Partner Pemberian ASIP

M-E-N-Y-U-S-U-I

Delapan huruf itu adalah nightmare bagi saya beberapa tahun lalu saat baru melahirkan anak pertama. Pada kehamilan kedua yang lalu pun, menyusui tetap jadi satu hal yang paling saya khawatirkan. Kegagalan saya menyusui anak pertama saya benar-benar membuat saya merasa tidak ingin gagal lagi untuk kedua kalinya. Sejak saya tahu kalau memiliki kondisi inverted nipple, breastfeeding is not that easy for me.

Sepanjang kehamilan Kianna, saya mencoba lebih berusaha lagi menggali informasi agar dapat menyusui Kianna dengan baik. Saya banyak mendapat dukungan dari teman-teman Birth Club Affan terdahulu, mereka terus mensugesti saya kalau saya pasti bisa memberikan ASI untuk Kianna.

Akhirnya, tiba waktunya Kianna lahir. Butuh usaha dan niatan yang lebih untuk dapat membuat Kianna latch on pada  puting dengan kondisi inverted nipple ini. Setelah perjuangan yang cukup menguras emosi dan air mata, akhirnya Kianna bisa latch on dengan baik. Bahagianya sungguh tidak bisa digambarkan.

Setelah berhasil membuat Kianna menyusu langsung dengan saya, saya kembali galau. Saya sempat ragu, bisakah saya terus memberikan Kianna ASI minimal sampai ia berusia 6 bulan? Karena saya harus kembali bekerja setelah cuti melahirkan selesai.

Oleh karena itulah, sejak hari pertama Kianna lahir saya langsung mulai pumping untuk mengumpulkan ASI perah (ASIP). Terlihat sangat ngoyo memang karena ada yang memberitahu kalau belum saatnya saya mulai pumping. Tapi saya tetap pada pendirian saya untuk mulai pumping sedari dini, because we never know what the future brings.

Sambil mengumpulkan ASIP, saya mulai memikirkan media apa yang akan saya gunakan untuk memberikan ASIP ke Kianna ketika saya bekerja. Sempat muncul ide untuk memberikan ASIP dengan menggunakan sendok atau cup feeder, tapi ibu mertua saya pasti akan sedikit kerepotan. Akhirnya saya memutuskan untuk memberikan Kianna ASIP dengan menggunakan botol susu saja.

Banyak informasi yang menyatakan kalau ASIP dengan botol akan menimbulkan kemungkinan bayi mengalami bingung puting. Apalagi dengan kondisi inverted nipple saya, biasanya akan meningkatkan risiko bayi bingung puting. Dan ini benar-benar terjadi pada Kianna. Kianna sempat mengalami nursing strike dan tidak mau menyusu dengan saya. Akhirnya saya disarankan untuk mengganti botol susu oleh konselor laktasi saya. Duh langsung ketar-ketir rasanya. Saya tidak ingin Kianna bingung puting. Saya ingin Kianna tetap bisa menyusu langsung dengan saya. Akhirnya, saya pun menjadi sangat selektif dalam pemilihan botol susu yang baru untuk Kianna.

Setelah banyak membaca dan mendengar sana sini, akhirnya pilihan saya jatuh ke #BotolSusuGenerasiBaru yaitu Philips Avent Natural Wide Neck Bottle.


Mengapa saya memilih Philips Avent Natural Wide Neck Bottle?


  • Desain dan bentuknya lebih ergonomis untuk memudahkan pengasuh (bahkan tangan si kecil) memegang botol.



  • Bentuk nipple Avent Natural Wide Neck Bottle lebih mirip kontur payudara ibu. Oleh karena itu, akan sangat memudahkan bayi untuk latch on sehingga bayi mudah menggunakan botol semudah menyusu langsung pada ibunya.



  • Pada nipple terdapat kelopak yang lembut dan nyaman. Ini membuat puting lebih fleksibel bergerak. Bentuk kelopak ini juga bertujuan agar bentuk nipple tetap kokoh ketika berada di mulut bayi. Sehingga lebih memperlancar bayi menyusu pada botol.



  • Pada bagian nipple terdapat dua valve sebagai anti colic (kembung). Udara akan dialirkan keluar melalui dua valve sehingga tidak masuk ke perut bayi.



  • Material nipple terbuat dari silicone yang lembut dan fleksibel. Nipple juga hanya akan mengeluarkan susu apabila diisap oleh bayi.



  • Material botol plastik BPA Free, sangat aman untuk bayi.



  • Botol Wide Neck Philips AVENT dirancang berleher lebar untuk mempermudah pengisian susu dan pembersihan botol secara lebih optimal.



Kianna sekarang sudah kembali mau menyusu langsung dengan saya... Alhamdulillah... akhirnya saya bisa menunaikan kewajiban saya memberikan ASI Eksklusif untuk Kianna selama 6 bulan walaupun harus bekerja.


I should be thankful to Philips Avent karena telah mendengarkan, mempelajari, dan berinovasi bersama ahli kesehatan, dokter, serta para ibu untuk mengerti lebih jauh mengenai kebutuhan bayi dan orangtua yang terus berubah. Semoga botol susu Philips Avent Natural Wide Neck bisa terus menjadi partner saya dalam memberikan ASI untuk Kianna selama saya bekerja sehingga kebutuhan ASI Kianna bisa tetap terpenuhi dengan baik.

8 Comments

  1. avatar
    Vina Stephanie January 10, 2018 2:28 pm

    Vina Stephanie

    Hallo mom, bayi saya Umur 2bln. Saat ini saya sedang melatih untuk minum Pake botol karena 1bln cutinya abis. Namun bayi ga mau dikasih Pake botol. Udh 3 merk botol bln berhasil. Bayi nangis kejer dikasih botol. Bagaimana solusinya ya?

    Terimakasih

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Honey Josep March 29, 2016 6:14 pm

    Tfs Dieta! Kamu keren! :)

    benar bahwa menyusui itu sepenuhnya dari pikiran, bahkan inverted nipple pun bisa sukses menyusui :)

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Eka Gobel March 29, 2016 11:57 am

    Dieta keren banget! Semangatnya ngasih ASI tinggi sekali. Semoga dapat menginspirasi busui lain yang sedang berjuang juga yaa.

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    Radieta Putri March 26, 2016 5:27 am

    Iya banget mbaaa, punya Affan pun masih awet banget sampe sekarang hehe. Alhamdulillah udah lega sekarang udah lewat 6 bulan, doak.an semoga bisa lanjut sampai satu tahun dan seterusnya yaa amin..

    Mba Ipeh : sok atuh mbak dikadoin ini ajaa insya allah kepake dan bermanfaat buat teman dan bayinya :D

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    musdalifa anas March 25, 2016 8:58 pm

    Mama dieta, terima kasih ya review produknya. Kebetulan ada teman yang baru aja melahirkan, jadi kefikiran ngasih kado ini buat dia. Bagus banget ya Avent Natural Wide Neck Philips ini, dulu pas Yoona dan Lana masih bayi juga pakai Avent, tapi yang tipe classic kalau gak salah, bawaan dari breastpumpnya. Alhamdulillah juga cocok.

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.