Growth Chart

monicapurba
Berliana Monika , ST , MM Konselor Laktasi & La Leche League (LLL) Leader of Rochester South NY, US. Lulusan S1 Fakultas Teknik Sipil&Perencanaan ITB & S2 Magister Manajemen Universitas Indonesia.
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Seringkah para Mama mendengar kalimat/pertanyaan ini:

    “Bayiku bulan ini naik 400 gr, bagus/tidak ya?”
    “Bayiku kok tidak semontok bayi Mama itu sih”
    “Kenapa ya Dokter dan bidan tidak pernah mengisi KMS bayiku?”

    Sudahkah para Mama sadar bahwa Mama dan Papalah dokter anak yang pertama dan utama bagi anak-anaknya? Memiliki anak mengandung tanggung jawab yang besar, termasuk mengupayakan yang terbaik agar anak-anak kita sehat. Sehat bukan hanya berarti tidak sakit, tetapi juga Tumbuh dan Berkembang (sering disingkat TUMBANG) dengan baik. Pemikiran yang tidak tepat adalah menyerahkan seluruhnya urusan kesehatan anak kepada para tenaga kesehatan (dokter, bidan, perawat, dll) termasuk dalam hal ini adalah memahami cara mengisi dan membaca kurva pertumbuhan/growth chart anak sejak lahir.

    Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh. Ada beberapa hal/parameter untuk mengukur pertumbuhan seorang anak sejak lahir. Penilaian minimal dilakukan dengan mengukur berat badan, panjang/tinggi badan serta lingkar kepala secara berkala. Kadang untuk evaluasi/analisa dalam waktu yang singkat untuk bayi hanya 1 hal saja yang diambil yaitu bagaimana pertumbuhannya berat badannya, karena untuk bayi-bayi kecil pertumbuhan berat badan sangat penting.


    Contoh KMS/Kartu Menuju Sehat DepKes RI

    Kurva pertumbuhan/growth chart adalah salah satu alat untuk menilai/mengevaluasi apakah pertumbuhan anak sudah baik/tidak, dikombinasikan dengan status kesehatan anak kita sejak lahir dan asupan yang diterimanya sejak lahir. Jadi ketika jadwal kunjungan ke dokter/bidan, baik untuk imunisasi maupun kontrol rutin, bayi/anak kita perlu ditimbang berat badannya, diukur panjang/tinggi badan serta lingkar kepalanya.

    Untuk penimbangan berat badan, beberapa hal ini yang perlu diperhatikan :

    1. Gunakanlah timbangan yang sama dalam setiap kali penimbangan.
    2. Pastikan timbangan yang digunakan terkalibrasi dengan baik.
    3. Pastikan popok bayi bersih (karena popok yang penuh akan menambah secara signifikan berat badan , terutama untuk bayi kecil).
    4. Bayi mengenakan baju yang tipis/telanjang bila memungkinkan, selama penimbangan
    Sementara untuk pengukuran panjang/tinggi badan, pastikan badan bayi lurus terutama kaki, saat diukur dalam posisi tidur , serta bayi telanjang kaki/ tidak memakai sepatu dll.

Setelah data-data dikumpulkan, maka dapat dimasukkan (di plot kan) ke dalam kurva pertumbuhan. Kurva pertumbuhan/Growth Chart ada beberapa macam, pada tulisan kali ini saya akan membahas kurva pertumbuhan WHO. Kurva pertumbuhan anak laki-laki dan perempuan juga berbeda, jadi pastikan memasukkan data pada kurva yang sesuai dengan jenis kelamin anak. Ada kurva pertumbuhan yang menyatukan Berat badan dan Tinggi badan dalam 1 halaman, dan ada yang terpisah. Silahkan memilih dan menggunakannya sesuai kebutuhan. Kadang untuk analisa berat badan saja (untuk bayi-bayi kecil) lebih mudah mem-plot dan membaca interprestasi di kurva pertumbuhan berat badan saja seperti contoh di bawah ini.


Contoh Kurva Pertumbuhan WHO – Berat Badan Anak Perempuan – sistem Persentil


Contoh Kurva Pertumbuhan WHO – Berat Badan & Tinggi Badan Anak Laki-Laki


Contoh Kurva Pertumbuhan WHO – Berat Badan/Tinggi Badan Anak Perempuan – sistem Z-Score

Nah apa manfaatnya & bagaimana mengartikan/menginterprestasikan kurva pertumbuhan?

    1. Arti dari angka Persentil. Misal kurva bayi/anak ada di persentil 20th untuk kurva berat badan. Artinya, 80% anak yang berusia dan berjenis kelamin sama di populasi tersebut, berat badannya lebih besar dari bayi tersebut atau 20 % anak yang berusia dan berjenis kelamin sama, berat badannya lebih rendah dari bayi tsb.

    Sementara untuk sistem Z-Score berikut ini ringkasan artinya:

    2. Bandingkan persentil saat pengukuran terakhir dengan titik sebelumnya apakah terjadi kenaikan/penurunan yang signifikan. Bila terjadi penurunan segera evaluasi penyebabnya apakah bayi/anak sakit, kurang asupan ASI/MPASI/ ada hal lain.

Selanjutnya saya akan memaparkan salah satu contoh kurva pertumbuhan yang menyatakan bayi tersebut Gagal Tumbuh/Failure To Thrive (FTT).


Contoh Kurva Pertumbuhan Bayi yang Gagal Tumbuh / Failure To Thrive (FTT)

Dapat dilihat di atas bahwa persentil bayi yang pertama (BBL/Berat Badan Lahir) dan kedua (saat bayi berusia 2 bulan) adalah mendekati 90th. Kemudian turun secara drastis di titik keempat/saat usia bayi 4 bulan (sekitar persentil 40th) dan titik terakhir saat usia bayi 6 bulan berada di persentil 10th. Jelas ada masalah serius yang seharusnya segera ditangani saat usia 4 bulan, dimana kurva pertumbuhannya menyatakan penurunan drastis. Idealnya, bayi tumbuh di garis pertumbuhan persentil yang sama.
Banyak penyebab potensial yang menyebabkan bayi mengalami Slow growth hingga Gagal tumbuh/Failure To Thrive ini. Harus dievaluasi apakah penyebabnya bayi tidak mendapatkan asupan yang cukup karena beberapa hal seperti posisi & pelekatan yang tepat sehingga bayi tidak mendapatkan ASI dari payudara dengan optimal. Bisa juga Ibu membatasi pemberian ASI baik melalui menyusu langsung/pemberian ASI perah. Dicari juga apakah bayi menderita suatu penyakit seperti Kuning/Jaundice yang membuat bayi malas menyusu dan lebih banyak tidur, atau bayi menderita penyakit yang berat seperti PJB (Penyakit Jantung Bawaan) dan kelainan lainnya.

Software kurva pertumbuhan untuk PC dapat didownload di link resmi WHO ini:

http://www.who.int/childgrowth/software/en/

Semoga semakin banyak para Mama dan Papa yang menyadari pentingnya Kurva pertumbuhan/growth chart ini, bersama-sama dengan tenaga kesehatan mengupayakan yang terbaik untuk kesehatan, pertumbuhan & perkembangan buah hati.

Happy breastfeeding. :)

39 Comments

  1. ninit
    ninit yunita November 11, 2013 at 6:28 am

    wiii bener banget! urban mama papa harus mengerti nih ttg growth chart. jangan selalu mengandalkan tenaga kesehatan untuk mengisinya. sebaiknya mengerti & memahami.

    tks monik untuk penjelasannya :)

  2. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika November 11, 2013 at 6:37 am

    Hi Ninit,

    Iya nih, masih buanyak para Mama Papa yang KMS anaknya kosong melompong kurva pertumbuhannya. Pas ada masalah baru deh panik. Sama suka banding2in anak via mata meter, ga valid banget jadinya hehe..

    -Monik

  3. crayola
    zakia nurdini November 11, 2013 at 10:50 am

    tfs mba monik..bener bgt nih..suka sedih liat ibu2 yang “maksain” ASIX tanpa melihat kurva ini dan selalu berdalih anak ASIX kan ga gendut :(..pdhl kl FTT kan bahaya jg..

  4. Phi_Novi
    Phi_Novi November 11, 2013 at 3:38 pm

    mbak monik thank’s info dan remindnya

    saya sempet kecolongan ni pas pengukuran kenzie(umur 6 bulan).
    pas kemaren imunisasi ( 9 bulan )baru nyadar BB naik tetapi tinggi cuman nambah beberapa cm…dan itu baru sadar waktu DSA ngajakin kita discuss perkembangan Kenzie ( tepok jidat de jadi keliatan gk care ama anak :( ).
    sementara dari baju sehari-hari udah seperti indiahe semua…
    gk mungkin cuman naik beberapa cm :(
    next time gk mau kecolongan lagi harus check hasil pengukuran dg penulisan yg ada dibuku.

  5. Inayati
    Inayati November 11, 2013 at 5:30 pm

    terimakasih mb Moniq atas infonya :). mungkin kalau berkenan, sy boleh ya mb menambahkan sedikit utk urban mamas bahwa growth chart tsb berlaku untuk asumsi pertumbuhan anak yang terdefinisi normal. untuk tabel z-score nya sendiri, yg juga perlu diwaspadai adalah bila anak kita memiliki masalah dg length/height for age yang ada di kondisi “stunted” atau bahkan “severe stunted” maka sang anak sudah dapat pastikan punya masalah gizi yang kronis. sayangnya, indonesia masih memiliki masalah besar dg prevalensi stunted anak usia di bawah lima tahun :(.

  6. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika November 11, 2013 at 6:35 pm

    Hi Mba Inayati,

    Sip thx tambahannya, banyak banget seluk beluk membaca GC yang tidak bisa saya bahas satu2 :).
    Betul banget GC WHO untuk anak normal. Juga tambahannya, GC bayi prematur juga berbeda/khusus.
    Most cases ya baik FTT maupun Stunting baru terdeteksi saat secara fisik sudah sangat kronis :(. Yuk sama2 edukasi para Mama Papa :)

    -Monik

  7. cindy
    cindy vania November 12, 2013 at 10:46 am

    Wah,terimakasih ya mbak Monik buat penjelasannya,sangat membantu sekali :D

  8. jessmite
    jessmite November 12, 2013 at 11:29 am

    Dear Mbak Monik,
    setiap saya ajak bayi saya ke posyandu cuma diukur berat badan, ga pake panjang badan dan lingkar kepala, jadinya di rumah saya ukur sendiri deh… pernah suatu kali ke posyandu petugasnya belum memplot garis grafiknya, jadi saya yang isi sendiri. Memang penting ya memplot grafik berat badan anak? Kalo pakai KMS dari pemerintah saja udah cukup kan? Soalnya (sayang sekali) ada ibu lain yang tidak mempermasalahkan anaknya yang tidak kelihatan grafiknya tapi cukup mencatat berat badannya aja, itupun nggak setiap bulan. Karena katanya nggak ada posyandu di lingkungan rumah, so dia nimbang anaknya ke puskesmas atau bidan.
    Tfs Mbak Monik.

  9. jessmite
    jessmite November 12, 2013 at 11:41 am

    Oh ya mau nambahin lagi nih. Setelah baca komentar mbak Inayati, jadi timbul pertanyaan baru… apakah grafik internasional dari WHO itu cocok untuk semua bayi di dunia? Soalnya kan kita ras Asia bedn dengan ras Kaukasia yang lebih besar? Mungkin pakai KMS yang nasional itu udah cukup ya? Meski nggak ada grafik untuk tinggi badan atau bahkan lingkar kepala.

  10. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika November 12, 2013 at 7:07 pm

    Dear Mba Jessmite,

    Jawaban pertanyaan Mba : memang penting ya memplot grafik BB anak ? Kan sudah saya tulis kenapa penting :)
    Ga masalah pakai KMS pemerintah seperti di contoh saya karena basisnya KMS DepKes itu dari Growth Chart WHO. Grafik WHO tidak spesifik berdasarkan bayi Asia tapi lebih representatif karena berdasarkan bayi2 ASI dibandingkan grafik CDC yang berdasarkan bayi2 sufor. Ya idealnya 3 item seperti tulisan saya : BB, TB, LK. Saya sudah berikan link untuk download software GC WHO silahkan dipakai.

    HTH
    -Monik

  11. ichalen
    ichalen November 13, 2013 at 4:23 pm

    mba monik punya template chart yang dapat diisi? maksud aku yang ky MS excell gitu, jadi kita input angka BB,TB,LK trus muncul di chartnya? biar ga dicoret2 manual di kertas tabelnya, jadi rapih deh :D
    aku googling belum ketemu linknya nie..tq yaah

  12. Inayati
    Inayati November 13, 2013 at 7:24 pm

    Dear Mb Monik,
    yuk setuju mb, mari bergandengan tangan mengedukasi bersama :). Ttg KMS di Indonesia, mungkin kalau di pulau Jawa mb, KMS berdasarkan WHO Anthrop terbaru akan mudah ditemui eui, tapi sayangnya, kalau di daerah, apalagi terpencil (spt pengalaman saya di Nias), kadang model KMS lama based on CDC yang masih digunakan :(. Karenanya, ndak ada salahnya para mamas yang di daerah lebih kritis untuk menengok jenis KMS yang digunakan :).

    Tambahan sedikit utk mb Jasmitte (yg menyenggol nama saya nih ;)). Benar sekali penjelasan dari Mb Monik. Untuk pembuatan Growth Chart WHO 2005, sample nya sangat representatif yang diambil dari 5 negara (Brazil, Ghana, India, Norway, Oman dan USA)dengan admitted criterion yang amat ketat agar kevalidan datanya dapat dipercaya. Jadi ndak usah khawatir saat menggunakannya ya mb :).

  13. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika November 13, 2013 at 7:47 pm

    Dear Mba Ichalen,

    Lho kan saya sudah berikan linknya di tulisan saya Software WHO Anthro. Sistemnya ya tinggal input data kayak excel langsung generate Chart yang kita mau :)

    -Monik

  14. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika November 13, 2013 at 7:48 pm

    Dear Mba Inayati,

    Terimakasih tambahannya :)

    -Monik

  15. glory_upi
    glory_upi November 14, 2013 at 11:25 am

    Dear mba monik,

    Sy new mom dgn baby Khansa 10m2w, BB tgl l9.11.13 7,7kg, selama ini kalau imun hanya ditimbang tidak diukur lingkar kepala & tinggi bandan, sy agak khawatir dgn BB ny tsb tp DSA hanya bilang masih normal makanya ketika baca artikel ini sy langsung worry lihat chartnya sperti gc gagal tumbuh, sy sdh scan untu bisa ditanyakan ke mbak, tp gak tau cara uplodnya.. hehehe..sy berencana pindah DSA untuk bisa konsultasi lebih lama mengenai tumbuh kembang anak (DSA nya sgt populer di RS tsb, RUM tp sy illfil krn stiap habis suntik susternya sudah lgsg buka pintu tanpa kasih kami kesempatan konsul lebih lama krn antriannya panjang, sekalipun kami imun dihari biasa pagi ataupun malam perlakuanya tetap sama, buru2 biarpun pasienya sedikit) namun suami enggan pindah dan mencoba2 DSA lg krn rekam mediknya dr lahir sudah disana, adakah yg tau bagaimana caranya uplod pic, sy mau uplod gc khansa..

  16. jessmite
    jessmite November 16, 2013 at 9:08 am

    Dear Mbak Monik,

    mengutip komen mbak sebelumnya: “Ga masalah pakai KMS pemerintah seperti di contoh saya karena basisnya KMS DepKes itu dari Growth Chart WHO. Grafik WHO tidak spesifik berdasarkan bayi Asia tapi lebih representatif karena berdasarkan bayi2 ASI dibandingkan grafik CDC yang berdasarkan bayi2 sufor. Ya idealnya 3 item seperti tulisan saya : BB, TB, LK. Saya sudah berikan link untuk download software GC WHO silahkan dipakai.”

    Saya udah coba download software GC WHO, tapi nggak bisa :( sayang internet di desa koneksinya lemah. Ya sudah pakai KMS Pemerintah saja semoga sudah lebih dari cukup.

    Oh ya, ‘CDC’ itu apa ya mbak?

    Lalu grafik Z-score itu plotnya kan dari BMI. Rumusnya BMI= BB/kuadrat TB, ya kalo tidak salah?

    Tfs mbak monik dan mbak inayati :)

  17. eL-eL
    eL-eL November 16, 2013 at 10:03 pm

    Saya tinggal di Jakarta, tapi KMS-nya (mulai ke posyandu tahun 2012) masih dikasih yang versi lama :D. Terima kasih Mba Monik atas tulisannya… Saya pernah mencoba bikin tulisan serupa tapi masih suka bingung dengan referensi yang ada khususnya yang lokal, mengenai pembacaan untuk status gizi vs. ‘yang penting tumbuh’. Misalnya, ada yang bilang z-score itu untuk status gizi, sedangkan persentil melihat trennya saja (bisa jadi anaknya memang bawaan mungil jadi konsisten di persentil bawah), nah di titik mana kita harusnya waspada? Jika konsisten persentil bawah sejak awal (tapi lahir cukup bulan), tapi z-scorenya -2 ke arah -3 misalnya, sejauh apa intervensi yang perlu dilakukan? Btw saya pasang linknya untuk melengkapi blog saya ya, Mbak, nanti sekalian minta dikoreksi kalau ada yang salah :). Terima kasih.

  18. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika November 17, 2013 at 1:30 am

    Dear Mba Jessmite,

    Coba download lagi ikuti langkah2 berikut, btw pakai Windows kan ya ?

    Download:
    1. Microsoft Netframework
    http://www.microsoft.com/download/en/details.aspx?displaylang=en&id=19

    2. WHO Anthro (PC)
    http://www.who.int/entity/childgrowth/software/WHO_Anthro_setup.exe

    3. User manual:
    http://www.who.int/entity/childgrowth/software/anthro_pc_manual_v322.pdf

    Install dulu 1 baru 2.

    Semoga bisa deh ya.

    CDC itu : Centers for Disease Control and Prevention.

    Untuk sistem Z Score bukan hanya plot BMI Mba, ada Weight For Age, length for age dll sama seperti sistem Persentil.

    Untuk Rumus BMI silahkan pelajari link ini :

    http://www.bmi-calculator.net/bmi-formula.php

    HTH
    -Monik

  19. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika November 17, 2013 at 1:41 am

    Dear Mba eL-eL,

    Silahkan pasang link tulisan ini.
    Mengenai z score vs percentil silahkan pelajari Jurnal berikut :

    Use of Percentiles and Z -Scores in Anthropometry

    https://www.dropbox.com/s/g4egwrxdilef1l2/Use%20of%20Percentiles%20and%20Z%20-Score.pdf

    HTH
    -Monik

  20. jessmite
    jessmite November 19, 2013 at 7:21 am

    makasih mbak monik, saya udah bisa download :)
    sekarang bingung cara pakenya hehehehe
    musti belajar dulu user manualnya…

  21. lina78
    Lina Basuki November 19, 2013 at 8:10 pm

    Alhamdulillah setiap anakku imunisasi di dsa atau penimbangan berat badan di posyandu (minggu kedua di setiap bulan biasanya) aku selalu minta diisikan TB/BB nya Aira (25 bulan pada buku kunjungan apabila ke DSA serta KMS apabila ke posyandu, dan tentunya diisi sesuai dengan hasil pengukuran TB dan penimbangan BB nya…Bapaknya Aira yg sangat teliti mengenai hal ini…

  22. jessmite
    jessmite December 16, 2013 at 6:03 am

    Mbak Monik, saya udah masukkin data di software WHO anthro yang pernah saya ukur ke Kalki berupa BB, PB dan LK. Selanjutnya ada form data yang bisa diinput yaitu: Mid-upper arm circumference, Triceps skinfold dan Subscapular skinfold, nah itu kegunaannya apa ya? dan cara ngukur untuk ngambil datanya gimana, mbak?

    Juga untuk ngecek adanya oedema atau tidak itu gimana mbak? Ada tidaknya oedema itu ngaruh ke apa ya?

    Trus untuk Motor Milestonenya WHO ini ternyata urutannya sitting without support dulu lalu standing with assistance baru hands-and-knees crawling… nah Kalki itu skip standing with assistance. Saya pikir normalnya itu sitting, crawling trus baru standing ternyata menurut WHO beda. Perkembangan motorik Kalki kelainan dong? Jadinya saya udah upayakan stimulasi Kalki supaya standing with assistance gitu.

  23. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika December 16, 2013 at 8:55 am

    Dear Mba Jessmite,

    Gak usah ribet ya sama mid upper arm dll, fokus saja ke BB, TB, LK. Beberapa software WHO lain yang diadaptasi ke app seperti di Apple hanya minta BB, TB , LK.

    Untuk Oedema itu kompetensi dokter, silahkan bertanya ke dsa.

    Untuk perkembangan, silahkan pelajari KPSP, Act Early CDC, Denver test di tulisan saya ini :

    https://www.facebook.com/notes/fatimah-berliana-monika-purba/kuesioner-pra-skrining-perkembangan-anak-kpsp/10201713638108584

    HTH
    -Monik

  24. azaleashazs
    azaleashazs December 24, 2013 at 12:43 pm

    @mom Fatimah Berliana Monika..penjelasannya rinci n detail bgt..kdg suka membandingkan dgn anak seusia tp kl dah liat KMS rasanya tenang..meskipun anakku tergolong imut utk anak seusianya..tp tumbuh normal dan sehat..hehe :) tks 4 info mom

  25. rizkiaditya
    rizkiaditya April 17, 2014 at 9:04 am

    saya sering membaca posting mba monik di forum ini. karena itulah saya selalu memplot pertumbuhan anak saya ke GC.tetapi jujur, fokus saya hanya ke BB, agak mengabaikan TB dan LK sehingga kalau kontrol bulanan ke DSA hanya ditimbang, jarang diukur TB dan LK-nya.

    kemarin saya membawa anak saya ke posyandu untuk diukur pertumbuhannya (BB, TB, LK). sesampainya di rumah saya plot pertumbuhan tsb. ke software antropometri yang saya dapat infonya dari mba monik juga. betapa kagetnya saya karena TB anak saya berada di garis merah. alhamdulillah BB dan LK baik, walaupun selalu berada di garis kuning, namun trend-nya selalu mengalami peningkatan.

    apa yang harus saya lakukan untuk meningkatkan TB anak saya? usianya kini 6m26d. selama ini saya juga sudah memberi menu MPASI kaya zat besi mengikuti saran mba monik di berbagai forum tumbang anak.

    terima kasih jawabannya mba.

  26. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika April 17, 2014 at 5:42 pm

    Dear Mba Rizki,

    Saya sudah jawab via FB saya ya, saya copas ke sini mungkin bermanfaat bagi yang lain :

    Coba prick test untuk tau Hb nya. Kalau normal segera konsultasi ke dsa sub sp tumbang (tumbuh kembang anak).

    Cek skor KPSP nya (lihat notes saya) dan baca2 soal short stature ini : http://kidshealth.org/…/endocrine/growth_disorder.html &

    http://kidshealth.org/parent/growth/growth/dwarfism.html

    HTH
    -Monik

  27. newbride
    bunda aisyah April 21, 2014 at 7:24 am

    aslm, mbak monik, nanya donk, jika kurva anak naik nya tajam dr lahir 2,4 kg, 3,4 kg d usia 1 bulan dan naik jadi 5,5 kg di usia 2,5 bulan, apakah wajar? krn naiknya sangat banyak, anak saya asi ekslusif,kmrn liat d chart nya, terlihat garis naik yang tajam,,apakah nantinya tdk akan over weight?

  28. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika April 21, 2014 at 8:03 am

    Waalaikumsalam Bunda Aisyah,

    Yang pertama, pastikan bahwa penimbangan dilakukan dengan benar : alat kalibrasi, standar penimbangan selalu sama (tidak pakai bajum popok yang penuh dll).

    Bila semua yakin benar maka cek skor KPSP nya untuk mengentahui apakah perkembangan bayi sesuai rentang usianya.

    Ketiga, bagaimana dengan kurva pertumbuhan TB/Tinggi Badannya? Apakah melonjak juga?

    Prinsipnya, selama Growth TB juga sejalan, skor KPSP baik, dipantau saja bulan depannya. Bayi ASIX sangat kecil kemungkinan menderita Obesitas. Walau bisa saja menderita penyakit genetis/kelainan lainnya.

    Silahkan dicrosscheck item2 yg saya sebut di atas ya, semoga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

    -Monik

  29. Arjuna
    Cakra Annapurna June 17, 2014 at 1:18 pm

    Bun…saya masih bingung membacanya, ada yg bisa membantu menjelaskannya?

  30. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika June 17, 2014 at 3:30 pm

    Dear Bunda Cakra,

    Bingung bagian mananya? Sudah masukkan data berat badan dan atau tinggi badan baik manual atau melalui software/belum?
    Kalau sudah saya bantu baca/analisa kurvanya.

    -Monik

  31. harniaty
    harniaty July 13, 2014 at 9:42 am

    Assalamualaikum,mbk sy bisa dikasi link untk gc anak prematur,bayi sya lahir di umur kehamilan 31 bln dgn berat 2,45kg. Kenaikan bb setelah mpasi kok tdk ada ya mbk, dan stelah mpasi sering buang air besar (3-5 kali sehari).apa ada kelainan ya dengan anak saya?

  32. newbride
    bunda aisyah July 23, 2014 at 7:49 am

    terimakasih y mbak monik,, saya baru donwload aplikasi yang d atas itu,, mau saya coba, tp masi bingung cara pakainya,, hrs blajar dl nih, bahasa inggris semua soalnya, hehee

  33. Khairu Riz
    Khairu Riz August 19, 2014 at 4:36 pm

    Anak saya sekarang usia 1,5 tahun. Pernah beberapa kali percentilesnya selalu turun. Sebenarnya toleransinya itu boleh sampai berapa kalikah percentilesnya turun? KPSP nya sejauh ini masih sesuai dengan usianya. Kapan saya harus berkonsultasi ke dsa tentang gizi anak saya? Saat ini beratnya 10 kg dan tingginya 80 cm.

  34. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika August 20, 2014 at 7:14 am

    Dear Mba Khairu Riz,

    Apa penyebabnya percetilnya selalu turun, itu yang utama. Percentil yang ideal itu naik mengikuti kurva, misalnya stabil di Percentil 50.
    Definisi gagal tumbuh salah satunya bila percentil turun memotong 2 garis di bawahnya.
    Silahkan diskusikan lebih detil dengan dsa.

    -Monik

  35. rajwamommy
    rajwamommy May 19, 2015 at 12:17 pm

    kebetulan lagi nyariiii tks mom

  36. nastiti
    nastiti July 21, 2016 at 7:45 pm

    Assalamualaikum.
    Mbak Monik, bagaimana kalau bayi tiap bulan naik BB tp ga banyak?
    Usia sekarang 4 bulan, dulu saat 0-2 bulan masih di rentang normal dg z score WHO untuk weight, bulan 3 dan 4 z score nya masuk ke -2 (underweight), apakah perbaikan utama lewat nutrisi? Padahal kelihatannya si bayi selalu ceria dan perkembangan sesuai usianya..
    Trims..

  37. Andriyani widjaya
    Andriyani widjaya September 29, 2016 at 3:17 pm

    Salam kenal, saya pendatang baru,
    Anak saya usia 19bln. Awal lahir dg mengijuti GC WHO di percentile 15, kemudian di bulan ke 5 naik di percentile mendekati 85, dan sejak usia 6bln keatas turun lagi hingga di usia 19bln ini sedikit diatas percentile 15. Apakah wajar ya Bu Moniq? Karena saya tanya dr. Anak dan selama ini dibilang kurva nya bagus, cm saya tdk dijelaskan dan dia kurang mau menjelaskan jg, saya selama ini cm baca2 sendiri dan mengartikan sendiri kurva anak saya.

    Apakah kalau lahir di percentile 15, adalag wajar jika pertumbuhannya terus di percentile itu? Ataukan termasun gagal tumbuh?

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.