Tenang Kembali Bekerja Berkat Botol Susu yang Tepat

Tidak terasa Januari hampir berakhir, saya mulai bersiap-siap karena pertengahan Maret akan kembali bekerja. Alhamdulillah, pengalaman saya dengan anak pertama membuat kali ini sedikit lebih santai karena sudah mengetahui apa saja yang diperlukan dan wajib dimiliki untuk menunjang pemberian ASI pada si adik bayi. Meskipun jarak kehamilan pertama dan kedua cukup jauh (4,5 tahun), perlengkapan 'perang' yang dibutuhkan untuk memerah dan menyimpan ASI masih bisa digunakan dengan baik seperti breast pump, botol penampung ASI, sterilizer, serta cooler bag, semua masih layak pakai untuk anak kedua.  

Namun, ada satu masalah yang membuat saya bingung, yaitu masalah pemilihan dot bayi untuk pemberian ASIP. Dulu saat baru melahirkan Raya, saya tidak mau memberikan dot pada bayi karena takut ia bingung puting. Raya jadi tidak mau sama sekali memakai dot untuk minum ASIP yang sudah saya titipkan di daycare. Akhirnya ASIP diberikan pada Raya dengan menggunakan sendok, tetapi Raya jadi sering tersedak dan muntah saat minum ASIP karena para pengasuh di daycare kurang telaten saat menyuapi ASIP. Untungnya tidak lama kemudian Raya sudah bisa minum menggunakan sedotan, jadi ASIP pun diberikan dengan sedotan.

Anak kedua saya, Shasha, juga akan dititipkan ke daycare saat saya masuk kerja nanti. Agar kejadian pada Raya tidak terulang, saya pun berencana untuk pelan-pelan memperkenalkan Shasha minum ASIP dengan dot.

Hari kedua setelah melahirkan Shasha, ternyata produksi ASI saya sangat berlimpah sehingga harus dipompa. Suster membantu memberikan ASIP dengan menggunakan sendok. Pada hari ketiga, Shasha harus disinar karena kadar bilirubinnya tinggi. Shasha memerlukan banyak ASI karena ia kepanasan dan untuk mencegah dehidrasi saat disinar. Sementara kondisi saya masih dalam masa pemulihan setelah operasi dan belum bisa menyusui Shasha secara langsung. Selain memberikan ASIP dengan sendok, perawat di rumah sakit juga menawarkan untuk memberikan ASIP dengan dot, tetapi rupanya ini membuat Shasa sering tersedak dan mulai bingung puting.

Pada hari keempat, ternyata Shasha belum bisa pulang. Saya pun meminta suami membawakan botol susu yang ada di rumah, agar Shasa bisa mencoba botol lain dan tidak tersedak saat minum ASIP serta tidak bingung puting. Botol susu yang dibawa dari rumah adalah Philips Avent, ternyata memiliki keunggulan yang memang saya butuhkan.

Philips AVENT

Botol susu natural Philips Avent dilengkapi desain kelopak inovatif, dot lebar seperti payudara agar mulut bayi menempel secara alami seperti pada payudara. Kelopak di dalam dot meningkatkan kelembutan dan kelenturan sehingga proses menyusui bayi lebih nyaman dan mengurangi bingung puting. Keunggulan lainnya dari botol susu Philips Avent adalah:

  1. Sistem anti kolik dengan katup ganda. Katup ganda yang inovatif didesain untuk mengurangi kolik dan rasa tidak nyaman dengan mengalirkan udara ke botol bukan ke perut bayi.
  2. Bentuk ergonomis, sehingga mudah dipegang dan digenggam dari segala arah.
  3. Leher botol yang lebar memudahkan untuk diisi, dibersihan dan pemasangannya dapat dilakukan dengan cepat karena hanya memiliki beberapa komponen didalamnya.
  4. Dot susu yang pendek membuat bayi seperti menyusu langsung di payudara dan tidak membuat tersedak karena kepanjangan.
  5. Terbuat dari bahan bebas BPA* (polipropilena).
  6. Tersedia dengan berbagai ukuran sesuai dengan kebutuhan dan usia bayi.
  7. Telah digunakan dan dipercaya para ibu sejak tahun 1984.

Philips AVENT

Ternyata Shasha cocok saat minum ASIP dari botol susu Philips Avent. Ia tidak tersedak lagi, ASIP juga tidak berceceran, dan sedikit demi sedikit Shasha mulai mau menyusu langsung dari payudara.

Saat ini Shasha sudah tidak bingung puting, berat badannya bertambah, serta bilirubinnya normal. Saya tetap memakai botol susu Philips Avent untuk pemberian ASIP saat bepergian atau ketika saya harus menitipkan Shasha ke neneknya. Ukuran botolnya kecil tidak memakan ruang dan bisa langsung dimasukan ke tas jinjing saya di mana pun, kapan pun.

Philips AVENT

Sekarang saya tidak khawatir lagi meninggalkan Shasha di daycare apabila nanti saya harus kembali bekerja, karena saya tahu asupan ASIP Shasha akan terjaga dengan menggunakan botol susu Philips Avent serta bebas dari tersedak dan kolik. Semoga pengalaman saya ini dapat membantu Urban Mama yang sedang bingung karena harus meninggalkan bayinya kembali bekerja. Botol susu Philips Avent dapat menjadi alat alternatif yang dipercaya Urban Mama untuk memberikan ASIP pada bayi.

15 Comments

  1. avatar
    Insan Sanubari June 30, 2018 5:00 pm

    nice info terima kasih yaa mom

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Mirna Puji Rahayu February 12, 2018 4:33 pm

    Aku termasuk yang derama banget pilih botol susu... dan kayaknya spesifikasi botol Nurani saat ini mirip sama avent yang Shasha pakai sepertinya.. bisa dicoba kapan-kapan..

    1. avatar
      5andranova February 12, 2018 5:17 pm

      yuk dicobaiin ihhihihi... aku jg sekarang kl kemana2 bw botol avent biar ngga repot buka2 baju :D

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  3. avatar
    5andranova February 5, 2018 1:05 am

    @nike iya niik, dulu kan aku nyimpen botol avent sblm sha2 lahir jaga2 krn nike bilang aryo cocok pk avent

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    Anda Alvi February 4, 2018 2:50 pm

    Belinya botol asip avent dimana ya bund?

    1. avatar
      5andranova February 5, 2018 12:59 am

      Di toko online atau toko perlengkapan bayi byk kok mba :) gampang nyarinya botol avent ini

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  5. avatar
    musdalifa anas January 30, 2018 11:04 am

    Kedua anakku juga dulu pakai botol avent, yg pertama pakai yg classic, anak kedua pakai yg natural. Alhamdulillah cocok dan gak bingung puting. So far kalau ada teman mau lahiran, botol asip AVENT atau breastpump selalu jadi andalan untuk pilihan kado teman/keluarga. Alhamdulillah rata-rata baby mereka cocok pakai botol Avent.

    1. avatar
      5andranova February 5, 2018 1:00 am

      Tos mba ipeh

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.