Bahaya Pemberian MPASI Dini & Menundanya

monicapurba
Berliana Monika , ST , MM Konselor Laktasi & La Leche League (LLL) Leader of Rochester South NY, US. Lulusan S1 Fakultas Teknik Sipil&Perencanaan ITB & S2 Magister Manajemen Universitas Indonesia.
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Pada bulan Mei 2001, World Health Assembly (badan penentu kebijakan dari organisasi kesehatan dunia WHO/World Health Organization) yang ke 54 menyatakan pentingnya promosi & edukasi pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Sudah banyak penelitian dilakukan yang mendukung hal ini, sayangnya masih banyak tenaga kesehatan dan masyarakat yang belum melaksanakan hal ini.

Pemberian makanan yang tepat serta optimal sangatlah penting untuk kelangsungan hidup, tumbang (pertumbuhan & perkembangan) bayi dan anak sejak usia 0 hingga 2 tahun. Menurut Global Strategy on Infant & Young Child Feeding, pemberian makanan yang tepat adalah menyusui bayi sesegera mungkin setelah lahir (IMD/Inisiasi Menyusu Dini), memberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan, dilanjutkan pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang tepat & mencukupi sejak usia 6 bulan, dan melanjutkan pemberian ASI sampai usia 2 tahun/lebih.

Masih banyak pihak yang salah paham mengenai definisi ASI eksklusif. Pengalaman saya ketika memberikan konseling menyusui di salah satu RS, ada seorang Mama yang menyatakan telah memberikan bayinya ASI eksklusif, ternyata setelah kami berdiskusi lebih lanjut, Mama tersebut selalu memberikan air putih kepada bayinya pasca disusui. Sementara ada juga Mama yang sedih karena harus memberikan obat ke bayinya yang sedang sakit sehingga merasa sudah gagal memberikan ASI eksklusif. Lantas, bagaimana definisi ASI eksklusif yang benar?

Pemberian ASI eksklusif / menyusui eksklusif adalah memberikan hanya ASI saja pada bayi dan tidak memberi makanan/minuman lain, termasuk air putih (di Indonesia juga umumnya diberi air madu, air gula, air teh manis, dll), KECUALI obat-obatan dan vitamin / mineral tetes sesuai anjuran dokter/tenaga kesehatan lainnya.

Organisasi-organisasi kesehatan internasional termasuk Indonesia di bawah ini merekomendasikan semua bayi mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya (bukan selama 4 sampai 6 bulan seperti rekomendasi lama sebelum tahun 2001):

1. WHO (World Health Organization)
Pemberian nutrisi yang tepat dan mencukupi sejak bayi sangat penting untuk kesehatan jangka panjang. Bayi harus mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan yang optimal. Selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya yang terus meningkat bayi usia 6 bulan harus menerima Makanan Pendamping ASI/complementary food yang bernutrisi dan aman sambil melanjutkan pemberian ASI sampai usia 2 tahun/lebih.

2. UNICEF (United Nations Children’s Fund)
Pemberian asupan yang optimal untuk bayi dan anak usia 0-2 tahun sangat penting. Pemberian asupan yang optimal ini berarti Mama diupayakan agar melakukan IMD/Inisiasi Menyusu Dini segera setelah kelahiran & selama 1 jam, memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dilanjutkan sampai 2 tahun/lebih, bersama dengan pemberian MPASI sejak usia 6 bulan yang bernutrisi baik, aman , sesuai usia bayi/anak, dan menggunakan sistem responsive feeding.

3. AAP (American Academy of Pediatrics).
AAP merekomendasikan bayi disusui secara eksklusif selama 6 bulan kehidupannya (tidak perlu tambahan makanan/minuman apapun kecuali pemberian vitamin/suplemen & obat sesuai indikasi medis). Bayi harus melanjutkan menyusui selama setahun/lebih selama diinginkan Mama dan bayi.

4. Australian National Health & Medical Research Council
Di Australia, sangat direkomendasikan para bayi mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan dilanjutkan sampai usia 1 tahun/lebih sesuai keinginan Mama dan bayi.

5. IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia)
Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama cukup untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Makanan pendamping ASI/MPASI kaya zat besi diberikan secara bertahap mulai usia 6 bulan.


Sumber : Key Message Booklet UNICEF

Banyak para Mama yang khawatir bayinya kelaparan saat bayi terus menerus menyusu (bisa saja bayi sedang dalam tahap Grow Spurt/percepatan pertumbuhan yang normal terjadi antara usia 0-6 bulan) serta menunjukkan ketertarikan akan makanan. Padahal kesiapan bayi untuk menerima MPASI tergantung dari kematangan sistem pencernaan bayi dan perkembangan bayi lainnya.

Berikut ini adalah bahaya / kerugian pemberian MPASI dini:

    1. Bayi lebih rentan terkena berbagai penyakit.
    Saat bayi menerima asupan lain selain ASI, maka imunitas/kekebalan yang diterima bayi akan berkurang. Pemberian MPASI dini berisiko membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman, belum lagi jika MPASI tidak disajikan secara higienis. Banyak penelitian yang menyatakan pemberian ASI eksklusif melindungi bayi dari berbagai penyakit seperti penyakit pernafasan, infeksi telinga dan penyakit saluran pencernaan yang umum diderita anak-anak seperti diare.

    2. Berbagai reaksi akibat sistem pencernaan bayi belum siap.
    Bila MPASI diberikan sebelum sistem pencernaan bayi siap untuk menerimanya, maka makanan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik dan bisa menimbulkan berbagai reaksi seperti diare, sembelit/konstipasi, timbulnya gas, dll.
    Tubuh bayi belum memiliki protein pencernaan yang lengkap. Berbagai enzim seperti amylase, enzim yang diproduksi pankreas belum cukup ketika bayi belum berusia 6 bulan. Begitu pula dengan enzim perncerna karbohidrat (maltase, sukrase), dan lipase serta bile salts untuk mencerna lemak.

    3. Bayi berisiko menderita alergi makanan.
    Memperpanjang pemberian ASI eksklusif menurunkan angka terjadinya alergi makanan. Usia 4-6 bulan kondisi usus bayi masih “terbuka”, antibodi (sIgA) dari ASI bertugas melapisi organ pencernaan bayi & memberikan kekebalan pasif, mengurangi terjadinya penyakit dan reaksi alergi sebelum penutupan usus terjadi. Bayi mulai memproduksi antibodi sendiri & penutupan usus terjadi saat bayi berusia 6 bulan.

    4. Bayi berisiko mengalami obesitas/kegemukan.
    Pemberian MPASI dini sering dihubungkan dengan meningkatnya kandungan lemak dan berat badan pada anak-anak.

    5. Produksi ASI Mama dapat berkurang.
    Makin banyak makanan padat yang diterima bayi maka berpotensi bayi akan mengurangi permintaan untuk menyusu. Bayi yang makan makanan padat pada usia yang lebih muda cenderung lebih cepat disapih.

    6. Persentasi keberhasilan KB/pengaturan kehamilan alami menurun.
    Pemberian ASI eksklusif biasanya sangat efektif dalam mencegah kehamilan secara alami. Saat MPASI sudah diberikan maka bayi tidak lagi menyusu secara eksklusif sehingga persentasi keberhasilan KB metoda alami ini akan menurun.

    7. Bayi berisiko tidak mendapatkan nutrisi optimal seperti ASI.
    Umumnya MPASI dini yang diberikan bentuknya bubur encer/cair yang mudah ditelan bayi. MPASI seperti ini mengenyangkan bayi tapi dengan nutrisi yang tidak memadai.

    8. Bayi berisiko mengalami Invaginasi usus/intususepsi.
    Invaginasi usus/intususepsi adalah keadaan di mana suatu segmen usus masuk ke dalam bagian usus lainnya sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius dan bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian. Walau penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, namun hipotesa yang paling kuat karena pemberian MPASI yang terlalu cepat.

Selanjutnya akan saya paparkan mengapa menunda pemberian MPASI/PASI melewati 6 bulan juga berisiko. Beberapa waktu lalu ada wacana yang disebarkan melalui media sosial agar masa ASI eksklusif diperpanjang sampai 2 tahun. Ketika bayi tumbuh dan berkembang serta semakin aktif, ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Berikut ini adalah bahaya/kerugian pemberian MPASI yang terlambat :
1. Bila kebutuhan energi bayi tidak terpenuhi maka bayi akan berhenti bertumbuh atau tumbuh dengan tidak optimal/slow growth.


Sumber : Complementary Feeding WHO

Bisa dilihat dari gambar di atas bahwa semakin bayi besar kebutuhan energinya makin besar yang tidak bisa dipenuhi hanya dari ASI saja (gap nya makin besar). Gap tersebut dipenuhi dengan pemberian MPASI.

2. Bayi berisiko kekurangan zat besi, menderita ADB (Anemia Defisiensi Besi).




Dapat dilihat pada gambar tersebut betapa besarnya gap kebutuhan akan zat besi yang perlu dipenuhi dari MPASI kaya zat besi, bila tidak, bayi berisiko menderita Anemia Defisiensi Besi (ADB).
3. Kebutuhan makronutrien dan mikronutrien lainnya seperti point 1 dan 2 tidak terpenuhi dan mengakibatkan risiko bayi/anak menderita Malnutrisi dan defisiensi berbagai mikronutrien.
4. Terhambatnya perkembangan fungsi motorik oral bayi.
5. Bayi berpotensi di kemudian hari menolak berbagai macam jenis makanan.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan bayi serta anak-anak kita mendapatkan haknya.

54 Comments

  1. shenyumee
    shenyumee October 16, 2013 at 6:54 am

    Makasih info.y….

  2. betajoseph
    yohana beta October 16, 2013 at 11:19 am

    saya ijin share ke facebook agar bisa dibaca oleh teman-teman, terutama untuk yang sudah memberikan mpasi pada bayi nya yang berusia 2 bulan..terimakasih.

  3. Sella
    Ananda Ansella October 16, 2013 at 12:30 pm

    Ijin share ya…

  4. mrs.harmen
    mrs.harmen October 16, 2013 at 2:39 pm

    Masalahnya, orang2 tua susah dikasih tau masalah ini. Hufth banged.
    Kemaren aja saya diomong2in sama keluarga mertua, karena ga mau ngasih pisang diusia anak saya yg 2 bln. Mau share artikel ini, tp ya mereka manalah mau baca…

  5. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika October 16, 2013 at 7:42 pm

    Dear para Mama,

    Untuk orang2tua yang susah dikasih tau memang perlu trik khusus dan kesabaran dalam menyampaikan informasi yang benar ini. Caranya buanyak, bisa pas lagi santai2 ngobrol2 ringan, bisa taruh print artikel2 mengenai hal ini di tempat yang biasa orang2 tua duduk, misal di ruang tengah/ruang TV. Dan harap diingat, anak kita, bayi kita ya anak/bayi kita, bukan anak/bayi orang2 tua kita. Jadi, tanggung jawab dan wewenang sepenuhnya ya ditangan kita dong. Yang diminta pertanggungjawaban kan bukan orang2tua kita tapi kita sendiri, kalau sudah kejadian seperti tulisan saya di atas, bahkan misal -jangan samapai- berujung kematian siapa yang paling menyesal? Coba search banyak kok laporan bayi meninggal karena MPASI dini. Ini saya share satu saja LapSus/Laporan Khusus Invaginasi pada bayi usia 6 bulan karena PEMBERIAN MPASI DINI SEJAK USIA 2 BULAN : http://www.scribd.com/doc/99103061/Lapsus-invaginasi

    Yuk ah lindungi bayi2,anak2 kita, berikan HAK mereka :)
    Happy breastfeeding , Happy MPASI :)
    -Monik

  6. ninit
    ninit yunita October 17, 2013 at 7:16 am

    terima kasih monik atas artikelnya… ini penting banget. sering liat baby yang belum saatnya dikasih MPASI malah udah dikasih.

    semoga makin banyak mama2 yang mengerti & semoga keluarganya juga demikian.

  7. ipeh
    Musdalifa Anas October 17, 2013 at 8:24 am

    Terima kasih mbak Monik, kebetulan Yoona saat ini mpasi juga. Sama ma teh Ninit, sering melihat mama yg udah berikan mpasi untuk anaknya yg belum berusia 6 bulan.
    Btw, kemaren sempat nanya ke dokter saat Yoona vaksin, menurutnya untuk mpasi minggu pertama cukup diberikan 1x aja (mpasi), minggu kedua bertahap naik 2x dst. Benarkah mbak monik? TIA

  8. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika October 17, 2013 at 8:50 am

    Dear Mba Ipeh,

    Guiding Principle for Complementary Feeding The Breastfed Child WHO 2010:

    For the average healthy breastfed infant,
    meals of complementary foods should be provided 2-3 times per day at 6-8 months of age and
    3-4 times per day at 9-11 and 12-24 months of age, with additional nutritious snacks (such as
    a piece of fruit or bread or chapatti with nut paste) offered 1-2 times per day, as desired. Snacks
    are defined as foods eaten between meals-usually self-fed, convenient and easy to prepare. If
    energy density or amount of food per meal is low, or the child is no longer breastfed, more frequent
    meals may be required.

    Dari UNICEF :
    Frekuensi sama dengan rekomendasi WHO (2-3 makan per hari)sejak usia 6 bulan, tambahannya : Start with 2 to 3 tablespoons
    Start with „tastes‟ and gradually increase amount. Texture : thick (note saya: untuk perkenalan saat penyajian dicampur ASIp supaya tidak terlalu kental).

    Menu kaya zat besi seperti daging sapi bisa mulai dikenalkan sejak usia bayi 6,5 bulanan.

    HTH
    -Monik

  9. w2
    w2 October 17, 2013 at 2:12 pm

    Kalau menurut orang tua nih, bayi bagusnya dikasi liver ayam/ sapi. Memenag sih kalau dipikir2 liver kan kaya zat besi. Tapi memang noleh dan sehat ya untuk bayi?

  10. diana mamachica
    diana mamachica October 17, 2013 at 4:06 pm

    makasih infonya…ijin sharing ya…

  11. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika October 17, 2013 at 4:44 pm

    Dear Mba W2 (Wiwi ya?) ,

    Boleh, tidak ada larangan pemberian MPASI kaya zat besi, malah dianjurkan. Hanya saja untuk pengenalan sedikit dulu karena rasa dan baunya bisa membuat “neg”. Juga bila diberikan liver terlalu banyak malah tidak baik untuk kesehatan karena tinggi Preformed Vitamin A. Oleh karena itu pengenalan sebaiknya dari dagingnya saja dulu.

    Silahkan baca2 dari wholesomebabyfood:
    http://wholesomebabyfood.momtastic.com/Iron.htm#.Ul-we1Asl8s

    Mengenai side effect terlalu banyak konsumsi liver :

    http://www.homemade-baby-food-recipes.com/can-babies-eat-liver.html

    HTH
    -Monik

  12. ipeh
    Musdalifa Anas October 17, 2013 at 8:48 pm

    Terima kasih mbak Monik :)

  13. iMom
    iMom October 18, 2013 at 1:54 pm

    good info mbak Monik :)
    boleh tanya ya mbak, ada bayi temanku yg oleh DSAnya ketika 4 bulan dianjurkan konsumsi suplemen fer*iz dan sa*gobion baby krn u/ memenuhi zat besi krn kalau dari ASI saja tidak cukup. Apakah memang sebaiknya ditambah lagi ya mbak? Krn dbayinya temanku ini sehat2 saja, kenaikan bb tiap bulannya malahan excellent.

  14. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika October 18, 2013 at 7:43 pm

    Dear Mba iMom,

    Betul banget saran dokternya Mba. Bisa dilihat di tulisan saya bahwa zat besi yang diperlukan bayi sebagian besar diperoleh dari birth store, sementara kondisi Ibu saat hamil juga sangat mempengaruhi. Ibu hamil yang anemia , pas melahirkan mengalami pendarahan yang banyak atau sebab2 lain sangat rentan melahirkan bayi dengan cadangan zat besi yang minim. Selain itu berdasarkan data Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001 , Anemia defisiensi besi paling sering dijumpai pada kelompok anak. Prevalensinya di Indonesia cukup tinggi yakni 48,1 persen balita Sementara itu, berdasarkan penelitian tahun 2005 di Utan Kayu Jakarta Timur ditemukan 38 persen bayi usia 4-12 bulan menderita anemia. Pada anak usia sekolah angkanya juga memprihatinkan, yakni 1 dari 4 anak menderita anemia.
    Prof. Dr. Djajadiman Gatot, Sp.A, dari satgas anemia defisiensi besi IDAI menjelaskan, berdasarkan rekomendasi WHO pemberian suplementasi besi disarankan jika prevalensi anak anemia di suatu negara lebih dari 40 persen.

    Oleh karena itu IDAI merekomendasikan pemberian suplemen besi sejak usia 4 bulan hingga 2 tahun. Sementara AAP merekomendasikan pemberian suplemen besi usia 4-6 bulan, lanjut MPASI tinggi zat besi, dan saat usia setahun lakukan Screening ADB (tes darah untuk cek Anemia Defisiensi Besi). Hal terakhir ini yang belum jadi rekomendasi di Indonesia. Kalau para Mama punya dana lebih dianjurkan melakukan screening ini, karena kalau kelebihan zat besi juga beresiko.

    HTH
    -Monik

  15. mamizidan
    Azzahro Wijaya October 18, 2013 at 8:57 pm

    Tanya dok,

    di kemasan MP ASI biasanya ada tulisan hanya untuk 1-2 tahun/ 8 bulan ke atas.. bolehkah dikonsumsi oleh bayi berusia 6 bulan? anak saya sangat suka makan biskuit MP ASI… tapi yang dia konsumsi biskuit dari pemerintah yang untuk 1-2 tahun.. terimakasih dok..

  16. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika October 18, 2013 at 9:14 pm

    Dear Mba Azzahro,

    Panduan MPASI yg baik adalah MPASI HOMEMADE, alias bukan makanan instant? Kenapanya buanyak, beberapa saja, MPASI instant mengandung gula dan garam, beberapa bahan pengawet dan ga pake cinta Mama ya bikinnya :)

    So mulai yuk kurangi perlahan MPASI instant termasuk snacknya pun bikin sendiri bervariasi. Mengenai biskuit saya ga mau comment karena ga lihat produknya dan bahan2 aktifnya, yang saya sebut di atas secara umum saja (mengandung garam, gula , pengawet).

    Btw saya bukan dokter ya.. :)
    -Monik

  17. MomoAbil
    Dewi Vinandita October 19, 2013 at 10:34 am

    Mba monik, sy mau tanya..

    Anak sy skr umur 9 bulan lebih, dari umur 4 bulan udah dikasih bubur instant (karena ditinggal kerja jadi mama sy terlanjur ngasih :( ) makan dia lahap, tapi stelah 6 bulan sy coba kasih bubur sayur homemade menggunakan slow cooker dia ga doyan, udah di blender jg tetep ga doyan, malah jadi susah makan paling cuma 2 suap doang.
    Udah beberapa menu sy cobain antara nasi campur dengan salah satu dari menu ini –>> ayam kampung, ikan salmon, wortel, brokoli, kentang, buncis, bayam dll kemudian dikasih keju <–

    Jadi sampai sekarang masih sy kasih bubur instant tapi kalo buah2an dia suka..
    Tapi gimana ya caranya biar anak sy bisa suka makanan homemade dibanding makanan instant??

    Thanks ;)

  18. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika October 19, 2013 at 5:18 pm

    Dear Mba Dewi,

    Ikut prihatin ya :(. Next step selalu komunikasikan keinginan Mba sama yang mengasuh anak Mba dan dasarnya apa.
    Seperti yang saya sudah bilang di comment lainnya, MPASI Instant mengandung gula garam, jadi rasanya gurih dan membuat ketagihan. Nah kalau sudah addict memang lebih susah mengatasinya. Prinsipnya sih diturunkan bertahap MPASI Instantnya, jadi di mix sama makanan homemade, perbanyak bumbu alami misal bawang2an, kaldu dll. Makan bersama anak, kalau perlu ambil cuti panjang.

    Mungkin segitu dulu ya, selamat mencoba
    -Monik

  19. MomoAbil
    Dewi Vinandita October 19, 2013 at 5:38 pm

    Thanks mba monik untuk infonya,, mau di coba dan berharap bisa berhasil,, :)

    Apa ada menu jitu untuk meningkatkan selera makan anak 9 bulan biar lahap tolong di share jg ya mba,,,

    Thanks ;)

  20. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika October 19, 2013 at 5:52 pm

    Dear Mba Dewi,

    Untuk ide menu2 MPASI Homemade, coba intip ke website : http://wholesomebabyfood.momtastic.com/ dan http://www.mpasirumahan.com/ . MPASI rumahan ada milisnya juga coba bergabung aja, pasti banyak Mama2 yang kasusnya mirip sama Mba :)

    Good luck & Happy MPASI -homemade- :)
    -Monik

  21. iMom
    iMom October 21, 2013 at 5:27 pm

    Thanks mbak monik u/ penjelasannya. Boleh nanya lg ya mbak :D
    Kebetulan skrg anakku sudah 4 bulan dan oleh DSAnya tidak menginfokan u/ konsumsi suplemen, jd saya inisiaif sendiri saja ya mbak u/ memberikan suplemen2 tersebut? Krn baru jadwal ketemu DSAnya lagi 2 bulan mendatang (ketika 6 bulan). Kalau iya, boleh PM aku suplement brand yg direkomen ga mbak (dengan dosis konsumsinya)?

  22. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika October 21, 2013 at 7:34 pm

    Dear iMom,

    Mengenai dosis suplemen zat besi memang paling baik didiskusikan dulu dengan dokter/dsa ya. Panduan umum dosis bisa dibaca di link ini :
    http://milissehat.web.id/?p=1938

    Trik pemberian diberikan bertahap (karena neg, memicu muntah) dan sebaiknya diberikan saat perut bayi kosong, misal baru bangun tidur, sebelum menyusu.

    Untuk merk bisa lihat link ini (cari suplemen yang khusus zat besi seperti contoh ini bukan multi vitamin/suplemen ya).

    http://kesehatananakku.com/anemia-defisiensi-besi-suplemen-zat-besi.html

    HTH
    -Monik

  23. Kaditha
    Kaditha October 27, 2013 at 4:45 pm

    What a great topic mom.. :) (y)
    Sebelum abang lahir, mertua + ibu udh diwanti2 jgn pernah suapin apapun meskipun cuma air putih.. Akhirnya aku harus lebih galak, daripada nyesel belekangan :( untung mertua ngerti.. Tp ternyata mamaku sendiri gk ngerti jd harus diliatin terus hiks hiks..

  24. mitsa
    mitsa October 28, 2013 at 11:44 pm

    tx infonya mba monik..

    anakku usia 5m 14d,masi ASIX,tp udah “kelaparan” bgt,apalagi liat abangnya ngemil,ga tega liatnya nangis,aq cobain icipin biskuit sobi*co n fa*ley,1 pcs+asi,diadonin cair,doyan bgt seh,tp 4 hari ini pupnya jadi berwarna ijo,apa krn ga cocok atau knp y?dah brp hari ini aq ga kasi lg,takut knp2,… jadi kasian babynya,tp gmn y mba?dikasi takut knp2,kalo ga dikasi,rewel mulu n gigit2 mainan atau apapun yg dipegang… kalo biskuitnya digigit2 aja bole ga mba? tolong masukannya n tq mba monik…

  25. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika October 29, 2013 at 12:35 am

    Dear Mba Mitsa,

    Ya selama perubahan asupan bayi Mba adalah MPASI tersebut ya kemungkinan terbesar adalah karena MPASI tersebut. Coba lanjutkan berhentikan dan persering susui dan beri ASIperah. Nanti saat waktunya pemberian MPASI di usia 6 bulan berikan makanan homemade misal tepung beras (bikin sendiri ya) kental pas penyajian encerkan dengan ASIperah, bisa coba juga pisang kerok, alpukat kerok + ASIperah .

    HTH
    -Monik

  26. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika October 29, 2013 at 12:36 am

    Oh ya Mba Mitsa, menambahkan, senang gigit2 bisa juga karena gusinya gatal karena proses teething/tumbuh gigi. Coba berikan saja teether dingin.

    -Monik

  27. mitsa
    mitsa October 30, 2013 at 10:47 pm

    dear mba monik…
    makasi bgt ya infonya… jadi ga sabar nunggu usia 6bln.. aq lg gugling juga resep MPASI,mau yg homemade aja,soalnya aq sekarang kerja dirumah plus IRT,jadi lebih banyak waktu,pengalamanku si abangnya,sering di kasi makanan instan,makannya susah buanget.. titip doa ya mba..semoga anakku bisa lanjut ASI mpe 2thn n gampang makan n sehat selalu… sukses buat mba monik.. :)

  28. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika November 12, 2013 at 9:43 pm

    Menambahkan sedikit bahaya MPASI dini (quote dari salah seorang Sps).

    Banyak sayur2an mengandung nitrat seperti bayam, wortel, bit,brokoli,kol dll . Nitrat akan diubah oleh bakteri di tubuh manusia menjadi nitrit,
    nitrit jika diserap oleh tubuh, akan menyebabkan blue baby syndrome
    atau cyanosis (yaitu warna kulit sekitar mulut dan mata menjadi biru).

    Untuk anak usia 6 bulan, sudah tidak jadi masalah, karena
    sistem pencernaannya sudah bisa mencegah konversi nitrat menjadi
    nitrit. Jadi dalam kondisi normal, sayuran tidak akan menyebabkan
    keracunan nitrit pada bayi usia 6 bulan ke atas apalagi orang dewasa.

    Lain halnya kalau sayur dimasak dengan air sumur yang kadar nitratnya
    tinggi, maka baru bisa menyebabkan cyanosis.

    AAP Statement : Because vegetables, including green beans, carrots, squash, spinach and beets, can have nitrate levels as high or higher than that of well water, infants should not eat these foods until after age 3 months.”

    http://wholesomebabyfood.momtastic.com/nitratearticle.htm#.UoI7AfmkqLU

  29. Mama Arkan
    Mama Arkan November 16, 2013 at 2:04 pm

    infonya kereen banget nii,,3 minggu lagi Arkan genap 6 bulan,MPASI pertama udah gak sabar,moga berhasil yaa,,mohon doa nya para moms kece :)

  30. jessmite
    jessmite November 18, 2013 at 5:48 pm

    Dear mbak monik, infonya lengkap sekali apalagi ditambah baca-baca pembahasan dari komentar-komentar yang masuk…

    Saya juga waktu Kalki 4,5 bulan saya kasi suplemen zat besi merk Ferriz siang hari, trus malam dini harinya pupnya jadi berdarah dan saya pun menghentikan pemberian suplemen tersebut. Apa karena ga cocok ya? Saya baru tau juga kalo pemberiannya harus bertahap karena menimbulkan rasa eneg. Dosisnya boleh dicicil dalam satu hari itu ya? Soalnya berdasarkan berat badan kalki dosisnya 1 cc maka saya beri waktu itu 1 cc sekaligus tapi perlahan-lahan dengan pipet tetes. Trus suplemen itu kan mengandung gula buatan, nggak apa-apa ya buat bayi?

    Soal pemberian mpasi terlalu dini, saya menyaksikan sendiri 2 bayi tetangga saya yg diberi pisang kerok terlalu cepat padahal masih berusia 2 bulan dan 4 bulan :( kasian bayinya. Karena kurangnya pengetahuan ibu para bayi bahwa pemberian mpasi pertama yang tepat adalah di usia 6 bulan, saya jadi ingin menjadi kader posyandu di tempat saya tinggal hehehe.
    Sebenernya saya heran juga, disini setiap ibu hamil oleh bidan poskesdes udah dibekali buku KIA, lho. yang isinya lengkap ada KMS, info imunisasi, cara merawat bayi, tahap perkembangan bayi dan tentang tahapan MPASI yang dimulai sejak usia 6 bulan, ada resepnya pula, aduh mubazir ya infonya kalo nggak dibaca?
    Sayangnya ada kelemahan juga di resep MPASI buku KIA itu karena dalam membuat bubur susu dari tepung beras disarankan ditambah dengan gula 2 sdt :( kayaknya bukunya mesti direvisi nih. Bayi kan harusnya nggak usah dikasi gula, garam atau zat aditif lainnya.

    Untuk mom arkan semoga sukses ya mpasi pertamanya arkan, kalki juga 2 minggu lagi mpasi nih! Semangat ngasi mpasi homemade ya… Godspeed.

    Maaf kalo komentarnya kepanjangan. TFS, mbak monik.

  31. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika November 18, 2013 at 6:57 pm

    Dear Mba Jessmite,

    Beberapa efek samping suplementasi zat besi ya memang sembelit dan bab dengan darah yang paling sering. Makanya strategi pemberian bertahap, setengah dari dosis yang diresepkan, lihat efeknya. Stop bila efek samping cukup besar. Mengenai bahan lain seperti additional gula karena mempertimbangkan benefit > risk. Benefit lebih besar dalam arti bila tanpa additional gula maka akan sulit sekali ditelan bayi karena rasanya sangat tidak enak. jadi dengan additional gula dalam dosis yang kecil Insya Allah benefit > risk nya.

    Setuju banget perlu dikampanyekan no gula garam untuk MPASI paling tidak sampai 1 tahun, toh bahan2 alami sudah berikan rasa asin-gurih-manis.
    Kalau Mba mau saya repotin bisa tolong foto kah KMS soal resep MPASI ditambah gula tsb? Email ke saya : [email protected]

    Maksudnya saya akan teruskan ke yang berwenang untuk merevisi.
    Terimakasih ya :)

    -Monik

  32. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika November 18, 2013 at 9:54 pm

    Menambahi sedikit untuk Menu MPASI :

    One recommendation may change the order in which solid foods are introduced. Traditionally, iron-rich meat is the last food introduced to infants, preceded by cereal, fruits and vegetables.

    This sequence, however, has not been scientifically tested. Dr. Baker said that food order should be reversed. Red meat and vegetables with higher iron content should be introduced into the baby’s diet early on, perhaps at 6 months of age.

    http://aapnews.aappublications.org/content/early/2010/10/05/aapnews.20101005-1.full

    -Monik

  33. jessmite
    jessmite November 19, 2013 at 1:54 pm

    Udah saya kirim e-mail, mbak monik. Mudah-mudahan nggak masuk junk atau spam, ya.

  34. mitsa
    mitsa November 19, 2013 at 10:29 pm

    mba monik……

    anakku dah 6 bln, dah MPASI jg, tp tiba2 pupnya jadi keras ya?aq kasi labu,wortel,pepaya,mangga, selang seling tiap harinya 3x, baru nyobain itu aja,pernah aq gasol ubi,pup ampe nangis,kasian bgt :( trus aq stop.. normal ga kalo pupnya keras n kadang bayinya mau makan kadang ga,tp aq banyakin di ASI aja,btw, ASI masi memenuhi kebutuhan tubuhnya ga? takutnya kekurangan asupan makanan,tolong inputnya ya mba…tq somuch

  35. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika November 19, 2013 at 11:28 pm

    Dear Mba Jessmite,

    Terimakasih dan sudah saya reply juga ya :)

    -Monik

  36. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika November 19, 2013 at 11:32 pm

    Dear Mba Mitsa,

    Untuk pengenalan MPASI yang dianjurkan adalah berikan 1 BAHAN saja dalam 2 hari (4 days rule terlalu konservatif menurut saya) dan lihat efeknya. Memang ASI yang utama sampai usia 1 tahun tapi tetap berikan MPASI sesuai kebutuhan usianya. Misal bikin bubur kental dari tepung beras homemade, pas penyajian campur ASIperah supaya bayi tidak menolak. Juga usia 6,5 bulan berikan makanan kaya zat besi terutama dari daging merah, dan pada banyak kasus akan menimbulkan sembelit oleh karena itu berikan bertahap.

    Soal berapa banyak yang harus diberikan sesuai panduan WHO silahkan download GUIDING
    PRINCIPLES FOR
    COMPLEMENTARY
    FEEDING OF
    THE BREASTFED
    CHILD WHO .

    http://www.who.int/nutrition/publications/guiding_principles_compfeeding_breastfed.pdf

    HTH
    -Monik

  37. mitsa
    mitsa November 20, 2013 at 11:52 pm

    makasi infonya mba monik….

  38. Itvara
    Itvara November 22, 2013 at 12:09 pm

    Thanks udah sharing artikel ini mbak, tadinya udah ngerasa guilty banget pas anak harus minum obat seabrek dr DSA gara2 gangguan pencernaan dan wktu itu umurnya baru 2 bulan. Tapi ternyata kalo tanpa tambahan lain selain ASI itu masih tergolong diberi ASI eksklusif ya mba… wah jadi agak lega :)

  39. ajeng masyta
    ajeng masyta December 24, 2013 at 12:13 pm

    Dear Mba Monik,

    sudah pernah dengar metode MPASI Baby Led Weaning (BLW)?
    bayi ku dari mulai MPASI (6 bulan) menggunakan metode BLW ini, mengenalkan makanan solid (buah, sayur yg dikukus) dan membiarkan bayi makan sendiri makanan nyaa (tanpa disuapin)..

    saya ngga pakai bubur2 atau pure sama sekali, hingga sekarang anak saya umur 10 bulan dia sudah bisa makan sayur sop dan nasi seperi yg kita makan.(sop tanpa garam dan daging/ayam, sayurnya dipotong kecil2 spy dia bisa kunyah, hanya pakai kuah kaldu dan keju parut)

    waktu makan sop dan nasi ini akirnya saya suap karena dia masih susah kalau makan sendiri, tapi yang saya rasakan pakai metode MPASI BLW ini banyak sekali manfaat nya..

    Alhamdulillah berkat metode BLW itu bayi saya belajar ngunyah dengan baik dan ngga pilih2 makanan. dan kita pun bisa makan bareng dia juga.

    intinya kasih kepercayaan kepada bayi untuk makan sendiri, tau kapan dia lapar dan kapan dia sudah kenyang.

    ada mama2 yang punya pengalaman dgn BLW juga? :)

  40. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika December 24, 2013 at 5:23 pm

    Dear Mba Ajeng,

    Tentu tau dong soal BLW:) Pros n Cons soal BLW selalu saya ikuti. FYI rekomendasi WHO dan UNICEF itu bukan BLW tapi Responsive Feeding.

    Silahkan baca referensi di bawah ini yg mewakili kenapa BLW tidak or sampai saat ini belum ada Evidence kuat untuk dijadikan rekomendasi saat pemberian-pengenalan MPASI.

    Baby-led weaning

    Currently, the Ministry of Health does not recommend baby-led weaning for New Zealand babies.

    There is little research on baby-led weaning. The Ministry of Health requires evidence that this is a safe practice before recommending it for New Zealand babies as an alternative to current weaning advice. Further work is underway in this area.

    Baby-led weaning – what is it?

    The baby-led weaning approach to introducing solids to babies has three main features.

    Baby foods, including first foods, are provided in a whole food form as finger food rather than the more traditional purée.
    The baby feeds themself by selecting and picking up their food of choice from what is on offer, instead of being fed by someone else.
    As with the currently recommended approach, baby-led weaning starts when the baby is ready for solid food, which is usually around six months of age. When ready for solids, baby:
    can sit up with less help
    can pick up foods and bring them to their mouth
    is showing signs of being interested in foods.
    More parents and caregivers seem to be talking about baby-led weaning as an alternative to starting with puréed foods using a spoon.

    Current advice on weaning

    The Ministry’s current advice involves starting with spoon-fed puréed foods when baby is ready (around six months), then moving onto mashed and chopped foods over the next few months. Finger foods are offered from 7–8 months when baby is able to pick them up, bring them to their mouth and chew them.

    Possible benefits and risks

    Supporters claim baby-led weaning has a number of benefits over the current advice. For example, some consider baby-led weaning may help prevent obesity, because it lets babies choose how much they eat (like they do when they’re being breastfed). This may encourage them to be more aware of how hungry or full they are. Ultimately, this could lead to better eating habits.

    If so, this may help address the growing obesity problem being faced in New Zealand and elsewhere. However, there are concerns baby-led weaning could mean that babies:

    don’t get enough iron
    are more likely to choke on food
    may not get enough food to grow well.
    The Ministry does not recommend baby-led weaning

    Currently, very little research has been done on baby-led weaning. Before the Ministry of Health could recommend baby-led weaning to the public as a safe alternative to current advice, it would need evidence that baby-led weaning doesn’t lead to babies being iron-deficient, not growing well, or having an increased chance of choking.

    The Ministry would need evidence of the benefits (eg, preventing obesity) before it could recommend baby-led weaning as the best weaning practice for babies.

    More research is currently being done on baby-led weaning and the Ministry will review new evidence as it becomes available.

    http://www.health.govt.nz/your-health/healthy-living/food-and-physical-activity/nutrition/baby-led-weaning

    -Monik

  41. ephie
    ephie March 11, 2014 at 8:14 am

    makasih infonya..sangat berguna buat bayi sy yg akan memasuki masa MPASI (skrng usianya 5 bulan 1minggu)…izin share y mbak..

  42. LokahittaLover
    LokahittaLover August 31, 2014 at 8:58 pm

    Berguna bgt Thanks ya mbak
    Kebetulan baby msh 3bln jdi tambah semangat kasih ASIX nya

  43. Yenni274
    Yenni274 September 5, 2014 at 12:30 pm

    Maaf mau tanya bun..

    Baby ku Asix, dia lahirnya kecil (2,3 kg). Sekarang usia 6 bulan blon bs duduk sendiri, kalaupun didudukin di bumbo ms ga bs sender ( ke depan2 trus) aku susah bgt suapinnya. Dia jg seperti blon mau ( dikeluarkan lg). Klo seperti ini apakah MPASI hatus ditunda dl atw gmn ya bun? Thx

  44. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika September 5, 2014 at 1:29 pm

    Dear Mama Yenni,

    Silahkan cek berapa Skor KPSP anak Mama dan Konsultasikan dengan dokter anak. Bisa bandingkan metoda KPSP dan metoda lain seperti Act Early Milestone CDC dan Denver Test.

    https://m.facebook.com/notes/fatimah-berliana-monika-purba/kuesioner-pra-skrining-perkembangan-anak-kpsp/10201713638108584/?ref=bookmark

    -Monik

  45. keenan parent
    keenan parent September 16, 2014 at 1:06 pm

    mbak monik, anak saya sekarang umurnya 5 bulan dan sudah mulai kliatan tanda2 butuh MPASI (cepet nangis meski baru dikasih asi, dan mulai tertarik waktu kami makan), apa bener ini tanda anak saya sudah butuh MPASI? saya baca di “Complementary Feeding, Family foods for breasged children” dari WHO dikatakan bahwa umur MPASI itu antara 4 s/d 6 bulan, jadi gmn mbak?

  46. WintaWintul
    WintaWintul November 29, 2014 at 8:58 am

    Sebetulnya yg dibilang terlambat itu brp lama setelah 6 bulan sih? Apa harus teng di hari H? Kmrn saya lempar pertanyaan di suatu forum dan blg kalo saya telat 5 hari dlm memberikan MPASI.. Langsung lah saya di bully, bahkan sampe dibilang gak sayang anak.. Langsung emosi jiwa lah saya..

    Oiya kalo utk memberikan mpasi pertama di sore hari boleh gak sih?? Mau kasih bubur beras putih saring aja sama asi..

  47. Fajrin Dina
    Fajrin Dina July 24, 2015 at 8:40 am

    sama dengan mom wintawintul, apakah iya harus pas 6bulan atau setelah bbrp hari setelah itu boleh? karena mama dan mertua saya pada menyuruh untuk segera memberi baby saya makan

  48. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika July 24, 2015 at 8:45 am

    Dear Mamas,

    Maju mundur seminggu/kurang masih tidak apa2. Maju mundur hingga lebih dari 2 minggu yg masuk kategori dini-menunda.

    -Monik

  49. dewe
    dewe October 30, 2015 at 12:23 pm

    bagaimana jika susu yang dihasilkan sedikit…
    pengganti ASI yang baik itu apa untuk menutupi kebutuhan ASI yang kurang?

  50. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika October 30, 2015 at 12:46 pm

    Dear Mama Dewey,

    Jawabannya tidak sederhana karena bila konsultasi ke saya maka saya review semua hal diantaranya: manajemen laktasi yg utama diary menyusui dan memerah, kondisi psikologis Mama, kesehatan Mama , Growth chat bayi sejak lahir, dll

    -Monik

  51. eten
    eten December 30, 2015 at 7:41 pm

    Halo Mbak Monik,
    mau share n tanya nih.
    ketika bayi saya 4 bulan kurang 4 hari, bayi diberi kerokan pisang kira2 1 sdt selama 3 hari berturut2 tanpa persetujuan saya. 2 hari kemudian, saya lihat pup nya ada titik merahnya. selang 3 hari berikutnya which is sore hari ini, saya dapati ada banyak bercak merah di pup nya.
    saya takut kenapa2 dengan pencernaan bayi saya karena terlanjur diberi mpasi dini selama 3 hari itu. rencananya besok saya akan memeriksakan bayi saya ke dsa. hanya saja saya khawatir, apakah lambungnya tidak apa2 jika akhirnya saya genjot asi terus sedangkan lambungnya sudah pernah terlanjur menggerus solid food??
    terima kasih

  52. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika December 30, 2015 at 7:48 pm

    Dear Mama Eten,

    Tindakan segera menghentikan MPASI dini nya sudah tepat. Bila kondisi bayi memburuk segera bawa ke RS tidak tunggu esok hari. Selanjutnya biarkan dsa yg memeriksa fisik bayi dengan detil. Banyak berdoa ya dan yg memberikan MPASI dini tsb Segera Di Edukasi dan tindakan ini Idealnya dilakukan jauh2 hari sebelum bayi lahir.

    -Monik

  53. Fathiana Riezky
    Fathiana Riezky June 1, 2016 at 2:55 pm

    Seandainya orang tua mengerti masalah ini, bayi ku dr 5 bulan kurang suka dikasih makan sama orang tua secara diam2, sedih rasanya. uda berkali-kali dikasih tau jangan tapi diabaikan, dikasih makanan instant pula. Resiko anak dititipin ke orang tua, tp semenjak 6 bulan saya selalu bikin makanan home made, paling gamau kasih instant.

    Terima kasih banyak mba infonyaaa

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.