Love your body. Love your money.



Fitriave NoerimanFitriavi Noeriman ST, RFA
Pendidikan: S1 Pertambangan - ITB.
Sertifikasi di RFA & QMPC.

Group Head Planning Division di Quantum Magna Financial Indonesia. Narasumber di Trax FM 101,4 FM dan Cosmopolitan FM.



Q:  Hi, Fit. Saya baru ulang tahun nih. Sebagai urban Mama, saya janji pengen lebih sehat (untuk diri sendiri dan juga untuk keluarga) karena buat saya, kalau kesehatan kita terjaga, urusan finansial juga bisa terbantu untuk sehat. Mengingat kalo sakit kan biaya yang dikeluarkan juga ngga sedikit.  Ya ngga, Fit?


-- Pertanya dari Ninit Yunita


A: Happy birthday! Congratulations, now you’re 32. Ga kerasa, udah makin tua ya, Nit :p Kayaknya baru kemaren masuk generasi 30-an, baru ulang tahun ke-30. Sekarang udah jadi 32 aja. Ngga salah kok, Nit dengan janji pengen lebih sehat di ulang tahun ini. Sama kok dengan janji suami dan saya. Kami janji, semakin tua mau semakin menjaga kesehatan (janji untuk check-up kesehatan rutin setahun sekali). Well... janji tinggal janji... ga pernah kejadian tuh!


Akhirnya ada satu kejadian yang bikin kami shocked berat! Yang membuat suami dan saya finally sadar dan mau untuk berubah. Walaupun kayanya it’s a little bit too late. Kalau aja kami beneran sadar diri dan mau berubah dari dulu, mungkin ini ga akan kejadian.


Mau tau apa kejadian yg bikin kami shocked? Suami saya, yang baru 32 tahun itu, didiagnosa ada penyumbatan pembuluh darah di jantung sebesar 90%. That’s the horrible news ever! Kata dokter, salah satu penyebab penyumbatan adalah karena pola makan yang salah, makanan berlemak, kurang sayur, dan buah. Saat mendengar berita ini, saat itu pas saya lagi hamil anak kedua sekitar 5 bulan. Asli, bawaan saya jadinya sedih, mellow, dan pengen nangis terus. Padahal kan katanya kalau lagi hamil, ga boleh sedih. Nanti bayinya terpengaruh.


Tapi gimana dong?


Mana dokter spesialis jantung yang kami datengin ngga memberikan penjelasan yang menenangkan. Malahan gini katanya, "Bu, ini sudah 90%, bisa menjadi 100% kapan pun. Ayo, segera kita lakukan proses pasang ring di jantung, besok bagaimana?" Ampun deh! Malah bikin tambah stress ketemu dokter. Ini adalah pendapat dokter kedua. Dokter yang pertama, memberikan opini yang sama.   Akhirnya kami mencari pengobatan alternatif. Nah, yang ini beneran ngasih opini yang optimis banget. Tapi kok ya, agak-agak keterlaluan optimis-nya :) Ah! dasar saya manusia bawel kali ya, ngga pernah ada yang sempurna.


Solusi terakhir, going abroad, browse through internet, find a good doctor. Gak sia-sia, saya puas bertemu dengan dokter ini. Penjelasannya masuk akal. Logika saya pun bisa menerima. Alhamdulilah ternyata belum separah yang dikira. Lega banget! Tapi ini bukan berarti suami (dan juga saya) bisa santai lho. Pesen dari dokter nya jelas. HARUS MENGUBAH GAYA HIDUP, jalani pola hidup sehat, atur makanan nya, dan olahraga secara rutin. Secara teori, itu sih kita berdua udah tau banget, hanya ya itu dia, ngga pernah dijalankan. Baru lah setelah mengalami kejadian itu, akhirnya kami berdua benar-benar merealisasikan janji yang dulu hanya janji-janji aja.


We start a new chapter of our life. We promise to change our life style.


Karena kalau kita bisa jaga badan, tetap sehat sampai tua, banyak hal berarti yang bisa dikerjakan. Kita bisa tetap ibadah, bisa ngejar surga, bisa liat our baby grow up, liat dia nikah, nimang cucu, and many more. Our life would be more meaningful.


Mau tau apa yang kami lakukan sekarang?


First, kami pergi ke dokter gizi. Kami discuss apa yang seharusnya kita makan dan tidak. Dokter akan menjelaskan panjang lebar soal piramida makanan, kebutuhan kalori per hari, apa jadinya kalau kelebihan kalori, memberi resep praktis untuk makanan sehat tanpa minyak goreng, memberi tips untuk buat camilan sehat, bahwa olahraga itu penting dan banyak hal lainnya. I'm so grateful that I met this doctor. Dia bisa mencuci otak saya karena sebelumnya suami dan saya gila-gilaan kalau sudah menyangkut makanan. Kayaknya semua makanan masuk kategori enak :) ngga ada yang ngga enak. Our pleasure was eating, nyobain resto baru, makanan baru. Plus another bad habit, saya adalah orang yang addicted sama kerupuk! Setiap makan harus ada kerupuk, makan steak ama kerupuk, makan pizza ama kerupuk, makan burger ama kerupuk, klo iseng nyemil kerupuk ama nasi. Ancur kan?


Saya langganan 1 kaleng kerupuk besar di rumah. Dan itu pasti habis dalam waktu 1 minggu. Itu masa lalu... lupakan! Sekarang saya bisa buang kaleng kerupuk itu, saya ngga butuh kerupuk lagi setiap makan. Kami masak makanan sehat setiap hari, no more minyak goreng, hanya makan yang dikukus/ rebus/ bakar. Ngga ada lagi camilan dari tepung dan gula, camilan saya sekarang adalah sayur atau buah.


Saya beli alat fitness untuk latihan di rumah. Kami exercise tiga kali dalam seminggu, itu pasti. Well ternyata ada hasilnya lho semua perubahan itu. Hasilnya adalah saya berhasil menurunkan berat badan 17 kg dalam waktu 3 bulan ini. Suami turun 8kg dalam waktu 2 bulan. Isn’t that cool? Kami berdua seneng banget karena finally bisa jalanin hidup sehat, badan lebih fit, plus jadi langsing.


Pelajaran berharga yang saya ambil dari kejadian ini adalah, most of us baru akan punya niat untuk berubah setelah kepentok mendapatkan kejadian buruk. Hal yang sama terjadi juga dengan perubahan pola kehidupan keuangan kami. Kami baru mau berubah untuk beres-beres keuangan, beres-beres hutang. Setelah kepentok miskin, kelilit utang :) It happened in 2007. That’s why I want to share my experience by writing this story, because I don’t want people to make the same mistake that I did. You must think seriously about “change your life style” physically and financially. Remember you only live once. Love your body . Love your money ... Change your life style today, don’t wait till something bad happen to you.


--


if you have question to the expert, please don't hesitate to send it to us.


*image credit: www.moneyning.com

Related Tags : ,

19 Comments

  1. avatar
    pipitta June 29, 2010 9:50 am

    haha, iya nih... kenapa ya kalo gila kerupuk dikaitkan dengan sunda :P emang bener.. saya sunda dan doyan banget kerupuk.. makan nasi doang ga masalah, selama masih ada kecap dan kerupuk yang bebas diambil...

    ternyata kerupuk tuh bad habit ya? abis gimana ya.. hampa rasanya tanpa kerupuk *lebay*

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Vanda Hamim June 22, 2010 8:51 am

    Thanks for sharing Fit..nice article..lgsg niat buat olahraga mulai minggu ini..*smoga bukan cuma niat aja ya,..*:)

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    ayutri indah June 22, 2010 12:21 am

    artikel yang menarik.terima kasih sudah berbagi. saya juga mau change my lifestyle,ah..

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    chitra novalastia June 21, 2010 9:14 pm

    waah pas beneer artikelnya..makasi yaa sudah diingatkan.. :)

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    Eka Gobel June 21, 2010 6:41 pm

    tfs ya fit!
    *memotifasi diri untuk olahraga! ayo olahraga!*

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.