#TUMBreastfeeding: A-Z Manajemen ASI Perah bersama F.B Monika


The Urban Mama seperti biasa menyelenggarakan acara spesial tentang ASI dan menyusui pada bulan Agustus. Tepatnya hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2016, berlokasi di Hotel Oria, Jakarta, sekitar 100 orang Urban Mama dan Urban Papa berkumpul untuk belajar lebih dalam mengenai manajemen ASI perah yang disampaikan oleh #TUMExpert yang juga konselor laktasi, F.B Monika.


MENGAPA PERLU MEMERAH ASI?

Mba Monik, begitu ia disapa, membuka pembicaraan dengan pertanyaan “Mengapa mama perlu memerah ASI?” Bagi ibu bekerja, mungkin hal ini tidak perlu dipertanyakan, tetapi bagaimana untuk ibu yang di rumah? Memerah ASI sebaiknya tetap dilakukan meski pun mama tidak bekerja kantoran. Mungkin beberapa urban mama berpikir, untuk apa memerah ASI, toh ia tidak bekerja di luar rumah, jadi ia bisa menyusui bayinya kapan pun diperlukan.

Menurut mba Monik, ada beberapa alasan mengapa mama harus memerah ASI. Untuk jangka pendek, ASI perah sangat diperlukan jika bayi ternyata sakit dan tidak bisa menyusu langsung. Saya setuju dengan hal ini, karena saya punya pengalaman saat anak bungsu terpaksa dirawat beberapa hari di rumah sakit karena kuning. Saya harus bolak-balik ke RS mengantar ASI perah untuk si bungsu.

Atau saat puting dan payudara mama bermasalah seperti nyeri puting berat, bengkak, mastitis, dll. Di saat-saat tersebut tentu saja mama akan sulit menyusui dan ASI perah akan sangat membantu.

Tak hanya alasan jangka pendek, alasan jangka panjang juga ada, contoh adalah jika mama memiliki anak kembar lebih dari dua. Saat ada tiga bayi atau bahkan lebih perlu menyusui tentu saja tidak akan bisa bersamaan dan kadang karena banyaknya bayi yang disusui, stok ASI di dalam payudara pun tidak bisa cepat terisi, maka ASI perah adalah solusi. Saat satu atau dua bayi menyusui langsung, bayi-bayi lainnya tetap bisa meminum ASI perah.

Kemungkinan terburuk pun perlu diantisipasi, jika bayi sakit dan perlu dirawat berminggu-minggu di NICU, mama bisa selalu memberikannya ASI perah. Jika bayi menderita kelainan anatomi oral seperti bibir atau langit-langit sumbing sehingga tidak bisa menyusu langsung dari payudara mama, ia juga memerlukan ASI perah.

Bagi ibu bekerja yang secara berkala meninggalkan anaknya di rumah, manajemen ASI perah pun menjadi solusi tepat.

MENYIMPAN ASI PERAH

Menyimpan ASI kedengarannya mudah, taruh saja di kulkas atau freezer, beres. Namun perlu diingat bahwa salah menyimpan ASI perah bisa menyebabkan ASI rusak.

Wadah penyimpanan ASI perah yang baik adalah yang terbuat dari bahan yang aman, mampu menampung isi sekali minum plus 10% tambahan, tertutup dengan rapat, dan dilabeli dengan jam, hari, tanggal, serta nama bayi dan orangtua.

Bahan untuk tempat menyimpan ASI boleh saja dari botol plastik asal yang polypropylene. Bisa juga menggunakan kantung plastik khusus ASIp dan juga botol kaca. Hindari menggunakan wadah stainless.

Lalu berapa lama ASI perah bisa disimpan? Jika ASI yang baru saja diperah dibiarkan begitu saja di ruangan biasa, biasanya akan tahan 3-4 jam. Jika disimpan di cooler bag/cooler box dengan ice gel, bisa tahan hingga 24 jam.

Di dalam freezer kulkas, daya tahan ASI perah tergantung model freezernya. Di freezer kulkas satu pintu daya tahannya hanya dua minggu, namun di freezer kulkas dengan pintu terpisah atau dua pintu, ASI perah bisa tahan 3-6 bulan. Kalau memakai freezer khusus atau deep freezer, ASI bisa bertahan hingga satu tahun.

Idealnya kulkas untuk ASI perah dipisah dengan kulkas makanan. Namun jika hanya memiliki satu kulkas, bedakan saja rak khusus ASI dengan rak makanan atau minuman lainnya. Jika kita menyimpan ASIp dalam plastik khusus, sebaiknya tetap masukkan plastik-plastik ASI perah tersebut ke dalam wadah kedap udara.

Bagaimana mengetahui ASI perah spoiled atau rusak?. Cium baunya, apakah ada bau asam, bau yang berbeda dari biasanya, bahkan bau sabun? Cicipi, apakah ada perubahan rasa yang mencolok? Cek tanggal perah, cek kondisi kulkas dan freezer, beri sedikit ke bayi dan lihat reaksinya. Jangan lupa untuk memantau kondisi bayi 24-48 jam kemudian dan lihat apakah ada diare, sembelit, atau ruam.

Semakin segar ASI dan semakin pendek waktu penyimpanannya adalah makin baik. Saat hendak menyajikan ASI yang kita simpan, jangan dipanaskan, keluarkan saja dari kulkas, aliri dengan air kran atau rendam di air bersuhu ruang.

Bila kita tinggal di area yang sering mengalami mati listrik, sebaiknya jika mampu milikilah genset dan stok ice gel serta es batu. Jangan terlalu sering membuka kulkas dan minimalkan celah kosong. Jika mati listrik dan ASI beku mencair sekitar 50% (masih ada es-nya) boleh dibekukan kembali.

Bagi ibu yang hendak bepergian dengan pesawat terbang dan membawa ASI perah ke kabin, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan:


  • Perkirakan durasi perjalanan

  • Hubungi pihak penerbangan

  • Beritahukan bahwa kita membawa ASIp lebih dari 100 ml

  • Jika membawa ASIp beku dalam wadah plastik, bungkus dengan alumunium foil, lalu simpan dengan dry ice, beri tanda ‘fragile’ dan masukan bagasi.

  • ASIp cair yang dibawa ke kabin dikemas per 100 ml

  • Begitu sampai tujuan, masukan ASIp ke kulkas atau freezer.


MEDIA PEMBERIAN ASI PERAH

Ada beberapa media yang bisa digunakan untuk emmberi ASI perah kepada bayi, yaitu pipet sekali pakai yang digunakan untuk memberikan kolostrum kepada bayi yang baru lahir. Bisa juga gunakan cup feeder, sloki mau pun gelas plastik kecil. Sendok juga bisa dipakai untuk memberikan ASIp pada bayi.

Bagi bayi yang mengalami kelainan anatomi oral, gunakan haberman feeder, bentuknya seperti gambar di bawah ini.

MENGENAL GREENFIELDS

Dalam kesempatan yang sama, Head of Marketing PT AustAsia Food, Endang Wijayaningsih juga hadir dan berbagi mengenai Greenfields.

AustAsiaDairy Group merupakan anak perusahaan dari Japfa International, perusahaan agrikultur dan makanan yang telah tercatat di Singapore Stock Exchange. Selain produksi susu, usaha berbasis protein yang dijalankan antara lain berupa peternakan ayam, sapi, dan perikanan.

AustAsiaDairy Group  merupakan penghasil susu kualitas tinggi skala industri di Indonesia dan Cina. Dipasarkan dan didistribusikan dengan merek Greenfields dan memproduksi berbagai macam produk olahan susu. Group ini mempunyai sekitar 80.000 ekor sapi di 7 peternakan di Cina, dan 1 peternakan di Indonesia dengan jumlah sapi lebih dari 8.000 ekor. Menghasilkan lebih dari 930 ton susu segar per hari, dan memproses lebih dari 110 ton susu per hari melalui fasilitas peternakan dan pemrosesan yang terintegrasi.

MEMBUAT MAKANAN BAYI BERSAMA BABYMOOV

Jika bicara tentang ASI, rasanya belum lengkap jika tidak membahas soal makanan pendamping ASI. Mba Yemima dari Babymoov mengajak para urban mama dan urban papa untuk membuat makanan bayi yang pastinya sehat dan rasanya enak.

MbaYemima mendemonstrasikan cara membuat ‘Grapefruit Juice Fruit Mouse’ yang hanya memerlukan waktu 10 menit saja membuatnya.

Bahan-bahan yang diperlukan adalah:


  • ½ buah apel

  • ½ buah pisang

  • Jus dari ¼ buah jeruk

  • 1 sdt madu


Cara membuat:

  • Kupas apel dan pisang lalu potong-potong.

  • Masak apel selama 10 menit lalu masukan pisang ke wadah yang kedua setelah lima menit.

  • Peras jeruk dan campur semuanya di dalam blender.

  • Hidangan siap diberikan pada bayi menggunakan sendok kecil.


Nah, lengkap sekali acara seminar Manajemen ASI perah yang lalu ya, ada soal manajemen ASI-nya, susu segar yang bisa diminum oleh ibu menyusui dan keluarganya, serta cara membuat makanan pendamping ASI yang mudah dari Babymoov.

Belum lagi doorprize serta hadiah kuis yang menarik selama acara. Terima kasih narasumber mba Monik dan para sponsor Greenfields dan Babymoov yang sudah mendukung terselenggaranya acara ini.

6 Comments

  1. avatar
    Siska Knoch October 2, 2016 9:46 pm

    Wuih.. paket komplit yah "isi" seminarnya! Kebayang deh sharingnya ditunggu banyak sama urban mama dan papa :)

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Eka Gobel September 27, 2016 9:34 pm

    Lengkap banget ini informasinya! Selalu seneng merhatiin mbak monik ngejelasin.

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Fatimah Berliana Monika September 27, 2016 3:21 pm

    Thank you TUM, thank you Mama Papa yg semangat belajarnya Luar Biasa.

    Barakallahu fiikum

    Tetap semangat :)

    -Monik

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    Musdalifa Anas September 27, 2016 9:58 am

    senang banget sama acara ini kemarin, alhamdulillah lancar dan suka banget dengan penyampaian para narasumber dan sponsor. Peserta juga semangat semua bertanya. senang.

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    zata ligouw September 26, 2016 8:45 am

    sarat ilmu banget acara TUMbreastfeeding seminar kemarin ya..seneng deh...

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.