Belajar dari Ahjuma

MommyMinjee

“Ahjumaaa…”

Rindunya saya dengan panggilan ini. Walaupun dalam hati lebih senang dipanggil agashi (gadis perawan) tetapi apa daya, jika sudah menggendong anak otomatis akan naik pangkat menjadi ahjuma.

Dalam bahasa Korea, ahjuma berarti wanita yang sudah berumur separuh baya atau sudah menikah dan memiliki anak. Berteman dan membesarkan anak selama tiga tahun bersama para ahjuma memberikan banyak pelajaran kepada saya. Sama halnya seperti ibu-ibu di Indonesia, para ahjuma korea juga dihadapkan pada dilema memilih antara bekerja atau menjadi ibu rumah tangga. Banyak dari  mereka mengejar karier di usia mudanya dan menikah saat di puncak karir kemudian resign. Tidak heran banyak ahjuma yang menikah saat usianya tidak muda lagi. Mereka kaget ketika mengetahui umur saya yang baru menginjak 26 tahun ketika Chila berumur dua tahun dan di saat yang sama saya sedang mengandung adik Chila.

Menurut mereka, saya masih terlalu muda untuk bisa punya dua anak. Rata-rata keluarga di Korea hanya memiliki satu atau dua orang anak. Hal ini disebabkan biaya untuk membesarkan anak di Korea sangat mahal. Gaji pengasuh anak di Korea pun sangat tinggi. Saya pernah bertanya kepada teman berapa besar gaji pengasuh anaknya. Ternyata 1.600.000 won atau Rp 16 juta untuk menjaga anak dari pukul tujuh pagi sampai ia pulang kantor. Bagi keluarga yang tidak punya alokasi dana untuk pengasuh, beruntunglah karena pemerintah Korea menyediakan penitipan anak (orinijib) gratis di setiap wilayah. Ahjuma yang bekerja banyak yang menitipkan anak-anaknya di orinijib. Uniknya sejak anak masih di dalam kandungan, mereka sudah didaftarkan untuk antrean masuk orinijib.

Bagi saya, para ahjuma ini adalah wanita-wanita yang sangat tangguh. Sepanjang pengamatan, tidak ada yang memiliki asisten rumah tangga untuk membantu mereka menangani urusan rumah tangga. Semua mereka kerjakan sendiri dengan bantuan suami. Ahjuma yang memiliki dua anak, sering terlihat di jalan mendorong stroller yang diduduki si kakak dan mengendong adik di punggung. Mereka juga berbelanja kebutuhan rumah tangga sambil membawa anak-anaknya. Biasanya anak-anak tersebut akan duduk di dalam keranjang trolley belanja, kemudian ahjuma dengan cepat memasukkan semua barang sesuai dari list belanjaan yang terlebih dahulu dibuat saat di rumah. Satu hal yang saya kagumi, mereka tetap cantik dan modis meskipun sibuk mengurus anak dan bekerja tanpa asisten.

Choi Mun Jeong adalah salah satu teman saya di sana. Kami bersama mengantarkan anak-anak ke preschool. Mun Jeong memiliki dua anak perempuan usia 3,5 tahun dan 1,5 tahun yang sangat aktif. Saya takjub sekali dengan Mun Jeong yang lincah dan cekatan. Menyiapkan keperluan suami berangkat ke kantor, memandikan anak-anak lalu mengantar mereka ke sekolah. Saya tidak bisa membayangkan repotnya dia ketika memakaikan baju anak-anaknya. Saya dengan satu anak saja sampai berkeringat dan tidak terhitung berapa kali berteriak ke Chila ketika sedang memakaikan baju. Apalagi jika sedang musim dingin, sesi memakai baju anak menjadi sangat merepotkan. Dimulai dari popok, pakaian penghangat longjohn, baju, jacket, topi kupluk, sarung tangan, kaos kaki dan sepatu boots dalam kondisi anak tidak bisa diam dan lari ke sana kemari. Tidak jarang Chila berontak ketika didudukan ke dalam stroller. Sering kali saya sudah merasa lelah sebelum pergi dan tidak lagi memperhatikan penampilan saya lagi.

 

Hal itu tidak berlaku pada Mun Jeong. Dengan dua anaknya yang juga super aktif, dia tetap berpenampilan cantik rapih lengkap dengan eye linernya! Diam-diam saya melihat penampilan saya ketika bersama-sama jalan mendorong stroller ke sekolah anak. Rambut awut-awutan, hanya mengoleskan bedak dan lipstik seadanya sampai hanya memakai kaos tidur belel yang untungnya tidak terlihat karena memakai jaket. Sejak  itu, saya mencoba belajar untuk bisa menyempatkan diri berpenampilan rapi jika keluar rumah, setidaknya menyisir rambut saya.

Setiap harinya kami sering berkumpul agar anak-anak dapat bermain bersama. Biasanya kami pergi piknik atau bermain di playground outdoor yang bertebaran di setiap taman. Saya dibuat kagum dengan isi diaper bag yang para ahjuma bawa. Semua sangat rapih tersimpan di dalamnya. Barang-barang kebutuhan anak dipisah-pisahkan ke dalam plastik ziplock. Satu plastik berisi popok, tisu basah, sapu tangan dan cairan antiseptik. Plastik lainnya berisi baju ganti, kemudian ada juga plastik untuk menyimpan bekal makanan. Ada juga plastik kresek untuk membungkus popok kotor. Makanan yang dibawa biasanya ubi kukus, buah jeruk, kimbab (sushi) dan makanan rumahan yang mereka buat sendiri. Saya jadi malu sendiri karena memasukan semua barang ke dalam diaper bag begitu saja,  isi tas begitu berantakan dan sering kali sulit mencari apapun ketika dibutuhkan. Saya pun suka malas membuat masakan rumahan untuk anak saya dan menyerah dengan membeli snack instan. Tidak salah, namun tentu saja masakan rumahan akan lebih baik disajikan untuk anak-anak.

Ahjuma Korea juga selalu mengajarkan sopan santun kepada anaknya. Tata bahasa Korea memang membedakan bagaimana cara berbicara dengan yang lebih tua atau muda. Untuk usia lebih tua mereka harus menggunakan kata-kata yang berakhiran ‘hamnida’, sedangkan jika berbicara dengan yang lebih muda tidak perlu menggunakan akhiran atau cukup dengan akhiran ‘yeyo yeyo’. Anak-anak juga diajari untuk selalu ‘insaheyo’, membungkuk ketika bertemu dengan yang lebih tua dan mengucapkan salam.

Lucunya, jika ahjuma Korea marah pada anaknya mereka akan memanggil nama anak lengkap dengan nama keluarga,

Jeon Si Yu!

Kim Se Ah!

Apabila nama lengkapnya sudah disebut oleh ibu, anak-anak sudah tahu jika ibunya sedang marah. Saya membayangkan sungguh repot marah seperti itu untuk ibu-ibu di Indonesia karena nama-nama anak Indonesia panjang apalagi ditambah dengan marga.

Kekaguman saya dengan para ahjusi pun tidak kalah besarnya. Ahjusi adalah pasangan ahjuma yang tidak lain suami mereka. Konon katanya, seperti yang juga ada dalam drama Korea, pria Korea itu romantis benar adanya. Keromantisan para ahjusi ditunjukan dengan luar biasanya bantuan mereka untuk para ahjuma. Di akhir pekan, anak-anak akan bersama para ahjusi untuk memberi waktu pada ahjuma agar dapat beristirahat. Toilet pria di Korea tidak jarang dilengkapi juga dengan changing table. Di dalam ruang menyusui pun selalu terlihat para ahjusi membantu ahjuma mengganti popok. Ruang menyusui di Korea biasanya mempunyai bilik-bilik tertutup untuk menyusui, sehingga laki-laki bisa ikut masuk di area ganti popok. Mereka pun selalu memperlihatkan  kemesraan mereka  di depan anak-anaknya. Mereka sering berpelukan dan memanggil mesra pasangannya. Panggilan untuk suami istri biasanya ‘chagia’ yang artinya ‘darling’ atau ‘sayangku’. Anak-anak tidak kalah romantisnya, mereka senang sekali berucap “Omma, sarangheyo” (I love you mom). Memang tidak ada yang lebih baik bagi anak-anak selain tumbuh besar melihat para orang tuanya saling mencintai.

Tiga tahun berteman dengan para ahjuma yang kuat, lincah, cantik dan penuh kasih sayang membuat saya belajar banyak. Semoga saya bisa mengambil contoh-contoh yang baik dari para ahjuma.

21 Comments

  1. selly_03
    selly_03 May 20, 2014 at 5:09 am

    tlsnny inspiratif skali.. jd jd takjub jg, koq bs urus anak, suami, tanpa babysitt dan art tp bs tetap tampil rapi dan cantik. salut buat para ahjuma, patut d contoh ni..

  2. arninta
    arninta pusiptasari May 20, 2014 at 7:54 am

    inspiring story! thanks for sharing mama :)

  3. rainiw
    Aini Hanafiah May 20, 2014 at 8:01 am

    tfs yaa mommyminjee, senang deh bacanya, banyak pelajaran yg bisa kita tiru dari para ahjuma :D

  4. bunda_rizma
    bunda_rizma May 20, 2014 at 10:08 am

    mbacanya sambil mbayangin *terutama bagian memakaikan baju saat musim dingin*
    pasti para ahjuma itu sabar2 yah… :D
    tfs mommyMinjee :)

  5. hananafajar
    hanana fajar May 20, 2014 at 3:41 pm

    wahh artikelnya bener2 informasi yang menarik mengenai kehidupan ibu-ibu di sana ya…tfs mba:)

  6. MommyMinjee
    MommyMinjee May 20, 2014 at 5:43 pm

    terima kasih mama mama :)

  7. gabriella
    Gabriella Felicia May 20, 2014 at 7:04 pm

    Wah, terima kasih ceritanya ya… menarik bisa membaca cerita tentang ibu-ibu di negara lain…

  8. ZataLigouw
    Zata Ligouw May 20, 2014 at 11:04 pm

    iya setuju sama yang lain, ceritanya menarik dan menambah wawasan baru..

  9. fitriakur
    fitriakur May 21, 2014 at 8:45 am

    ceritanya bagus.. mebayangkan ahjuma dan ahjusinya seperti yang berseliweran di drakor.. xixixixix..

    emang bener ya mom, saya juga baru anak satu aja rasanya sampe ga bisa ngurus diri, padahal kan perlu juga tetep cantik yaa :)

  10. ibumaliq
    ibumaliq May 21, 2014 at 9:06 am

    suka sama ceritanya MommyMinjee, inspiring dan meluaskan wawasan, tfs :)

  11. nioanio
    nioanio May 21, 2014 at 5:18 pm

    wah ceritanya inspiring banget. Alula baru berumur sebulan dan di rumah dibantuin PRT serta ibu mertua. tapi tetap saja saya masih berdandan daster kalo di rumah dan masih acak2an. benar2 wanita tangguh para ahjumma itu. Salut!

  12. ummifarica
    ummifarica May 22, 2014 at 5:35 am

    wow ngiri sama para ahjuma yg punya ahjusi dlm membantu pekerjaan istrinya, menurut sy itu romantissss bgt.

  13. bububaim
    bububaim May 22, 2014 at 2:14 pm

    MommyMinjee.. makasih bykssss ceritanya.. jadi semangat lg supaya bisa lbh rajin n tetep cantiks kyk Ahjuma.. salut ama Ahjusi, sayang n peduli bgts ama Ahjuma-nya..

  14. Anda
    Anda May 23, 2014 at 1:34 pm

    Daebak!!

    Gw bela2in punya akun agar bisa posting komen.

    Saya kenal MommyMinjee sedari kuliah, dan saya pribadi tidak pernah menyangka bahwa MommyMinjee akan bertransformasi menjadi sesosok Ibu Rumah Tangga yang inspiratif seperti saat ini. :)

    Thanks for the story mak, keep writing ya! saya sudah resmi menjadi fans dari guratan pena MommyMinjee :)

  15. melisatjandra
    melisatjandra May 24, 2014 at 7:37 pm

    Memang ga salah ya mom kalo skg korea meraja lela.. Ga rugi mencontoh Korean style trrmasuk kepribadiannya.. sip !!

  16. Nina Arief
    Nina Arief May 25, 2014 at 11:25 am

    “Banyak dari mereka mengejar karier di usia mudanya dan menikah saat di puncak karier kemudian resign”.. Wah nggak nyangka ternyata wanita2 di negara maju seperti korea punya pemikiran seperti ini. Salut utk para ahjuma dan ahjusi.. Thanks for the inspiring story ya mama :)

  17. MommyMinjee
    MommyMinjee May 25, 2014 at 10:21 pm

    Terimakasih mama semua sudah mau baca dan komen ya.. Espesially anda darusman yang masi single tapi bikin account di urban mama supaya bisa komen.. Hahaha.. Daebak!

  18. eka
    Eka Wulandari Gobel May 26, 2014 at 4:36 pm

    tfs ya, mommy minjee. seneng deh baca kisah2 parenting dari negara lain. ternyata bener ya, pria korea romantis, kirain cuma di film aja hihihi..

  19. mommy erin
    mommy erin May 27, 2014 at 4:58 am

    inspiring :) beda bgt ya sm aku stttt biasa pke daster kumel rambut di jepit lupa ga bedakan alhasil ketuker mana nyonyah dan mana asisten T_T

  20. mitsa
    mitsa May 27, 2014 at 8:18 pm

    seneng bgt baca kisah ini, copas ama aq yg punya 2bocah, 4,5th laki2 n 1th perempuan, bedanya aq harus ambil keputusan menjaga 2 anak langsung krn anak yg ke2 ga mau mimi asip dengan media apapun,so ga ada pilihan lain.. tentang anak yg aktif,sama bgt,teriakan “gesekan biola rusak”ku kaga mempan sama sekali,aq sendiri malu ama suara indahku ituhh,huhuhu, mohon saran dong mamas…caranya gimana ya,anak kita itu tau kalo emaknya lagi marah? btw tentang dandan, aq sih seikhlasnya aja,kadang inget kadang lupa,banyak lupanya sih hihihih :) tq moms

  21. fauziabonita
    fauziabonita April 23, 2015 at 11:06 am

    Hello MommyMinjee!

    Seneng banget deh baca blog nya, inspiratif dan bikin lebih semangat untuk cepet2 susul suami ke korea.

    Saya rencananya akan susul suami akhir tahun ini, boleh minta alamat email MommyMinjee? Ada beberapa hal yang ingin saya tanya2, semoga tidak keberatan untuk sharing pengalamannya ya moms! :)

    Terimakasih banyak sebelumnya & salam kenal!

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.