Vegetarian Baby

dr. eva devita
Eva Devita Harmoniati, dr. Pendidikan: Dokter Spesialis Anak di Universitas Indonesia. Dokter Anak di RSAB Harapan Kita dan RSIA YPK, Menteng.
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Q: Dok, anak saya (ASIX) sebentar lagi 8 bulan, mulai MPASI pada usia 6 bulan, rencananya saya mau raise her as a vegetarian baby karena selain saya juga baru mulai menerapkan pola hidup as a vegetarian, saya baca di banyak web, raising a baby as vegetarian is a first step to live healthy life. Makanan yang dia makan selama ini semuanya homemade (fruits, vegetables, brown rice, tofu, cheese), saya belum pernah coba yang instan di toko-toko dan tidak mencampur ASI dengan Sufor.

Yang mau saya tanyakan, sebenarnya berbahaya atau tidak ya, penerapan vegetarian ini untuk bayi? Tante saya bilang, bayi membutuhkan daging, ceker, dan ati! Sedangkan menurut saya, asalkan makanan penggantinya bisa mencukupi asupan gizinya, buat apa saya kasih anak saya makanan yang bisa menyebabkan kolesterol in her future life? (maaf, kalau sok tahu :)) Dan kira-kira, untuk Omega 3 (katanya ini penting agar anak tumbuh pintar!) yang berasal dari ikan, bisa saya ganti dengan apa ya? Oh ya, kami (vegetarian) masih mengonsumsi ‘dairy product’, jadi telur, keju, dan susu, masih bisa :)

Terima kasih ya, Dok.

- Pertanyaan dari Putri Listyasari.

A: Hi Mama Putri,
Bayi, batita, dan balita bisa tumbuh baik dengan vegetarian diet khususnya bila masih mengonsumsi telur dan dairy products. Bila tidak, mereka berisiko mengalami defisiensi vitamin B12, B2, D, protein, kalsium, zat besi, dan zinc.

Pada usia 8-9 bulan, bayi siap mulai makan makanan yang kaya protein. Pada bayi vegetarian harus diberikan alternatif sumber protein seperti pureed beans, peas, lentils, cottage cheese, pureed tofu, dan yoghurt. Orangtua sebaiknya mendiskusikan dengan dokter anak mengenai hal ini dan agar dilakukan pemantauan secara teratur terhadap berat badan dan tinggi badannya.

Omega 3 memang penting di masa 3 tahun pertama terutama untuk perkembangan sel-sel otak. Omega 3 termasuk essential fatty acid yang berarti tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia dan harus didapatkan dari makannnya. Jenis omega 3 yang penting dalam makanan: eicosapentaenoic axid (EPA), docosahexaenoic acid (DHA), dan alpha linoleic acid (ALA). Makanan yang kaya akan omega 3 adalah EPA dan DHA: seafood (ikan salmon, halibut, fish oil), ALA bisa didapatkan dari flaxseeds, flaxseeds oil, canola oil, soybeans, soybean oil, pumpkin seeds, pumpkin seed oil, walnut, walnut oil. Saat ini susu formula bayi pun sudah ditambahkan omega 3, jadi bisa menjadi sumber omega 3 juga.

Mudah-mudahan pertanyaannya terjawab ya.

if you have question to our resident doctor, please don’t hesitate to send it to us.

9 Comments

  1. Putri Listyasari
    Putri Listyasari December 29, 2010 at 7:59 am

    Terimakasih bnyk, Dok.. Iya, pertanyaannya terjawab :)

  2. otty
    Pangastuti Sri Handayani December 29, 2010 at 11:16 am

    Wow baru tahu kalo kebutuhan gizi untuk bayi/balita bisa dipenuhi dengan sumber non-hewani. Bagus banget bahasannya :)

  3. ummubebek
    Iffah Santosa December 29, 2010 at 7:26 pm

    Wah samaan nih, Saifa juga sejak awal MPASI ngga pernah konsumsi daging2an dan tetap konsumsi dairy products terutama telur dan keju. Salam untuk Rayvell ya Putri..sesama vegetarian baby ;)

    Terimakasih penjelasannya Dr.Eva saya jadi ada tambahan jenis makanan lain untuk Saifa nih :)

  4. Putri Listyasari
    Putri Listyasari December 29, 2010 at 7:33 pm

    Asiiiik,, ada temen nih Mba Iffah & Saifa.. Salam kenal juga.. Btw, anak saya namanya Sophie, mba.. Hehehe.. *hugs*

    1. ummubebek
      Iffah Santosa December 29, 2010 at 8:06 pm

      Hahaha..jadi maluu..salah baca nama :”> Tadi buka di thread Hello Mamas & Papas nyari post perkenalannya Putri eh malah kebaca nama anak yang lain :p Kiss-kiss utk Sophie yaa..insya Allah anak2 tetap sehat walaupun tanpa asupan daging2an ^^

  5. puspita_jewel
    Sitha December 31, 2010 at 6:01 am

    Hi, Putri. Salam kenal ya… Sekedar info aja, buku Super Baby Food dr Ruth Yaron lbh ke arah vegetarian. Saya bnyk belajar dr situ. Tp kami ngga terapin total sih, cuma ngurangin daging merah.
    Smg sukses yahh…

  6. corry
    Bunda Adhya January 1, 2011 at 11:07 pm

    wah, pas banget labi bingung dengan makanan anak..
    dok, kalau makanan yang bisa boost Bb dan gigi apa aja sihhh….* langsung nanya ke ahlinya :)*

  7. Dr. Eva Devita H
    Eva Devita Harmoniati, dr. January 4, 2011 at 9:33 am

    untuk mama corry, banyak faktor yang menyebabkan berat badan anak sulit, sedikit atau bahkan tidak bertambah. perlu evaluasi kondisi fisik, bahan makanan yang diberikan, cara pemberian, dan frekuensi pemberian. intinya untuk menaikkan atau menjamin berat badan anak tetap naik, berikan makanan atau gizi yang seimbang. cukup sumber karbohidrat (nasi/kentang/cerealia, cukup sumber protein (susu/daging putih/daging merah/telur/ikan/kacang2an), dan cukup juga vitamin mineral dan lemaknya.
    untuk pertumbuhan gigi bayi salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhannya adalah asupan kalsium ibu waktu hamil.AGAR GIGI CEPAT TUMBUH

    * Latih anak menggigit biskuit bayi yang gampang lumer. Jika bayi sudah
    kenyang, gunakan mainan gigit-gigitan yang aman. Dengan menggigit, gigi
    di dalam akan menekan gusi, sehingga mempercepat proses keluarnya.

    * Berikan makanan bernutrisi sesuai aturan, yaitu dari semipadat di usia
    6 bulan menjadi semi padat dan padat di usia 1 tahun. Nutrisi yang baik
    berguna untuk tumbuh kembang dan merangsang pertumbuhan gigi dari dalam.

  8. Ngupasan Jaya
    Ngupasan Jaya November 19, 2012 at 8:37 am

    Terima kasih atas infonya

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.