5 Parenting Skills Yang Efektif

Cindy_hypno
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Urban Mama Papa tentu sudah tahu apa yang dibutuhkan untuk membuat suatu perubahan dalam perilaku anak. Salah satunya adalah dengan mengubah cara urban Mama Papa berkomunikasi dengan anak dan saya senang mengetahui bahwa urban Mama Papa sedang mencari keterampilan pengasuhan yang efektif. Terlalu banyak orangtua berpikir bahwa perubahan tidak harus datang dari mereka dan bahwa jika anak mereka tidak mengerti ketika mereka memukul atau berteriak padanya, ia memiliki masalah. Dengan memahami bahwa urban Mama Papa memiliki andil besar dalam perilaku anak dan dengan menguasai beberapa Parenting Skill yang efektif adalah langkah penting menuju perubahan besar dalam hubungan urban Mama Papa dengan anak.

Menjadi orangtua yang baik berarti memberi kepada anak-anak kita semua cinta yang kita miliki dan semua nilai-nilai positif untuk membuat mereka menjadi orang yang bertanggung jawab, sensitif, memiliki toleransi, bisa mengekspresikan perasaan mereka, dan dapat menyelesaikan masalah. Kita tidak dapat bereaksi secara impulsif untuk  mengajarkan sesuatu kepada anak-anak kita. Itulah sebabnya 5 tips berikut ini dapat membantu untuk mengasah Parenting Skill urban Mama Papa.

  • Jadilah teladan bagi anak. Ingat dia meniru urban Mama Papa, dan belajar mengenal dunia orang dewasa melalui perilaku urban Mama Papa sendiri. Jadilah orang dewasa yang urban Mama Papa ingin anak urban Mama Papa menjadi nantinya.
  • Selalu tetap tenang. Urban Mama Papa tidak mengajarkan apa-apa jika berteriak pada anak. Jangan bereaksi impulsif di depan anak. Tahan kemarahan. Perasaan marah adalah normal. Luapkan kemarahan di ruangan lain jika perlu. Suara urban Mama Papa tetap lembut tapi dengan nada tegas. Tidak perlu berteriak.
  • Selalu jelaskan konsekuensi dari perilaku buruk anak. Jelaskan padanya apa yang boleh dan tidak boleh, lalu tanyakan apakah anak sudah mengerti. Hargai perilaku anak yang baik. Seringkali, anak-anak tetap memiliki perilaku buruk karena mereka tidak mengerti bahwa hal itu tidak boleh dilakukan. Ketika anak melakukannya, mereka dapat memilih bagaimana berperilaku dengan mengetahui apa yang akan menjadi konsekuensinya, bagaimana urban Mama Papa akan bereaksi, dan kedisiplinan apa yang diberikan. Ini adalah salah satu Parenting Skill yang paling efektif dalam jangka panjang. Mulailah terapkan dari sekarang.
  • Dorong anak untuk membangun harga dirinya. Katakan padanya dia mampu melakukan sesuatu, tetapi tunjukan bahwa melakukan kesalahan itu adalah normal. Jangan ajarkan dia untuk mencari kesempurnaan. Perhatikan apa yang dia lakukan, apa yang sulit baginya, dan perhatikan ketika dia sedang berusaha. Jangan memberikan bantuan karena kasihan. Biarkan dia mencoba.
  • Katakan dan tunjukan cinta tanpa syarat anda untuk anak Anda. Selalu ungkapkan bahwa urban Mama Papa mencintai dia tak peduli apapun. Ada beberapa perilaku anak yang tidak dapat diterima, itu sebabnya urban Mama Papa menghukum mereka, tetapi hukuman tersebut tidak pernah mengurangi cinta kita baginya. Ciumlah dan peluk anak dan katakan, “Mama cinta kamu, Mama mendukung kamu dan menyayangimu”. Ini sangat penting.

Tetapi bagaimana jika situasi saya lebih sulit dan perilaku anak saya sudah tidak bisa ditolerir?

Ketika sebuah perilaku buruk sudah menjadi kebiasaan bagi anak dan urban Mama Papa tidak memiliki kontrol atau otoritas di atasnya lagi, beberapa panduan efektif harus diterapkan oleh urban Mama Papa sesegera mungkin. Sayangnya dalam situasi seperti itu, urban Mama Papa membutuhkan lebih dari sekedar beberapa tips. Kabar baiknya adalah bahwa seorang terapis dapat menciptakan program Parenting Skill yang sangat efektif yang dapat dengan mudah diterapkan.

Urban Mama Papa mungkin ingin mendiskusikannya dengan seorang terapis untuk mencari metode mana yang paling cocok untuk anak.

Dengan konsistensi dan keterampilan komunikasi yang tepat, situasi apa pun dapat ditingkatkan, tidak peduli seberapa putus asa tampaknya urban Mama Papa saat ini, saya dapat meyakinkan bahwa semuanya akan menjadi lebih baik.

HypnoLoving Personal Life Coach By  S. Cindy, C.Ht.
Mind Therapy Center Apotik Klasz (by appointment)
Jl. Boulevard Raya QA5 No.17,
Kelapa Gading, Jakarta Utara- 14250
BB PiN : 22BE1D71

13 Comments

  1. sLesTa
    shinta lestari May 9, 2011 at 9:17 am

    point #2 itu gue masih suka kelepasan. sebenernya gue termasuk orangtua yang bisa lempeng dan nahan marah. tapi kalo udah kelewatan dan setelah berkali2 diingetin gak juga, akhirnya jadi keluar deh teriaknya. maksudnya biar dapet attention, apalagi kalo sudah capek pulang kantor. tapi naia biasanya kalo dikerasin, malah makin menjadi2. nah kalo udah gitu terpaksa deh tahan napas dan mulai ngomong lagi pelan2.. tricky ya?

    1. Cindy_hypno
      HypnoLoving May 11, 2011 at 11:47 am

      Mbak Shinta, sangat wajar kalau kita lama kelamaan jadi emosi apalagi kalau kita sedang letih. tapi mengapa kita tetap harus merubah pola yang seperti ini? karena pada dasarnya, seorang anak itu membutuhkan waktu untuk memproses suatu informasi yang mbak berikan. dan tentunya kita juga mengakui, bahwa sangatlah berat untuk menghentikan sesuatu yang kita sukai. misalnya : seorang anak yang sedang bermain, tapi disuruh berhenti karena harus mandi. apabila mbak berteriak, yang dia tangkap hanyalah nada suara mbak, yang keras, dan hanya itulah yang membuat dia takut. jadi anak mbak melakukan perintah mbak, bukan karena dia memutuskan untuk melakukan hal itu, tapi hanya karena takut mendengar suara yang keras.

      Ada banyak sekali teknik bagus untuk berkomunikasi dengan anak.

      wish you to be the best parent in the world!

  2. otty
    Pangastuti Sri Handayani May 9, 2011 at 10:48 am

    Duh sama, point 2 itu juga kelemahan gue. Gue bukan teriak marah ke anak, gue justru teriak karena gue udah bingung harus gimana lagi (teriak ke diri gue sendiri aja supaya lega). Tapi akhirnya Nara nangis karena dia pikir gue teriak marah ke dia, abis itu baru nyesel :(

  3. dewi_apriel
    aprie May 9, 2011 at 12:19 pm

    kalo gw tuch paling susah nerapin batasan poin ke-4, batasan ama ngebantu sama ngajarin itu yg suka gw bingung.. :P

    1. Cindy_hypno
      HypnoLoving May 11, 2011 at 11:55 am

      Mbak Dewi,

      Memberi batasan itu artinya tidak memulu kita melarang ini dan itu. melainkan, memberikannya penjelasan apa yang boleh dan tidak boleh dan bersikaplah konsisten setiap saat. dan terkadang biarkan realita yang menjadi guru terbaiknya. misalnya : anak dimarahi guru karena lupa membawa buku. nah, biarkan pengalaman tersebut mengajarkan anak agar dia lebih teliti lagi merapikan bukunya.

      Terkadang sebagai orang tua sangatlah normal untuk tidak tega pada anak. namun, kita tidak bisa memberikan kehidupan “disneyland” kepada anak, karena pada kenyataannya dunia itu keras dan tidak adil. dengan membiarkan anak memperoleh kebebasannya namun tetap dalam pengawasan mbak, itulah arti dari menjadi orang tua yang bijaksana.

      wish you to be the best parent in the world!

  4. May 9, 2011 at 2:45 pm

    Pas banget buat dipelajari + dilatih dari sekarang buat saya yang sedang menanti anak pertama.

    Dan mungkin quote ini selaras dengan artikel di atas:

    “Jika ada sesuatu yang ingin kita ubah pada anak, pertama-tama kita harus meneliti dan melihat apakah kita lebih baik mengubah sesuatu yang ada pada diri kita.”
    (Carl Jung)

    1. Cindy_hypno
      HypnoLoving May 11, 2011 at 11:51 am

      Bener banget mbak Diar. seperti di pesawat, “pada saat ada keadaan darurat, gunakan masker oxygen pada diri anda sendiri dulu, barulah menyelamatkan anak.” :)

      wish you to be the parent in the world!

  5. Honey Josep
    Honey Josep May 10, 2011 at 12:24 pm

    sama nih kayak Slesta, paling gak bisa “menguasai” poin no. 2

    terakhir marah dan teriak Sabtu malam kemarin karena Darren main air di wastafel :(

  6. yenarosa
    yenarosa May 10, 2011 at 4:52 pm

    idem sama yg point 2. Selalu tetap tenang. hufftt!! syusyah!! kemarin nada tinggi ke wiksa [13moth] gara2 berkali2 gigit sandal karet. :( habis tuh nyeseee..ll bgt, emaknya emosi krn bete sm hal lain. jd gak kontrol deh :(

  7. astridreza
    Astrid Reza May 15, 2011 at 12:28 am

    this article is what i need right now. lagi periode ngeyel anakku, and sometimes kalo kitanya kecapean memang jadi ga bisa nahan marah :( thanks for the reminder. punya anak memang pelajaran kesabaran yang luar biasa.

  8. febhie
    febriani antasari May 19, 2011 at 2:25 pm

    i really need this,…

  9. wardani
    liana wardani August 19, 2011 at 12:24 pm

    good article …. tp perlu usaha yg lebih terutama untuk sabar-nya

  10. citralestari_np
    citra lestari December 25, 2012 at 7:36 pm

    Wah makasih buat artikelnya. Reminder buat saya, apalagi untuk point ke 2. Kalo saya udah ngasih tau, tapi anaknya tetepp aja gitu, itulah yang buat saya suka susah nahan marah. Tapi setelah itu langsung sadar dan coba ngomong lagi pelan2. Cuma anaknya udah keburu tau sebelomnya ibunya udah marah..hihi. Jadi kesabaran ini yang masih perlu dilatih.
    Setuju juga ama quotenya diar , kalo pengen anaknya menjadi teladan, yaa mulai lah menjadi orang tua yang bias diteladani.

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.