Kamus Pengasuhan Anak Bagi Orang Tua

Kira Kara

Judul:  AYAH EDY MENJAWAB: 100 Persoalan Sehari-hari Orangtua
Penulis:  Ayah Edy (Konsultan Parenting dan Penggagas Indonesian Strong From Home)
Penerbit:  Qanita
Tahun: 2011 (cetakan II)
Jumlah Halaman: 302 halaman

Kita sering mendengar tentang golden age atau usia emas seorang anak. Selama usia emas tersebut, perkembangan seorang anak luar biasa pesatnya. Sebagai orang tua, tentu saja saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Namun, banyak hal-hal baru yang sering kali saya temui selama masa tersebut. Kira-Kara yang mendadak marah besar ketika mereka tidak dapat melakukan sesuatu, atau hal-hal kecil yang selalu  berujung pada pertengkaran dua anak kembar saya. Bahkan saya sering kali mendapati tingkah-tingkah “unik”, pertanyaan-pertanyaan dan celetukan-celetukan “ajaib” yang tidak pernah saya duga sebelumnya.

Beruntung sekali saya pernah membaca blog tentang Ayah Edy, hingga akhirnya saya mendapatkan salah satu bukunya yang berjudul “AYAH EDY MENJAWAB: 100 Persoalan Sehari-hari Orangtua yang Tidak Ada Jawabannya di Kamus Mana pun”

Bagi saya buku tersebut merupakan kamus parenting yang berharga sekali. Buku ini berisi banyak sekali jawaban atas tingkah-tingkah “unik” dan “ajaib” yang sering terjadi di masa emas usia anak. Mulai dari masalah toilet training hingga sex education, tuntas dijawab Ayah Edy. Di dalam buku tersebut, Ayah Edy memberikan contoh kasusnya dan bagaimana solusinya. Kalimat dan jawaban yang diberikan Ayah Edy pun sangat sederhana dan mudah dipahami. Ketika membacanya, rasanya semua masalah pengasuhan terasa begitu mudah. Dan memang ketika melakukannya sendiri, dibutuhkan perjuangan dan konsistensi orang tua. Dari buku ini pula saya belajar kapan dan bagaimana melatih kemandirian dan disiplin anak, tanpa harus menjadi bunda “monster” yang galak.

Dalam salah satu contoh kasus, ada seorang anak, Dio yang suka membantah apa yang dikatakan orang tuanya. Bagaimana memperlakukan anak yang suka membantah? Menurut Ayah Edy, dibalik sifatnya yang tidak mau diatur itu, ia berpotensi menjadi seorang pengatur alias seorang pemimpin. Maka hal pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah bersyukur. Anak yang membantah umumnya karena adanya perbedaan pendapat antara orangtua dengan anak. Orangtua yang cenderung otoriter berhadapan dengan anak yang bertipe pemimpin – yang tidak mau begitu saja menerima pendapat apalagi dipaksa. Sesungguhnya dengan adanya anak yang membantah, orangtua bisa mengevaluasi kebijakan dan pola komunikasi, apakah sudah sesuai dengan masing-masing tipe anak, sehingga perdebatan bisa mendapatkan jalan keluar terbaik. Cara mendidik calon pemimpin kecil adalah dengan mengajarinya menjadi kooperatif, bukannya penurut. Anak yang kooperatif akan mau melakukan apa yang diminta orangtuanya karena tahu alasan logis. Sedang anak penurut, mau melakukan sesuatu tanpa tahu alasannya dan tanpa berpikir menggunakan logikanya. Kedua, biasakan menawarkan opsi, misal “kamu mau mandi sekarang atau lima menit lagi?” Ketiga, calon pemimpin suka dengan reward dan consequences.  Orangtua bisa menerapkan kesepakatan beserta hadiah dan konsekuensinya. Dan yang pasti, orangtua harus konsisten dalam menerapkan aturan-aturan yang telah dibuat.

Memang benar kata Ayah Edy, bahwa semua masalah yang terjadi pada anak, sebenarnya bersumber dari masalah orang tua itu sendiri. Jadi ketika kita merasa anak kita bermasalah, sebaiknya kita instropeksi diri kita sendiri, melihat ke dalam diri kita sendiri, apa yang keliru di dalam diri kita.

Bagi saya, menjadi orang tua itu ada “sekolah”nya. Semua bergantung pada seberapa besar kita mau belajar. Buku ini adalah salah satu buku pelajaran favorit di “sekolah” baru saya. Buku yang wajib menjadi pegangan untuk orang tua baru.

Foto diambil dari: ayahkita.blogspot.com

6 Comments

  1. eka
    Eka Wulandari Gobel March 16, 2013 at 9:58 am

    menarik yaa wit, bukunya :)
    bener ternyata ya, kalau anak suka membantah itu lebih baik diajak untuk bekerja sama. enzo dante juga tipe seperti itu, bukan tipe penurut, huhuhu..PR banget nih :D
    TFS ya, bunda wiwit!

  2. cindy
    cindy vania March 16, 2013 at 12:03 pm

    kayaknya harus segera beli buku nya deh,herbie juga bukan tipe penurut. ortu nya harus super sabar deh

  3. Kira Kara
    Bunda Wiwit March 17, 2013 at 9:50 am

    teh Eka & Cindy,
    iyaa.. sama. ki-ka jg bukan tipe penurut ato bisa dipaksa.. srmakin dipaksa semakin berontak.. jadi musti kerja sama ato negosiasi deh.. hehe.. bukunya worth to buy.. udah jd kamus buat menenangkan diri kalo habis akal.. :D

  4. marce febriyanto
    marce febriyanto March 18, 2013 at 3:42 pm

    ikutan nyari,biar bisa menanganin quin dengan negosiasi TFS

  5. ninit
    ninit yunita March 19, 2013 at 6:04 am

    wuihhh wiwit, lengkap banget deh ini book reviewnya :)
    gw juga pernah baca buku ini dan sukaaa bacanya. seru! TFS yah wit.

  6. yulia handayani
    yulia handayani March 20, 2013 at 3:25 pm

    Salam kenal para mama,

    Bener2 bukunya sangat membantu. Sebelum ada postingan dari Bunda Wiwit, gw bolak balik ke gramedia liat2 tu buku, baca dikit trus langsung beli. Actualnya, apa yang gw takutkan akan perkembangan menghadapi anak, banyak terjawab sma si Ayah Edi. Menghadapi Alya (3y) yang udah mulai kritis ini itu, seni negosiasi yang baik harus diterapkan.
    Two thumbs up Ayah Edi Menjawab. Oiya ada juga dalam bentuk DVD.

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.