Kita Semua adalah Sama

Imelda Sutarno A working mom with two gorgeous krucils. Suddenly love the outdoor recreations as an impact of married with her scuba diver husband, Bambang. Take the kids from beach to the hill, from forest to the waterfall, will always give her (and her husband) joy and enthusiastic. Cooking isn’t her middle name but always trying to give her family the best food that she can. Now she lives in Jakarta.

Setiap anak dilahirkan berbeda-beda. Mulai dari fisiknya hingga sifat-sifatnya. Ada yang memang gennya kurus dan kecil seperti kedua orangtuanya, ada pula yang sebaliknya alias berbadan bongsor. Perbedaan bentuk fisik di kalangan orangtua mungkin bukan merupakan masalah, karena kita sudah memiliki cukup knowledge untuk memahami hal ini. Namun tampaknya tidak demikian dengan anak-anak kita.

Di sekolah anak saya, ada salah satu anak yang badannya lebih besar dibanding teman-temannya yang lain. Ketika dia sekelas dengan Alun mulai dari TK, perawakannya yang bongsor jauh lebih cocok sebagai anak kelas 1 atau 2 SD ketimbang seorang anak TK A. Suatu hari saat menjemput anak saya ke sekolah, saya lihat anak ini tampak sedih karena rupanya ada beberapa teman yang mengejek celana seragamnya terlihat cingkrang. Tentu saja, karena ukuran seragam sekolah untuk ukuran tubuh anak TK A tampak kekecilan untuk anak bongsor seperti dirinya.

Di lain cerita, saya pernah perhatikan anak saya, Lintang, diabaikan ketika kumpul dengan saudara-saudara sepupunya saat arisan keluarga. Padahal anak saya berusaha berbaur dan berusaha agar diajak bermain dengan saudaranya yang seumur. Tubuh Lintang yang lebih kecil, membuat ia hanya dianggap jadi 'anak bawang' di kumpulan tersebut. Sudah pernah dengar istilah anak bawang kan ya? Sepintas saya perhatikan mimik wajah Lintang agak sedih pada waktu itu.

Untuk membantu anak agar tidak minder seperti kejadian di atas, perlu peranan orangtua agar terus memberi dukungan dan pemahaman positif bahwa anak harus tetap percaya diri. Namun jika hanya berupa nasihat-nasihat tanpa contoh, rasanya sulit ya untuk diserap oleh si kecil?

Salah satu cara yang urban mama dan papa dapat lakukan adalah dengan bercerita. Nah, saat ini ada buku anak yang menarik dan dapat membantu orangtua untuk menanamkan nilai dan rasa percaya diri kepada buah hati kita. Buku seri ini bertema “Seri Pengembangan Diri”. Inilah dua judul di antaranya.

Buku ini ditulis oleh Lola Orett dan dibuat dalam serial bilingual, yaitu dalam Bahasa Indonesia dan Inggris dalam lembar buku yang sama. Diterbitkan oleh Erlangga For Kids, buku ini harganya Rp35.000,- per buku. Ilustrasinya menarik dengan warna-warna ceria, membuat anak semakin tertarik untuk membacanya.

Melalui tutur cerita, banyak pesan moral yang dapat dipetik anak dari buku ini. Anak dapat memahami bahwa ia tidak perlu minder dengan keadaan dirinya. Saat ia memiliki fisik bongsor maupun sebaliknya, kondisi tersebut sama-sama menyenangkan. Anak juga diajak memahami bahwa pertumbuhan setiap anak itu berbeda-beda. Toh yang terpenting tubuh kita sehat.

 

 

 

Dan bagi anak yang bertubuh sesuai usianya, membacakan buku ini untuk mereka menjadi salah satu jalan untuk mengajarkan pentingnya berempati dan toleransi terhadap teman yang memiliki fisik yang berbeda.

 

 

Pada akhirnya, harapannya adalah agar anak memahami bahwa semua manusia adalah sama. Kita sewajarnya tidak saling mengejek dan tidak memilih-milih dalam berteman. 

 

Buku yang bagus untuk proses pengembangan diri anak ini mulai kami koleksi, agar Alun dan Lintang sedini mungkin bisa diajak belajar dan memahami bahwa semua anak itu adalah sama.

12 Comments

  1. avatar
    Eka Gobel November 29, 2016 7:59 pm

    Bukunya bagus ya mel. Penting nih utk baca buku ini. Bukan cuma anak2, orangtuanya pun perlu ya.

    1. avatar
      Imelda Sutarno November 30, 2016 1:04 pm

      iya ka, kadang2 ada juga ortu yg gak ngeh ya sama hal-hal kecil seperti ini. Berkat ada buku ini, jadi semakin paham deh :)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  2. avatar
    Lulu November 29, 2016 4:08 pm

    makasih referensi bukunya mba Imelda...pas banget nih saya butuh, secara anak kedua saya sepertinya nantinya akan lebih imut dari adiknya yg beda umur sekitar 4 tahun, apalagi mereka cowok. Jadi bisa persiapan dr sekarang...

    1. avatar
      Imelda Sutarno November 30, 2016 1:05 pm

      sama-sama mbak Lulu. Selamat beli di toko buku ya :)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  3. avatar
    Cindy Vania November 28, 2016 9:09 am

    Bukunya bagus banget mba Imel..
    Cocok buat #kid2 nih yang suka dibilang ketinggian di sekolah :D Soalnya celananya juga udah mulai cingkrang gitu -_-

    1. avatar
      Imelda Sutarno November 28, 2016 11:13 am

      iya mba cin. Kadang kan kita suka susah ya nasehatin anak pake kata2...kalo diajak sambil baca buku begini, biasanya mereka lebih bisa menyerap dan paham :) Monggo dicari di toko buku ya

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  4. avatar
    ninit yunita November 28, 2016 5:58 am

    bukunya baguuus yaaa mel. inget bangettt dulu waktu SD tuh ada anak yang suka dikomentari anak lagin karena badannya besar. ada buku seperti ini bisa menyadarkan anak-anak untuk menghargai perbedaan.

    1. avatar
      Imelda Sutarno November 28, 2016 11:14 am

      iya mbak nit...bagus buat ngajarin anak-anak kita bahwa ga ada yang salah sama ketinggian atau berbadan kecil, toh semuanya sama-sama sehat kok :)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  5. avatar
    tetehasti November 28, 2016 3:23 am

    bagus nih bukunya, pas untuk ponakan yang suka minder karena badannya bongsor

    1. avatar
      Imelda Sutarno November 28, 2016 11:15 am

      yuk yuk tetehasti segera dicari di toko buku ya :)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.