Urban House: Renovasi Rumah Mungil

erlina_erlina
Erlina Anastasia, ST Lulusan dari Departemen Arsitektur ITB. Pernah bergabung di sebuah studio penulisan arsitektur terkenal di Jakarta. Kini kesibukannya mengurus ketiga putrinya sambil terus menulis, mengerjakan beberapa architecture project dan juga berbisnis. Buku terbaru yang ditulisnya secara mandiri adalah 20 Desain Salon Rumahan yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.
Website: http://ibuarsitek.blogspot.com/
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Kali ini saya akan ajak urban Mama dan Papa house tour ke sebuah rumah mungil yang ditinggali sebuah keluarga dengan tiga anak. Rumah ini sebetulnya adalah rumah produk developer yang dibuat masal. Berdiri di kavling seluas 108 m2 (9 m x 12 m), lebar 9 m sejajar dengan jalan sedangkan panjang 12 m memanjang ke belakang. Luas bangunan asli sebesar 68 m2. Renovasi telah dilaksanakan 2 tahun yang lalu, luas bangunannya berkembang menjadi 135 m2. Tentu saja penambahan ruang dilakukan ke lantai dua karena lahan sangat terbatas.

Berikut ruang-ruang yang ada sebelum renovasi: carport, ruang keluarga, ruang tidur utama, ruang tidur anak, kamar mandi, dapur, area makan, ruang tidur asisten rumah tangga beserta kamar mandi, dan taman belakang.


Agar fasad rumah tampil lebih atraktif, sebagian kulit bangunannya dilapisi bata merah. Permainan bentuk bukaan jendela serta pengolahan maju-mundur dinding juga dilakukan agar fasad rumah tidak terlihat monoton.

Setelah renovasi, ruang keluarga diperbesar dengan cara menjebol dinding ruang tidur utama. Jadi ruang keluarga setidaknya lebih lapang. Selebihnya, layout tetap dipertahankan seperti semula. Dapur, ruang tidur anak, dan kamar mandi tetap di posisi awal. Sedikit perubahan adalah penambahan tangga di sudut rumah yang tadinya digunakan sebagai area makan. Kini, area makan bergeser menempati bekas ruang keluarga. Entrance atau pintu masuk rumah juga dipindahkan supaya tidak langsung menghadap jalan.

Dapur:

Perubahan kecil dilakukan pada kitchen set, yaitu mengganti table top dengan granit hitam legam serta mengganti backsplash dapur dengan keramik putih berukuran 10 cm x 15 cm.

Before:

After:

Di lantai dua, lay-out dibuat sangat fungsional. Ruang tidur utama ditempatkan persis di atas ruang keluarga, sedangkan ruang kerja berada di atas dapur. Ruang tidur anak berada di atas ruang tidur anak/tamu di lantai satu. Area di atas ruang tidur dan kamar mandi asisten difungsikan sebagai area jemur.

Seluruh ruang di lantai satu dan lantai dua dipenuhi bukaan berupa jendela dan lubang ventilasi udara. Agar pencahayaan ke lantai satu maksimum, sengaja dibuatkan void dan bukaan jendela besar di lantai 2. Dari pagi sampai sore hari, otomatis rumah ini terang benderang-tidak perlu lampu. Kualitas udara juga sangat baik berkat adanya cross ventilation atau ventilasi silang. Sentuhan hijau juga dihadirkan lewat tanaman dan bunga-bunga yang sengaja ditanam untuk memberikan suasana rumah yang asri.

Sekian house touring kali ini. Semoga sajian foto before-afternya memberikan inspirasi bagi urban Mama Papa ya.

21 Comments

  1. lukluk
    cilock April 29, 2013 at 1:38 am

    Cantik rmhnya erlina.. favorit aku terasnya, itu tegel kunci ya, enak bs duduk2 sambil liet yg hejo2.. ruang tv nya jg homy, dindingnya dipakein apa ya itu..

  2. ninit
    ninit yunita April 29, 2013 at 6:08 am

    ih suka banget dengan transformasi rumah ini. keliatan beda banget… lebih terang dan clean. sukaaa!

  3. Ummu Umar
    Annisaa Utaminingtyas April 29, 2013 at 9:07 am

    Keren ya jadinya. Homy banget. Sukaaa…
    Tapi kurang bisa bayangin krn denahnya gak ada. Ehehheee… :P

  4. Shinta_daniel
    Shinta Daniel April 29, 2013 at 10:50 am

    Suka sm dinding bata ekspose putih & batu alamnyaa.. Bawa suasana alam ke dlm ruangan.. Good idea..

  5. rintul
    Rina Putri April 30, 2013 at 8:41 am

    wahhh white brick wall – impianku banget tuh :) TFS!

  6. udhien
    Mohammad Syafiuddin April 30, 2013 at 9:54 am

    Inspiratif, pengen ntar niru idenya :)

  7. nyanya
    almaviva landjanun April 30, 2013 at 4:50 pm

    waaaa rumah mungil yg lucuuuu

  8. ibun sita
    Andini Desita Ekaputri May 1, 2013 at 11:09 pm

    cantik banget… sangat inspiratif.. kebetulan lagi cari-cari ide untuk desain rumah dan taman.. jadi pengen niru terasnya yang pakai lantai kayu itu..boleh yaa :) hehehe…

  9. erlina_erlina
    Erlina Anastasia May 10, 2013 at 9:54 pm

    Hallo…
    @cilock, iya itu ada ubin ala tempo doeloe atau bisa juga disebut cement tile. Sebenarnya tegel kunci adalah merk salah satu penghasil cement tile tadi. Cement tile sengaja dipasang di teras rumah sebagai aksentuasi.
    @ninit, main sini yuk..
    @annisa @enfi, nanti saya usahakan menyertakan denahnya ya. Coba visit ke blog saya, nanti dilengkapi deh si denah dan penampakan voidnya:)
    @rina putri, tips untuk membuat brick wall dari bata merah..untuk brick wall ekspos indoor bisa menggunakan bata merah biasa, tapi untuk brick wall ekspos outdoor sebaiknya menggunakan bata khusus untuk eksterior yang lebih kuat, padat dan lebih tahan panas dan hujan.
    @andini, untuk material lantai kayu outdoor sebaiknya Anda menggunakan kayu kualitas terbaik. Teras di rumah tersebut menggunakan bilah-bilah kayu merbau yang memang tahan air. Selain merbau, bisa digunakan kayu damar laut, kayu ulin dan kayu bengkirai. Gunakan juga cat pelapis kayu secara berkala supaya kayu lebih tahan lama.

  10. elfiemilia
    elfiemilia May 12, 2013 at 2:57 pm

    keren….

  11. kiekys adityo
    kiekys adityo June 15, 2013 at 10:21 am

    homiii banget suasananya mom……. menyenangkan….. senang nya bisa diposting hasil renov rumahnya,,, jadi inspirasi,,,…

  12. erlina_erlina
    Erlina Anastasia June 24, 2013 at 3:07 pm

    Terima kasih comment-comment-nya…Jadi jangan kecil hati kalau punya rumah ‘mungil’. Bisa kok kita sulap jadi nyaman. Yang penting dalam mendesain rumah adalah membereskan organisasi ruang dulu-buat senyaman mungkin, baru kita ‘bergerak’ menata fasade dan interiornya.

  13. deli life
    Carlis Linna July 11, 2013 at 2:12 pm

    Wah, nyaman banget nih rumahnya. Inspiring :)

  14. inaku
    ina July 23, 2013 at 10:57 am

    Fasadnya cakeeppp!
    Tinggal dirapiin aja display open storages di kitchen & living room :)

  15. nikenpramusinta
    nikenpramusinta September 11, 2013 at 3:50 pm

    inspiratif sekali nih… keyen

  16. wulan_aqua
    Wulan Aquariyanti October 11, 2013 at 4:06 pm

    Keren rumahnya! Gimana sih mba penempatan lighting di sekitar ceiling fan biar bayangan baling2 kipasnya ga ganggu? Pengen pake ceiling fan tapi ragu2 keinget pas jaman sekolah, kl lg mendung dan nyalain lampu di kelas suka keganggu sama bayangan baling2 kipas.

  17. erlina_erlina
    Erlina Anastasia October 22, 2013 at 12:54 pm

    @wulan. supaya ceiling fan tidak mengganggu lighting ruang, ceiling fan tersebut tidak boleh diletakkan di bawah lampu. Kalau diperhatikan, ceiling fan di ruang keluarga pada artikel ini diletakkan di tengah-tengah, sedangkan empat titik lampu diletakkan di luar diameter ceiling fan tadi. Dengan cara ini, sinar yang keluar dari lampu tidak akan terganggu. Lalu atur juga jarak ceiling fan dari plafon dan letak bohlam lampu. Jangan terlalu dekat ya..

  18. ranieindri
    ranieindri December 6, 2013 at 5:50 pm

    inspiring article! thanks mba :)

  19. Ummu Alfathoni
    Ummu Alfathoni January 9, 2015 at 4:12 pm

    terimakasih untuk tournya

  20. nhana
    nhana January 30, 2015 at 11:48 am

    Rumhx bs jd inspirasi low mw buat rumh nnti…hheehhee

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.