Manfaat Menggendong untuk Tumbuh-Kembang Anak

"Jangan terlalu sering menggendong anak. Nanti anakmu jadi bau tangan."

"Kok gendong anaknya dipekeh gitu? Nanti jalannya ngangkang, lho"

Ucapan-ucapan tersebut sudah sering saya dengar, bahkan jauh sebelum menikah dan punya anak. Saking seringnya mendengar, sampai-sampai menjadi keyakinan bahwa terlalu sering menggendong anak akan berdampak negatif bagi ibu dan anak.

Beberapa minggu setelah melahirkan, saya bertemu dengan komunitas para ibu yang banyak membiasakan untuk menggendong anaknya. Dari komunitas tersebut, mitos bau tangan dan sejenisnya terbantahkan semua.
Menggendong anak ternyata bukan sekadar aktivitas memindahkan anak dari tempat tidur ke tangan kita. Menggendong adalah proses menciptakan generasi yang tenang dan percaya diri. Melalui menggendong akan terbangun ikatan antara penggendong (orang tua atau anggota keluarga) dan anak, yang akan membuat anak merasa lebih tenang karena ada orangtua yang senantiasa siap sedia memberikan rasa aman dan ketenangan sampai si anak siap.


Pasti banyak orangtua masa kini yang masih ingat, kenangan digendong oleh orangtua masing-masing di masa lalu, atau dulu mengamati adik-adiknya digendong oleh nenek, kakek, atau pengasuh di rumah. Ternyata banyak sekali manfaat dari menggendong anak. Dalam beberapa tulisan yang pernah saya baca dari komunitas-komunitas babywearing di Inggris, disebutkan bahwa menggendong dapat membantu bayi beradaptasi sesaat setelah dilahirkan. Dengan digendong, bayi akan tetap merasa hangat dan nyaman dalam dekapan orangtua. Menggendong memberikan skin to skin contact yang berguna untuk mempercepat pertumbuhan bayi. Digendong skin-to-skin contact ini sangat baik untuk bayi prematur dan berat bayi lahir rendah, dan membantu pengaturan temperatur tubuh, detak jantung, dan pernafasan. Menggendong juga membantu perkembangan ritme sirkadian (pola tidur dan bangun) pada bayi. Selain itu, menggendong dapat membantu orangtua mengenali bayi yang mengantuk dan membentuk pola tidur yang baik.

Disebutkan juga bahwa menggendong dapat membantu menenangkan bayi. Dipeluk dan didekap merupakan kebutuhan dasar bayi yang apabila terpenuhi akan membuat bayi menjadi lebih tenang. Menggendong juga efektif untuk mengurangi tangisan bayi dan membantu bayi lebih rileks. Bayi yang lebih tenang dan tidak menangis berlebihan akan tumbuh dan berkembang lebih optimal karena mereka akan belajar dan berinteraksi lebih banyak. Saat digendong dalam posisi tegak, bayi akan belajar menguatkan otot leher.

Urban Mama dan Papa pernah mendapat saran kalau setelah disusui, bayi sebaiknya digendong sambil dibuat bersendawa? Menggendong ternyata membantu mengurangi kejadian gumoh atau reflux (aliran isi perut yang berbalik ke kerongkongan), meredakan kolik, dan membantu perkembangan sistem keseimbangan tubuh bayi. Dengan digendong, bayi pun akan lebih mudah disusui kapanpun dan dimanapun. Kemudahan ini dapat memperpanjang masa menyusui. Saat anak memasuki usia toddler, menggendong anak dapat membantu meningkatkan perkembangan kemampuan berbicara dan mengenali lebih banyak ragam emosi raut wajah, karena saat berkomunikasi dengan anak dalam gendongan, wajah anak dan orangtua akan sejajar dan dekat.

Ada sebuah kutipan bagus dari Gordon Neufeld, seorang psikolog perkembangan anak: “The key to activating maturation is to take care of the attachment needs of the child. To foster independence; to promote individuation we must provide a sense of belonging and unity; to help the child separate we must assume the responsibility for keeping the child close”. Menggendong dapat memenuhi banyak kebutuhan psikis anak dalam masa-masa awal kehidupannya, membentuk karakter anak yang tenang dan percaya diri. Ternyata manfaat dari menggendong anak ini cukup banyak ya. Sangat disayangkan apabila kita melewatkannya hanya karena mitos-mitos yang belum terbukti kebenarannya. Mari jadikan masa-masa menggendong sebagai tabungan kelekatan, agar nantinya anak memiliki kenangan masa kecil yang indah kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya.

4 Comments

  1. avatar
    Honey Josep November 8, 2017 4:47 pm

    mumpung masih bayi dan masih mau digendong, puas-puasin digendong deh.... nyaman, hangat.... nikmat :)

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    ninit yunita November 6, 2017 7:50 pm

    aduuuh sampe sekarang kalau masih bisa digendong... teteeep aku gendong kok. :')

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Cindy Vania November 6, 2017 11:53 am

    Saya sih selagi masih bisa dan kuat menggendong, pasti tetap digendong kok. Mau ada yang bilang bau tangan juga gak papa, yang penting masih tangan orang terdekatnya.

    Lagipula, manfaat menggendong dan mendekap anak itu luar biasa banget :)

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    Woro Indriyani November 3, 2017 11:07 am

    Setuju Mama Kantie, menggendong memang bermanfaat untuk membangun bonding, baik anak dan ibu juga sama-sama menikmati momen bonding ini selama menggendong. Tapi saya sendiri bukan tipikal yang 'tak-gendong-kemana-mana' hehe saya menggendong seperlunya saja, ketika Rey sudah lebih tertarik tummy time (sekitar 4 bulan) dia lebih banyak saya biarkan goleran di kasur atau alas empuk.

    Dan iya, mitos bau tangan ini saya rasa tidak terbukti. Walaupun saat bayi Rey banyak digendong tetapi ketika ngantuk dia juga bisa langsung tertidur sendiri tanpa digendong :) .

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.