Gardening with Toddler

rindangi

Salah satu kegiatan seru keluarga kami untuk mengisi weekend adalah berkebun. Tapi jangan dibayangkan kami punya lahan yang luas untuk berkebun. Lahan yang kami gunakan untuk berkebun adalah halaman kecil di depan rumah dan pot gantung yang ceritanya mau saya buat vertical garden.

Jujur saja, saya sebenarnya tidak terlalu telaten berkebun. Saya sering lupa menyiram tanaman. Padahal saya ingin Ledi (17 m) menghargai alam dan lingkungan sekitarnya dimulai dari hal yang terkecil seperti membuang sampah di tempatnya atau menanam pohon di kebun kecil kami. Impian saya, saat ingin memasak kami tinggal petik sayur dari kebun, cuci, masak dan disantap bersama.

Banyak kegiatan berkebun yang bisa dilakukan dengan toddler, antara lain:

1. Menyapu kebun dan halaman rumah

Jangan mengharapkan hasil sapu yang bersih. Yang kami harapkan adalah keterlibatan Ledi dalam kegiatan ini dan agar Ledi merasakan keseruan kegiatan bersama ini.

 

2. Menyirami tanaman

Lagi-lagi jangan harapkan hasil yang rapi an bersih. Biasanya kegiatan menyiram ini berakhir dengan Ledi yang basah kuyup.

3. Mencabuti rumput liat

Anak seumur Ledi senang sekali meniru perilaku orang yang lebih dewasa. Saat kami mencabuti rumput liar, Ledi dengan senang hati meniru perilaku kami. Hanya saja harus sabar menjelaskan berkali-kali mana yang boleh dicabut, mana yang tidak. Ledi masih sulit membedakan mana yang rumput liar, rumput hias, tanaman yang dipelihara.

 4. Menanam 

Biasanya yang ditanam Ledi adalah biji buah yang dimakannya. Yang dimaksud menanam di sini adalah Ledi meletakkan sendiri biji jeruk ke pot yang berisi tanah. Dan melihatnya tumbuh setiap hari.

Cara menanam Ledi lainnya adalah kami memetikkan tanaman bunga yang sudah berakar untuk diletakkan Ledi di pot berisi tanah. Saat bunganya muncul, Ledi senang sekali. Ledi yang selalu memetik bunga, tidak mau memetik bunga yang ditanamnya sendiri, hanya melihatnya sambil bilang “bunga di.. bunga di” (terjemahan bebas: bunganya Ledi).

Tanaman lain yang mudah ditanam adalah kacang hijau, kacang merah, dan cabai. Saat ini kami sedang menunggu tanaman kacang hijau dan kacang merah kami rimbun untuk dipetik kemudian disayur.

 ***

Setelah saya amati dan membaca beberapa sumber di internet, ternyata kegiatan berkebun ini memberikan beberapa manfaat perkembangan bagi anak antara lain:

  1. Memberikan kesempatan untuk mengembangkan inderanya. Ledi jadi mengenali warna melalui bermacam-macam bunga, merasakan berbagai tektur daun, batang, tanah, dll.
  2. Melalui berkebun Ledi belajar mengenai keindahan proses. Bagaimana ulat daun avokad berubah menjadi kepompong dan kupu-kupu, bagaimana dari biji menjadi tunas, batang, daun. Hal ini membuat Ledi memahami apa yang dinamakan kesabaran.
  3. Belajar gagal. Tidak jarang tanaman yang kami tanam mati, tidak tumbuh, atau layu. Di usia Ledi sekarang, ia memang tidak terlalu menyadari artinya mati. Ia hanya menunjuk-nunjuk tanaman itu sambil berkata “bunga… bunga”. Mungkin ia heran mengapa tidak tumbuh bunga seperti tanaman lain. Ini kesempatan kami menjelaskan makna mati dan gagal kepadanya.
  4. Waktu kualitas dengan keluarga. Berkebun dapat menjadi aktivitas bersama keluarga yang sehat, menyenangkan dan murah meriah.

Ayo urban mama, kita berkebun bersama anak-anak!

6 Comments

  1. ninit
    ninit yunita January 20, 2014 at 8:34 am

    woww ledi, lucu banget sihhh foto2nya. seneng banget liat ledi rajin berkebun.
    ternyata berkebun buat anak2 banyak manfaatnya yaa…

    kalo arza paling suka nyiram tanaman. semoga nanti bisa rajin berkebun kayak ledi yaaa. :)

  2. Kira Kara
    Bunda Wiwit January 20, 2014 at 4:57 pm

    *toss* kita punya hobi dan kegiatan yang sama untuk si kecil. Ki-ka pun suka “membantu” berkebun. dan tentu saja dengan hasil badan penuh tanah dan baju basah kuyup. hihihi…

  3. teta
    teta January 20, 2014 at 7:20 pm

    Yama jugaaaaaa!
    Yama suka banget berkebun dan nyapu dan cuci baju dsb.
    Untuk berkebun, sama kayak Ledi, Ki-Ka dan Arza, paling suka siram tanaman sekalian mandi alias basah kuyup yup.. Terus aduk aduk tanah pasir kerikil dan ditumpahin ke mana mana. Sama sobekin daun dan bunga Hix. Gelombang cinta ku sobek sobek gak berbentuk lagi. Bunga bunga dipetikin entah cuma dibawa jalan jalan atau ditaruh telinga.. Dia geli liat cacing tanah tapi malah berani pegang kaki seribu capung kupu belalang dan belalang sembah.. Setelah berkebun jangan lupa mandi cuci tangan kaki daaan gunting kuku. Serem kan kalau cacingan. Soalnya yama selalu gak betah pakai sarung tangan plastik..

  4. rindangi
    Rindangi Putri January 20, 2014 at 8:50 pm

    Wah, trnyt bnyk yg suka berkebun. Ayoo, kita playdate berkebun… :)

    @mama teta: iya Ledi jg berani bgt pegang belalang, ulet, laba2,dll… Malah ibu ny yg geli sendiri, hehehe…

  5. eka
    Eka Wulandari Gobel January 21, 2014 at 12:34 am

    ledi pinter banget, berkebunnya :)
    enzo & dante juga seneng ikutan berkebun.. seneng banget main tanah dan nyiramin tanah sampe becek2an hehehe..seruuu!

  6. ZataLigouw
    Zata Ligouw January 27, 2014 at 8:21 pm

    Rindangi, gw juga pengen mulai menanam nih, sama kayak Ledi, anak2 juga mau diajak :). Maunya nanem yang bisa dipake di dapur juga sih..

    Makasih sudah berbagi ya rindangi dan ledi *cup*

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.