di kantor saya hanya menghasilkan sekitar 3-4 botol x 80cc. I know it is a problem, but I take it easy. Ya tinggal di-pumping lagi aja di rumah. Kalo sebelah kiri nyusuin, tangan sebelah kanan pumping. Kan kalo bayi nyusu biasanya LDRnya dahsyat tuh ya:)) Marilah kita manfaatkan LDR-nya :D Lumayan, sekali pumping bisa dapet 40-60cc. Trus,malam-malam kalo dalam 3 jam dedek belum bangun minta susu, saya pumping lagi. Kalo dikumpulin semalem bisa nambah 1-2 botol x80cc.
    Semangatttt mrs_karimasa. Komitmen besar memang butuh usaha besar :)

  12. blank903
    blank903 March 14, 2013 at 9:25 am

    Trima kasih tipsnya, sebagai mom soon to be, berguna bgt..bgt..bgt… Smoga bisa ikutan semua mom yang comment diatas, berhasil kasih yang terbaik buat anak2nya :)

  13. Tickzie
    Mustika Kusumaningtyas April 18, 2013 at 6:54 pm

    ya ampun, baru baca artikel ini ( secara bulan depan udah mau masuk kantor dari cuti melahirkan anak kedua ). Dan baru sadar kalo ‘model foto’ nya adalah akyuuuuu.. hiihhiiiii… Inget jaman pumping di kantor yang dulu deh.

    Doakan sukses yaaa buat manajemen ASIP anak kedua ini. :)

  14. bubu angger
    bubu angger April 24, 2013 at 3:20 pm

    ah…jadi semangat lagi!!!

    ayo perah..perah…ni oleh-oleh berharga untuk anakku

    *sugesti diri sendiri*

  15. yukenny
    yukenny May 1, 2013 at 11:35 pm

    Hai Dokter Sarah
    Saya ada masalah di setiap saya panaskan asi, kenapa selalu akhirnya menjadi basi padahal sebelum di panaskan sudah di cium dan tidak basi……ada salah dimana yach……baby saya sudah 3 bulan dan sampai saat ini saya belum berhasil memanaskan asi tanpa basi…….apa yang harus saya lakukan lagi yach……saya sudah melakukan langkah2 seperti yg sudah dokter jelakan.
    1. di turunkan ke kulkas bawah dulu
    2. di keluarkan suhu ruangan
    3. di panaskan pakai gelas pakai air panas dari dispenser

    sebelumnya terima kasih dokter sarah :)

  16. sarahanief
    sarah audia May 3, 2013 at 11:03 pm

    @mama yukenny: hai ma, sebelumnya koreksi sedikit ya, tidak dipanaskan ya ma,tapi botol ASIP di taruh diatas baskom atau panci isi air hangat. ma, basinya terlihat darimana? baunya? atau warnanya? indikator yang penting dpt kita perhatikan kalau ASIP sudah kurang baik adalah bayinya ketika diminumkan ASIP menolak, selama bayi masih mau dan oke gapapa ma :)

  17. yukenny
    yukenny May 3, 2013 at 11:48 pm

    @dokter sarah : iya tidak di panaskan tp di tim pakai gelas berisikan air panas dari dispenser. basinya dari bau nya asam dan warnanya sudah kekuningan……dan di kasihkan ke baby nya juga tidak mau…….

  18. Astita
    Yuasti Fidhiyah Ulfah May 28, 2013 at 3:34 pm

    Hai Dr. Sarah….
    Anakku Tita sekarang 8m7d dan aku bekerja.
    Mau tanya neh apakah pemberian asi harus selalu diperhitungkan sesuai dengan berat badan bayi?
    anakku tidak terlalu suka minum asi dengan botol ataupun dengan memakai gelas. Sedangkan untuk pemberian asi ketika aku bekerja sekitar 400ml. apakah itu akan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhannya?
    Untuk malam hari tita sangat efektif menyusu, minum air putih atau minum teh pun dia tidak terlalu suka.

  19. sarahanief
    sarah audia May 28, 2013 at 10:58 pm

    @mama yuasti: jika sudah 8 bulan, bayi kan sudah MP-ASI ma, kebutuhan ASI pada bayi diatas 6bulan-1 tahun 70%, perhitungan mengenai ASIP yang ditinggalkan untuk bayi selama bayi masih full ASI 0-6 bulan. Jadi nutrisi didapatkan dari makanan pedamping ASI dan ASI itu sendiri, bagus sekali ma tita masih efektif menyusu terutama malam hari, diteruskan saja agar pasokan ASI mama juga terjaga. semangat terus ya :)

  20. bunda nazneen
    bunda nazneen October 6, 2013 at 7:05 am

    dokter, dr tulisan diatas kan asip dfrezzer 1 pintu 2 mg – 1 bln, brarti gak apa2 kan klo bayi diminumin asip yg penyimpanan sudah 1 bulan? trus ada indikatornya gak misal tu asip dah gak boleh dikasih ke baby?
    soalnya kmaren baca kok asip dikulkas 1 pintu cuma bertahan 10-14 hari, alias maksimal nya 14 hari, jadi galau ni dok, masak iya mbuang asip yg dah lumayan banyak krn usia penyimpanan dah 1 bln..
    gimana nih..

  21. Dewi.Utari
    Dewi.Utari October 26, 2014 at 10:17 pm

    halo filter Sarah,
    aq mau tanya dong babyku susah 7m5h susah MP Asi tapi krn aq kerjany jauh jadi ktmu hanya sbtu dan minggu saja… sejak 6 Bulan anakku susah tidk mau nyusui langsung dr aq… itu berpengaruh ga si sm produksi asi..aq masih tetep mompa.. gmn y carany biar anakku mau nyusui langsung lagi…terimakasih sebelumny…

  22. Dewi.Utari
    Dewi.Utari October 26, 2014 at 10:23 pm

    ups maaf salah ketik maksdny dokter Sarah… mohon saranny…

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.