Nyaman Memerah ASI dengan Pompa ASI Manual

10 Juli 2018, hampir 2 bulan saya menyusui Arsakha yang ternyata mengalami kondisi tongue tie. Beruntung saya segera mengetahui kondisi tersebut. Berbeda dengan pengalaman saat menyusui Arsyad, kakaknya Arsakha. Saat menyusui Arsyad yang juga mengalami tongue tie, payudara saya sampai luka hingga mastitis dan pada akhirnya harus menjalani proses relaktasi. Tak hanya itu saja, muncul pula keraguan: cukupkah ASI saya ketika kembali bekerja nanti? Apakah payudara akan sakit lagi kalau saya mulai memompa lagi? Dulu rasanya ingin sekali saya menyerah saja. Namun semangat yang ditularkan oleh support group membuat saya kembali yakin bahwa ini semua layak untuk diperjuangkan.

Jungkir balik perjalanan menyusui sungguh saya alami saat bersama Arsyad. Tak hanya itu, proses memilih breastpump dan wadah stok ASIP pun membuat saya sedikit stres, apalagi mengingat saat itu jatah cuti kerja sudah hampir habis. Berbekal breastpump kado dari sahabat, dimulailah hari-hari kejar tayang stok ASIP saat bersama Arsyad hingga akhirnya ia menginjak usia 1 tahun 8 bulan.



Saat mengandung Arsakha, tentunya masalah ASI dan menyusui ini menjadi perhatian karena saya tak ingin lagi mengalami masalah yang sama sampai karenanya mengalami baby blues. Memasuki trimester ketiga, saya mempersiapkan perlengkapan menyusui. Dimulai dengan membongkar breastpump yang dulu saya pakai untuk Arsyad. Sayangnya, motor mesin breastpump tersebut sudah tidak berfungsi dengan baik dan suaranya bising sekali. Akhirnya mendekati HPL, saya sibuk mencari breastpump yang cocok dan harganya ramah di kantong. Berkat rekomendasi dari teman-teman, jatuhlah pilihan saya pada Philips Avent Comfort Manual Breastpump. Tiga hari setelah Arsakha lahir, saya pun mulai memerah ASI. Inilah beberapa hal yang saya rasakan setelah mencoba Philips Avent Comfort Manual Breastpump:

  • Posisi yang nyaman saat memompa. Biasanya untuk mendapatkan hasil perahan ASI yang banyak, saya agak sedikit menunduk saat memompa. Namun hal tersebut membuat punggung terasa pegal dan kurang nyaman. Dengan Philips Avent Comfort Manual Breastpump, saya bisa melakukan kegiatan memompa ini sambil duduk bersandar. Posisi duduk yang nyaman dan santai akan membantu memancing produksi ASI lebih cepat dan banyak.
  • Bantalan silikon yang lembut. Philips Avent Comfort Manual Breastpump memiliki bantalan silicone yang lembut. Jadi pada saat proses memompa, payudara tidak terasa sakit karena bantalan tersebut seperti menirukan gerak mengisap bayi sehingga merangsang ASI cepat keluar.
  • Ringan dan mudah dibawa saat berpergian. Breastpump yang satu ini ringan dan praktis dibawa saat berpergian. Meskipun sekarang saya sudah tidak aktif bekerja kantoran, membawa pompa ASI tetap saya lakukan ketika berpergian atau menghadiri blogger event. Rangkaian produknya juga kompatibel dan ringkas, sehingga tak perlu khawatir ada spare part yang tertinggal saat hendak dibawa.
  • Mudah dirakit dan dibersihkan. Philips Avent Comfort Manual Breastpump sangat mudah dirakit sebelum pemakaian dan mudah sekali dibersihkan setelah penggunaan, karena jumlah spare part atau bagian pompa yang hanya sedikit. Di antaranya adalah silikon corong, badan pompa, tuas, botol penampung ASI, dan valve atau katup pompa.


Meskipun saat ini saya bekerja dari rumah, mempunyai pompa ASI dan kembali belajar manajemen ASIP tetaplah penting dan harus dilakukan. Saat menyusui Arsakha langsung dengan payudara kanan, payudara kiri bisa sambil dipompa dengan Philips Avent Comfort Manual Breastpump. Power pumping ini membuat ASI keluar lebih banyak.

Urban Mama lagi galau memilih pompa ASI mana yang ringkas dan nyaman? Saya merekomendasikan Philips Avent Comfort Manual Breastpump karena nyaman untuk digunakan.

3 Comments

  1. avatar
    Cindy Vania December 27, 2018 8:34 pm

    btw akhirnya aku pakai avent manual juga nih mama Ayu, enak yaa ternyata. setuju deh bantalan silicone nya lembut banget dan nyaman.
    Masih belajar cara pumping nih biar produksinya banyak, karena anak keempat mulai suka di satu PD aja

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Cindy Vania September 18, 2018 10:03 pm

    Setujuu! Power pumping bisa bikin ASI yang keluar semakin banyak, apalagi pas LDR barengan :)

    Aku pas anak kedua pakai pompa ASI manual juga, nah yang anak ke empat ini baru nyobain yang lain, walau lebih enak pompa beneran sih :D

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    ninit yunita September 18, 2018 9:12 am

    setuju banget! pernah pakai pompa ASI manual ini dan memang recommended! enak dipake dan ringkes! awet pula :) bisa dipakai buat anak ke dua waktu itu.

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.