Belajar Lepas Emosi Agar Bebas Bully!

Honey Josep

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan hadir mewakili The Urban Mama pada seminar seru yang diselenggarakan oleh ParenThink. Acara itu bertema “Belajar Lepas Emosi Agar Bebas Bully” di ruang teater Pinisi Edutainment Park, Pasaraya Gedung B lantai 9, Blok M, Jakarta.

Komnas Perlindungan Anak mencatat ada 139 kasus bullying di lingkungan sekolah selama tahun 2011. Sementara kekerasan fisik yang terjadi di lingkungan rumah tangga tahun 2012 tercatat sebanyak 819 kasus dan kekerasan psikis sebanyak 743 kasus.

Seminar ini dimoderatori oleh mama cantik Mona Ratuliu serta Toge Aprilianto, M.Psi sebagai narasumber. Banyak hal yang saya pelajari dari seminar ini.

Bullying merupakan tindak kekerasan yang dilakukan untuk menguasai atau mengendalikan orang lain agar tunduk kepada keinginan pelaku, dapat dilakukan secara verbal, mental maupun fisik.

Beberapa poin penting yang saya dapatkan:

  • Perilaku bully menunjukkan si pelaku belum sanggup menghadapi rasa kecewa, sehingga perasaan terancam secara naluriah membuatnya jadi agresif.
  • Bullying perlu dipahami sebagai hasil belajar karena tidak ada manusia yang secara alamiah bersifat invasif.
  • Pelaku bully bukan ancaman karena biasanya mereka juga adalah korban kekerasan.
  • Bullying dapat diperbaiki melalui aktivitas belajar kecewa karena itulah sumber masalah dalam bullying.
  • Bullying dapat dihentikan bila pelaku sadar bahwa perilaku itu merugikan dan gagal mencapai apa yang diharapkan lewat bullying.

Seminar ini mampu membuat saya berkaca kepada diri sendiri bahwa selama ini terkadang saya “menjajah” anak saya sendiri dengan keharusan dan larangan untuk belajar banyak hal.

Terima kasih @ParenThink dan The Urban Mama atas kesempatan menghadiri seminar yang bermanfaat ini.

3 Comments

  1. Kira Kara
    Bunda Wiwit March 28, 2013 at 4:04 am

    waah iya, benerrr banget.. terkadang orang tua lupa memberikan anak rasa belajar kecewa. maunya semua diberikan tanpa perlu ribet dan rewel., cool article! TFS

  2. sukie
    Sukma Pertiwi March 28, 2013 at 8:11 am

    hmmm…belajar kecewa…jadi penasaran aktivitas belajar kecewa yang gimana sih? mau googling ah :D TFS yaaa

  3. Honey Josep
    Honey Josep March 28, 2013 at 1:15 pm

    Bunda Wiwit: iya, seminar yang seru! dan ketampar sana sini nih :D

    Sukma Pertiwi: belajar kecewa dengan memberikan pilihan untuk anak dan menjelaskan konsekuensi dari pilihan yg tersedia :)

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.