DIY Bed Rail

ephie_donk

Tidak terasa anak kami sudah semakin besar, perkembangannya sangat pesat, Alhamdulillah sehat, menggemaskan dan lincah. Tingkahnya pun semakin susah ditebak, baik tidur maupun bangun, selalu bergerak. Tidurnya sekarang berputar-putar. Kami tidur di pinggir, sementara sebagian besar tempat tidur dikuasai anak kami.

Anak kami memang saat ini masih tidur bersama kami, sehingga saat ini menjadi sangat berbahaya bagi si kecil dengan gaya tidurnya itu. Pernah pas saya dan suami sama-sama kecapekan pulang lembur, sehingga sangat pulas tidur, pas terbangun di pagi hari, anak kami sudah di kaki saya, sudah mepet sekali dengan pinggiran kasur. Alhamdulillah belum sampai jatuh.

Oleh karena itu, saya dan suami mulai mencari-cari bedrail untuk mengurangi risiko anak jatuh dari kasur, tapi melihat harga di pasar kok lumayan mahal, panjangnya juga cuma sekitar 120 cm, padahal kasur kami panjangnya sekitar 200 cm. Sempat ingin mencari yang second, tapi ternyata jarang yang jual.

Pada akhirnya, untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran, kami sepakat membuat bedrail sendiri memakai pipa pvc dan seprai bekas. Ini terilhami oleh tenda-tenda non permanen yang di pedagang-pedagang. Kami juga sempat browsing, banyak ternyata yang membuat bedrail sendiri juga. Total biaya: Rp200.000,- dengan menggunakan sprei bekas tapinya.

Alat dan bahan:

  • 2 pipa pvc (dipotong-potong kebutuhan)
  • 4 penghubung pipa lubang 2:
  • 8 penghubung pipa lubang 3, total pipa pvc dan penghubungnya: Rp150.000,-
  • ¬†lem pipa: Rp8.500,-
  • ¬†gergaji besi kecil (yang hanya seperti penggaris, tapi ada sisi tajamnya)

  • Seprai bekas (yang tidak ada karetnya) – tapi bisa beli kain sendiri: ongkos menjahit: Rp30.000,-
  • Tali sumbu putih, beli di tukang bangunan, sebagai penguat saja, karena sprei saya baru jadi 2 minggu kemudian, jadi kami pasangkan tali dulu untuk menahan tubuh anak kami kalau masih nekat.

Untuk menjelaskan ke tukang jahitnya saya memakai berbagai gambar dan foto. Ongkosnya jadi lumayan, 30 ribu sendiri. akan sangat berhemat jika bisa menjahit sendiri.

Proyek ini tidak perlu waktu lama (sampai dengan dipasang tali ya), hanya butuh kesungguhan saja untuk ke tukang bangunan, tukang jahit, dan memotong-motong pipanya. Saya bekerja sama dengan suami membuat bed rail ini. Ternyata jadinya lumayan kuat karena sering juga dijadikan tempat latihan berdiri oleh si kecil.

Selamat mencoba!

20 Comments

  1. cindy
    cindy vania October 5, 2013 at 12:51 am

    Waah,hebat banget Ephie! Kepikiran yaa bikin bed rail sendiri,lebih kelihatan kuat dan kokoh dari pada bed rail yang dijual dipasaran..

  2. iMom
    iMom October 5, 2013 at 10:05 am

    wihhh, MANTABSSS! seneng bgt deh setiap melihat hasil dari ide kreatif dan inisiatif yang besar untuk buah hati seperti yang Mbak Ephie buat ini :)

  3. nana.adha
    nana adha October 5, 2013 at 5:11 pm

    Waaah, diy bedrail ini mengilhami bangeds :) saya juga sekarang masih bertumpu pada kelambu untuk penghalang.. Cuman mungkin nanti udah ngga bisa dan harus beralih ke bedrail..
    Oiya total pengerjaan bisa sampai berapa lama, mba?

  4. Mama Kinarian
    Mama Kinarian October 6, 2013 at 6:39 pm

    Bagus sekali idenya! Saya jadi terinspirasi nih. Memasang di pinggir kasurnya pakai apa ya?

  5. ninit
    ninit yunita October 7, 2013 at 5:53 am

    wowww oke banget idenya phie! kepikiraaan aja :)
    kereeen!

  6. hary
    hary augustina October 7, 2013 at 7:44 am

    mom itu diikat kah kelandasan tempat tidur? agar bisa berdiri bed railnya? jadi pemanen ter attach ke tempat tidur atau bisa dilepas lepas mom?

  7. ephie_donk
    ephie_donk October 7, 2013 at 2:28 pm

    @nanaadha: itu bentar banget mbak, kalo cuma sampai rangka utama tanpa kain. belanja pipa pvc, ngukur2 trus motong sama merangkai cuma dari jam 2 sd jam 6. Pasang tali, weekend berikutnya (jadi kaya jaring laba2 gtu kita masangnya)… nah, klo kainnya karena kita ke tukang jahit yang suka molor2, jadinya 2 minggu dech…hehe

  8. ephie_donk
    ephie_donk October 7, 2013 at 2:44 pm

    @mamaKinarian & Hari Augustina: itu pakai pvc juga mbak, jadi, diantara pipa pvc itu kan ada yg lubang 3. nah, kalo lubang 3 itu ga dipake untuk menghubungkan atas dan bawah, kita hubungkan ke 2 pipa pvc, terus diselipin diantara springbed atas ma bawah (susah ya bayanginnya ;p). Yang jelas, untuk membuat semua itu kami cukup pakai 2 pvc panjang, itu udah 150 ribu sama pipa penghubung lubang 2 dan 3-nya. Klo mau lebih kuat bisa banyakin pagernya, yang berarti harus lebih banyak pipa dan penghubungnya (bakal pegel menggergajinya…hehe)

  9. ephie_donk
    ephie_donk October 7, 2013 at 2:45 pm

    oiya, itu jadi permanen yaa… soalnya tadinya kami coba ga dilem, ternyata gampang lepas. akhirnya kami lem permanen

  10. Mama Kinarian
    Mama Kinarian October 7, 2013 at 9:36 pm

    oh gitu caranya…okay okay, makasih penjelasannya :)

  11. eka
    Eka Wulandari Gobel October 8, 2013 at 10:56 am

    mama ephie keren ihh..kreatif bangeet :)
    kalo dulu enzo & dante cuma dibentengin pake bantal2 ajaa..hahaha..gak banget yaa..

  12. ephie_donk
    ephie_donk October 8, 2013 at 7:20 pm

    Mbak Eka, tadinya pake bantal juga, tapi ditendangin jatoh juga ato malah dipanjatin ma si genduk..ngeri aja si karena springbed kita tinggi

  13. offira
    Offira Tampubolon October 8, 2013 at 8:12 pm

    Wwiihh.. Mba ephie.. Bisa dicoba nih.. Daripada beli mahal mahal.. Bilang ke tukang jaitnya gimana mba?

  14. ikamelati
    ikamelati October 9, 2013 at 2:17 pm

    mba, gimana masangin ke tempat tidurnya?

  15. Sella
    Ananda Ansella October 9, 2013 at 5:59 pm

    Keren bgt idenya…!!
    Cuma mau nambahin moms, supaya gampang ngejelasin di toko material..
    - penghubung pipa lubang 2 namanya elbow 90 derajat
    - penghubung pipa lubang 3 namanya tee
    untuk ukurannya harus sama dgn diameter pipanya.
    mis. pakai pipa diameter 1,5″ maka minta elbow dan tee nya jg harus yg 1,5″
    HTH ya moms ;p

  16. ephie_donk
    ephie_donk October 10, 2013 at 10:52 am

    oo, namanya elbow ma tee ya.. waktu itu penjualnya kayanya nerjemahin permintaanku itu dech, tapi ga konfirm, soalnya yang penting dapet yang kumau..haha. Makasih moms infonya.
    Bilang ke tukang jahitnya pake gambar mbaak, tukang jahit yang pertama nolak, yang kedua oke karena pake gambar en poto kerangka (yang diberdiriin itu kutunjukkan ke tukang jahit), tapi molor 2 minggu ;p

  17. ephie_donk
    ephie_donk October 10, 2013 at 10:53 am

    tapi semalem si genduk jatuh juga dari tempat tidur lewat sisi satunya…hiks, sedih. Harus bikin buat satu sisi lagi ni kayanya T.T (jadi kurungan)

  18. Umah Nunki
    Nunki Herwanti October 20, 2013 at 10:13 am

    bagian bawahnya biar kuat berdiri begitu gimana caranya mom?

  19. noveyu
    noveyu November 6, 2013 at 9:22 am

    keren ..bisa di cat warna-warni tuh ya mbak

  20. ephie_donk
    ephie_donk June 12, 2014 at 10:58 am

    Ini kurungan masih kokoh sampe sekarang si bayi jd toddler (16 bulan). Sering dibuat pijakan buat loncat2 sama si bocah sementara saya dandan di depannya..hee
    Untuk menjawab pertanyaan yang sudah lama banget heee:
    iya, saya lem permanen tapi cuma yang di bawah kasur.
    Karena ruangan kamar saya sempit, jadi harus bisa dilepas en dipindah tu konsepnya
    Kuncinya supaya kuat adalah yang diselipin antara kasur itu harus panjang, kalau bisa lebih panjang dari setengah lebar kasur.
    Untuk membuat portable, panjang yang diselipin itu dipotong 2 dengan perbandingan 1:3. Yang dilem permanen itu yang 1/3 nempel di rangka bed railnya.

    Kalo mau dicat warna-warni bisa aja, tapi ga keliatan ketutupan kain..hee

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.