Driving Mama

namila

Saya yakin banyak urban mama yang menyetir sendiri untuk antar jemput anak sekolah, grocery shopping, imunisasi, atau ke kantor. Pertimbangan menyetir sendiri tentu saja berbeda-beda, saya memilih menyetir sendiri terutama adalah faktor privacy dan fleksibilitas waktu serta tentu saja karena saya masih sanggup jadi sopir anak anak.

Berkendara dengan menggunakan motor atau mobil bersama si kecil untuk segala kegiatan tentu saja butuh persiapan dan antisispasi.

Berikut ini beberapa tips untuk berkendara bersama si kecil:

A. Berkendara dengan motor:

  1. Bawa STNK dan SIM
  2. Pastikan kendaraan sehat dgn perawatan berkala, bensin cukup.
  3. Bila saat distarter mesin mogok, matikan semua lampu dan coba starter ulang.
  4. Untuk motor matik jenis mio, pastikan air akinya cukup, kalau kering mio bisa mogok. Untuk motor matik vario karena menggunakan aki kering, ganti berkala akinya. Mendorong motor sambil menggendong anak itu sungguh merepotkan.
  5. Untuk rute yang biasa dilalui, pastikan mengingat lokasi-lokasi tambal ban dan bensin eceran agar bila ada kejadian kita bisa langsung fokus ke lokasi bantuan.
  6. Bawa jas hujan dan tas kresek untuk mengantongi diaper bag/handbag yang kita bawa bila hujan turun.

Persiapan untuk anak:

  1. Pastikan dalam kondisi sehat dan kenyang.
  2. Untuk anak hingga 3 tahun gunakan gendongan bayi yang AMAN.
  3. Untuk anak diatas 3 tahun, pastikan tidak sedang mengantuk, gunakan helm/jaket yg benar, sepatu, diajari pegangan, diamankan dengan diikat selendang.
  4. JANGAN menempatkan anak setinggi stang berdiri di balik stang motor matik. Bila mengerem mendadak, kepala anak akan terbentur/gusi berdarah.
  5. Bawa p3k sederhana.
  6. Pastikan selalu balita yang sudah bisa berjalan dalam pengawasan saat diturunkan/akan digendong  ketika kita menyiapkan kendaraan di parkiran. Waspada terhadap, laju kendaraan yang masuk parkiran, knalpot kendaraan lain yang masih panas, asap buangan knalpot yang kadang dimodifikasi setinggi anak kita.
  7. Usahakan setiap 2 jam cek kondisi asupan cairan.
  8. Untuk yang sedang toilet training, kita bisa menggunakan toilet SPBU.

 

B. Berkendara dengan mobil:

  1. Bawa STNK, SIM, dan kartu nama bengkel/derek langganan.
  2. Perawatan berkala, bensin cukup terutama bila menggunakan mobil matik, karena bila sistem tidak dirawat, mobil harus diderek saat mogok, karena  sistem elektriknya butuh direstart.
  3. Gunakan selalu carseat. Walaupun kita tinggal di negara yang susah ngebut karena penggal jalan pendek dan sering macet, percayalah membiasakan si kecil di carseat itu menguntungkan buat driving mama.
  4. Di sisi pintu yang ada carseatnya, gunakan fitur childlock agar pintu tetap terkunci ketika anak berusaha membukanya.
  5. Gunakan kaca film untuk menahan matahari atau tambahan korden di kaca mobil yang ada carseatnya.
  6. Selalu mengunci pintu dan kaca bila ada anak duduk di belakang tanpa pendamping dewasa.

Persiapan untuk anak:

  1. Pastikan duduk nyaman di dalam mobil, bawa mainan/buku dan cemilan jangan takut mobil kotor karena bisa dibersihkan. Konsentrasi mengemudi jadi tidak diganggu jeritan anak yang bosan atau lapar.
  2. Bila membawa bayi dan cranky lebih dari 10 menit, lebih baik menepi, lalu dekap atau susui. Jangan panik, beri pengertian kalau perjalanan mesti dilanjutkan, mama menyetir dan mama ada di depan, si kecil mesti duduk kembali di kursinya. Lama kelamaan si kecil tahu kok, mesti bagaimana bila satu mobil sama mamanya yg nyetir.
  3. Setel  lagu yang disukai bayi untuk mengondisikan suasana nyaman.
  4. Selalu sediakan baju ganti, popok bayi, minyak telon untuk menyamankan kondisi perut bila muntah di jalan, handuk/saputangan 2/3 pcs, tisu basah, baju ganti ibu.
  5. Kadang ada saja kejadian muntah di mobil, ajari anak untuk muntah menggunakan kantong/wadah dan mengurus dirinya. Efektif untuk anak di usia lebih 4 tahun.
  6. Untuk rute yang biasa dilalui, pastikan mengingat di mana lokasi tambal ban agar bila ada kejadian kita bisa langsung fokus ke lokasi bantuan.
  7. Jangan meninggalkan anak tidur atau terjaga di mobil dalam keadaan mesin menyala apalagi untuk anak yang sudah bisa membuka tutup kunci pintu mobil walaupun kita pikir hanya semenit keluar mobil. Ada kejadian anak satu tahun menekan tombol kunci, semua kaca mobil tertutup. Percayalah, menolong si kecil yang terkunci di dalam mobil butuh waktu lama.
  8. Ketika di area parkir, awasi si kecil dan ajari untuk tidak berlarian ketika kita memasukkan barang belanjaan. Angkat dan tempatkan si kecil dalam carseat/mobil dahulu baru urus belanja atau stroller.

Semoga berguna ya…

*Foto-foto dari Shinta.

13 Comments

  1. ayuahmad
    Ayu Lydi Ferabianie January 8, 2013 at 7:19 am

    Terima kasih atas tipsnya. Saya termasuk driving mama. Untuk anak yang pertama memang tidak dibiasakan duduk di car seat, tapi untuk yang kedua sudah mulai dibiasakan duduk di car seat. Lebih anteng dan lebih mudah diatur.

  2. Ari Handayani
    Ari Handayani January 8, 2013 at 11:45 am

    Saya sebenarnya pengen jadi driving mama.
    Alhamdulillah Mobil udah ada, SIM A juga ada (lewat ujian)
    tapi sampai sekarang saya masih belum berani bawa mobil sendiri.
    Ada perasaan takut nyenggol orang lain.
    Cuman berani bawa motor.
    Padahal sekarang musim hujan, kalo ama si kecil kan mending pake mobil.

    Gimana ya caranya nekad berani nyetir sendiri ?
    Help me, please…

  3. namila
    namila January 8, 2013 at 1:21 pm

    mama ayu, mamanya juga bisa tenang mengemudi kalau anak-nya ‘diiket’ ya. toss ah anakku yg pertama juga nggak kenal carseat karena kemana-mana memang pakai motor. sekarang sih sdh bisa pakai seatbelt bawaan mobil walau longtrip masih dgn seatbelt adjuster.
    mama ari, nekad-nya buruan dijemput :P
    ya usaha nekad itu sih kalau mau mengawali pakai mobil. Perkara takut nyenggol dsb itu pasti akan sirna kalau sdh dijalanan. Sarannya, mungkin menyetir pertama di jalanan si kecil ditinggal dulu di rumah baru setelah percaya diri terbentuk silahkan bawa si kecil. Sim A sdh di dapat kan modal berkendara, setidaknya aturan bermobil di jalanan sdh tahu. Yuk kumpulkan keberanian!

  4. eka
    Eka Wulandari Gobel January 8, 2013 at 11:16 pm

    namila,
    terima kasih ya, infonya lengkap dan pastinya berguna banget untuk para mama yg sering membawa anak-anak berkendara.
    sekalian membiasakan anak-anak untuk tertib dan disiplin berlalu-lintas :) nice tips.

  5. siska.knoch
    Siska Knoch January 9, 2013 at 8:55 am

    tfs namila, good tips!
    dan sebulanan ini migu lg ga mau duduk di carseat.. maunya bawa bantal aja! mudahan ini cuma ‘masa sementara’ dan nanti mau duduk d carseat lagi.

  6. umitimur
    ari mutiarasanti January 9, 2013 at 9:07 am

    Nah ini nih pengalaman menarik menyetir hanya sm si kecil yg duduk di carseat belakang.
    Pernah qt mau jemput yangtinya hasbi drumah makan (alhamdulillah deket ma rumah),
    Baru aja kluar komplek,eh si hasbi bs miring2in tuh carseat n tryt doi bs buka sendiri seatbeltnya,duhhh yg ada nyetir sambil megangin dia (kanan pegang setir,kiri pegang dia dcarseat) untungy jg jalanan lg sepi,alhamdulillah selamat. Habis itu ngga banget deh nyupir cm brdua,he’s strong enough

  7. namila
    namila January 9, 2013 at 9:55 am

    Bi eka, terimakasih sdh mampir

    Mama chika, walah nampaknya bakal susah menempatkan migu di carseat lagi wong sdh tahu enaknya bobo dgn bantal di mobil :p sama juga saat ini kondisi di saya, gegara carseat cover di cuci dan periode break bercarseat pas liburan kmrn akhirnya si adik (33mts) ‘lulus’ carseat, saat ini dia free duduknya dgn ditemani bantal dan boneka di kursi belakang. Asal perjalanan jarak pendek dalam kota semoga tidak terjadi hal yg membahayakan. Carseat sangat membantu para mama tenang menyetir membawa bayi di usia newborn hingga toddler usia 2,5 th. Pengalaman saya, untuk perjalanan jauh anak diminta duduk baik menggunakan seatbelt+seatbelt adjuster atau kembali menggunakan carseat masih bisa dengan mengkomunikasikannya secara serius dgn anak. Pendapat
    Ini murni adalah pendapat pribadi, buat mama yg konsisten menggunakan carseat hingga usia ideal menggunakan seatbelt bawaan mobil highly appreciate dan sangat patut di contoh.
    Mama ari, anaknya usia berapa ya? Bisa sharing merek dan type carseat yg digunakan? Kuat banget dan bagus skill nya kalau bisa buka seatbelt carseat sendiri. Etapi ini yg dibuka seatbelt carseat atau belt mobil tempat carseat di attach ya? Kalau belt mobil memang tinggal press aja dan empuk biasanya. Bisa jadi masang carseat-nya kurang settle karena setahu saya walau belt mobil di press dan lepas pun masih ada klip pengaman lain yg membantu mengunci carseat agar di tempatnya. Besok besok kalau memungkinkan menepi dulu dan memperbaiki posisi carseat karena berbahaya menyetir sambil berbagi tangan dan konsentrasi.

  8. otty
    Pangastuti Sri Handayani January 9, 2013 at 10:19 am

    Makasih buat tipsnya :) Alhamdulillah anak2 anteng di car seat, Niska kadang masih angot2an sih tapi ortu tega ini tak bergeming dan anaknya dibiarin aja di car seat. Biasanya solusi supaya Niska diem adalah dikasih makanan hahaha…

    Setuju carseat itu penting banget, kalo gue nyetir dan anak ga di carseat malah grogi sendiri.

  9. umitimur
    ari mutiarasanti January 9, 2013 at 11:38 am

    Yap betul mom namila,better minggir dl n betulin posisinya,emg gw yg ke pedean.
    yg berhasil dia pencet seatbelt yg dpundak carseaty,tombolnya yg dtengah n tinggal dpencet longgar lah,jd doi bisa miring2 badan biar bs liat tengah. Oia hasbi 1th n merknya kurg tahu krn punya kakanya yg skg uda 10th (hahaha,ketahuan ngiritnya nih :) ) tp ada tulisan haenim toys.

  10. purplesekar
    purplesekar January 10, 2013 at 9:40 am

    pake car seat manfaat banget,kemarenan sempet mobilku yg modelnya hatchback ditabrak dari belakang sampe harus ganti pintu,berkat car seat alhamdulillah baby armand 3 months aman,teriak kaget bentar trus ngoceh2 lagi.

  11. wynda azalea
    wynda azalea January 10, 2013 at 10:26 am

    belum punya nyali buat belajar nyetir nih, tp punya target
    6 bulan ke depan musti bisa maju mundurin mobil dulu lah.

  12. wulandini
    wulan dini January 12, 2013 at 3:29 pm

    salam kenal mom namila.. thanks for the tips..alhamdulillah anakku sasi anteng di carseat setelah disetelin dvd kesayangan di sepanjang perjalanan..kalau nggak rada rewel juga. Bisa nyetir dengan tenang deh

  13. nieza
    nieza February 11, 2013 at 7:22 pm

    Halo mama, aku mau nambahin sedikit informasi. Kalo kita bawa bayi/anak memang sebaiknya rear facing drpd front facing. Untuk menghindari trauma tulang leher pada saat (amit2) terjadi kecelakaan. Aku liat di youtube ini link nya http://www.youtube.com/watch?v=Q8gU9zzCGA8&feature=youtube_gdata_player cuman masih bingung lalo anaknya membesar kan ga cukup yaa kakinya klo rear facing

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.