Bijak Kelola Keuangan: Kunci Keluarga dan Masa Depan Sejahtera

Sepanjang bulan Agustus-September 2018 lalu, Visa Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengadakan program #IbuberbagiBijak. Program #IbuberbagiBijak berfokus pada pengelolaan keuangan bagi ibu rumah tangga. Program financial literacy ini kembali mengajak Prita Ghozie sebagai Financial Educator dan para womenpreneur, mengangkat tema 'Bijak Kelola Keuangan: Kunci Keluarga dan Masa Depan Sejahtera'.

Workshop #IbuBerbagiBijak ini diadakan sebanyak tiga kali. Workshop pertama, diadakan pada tanggal 8 Agustus 2018 bersama para ibu Dharma Wanita Persatuan DKI Jakarta dan juga mengundang mamapreneur Jenahara Nasution. Workshop kedua, diadakan pada tanggal 30 Agustus 2018 bersama para ibu dari Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) dan juga mengundang mamapreneur Gladies Rahman pemilik Dapur Gladies. Sedangkan workshop ketiga diadakan pada tanggal 10 September 2018 bersama para ibu PKK dari Kelurahan Pekayon, Jakarta Timur dan juga mengundang mama preneur Aditya Lugina pemilik Gammara Leather.

#IbuberbagiBijak

Bagi sebagian perempuan, mengelola keuangan bukanlah hal yang mudah. Bahkan menurut survei, tingkat literasi keuangan perempuan jauh lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki. Menurut data OJK, tingkat literasi finansial perempuan hanya 25%, sementara pada pria sebesar 33%. Padahal 75% keuangan rumah tangga dikelola oleh perempuan. Oleh karena itu, menurut Bapak Riko Abdurrahman (Presiden Direktur Visa Indonesia) perempuan Indonesia perlu diberikan edukasi tentang literasi keuangan agar semakin banyak perempuan di Indonesia, khususnya para ibu rumah tangga, dapat mengelola keuangan rumah tangga dengan baik.

Untuk mencapai keuangan ideal suatu rumah tangga, menurut Financial Educator Prita Ghozie perlu dilakukan langkah-langkah penting berikut:

1. Financial Check-Up

Financial check-up penting untuk memastikan kondisi keuangan keluarga aman atau tidak. Apakah urban Mama memiliki utang? Apakah biaya hidup lebih besar dari penghasilan? Apakah urban Mama sudah memiliki dana darurat dan tabungan?  Sesuai namanya, dana darurat penting untuk situasi-situasi darurat yang tak terduga. Misalnya, Mama atau pun suami kehilangan pekerjaan. Rumus untuk menghitung jumlah dana darurat yang perlu disiapkan adalah tiga kali pengeluaran rutin bulanan. Hal yang menjadi landasan rumus ini adalah kalau sampai Mama/suami kehilangan pekerjaan atau bisnis yang berjalan tidak lagi menghasilkan, urban Mama masih memiliki waktu tiga bulan untuk menyusun rencana baru.

Namun, rumus yang berlaku akan berbeda saat Mama sudah memiliki anak, yakni dua belas kali pengeluaran rutin bulanan. Dengan asumsi kalau sampai terjadi apa-apa pada kehidupan, anak masih berkesempatan menuntaskan tahun ajaran yang berjalan setidaknya selama setahun. Dengan harapan, anak dapat pindah sekolah kemudian di tahun ajaran baru.

Dana darurat haruslah mudah dicairkan. Bentuknya dapat berupa tunai (prioritas) dan tabungan. Kalau dana darurat dalam wujud tunai sudah aman, Mama boleh berinvestasi dalam bentuk logam mulia. Perlu diingat juga bahwa aset tanah atau koleksi tas mahal kita tidak termasuk dana darurat, lho.


2. Mengelola Arus Kas

"It’s not how much you make, but it’s how much you spend,” begitulah kutipan yang disampaikan Mbak Prita sebelum memaparkan penjelasan lebih jauh soal pengelolaan arus kas. Menurutnya, sebesar apapun gaji, hal itu tidak menjamin kesejahteraan. Pasalnya, pemasukan bersifat given (diberikan pihak lain), sementara pengeluaran bergantung pada pengendalian masing-masing pribadi. Untuk mengelola arus kas, Mama bisa mengalokasikan pos-pos pengeluaran berdasarkan tips dari Prita berikut ini:

  • 5% persen zakat
  • 10% assurance (dana darurat dan asuransi)
  • 30% biaya hidup
  • 30% cicilan atau pinjaman
  • 15% investasi
  • 10% gaya hidup

#IbuberbagiBijak

Skala prioritas pos-pos pengeluaran tersebut diurutkan dari paling atas hingga paling bawah berdasarkan prioritas ya, Mama. Mengapa assurance menjadi prioritas? Menurut Mbak Prita, ketika kita mengalami musibah maka kita akan berada di posisi ‘aman’ jika dana darurat tersedia secara memadai. Kedua, perihal utang. Kalau Mama memperoleh rezeki lebih, alokasikanlah langsung pada pos cicilan atau pinjaman. Namun jika Mama tidak memiliki cicilan, pos pinjaman dapat dialihkan ke investasi atau biaya hidup. Ketiga, pos pengeluaran biaya hidup. Jenisnya dibagi lagi menjadi:

  • Present consumption: konsumsi kita sekarang atau hari ini.
  • Future spending: sesuatu yang ingin dilakukan atau diperoleh di masa depan.

3.Merencanakan Keuangan

Merencanakan keuangan adalah mengetahui dengan pasti apa yang menjadi kebutuhan dan mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan serta bagaimana mencapainya. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan perencanaan keuangan adalah dengan menambah penghasilan. Menjadi mamapreneur dapat menjadi salah satu pilihan.

#IbuberbagiBijak

Di rangkaian workshop #IbuBerbagiBijak, mamapreneur Jenahara Nasution, Gladies Rahman, dan Aditya Lugina berbagi kepada para peserta bagaimana seorang urban Mama dapat berkesempatan memperoleh tambahan penghasilan dengan menjadi mamapreneur. Sebenarnya ada banyak cara untuk menambah penghasilan, misalnya bekerja aktif secara paruh waktu baik untuk diri sendiri maupun orang lain, atau berperan sebagai investor seperti membuat kos-kosan atau memberikan modal kepada teman yang memiliki usaha.

Tips dari Mbak Prita untuk urban mama yang tertarik untuk menjadi mamapreneur adalah selalu pisahkan antara keuangan rumah tangga dengan usaha. Lalu, omzet usaha dikurangi biaya adalah KEUNTUNGAN. Keuntungan usaha menjadi dana kas masuk bagi keuangan rumah tangga.

Menurut Jenahara Nasution, menjadi mamapreneur atau memiliki usaha sendiri adalah bentuk aktualisasi diri dengan kemampuan yang dimiliki, sekaligus menambah penghasilan tambahan. Sebaiknya, Mama merintis usaha sesuai dengan hobi Mama. Menurut Mama Jehan, dukungan suami sangat penting dalam menjalankan usaha. Sebagai seorang perempuan pun, urban Mama harus memiliki goals agar hidup lebih termotivasi dan semangat.

#IbuberbagiBijak

Sebelum memulai usaha, menurut Gladies Rahman sebaiknya urban Mama memeriksa kondisi keuangan keluarga. Setelah itu, tentukan ide usaha yang dapat urban Mama lakukan. Hindari berutang jika kondisi keuangan tidak sehat. Gunakan modal pribadi (bukan dari berutang) dalam memulai usaha. Siapkan dana darurat untuk mengantisipasi kondisi usaha yang belum stabil. Jangan lupa juga, selalu pisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha.

Dalam memulai usaha, Aditya Lugina menjelaskan bahwa sebaiknya urban Mama menentukan goals  berupa sasaran, ide usaha, bahan baku produk, perencanaan keuangan, harga jual, sasaran pembeli, serta cara pemasaran. Lakukan financial manajemen dengan cara menggaji diri sendiri, menabung terlebih dahulu untuk investasi, pengembangan bisnis, anggaran belanja serta kelola cash flow dengan baik. Jangan lupa untuk kembangkan usaha.

Dalam hal berbisnis, Prita Ghozie dan para mamapreneur mengingatkan para Mama untuk mempertimbangkan ragam tantangan yang akan dihadapi beserta amunisinya. Ini karena berbisnis sembari mengurus rumah tangga bukanlah perkara mudah. Komitmen untuk berwirausaha tentu membutuhkan dedikasi waktu yang tak main-main, bukan?

Nah, sudah siap memeriksa kesehatan keuangan urban Mama serta memulai untuk usaha? Ingat selalu: bijak kelola keuangan, kunci keluarga dan masa depan sejahtera ya, Mama!

3 Comments

  1. avatar
    ninit yunita September 24, 2018 2:55 pm

    seneng banget dengan program keuangan Visa ini. penting banget buat ibu-ibu untuk bijak dalam mengelola keuangannya.

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Cindy Vania September 24, 2018 11:53 am

    Terima kasih rangkumannya TUM! Uuhh aku padamuu..
    Sekarang aku lagi mulai ceki2 keuangan keluarga lagi, karena member nambah 1. Jadi harus diperhitungkan ulang.

    Selain itu harus makin semangat nabung buat biaya sekolah #kid4. Eheheh..

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    mama_ningsih September 24, 2018 6:37 am

    Terima kasih tulisannya The Urban Mama, pas banget karena saat ini saya sebagai ibu RT juga punya usaha kecil-kecilan, buka warung di rumah. Jadi tercerahkan baca tulisan ini.

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.